“PUTRI JAGAD”

Posted: 29 Januari 2011 in Naskah Drama

(Naskah Telah Dipentaskan)

RANCANGAN PEMENTASAN

A. Staf Produksi Pementasan

1. Pimpinan Produksi: Drs. Heru Subrata, M.Si

2. Staf Administrasi

  1. Sekretaris    : Rina Susanti
  2. Bendahara   : Wika Ayu Arifina

3. Staf Produksi

  1. Sutradara     : Dara Rosediana Putri
  2. Penulis Skenario : Rista Febriana Saputri
  3. Pencatat Adegan : Any Kusuma Wardhani
  4. Penata

1)       Penata Panggung    : Yulis Indriyani, Yunis Indriyanti

2)       Penata Rias dan Busana:  Mivtakul Zanah,  Anggralita Sandra D

3)       Penata Musik        : Agung Priyambodo, Benyamin Sinlae

4)       Penata Tari            : Rizki Nur Rosidah, Muhibbatul Latifah

4. Pelaku/ Pemain

  1. Raja Bumi mangku langit             : Agung Priyambodo
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh: Wika Ayu Arifina
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe: Benyamin Sinlae
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe             : Rizki Nur Rosidah
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu          : Mivtakul Zanah
  6. Dayang Kece Tur Memble           : Rina Susanti
  7. Nini Sihir Endelwati                    : Anggra Lita Sandra Dewi
  8. Sekretaris Kerajaan                      : Any Kusuma Wardhani
  9. Pengawal Jasim                            : Yulis Indriyani
  10. Narator                                        : Muhibbatul Latifah

B. Konsep Penyutradaraan

Karakter Pemain

  1. Raja Bumi Mangku Langit                  :   Bijaksana dan berwibawa
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh   :   Cemburuan
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe   :   Berwibawa dan tegas
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe                   :   Lemah lembut, Sopan dan Baik hati
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu                 :   Licik dan Syirik
  6. Dayang Kece Tur Memble                 :   Centil
  7. Nini Sihir Endelwati                           :   Endel dan Bengis
  8. Sekretaris Kerajaan                            :   Patuh dan Bertanggung Jawab
  9. Pengawal                                            :   Patuh pada pemimpin

2. Logat Bahasa

  1. Raja Bumi mangku langit                   :   Gaul dan Medok
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh   :   Bahasa Indonesia
  3. Pangeran Ayu Sajagade Dewe            :   Bahasa Indonesia
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe                   :   Bahasa Indonesia
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu                 :   Gaul
  6. Dayang Kece Tur Memble                 :   Gaul
  7. Nini Sihir Endelwati                           :   Gaul
  8. Sekertarias Kerajaan                          :   Bahasa Indonesia
  9. Pengawal                                           :   Bahasa Indonesia

3. Suasana

Suasana Drama Putri Jagad lucu dan menegangkan

4. Setting

Drama Putri Jagad berlangsung di Sebuah Kerajaan

5. Alur → Maju

C. Konsep Cerita

TEMA : “Obsesi Seorang Dayang Menjadi Putri Raja”

Cerita “Putri Jagad” merupakan suatu cerita yang menggunakan konsep drama komedi. Cerita ini mengisahkan mengenai Putri Ayu Sajagade Dewe istri dari Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe dari kerajaan Sendang Agung Tentrem Adem Ayem yang di singkirkan oleh Dayang Rayu Tur Kemayu, dayang kerajaan yang iri dengan keelokan Putri Ayu. Dalam drama ini, kami menyelipkan beberapa unsur komedi dengan tujuan untuk menyuguhkan tontonan yang menyegarkan agar dapat menghibur para pemirsa penikmat drama. Adapun pesan yang ingin kami sampaikan lewat cerita “Putri Jagad” ini adalah kita hendaknya jangan merasa syirik dengan kelebihan orang lain, karena rasa syiriklah yang pada akhirnya nanti akan menjatuhkan kita. Dan sebaiknya kita harus selalu bersyukur dengan semua pemberian Yang Maha Kuasa.

Cerita “Putri Jagad” ini terdiri dari 9 adegan dalam 1 babak, diantaranya :

Adegan 1

Raja yang sedang merayu Permaisuri dengan rayuan khas miliknya

Adegan 2

Pangeran dan Putri yang baru saja tiba dari Paris

Adegan 3

Keiridengkian Dayang Rayu Tur Kemayu yang mulai meluap dan menjadi-jadi

Adegan 4

Bantuan Nini Sihir Endelwati pada Dayang Rayu Tur Kemayu untuk menguasai Kerajaan dan menggantikan posisi Putri Ayu Sajagade Dewe sebagai Putri Kerajaan

Adegan 5

Penyingkiran Putri Ayu Sajagade Dewe oleh Dayang Rayu Tur Kemayu

Adegan 6

Kecurigaan Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe terhadap Penurunan Otonomi Kerajaan yang kian memburuk dan meresahkan kerajaan

Adegan 7

Percekcokan antara Dayang Rayu Tur Kemayu dengan Pangeran Ganteng Sajagade Dewe

Adegan 8

Kekhawatiran Dayang Rayu Tur Kemayu atas kembalinya Putri Ayu Sajagade Dewe

Adegan 9

Pembongkaran rahasia dan kejahatan Dayang Rayu Tur Kemayu

SINOPSIS CERITA

Alkisah disebuah kerajaan “Sendang Agung Tentrem Adem Ayem” hiduplah seorang raja yang arif dan bijaksana bernama “Raja Bumi Mangku Langit ”. Raja Bumi Mangku Langit mempunyai seorang permaisuri yang bernama “Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh”. Kehidupan Raja dan Permaisuri semakin lengkap dengan lahirnya seorang putra raja bernama ”Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe”. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewepun telah dewasa dan telah menikah dengan seorang gadis desa yang bernama “Putri Ayu Sajagade dewe”. Keluarga kerajaan sangat bahagia dan kehidupan di kerajaanpun sangat makmur pada masa pemerintahan Raja Bumi Mangku Langit bersama putranya Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe. Hingga pada suatu hari salah seorang dayang kerajaan yang bernama “Dayang Rayu Tur Kemayu” mulai berulah dan ingin menguasai kerajaan. Dia sangat syirik dan sangat iri hati pada kebahagiaan yang dimiliki oleh putri Ayu Sajagade Dewe. Dia menghalaukan segala macam cara untuk menyingkirkan putri dan menggantikan putri Ayu Sajagade Dewe sebagai putri kerajaan.

Sesosok nenek sihir yang sangat endel bernama “Nini Sihir Endelwati” datang menghampiri Dayang Rayu Tur Kemayu untuk menawarkan jasa. Nini Sihir Endelwati ingin membantu mewujudkan keinginan Dayang Rayu Tur Kemayu untuk menguasai kerajaan Bumi Mangku Langit. Dia merubah wujud Dayang Rayu Tur Kemayu menjadi wujud Putri Ayu Sajagade Dewe yang mempunyai wajah cantik dan mempesona. Tapi bantuan yang diberikan Nini Sihir Endelwati tidak cuma-cuma, Nini sihir meminta imbalan pada Dayang untuk berbagi kesenangan dan kebahagiaan bersamanya serta satu syarat yang wajib dipenuhi yaitu Dayang Rayu tidak boleh bercermin selama wujudnya sebagai Putri Ayu. Karena wujud aslinya akan terbongkar bila ia bercermin. Misi yang dijalankan Dayang Rayu Tur Kemayupun Berjalan dengan lancar. Dia berhasil menyingkirkan Putri Ayu Sajagade Dewe dan berhasil menduduki kursi Putri kerajaan dengan wujud parasnya sebagai Putri Ayu sajagade Dewe. Dia berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang kerajaan untuk kesenangannya bersama Nini Sihir Endelwati.

Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe mulai curiga dengan keadaan otonomi kerajaan yang kian menurun. Padahal selama ini dia bersama Raja telah bekerja keras untuk kemakmuran kerajaaan. Sekretaris kerajaan yang sangat setia pada Raja dan Pangeran mencoba mengungkap apa yang sebenarnaya terjadi selama ini. Dia menyampaikan pada Pangeran kalau memburuknya otonomi kerajaan dikarenakan ulah Putri Ayu. Pangeran tidak percaya dan meminta Putri Ayu memberikan penjelasan. Putri Ayu mengelak dan tidak mau mengakui kesalahannya. Suasana menjadi ricuh pada saat pengawal datang dengan kondisi tergopoh-gopoh menghadap Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe dan menyampaikan bahwa ada seorang wanita yang mirip Putri Raja mencari pangeran. Putri Ayu Sajagade  Dewe yang aslipun menerobos masuk ke istana dan menemui pangeran. Wajah mereka yang sangat mirip membuat pangeran terkejut dan semakin ragu. Dayang Rayu tidak tinggal diam menyaksikan pertunjukan itu, segala cara ia lakukan untuk menyingkirkan Putri Ayu. Tapi akhirnya, kejahatannya yang terbongkar. Dengan tidak sengaja tangan Putri Ayu mengenai kaca yang berada diatas meja kerja Pangeran. Setelah Dayang Rayu melihat kaca yang terjatuh, seketika itu wajah aslinyapun tampak. Semua menjadi kaget melihat wajah asli Dayang Rayu. Dayang Rayu diusir dari kerajaan dengan tidak hormat. Pangeran dan Putri kembali bersatu, kehidupan kerajaanpun kembali makmur dan sejahtera.

D. Bagan Alur/Plot

  1. Adegan 1 Raja yang sedang merayu Permaisuri dengan rayuan khas miliknya
  2. Adegan 2 Pangeran dan Putri yang baru saja tiba dari Paris
  3. Adegan 3 Keiridengkian Dayang Rayu Tur Kemayu yang mulai meluap dan menjadi-jadi
  4. Adegan4 Bantuan Nini Sihir Endelwati pada Dayang Rayu Tur Kemayu untuk menguasai Kerajaan dan menggantikan posisi Putri Ayu Sajagade Dewe sebagai Putri Kerajaan
  5. Adegan5 Penyingkiran Putri Ayu Sajagade Dewe oleh Dayang Rayu Tur Kemayu
  6. Adegan6 Kecurigaan Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe terhadap Penurunan Otonomi Kerajaan yang kian memburuk dan meresahkan kerajaan
  7. Adegan7 Percekcokan antara Dayang Rayu Tur Kemayu dengan Pangeran Ganteng Sajagade Dewe
  8. Adegan8 Kekhawatiran Dayang Rayu Tur Kemayu atas kembalinya Putri Ayu Sajagade Dewe
  9. Adegan 9 Pembongkaran rahasia dan kejahatan Dayang Rayu Tur Kemayu

E. Konsep Panggung/Setting/properti

Dalam cerita ini terdiri dari 1 babak, Konsep panggung adalah di sebuah istana kerajaan Jawa pada zaman dahulu. Sehingga properti yang digunakan bernuansa Jawa. Karena kami kesulitan dalam menghadirkan properti tersebut, maka kami akan membuat beberapa tiruan properti dari bahan sterofoam.

Adapun properti yang kami pakai sebagai berikut :

1. Kursi Raja dan permaisuri, properti ini merupakan fokus dari panggung. kami akan membuat singgasana dari bangku biasa yang dihias dengan sterofoam dan jarik

  1. Dua buah kursi yang lebih kecil dari singgasana raja untuk dayang/pengawal
  2. Gorden berwarna merah dengan hiasan renda-renda emas agar terlihat lebih glamor
  3. Karpet bercorak gold sebagai alas

5. Ukir-ukiran sebagai gebyok untuk memberi kesan etnik jawa, karena beberapa kendala jadi kami akan membuat tiruan dari sterofoam yang di beri cat warna gold

  1. 1 lembar kain warna hitam sebagian dasar background panggung sebelum dilengkapi dengan property pendukung yang lainnya.
  2. Pilar ruang istana yang kami buat dari sterofoam
  3. Beberapa pot bunga sebagai hiasan pada ruangan

F. Konsep Tata Rias dan Busana

Tata rias :

  1. Dayang : tata rias wajah : lipstik warna orange,  khusus untuk dayang rayu (alis nylirit ke atas menimbulkan kesan kejam dan sombong ,mata belok) . Rambut diikat miring.
  2. Pengawal : make up tidak terlalu tebal. Adanya penambahan godeg dan kumis.
  3. Sekretaris kerajaan : make up natural modern disesuaikan dengan busana. Rambut diikat simpel. Berkacamata.
  4. Pangeran : make up biasa tidak terlalu tebal. Di bagian dagu ditambahi garis warna hitam.
  5. Putri dan permaisuri : make up agak  tebal disesuaikan dengan busana. Memakai lipstik warna pink. Rambut disanggul modern. Cantik.
  6. Raja : make up tidak terlalu tebal disesuaikan dengan busana. Adanya penambahan aksen kumis dan aksen keriput agar terlihat tua.
  7. Nini sihir : tata rias wajah : alis tebal dan nylirit ke  atas. Mata : eyeshadow hitam, merah. Bibir :wana merah menyala,  agak methot. Blash on : hitam kemerahan. Bau badan : lengur ( karena tidak pernah mandi ).

Tata busana   :

  1. Dayang : baju kebaya biasa. Memakai jarik selutut. Tidak memakai alas kaki.
  2. Pengawal : memakai rompi, celana panjang hitam, jarik menutupi paha,memakai slayer jarik.
  3. Sekertaris kerajaan : memaki rok pendek, kemeja, sepatu high hill
  4. Pangeran : pakaian lengan panjang, memaki celana panjang, jarik, penutup kepala, sepatu selop.
  5. Putri dan permaisuri :  memakai jarik, memaki selendang, baju kebaya.
  6. Raja : memakai jarik,  memaki celana panjang, memaki baju adat lengan panjang, memakai mahkota, dan sepatu selop
  7. Nini sihir : baju terusan hitam ( compang-camping)

G. Konsep Musik

Musik yang digunakan dalam drama “ Putri Jagad” yaitu musik rekaman

  1. Musik Pembuka: rekaman karawitan
  2. Raja  masuk panggung: musik rekaman  “Kebyok Anting- Anting” masuk
  3. Pangeran  masuk: musik rekaman karawitan
  4. Pangeran meninggalkan raja: musik rekaman karawitan
  5. Raja dan permaisuri meninggalkan ruangan         : musik rekaman karawitan
  6. Dayang  menduduki singgasana: lagu makhluk tuhan paling seksi
  7. Nini sihir muncul: musik seram
  8. Dayang sari terkejut melihat nini sihir: terkejut
  9. Nini sihir pergi meninggalkan Dayang Sari           : musik seram
  10. Dayang mendekap Putri: musik rekaman tegang
  11. Pangeran masuk membawa map: musik dangdut

 

H. Konsep Tari

  1. Tari berpasangan antara dayang dan dayang (Lagu Dono)
  2. Tari solo dengan gaya seperti ratu sejagad

I. Naskah Drama

“PUTRI JAGAD”

BABAK 1

RAJA BUMI MANGKU LANGIT BERSAMA PERMAISURI SEMILIKITHI WELEH-WELEH BERJALAN MEMASUKI RUANG ISTANA DENGAN BERGANDENGAN TANGAN. TAPI PERMAISURI AGAK SEBEL DENGAN RAJA. DIA TAMPAK CEMBERUT. DENGAN SEGALA CARA RAJA MENCOBA MERAYU UNTUK MEMBUATNYA SENYUM KEMBALI.

ADEGAN 1

  1. Raja Bumi mangku Langit :”(MASIH TERUS MERAYU PERMAISURI) Oh permaisuriku, pujaan hatiku, belahan jiwaku, kenapa engkau cemberut seperti itu, tersenyumlah cantik, aku tidak tahan melihat bibirmu semakin hari semakin memble”.
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Biarin biar memble tapi kece, buktinya Kanda mau

Sama Dinda!!!”

  1. Raja Bumi mangku Langit : ”Siang hari muter- muter

Naik  motor sekuter

Permaisuriku yang bunder

Membuat hatiku tambah ser…ser…ser”

  1. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Uuh…sayakan kurus dan langsing Baginda Raja (SAMBIL MEMANDANGI TUBUHNYA)”.
  2. Raja Bumi mangku Langit :”Oh iya Dinda, kamukan Kutilang.

Kurus tinggi tapi langsing”.

  1. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Ah…Baginda raja bisa saja, jadi ge’er nich, gombal…gombal…gombal…!!! ( SAMBIL TERSIPU MALU)”
  2. Raja Bumi mangku Langit :”Hah gitu donk Permaisuriku, smile… kalau gitukan tambah ayu, semua bidadari mah lewat (MENYENGGOL PUNDAK PERMAISURI)”.
  3. Raja Bumi mangku Langit : (DUDUK DI KURSI SINGGASANA) “Ngomong-ngomong saya kok jadi kangen ya sama putra kita Pangeran Guanteng Sadonyane Dewe. Sejak putra kita menikah dengan Putri Ayu Sajagade Dewe, gadis desa yang sangat santun dan halus budinya. Dia menjadi sibuk dan jarang sekali menemui kita”
  4. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh : “Iya kanda, dinda juga kangen sama mereka, kangen Bangeeet !!!”

ADEGAN 2

PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE DATANG BERSAMA PUTRI AYU SAJAGADE DEWE SERTA DIIKUTI OLEH DUA DAYANG ISTANA YAITU DAYANG RAYU TUR KEMAYU DAN DAYANG KECE TUR MEMBLE.

  1. Pengawal Jasim :”Pangeran dan Putri tiba” (Gaya Sinchan Pangeran Bertopeng)
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe & Putri Ayu Sajagade Dewe :”Hormat kami Ayahanda, hormat kami Ibunda” (MEMBUNGKUKAN BADAN SAMBIL MENELUNGKUPKAN KEDUA TANGAN)
  3. Raja Bumi mangku Langit               :”Duduklah Putra- Putriku.
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Terima kasih Ayah”
  5. Raja Bumi mangku Langit               :” Kalian panjang umur, baru saja ayah dan ibundamu mambicarakan tentang kalian. Hingga kalian datang menemui ayah dan bunda. Bagaimana liburan kalian? Apakah kalian merasa senang?”
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe : ”Kami sangat senang Ayah, kota paris sangat indah.”.
  7. Raja Bumi mangku Langit : ”Syukurlah kalau putri senang, kau harus selalu bahagia putriku”.
  8. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Bereslah Ayah, Hamba akan membuat Putri selalu bahagia dan nyaman tinggal di istana”.
  9. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Kanda! Nampaknya kanda sudah sangat lelah. Sebaiknya kita istirahat dulu aja yach…!!!’
  10. Raja Bumi mangku Langit : (MENGANGGUK-ANGGUKAN KEPALA)
  11. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe : “Kami juga mohon pamit bunda” (DUDUK SAMBIL MENELUNGKUPKAN KEDUA TANGAN)

(RAJA DAN PERMAISURI MENINGGALKAN RUANGAN UNTUK BER ISTIRAHAT DIIKUTI DENGAN PANGERAN DAN PUTRI)

ADEGAN 3

SETELAH RAJA, PERMAISURI, PANGERAN DAN JUGA PUTRI PERGI MENINGGALKAN RUANGAN, DAYANG RAYU TUR KEMAYU MULAI BERAKSI DAN BERGAYA-GAYA LAYAKNYA SEORANG PUTRI RAJA.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”(DUDUK DI SINGGASANA RAJA SAMBIL MEMBAWA KIPAS) Ehmmmm…enaknya jadi Putri…!!!”
  2. Dayang Kece Tur Memble :”Eh Kemayu berani sekali kamu duduk di Singgasana itu! Itu tempat Raja dan Permaisuri tau!!!”.
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Itu bukan urusan kamu, suka- suka ku donk!!!”
  4. Dayang Kece Tur Memble :”Memang bukan urusanku Kemayu, tapi kita sama- sama Dayang. So, wajar donk kalau aku ngingetin kamu. Jangan duduk di situ jika kau masih ingin mengabdi disini! ayo cepat berdiri sebelum ketahaun Baginda Raja dan Permaisuri”.
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Huh…malas ah ngedengerin omongan yang gak penting!”
  6. Dayang Kece Tur Memble :”Sudah…Sudah….Ya Sudahlah…???Oh iya aku mau ngajakin kamu  jalan- jalan, bagaimana kalau kita keliling istana?”
  7. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dengan kamu! Dayang kece!”
  8. Dayang Kece Tur Memble :”Ya iyalah, masa ya iya donk buah aza Kedondong…hemmm!!!”
  9. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hemmm… stroberi apel- apel sory gak level!!!”
  10. Dayang Kece Tur Memble :”Ya sudah kalau kamu gak ikut, aku pergi sendiri aja, Hemmm”.
  11. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ih cepat Pergi, Cepat…cepat…!!!

Ih dasar DKM, Dayang Kece Memble… huh!”

DAYANG RAYU TUR KEMAYU MULAI MENAMPAKKAN KEKESALANNYA PADA SEMUA ORANG DAN MENGUMPAT KESANA KEMARI. DIA IRI MELIHAT KEBAHAGIAAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE. DIA INGIN MENGGANTIKAN KEDUDUKAN PUTRI KERAJAAN DAN MENDAMPINGI PANGERAN YANG MEMIMPIN ISTANA.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dasar wanita tak tau malu, datang- datang langsung nglunjak, memangnya siapa dia…dibandingkan dengan aku, aku jauh lebih terhormat. Dia itu sok manis,sok alim,..cuuh…melihat dia mau muntah saja (DUDUK DI SINGGASANA RAJA)

Padahal sudah lama aku menginginkan posisi putri raja dan sudah terlalu lama aku mengabdi di Kerajaan Sendang Agung tentrem Adhem Ayem ini, tapi apa balasan untukku, apa!!! Sejak dulu sampai sekarang dia tidak pernah melihatku apalagi menempatkan aku di posisi yang lebih tinggi. Bagaimanapun caranya aku harus bisa merebut posisi putri raja dari tangan Putri sok cantik itu. Aku akan menggunakan segala cara untuk menyingkirkannya. Ha….ha….ha….hahaha!”

ADEGAN 4

NINI SIHIR ENDELWATI MUNCUL MENGHAMPIRI DAYANG RAYU TUR KEMAYU YANG SEDANG SIBUK DENGAN UMPATANNYA ITU  DENGAN SUARANYA YANG MENGERIKAN.

  1. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hi…hi…Wahai manusia berhati dengki, sebesar itukan keinginanmu untuk menduduki posisi Putri Raja, Aku bisa mewujudkan keinginanmu!”.
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hey…Siapa kamu? Tunjukkan wajahmu! Tunjukkan wujud aslimu! (BINGUNG MENCARI DARI MANA ASAL SUARA ITU)

Ayo nampakkan dirimu! Siapa kamu! Hey… (MEMBALIKKAN BADAN DAN TERKEJUT MELIHAT WUJUD  NINI SIHIR ENDELWATI )

Benarkah yang kau katakan tadi? Apakah kau bisa mengubah aku menjadi  putri di Kerajaan ini?”

  1. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hi…hi…hihihi…..itu sih urusan gampang….tapi….!!!”
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Tapi apa?”
  3. Nini Sihir Endelwati :”Ada syaratnya…hi…hihihi…hihihihi!”
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa syaratnya Nini?”
  5. Nini Sihir Endelwati:”Kau harus berbagi kesenanganmu denganku, apa kamu mau?. Hi…hihihihi…hihihih”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Baiklah aku akan berbagi kesenangan denganmu, tapi apa yang hendak kau lakukan denganku?”
  7. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hihihi….hihihihi…aku akan mengubah wajahmu menjadi wajah seorang putri ayu.”
  8. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa? Tidak!!! Aku tidak mau wajahku dirubah menjadi putri yang sok alim itu! Ih…amit- amit….”
  9. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hihihih…apa kau tak mau menjadi seorang Putri Raja menggantikan Putri yang sok cantik itu? Apa kau tak mau mendampingi Pangeran dan duduk bersanding dengannya selamanya? Apa kau tak mau itu? Hi…hihihih…hi…hihihihi”
  10. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hmmm…mau sih…tapi apa tidak ada cara lain agar aku bisa menjadi putri raja?”
  11. Nini Sihir Endelwati :”Hihihi…kau sudah kuberi tawaran, jadi…terserah kau mau atau tidak!!!

(MEMBALIKKAN BADAN DAN INGIN PERGI MENINGGALKAN DAYANG RAYU TUR KEMAYU) hihihih…”

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Eh…tunggu nenek sihir. Kalau memang itu jalan satu-satunya, baiklah aku setuju, akan kuturuti maumu”.
  2. Nini Sihir Endelwati :”Hihihihi…Nah gitu donk gadis cantik, kau memang gadis yang licik.

Hihihi…aku akan merubah wajahmu, tapi ingat jangan sekali- kali kau tampakkan wajahmu dicermin, jika itu kau lakukan wajah aslimu yang akan tampak dicermin, dan semua kelicikanmu akan terbongkar, ingat itu…hi…hihihi…”

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”okelah kalau begitu”.
  2. Nini Sihir Endelwati :”Bersiaplah kau gadis licik, aku akan merubah wajahmu. Tolong di bantu

Ya 1 2 3…Bim salabim jadi apa prok prok prok (MENGELUARKAN MANTRA DAN MERUBAH WAJAH DAYANG RAYU TUR KEMAYU MENJADI WAJAH PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ha…hahaha…hahaha…akhirnya aku bisa menjadi peri, eh kok peri maksud aku Putri. Ha….hahaha…ahahah…”( Menari di iringi lagu Putri Sejagad )
  2. Nini Sihir Endelwati :”Ingatlah dengan janjimu gadis licik, hihihi… hihihi… (PERGI MENGHILANG BEGITU SAJA)”

ADEGAN 5

BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SETELAH NINI SIHIR ENDELWATI PERGI, DATANGLAH PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN WAJAH YANG CEMAS DAN KETAKUTAN.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ah ada orang datang, sebaiknya aku sembunyi saja dulu (CARI TEMPAT UNTUK SEMBUNYI)”
  2. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(MEMASUKI RUANGAN) Dimana ya Pangeran berada? Apa ada

yang tahu? Dari tadi aku sudah mencarinya kemana- mana tapi tidak ada, di kamar, di ruang kerja, di taman, di sinipun, aduh dimana ya pangeranku, aku ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting (MONDAR-MANDIR KEBINGUNGAN MENCARI PANGERAN)

TIBA- TIBA DARI ARAH BELAKANG DAYANG RAYU TUR KEMAYU DATANG DENGAN MEMBAWA SEHELAI KAIN YANG TELAH IA BERI OBAT BIUS. DIAPUN MENDEKAP PUTRI DAN MEMBIUSNYA.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kena kau Putri sok cantik (MENDEKAP DAN MEMBIUS PUTRI SAMPAI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE PINGSAN) akhirnya aku bisa menggantikan posisimu”.
  2. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(PINGSAN)”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu:”(MEMBAWA PUTRI  PERGI JAUH DARI ISTANA)”

DAYANG RAYU BERHASIL MENYINGKIRKAN PUTRI DAN MENGGANTIKAN KEDUDUKAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE SEBAGAI PUTRI KERAJAAN. DIA MENGGUNAKAN KEDUDUKANNYA ITU DENGAN SEMENA-MENA. DI BUAT KEKACAUAN DISANA-SINI TANPA SEPENGETAHUAN PANGERAN. DIA TANGGALKAN SEMUA ATURAN ISTANA DAN DIA BUAT ATURAN-ATURAN BARU. DI GUNAKAN UANG KERAJAAN UNTUK KESENANGANNYA BERSAMA DENGAN NINI SIHIR ENDELWATI.

ADEGAN 6

PANGERAN MULAI MERASAKAN KEGANJALAN DENGAN KEJADIAN-KEJADIAN ANEH BEBERAPA AKHIR-AKHIR INI. DIA RESAH DENGAN KONDISI KERAJAAN YANG SEMAKIN KACAU DAN KONDISI KEUANGAN KERAJAAN YANG SEMAKIN MEMBURUK.

  1. Sekertaris Kerajaan :(BERJALAN MENGHAMPIRI PANGERAN SAMBIL MEMBAWA BERKAS LAPORAN KEUANGAN YANG TELAH DIREKAPNYA)
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa yang sedang kamu bawa itu, wahai sekertarisku?”
  3. Sekertaris Kerajaan :”ini adalah berkas rekapan keuangan kerajaan kita saat ini pangeranku (SAMBIL KETAKUTAN SEKERTARIS MEMBERIKAN BERKAS LAPORAN KEUNAGAN YANG TELAH DI REKAP)
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane dewe :(MEMEGANG KEPALA DAN MENGELENG- GELENGKANNYA)
  5. Sekertaris Kerajaan :”Ma’af pangeran itu semua terjadi karena ulah dari istri Pangeran sendiri

yaitu Tuan Putri Ayu Sajagade Dewe”.

  1. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Lancang sekali kau berkata seperti itu! Apa kamu ingin mati, menuduh istriku yang paling aku cintai!!!”
  2. Sekertaris Kerajaan :”Hamba mohon ampun pangeran, tapi itulah kenyataan yang sebenarnya.

Putri terlalu banyak menghambur- hamburkan uang Kerajaan untuk kegiatan yang tidak jelas. Tuan Putri juga merubah semua aturan- aturan yang sudah ditetapkan di kerajaan ini Pangeran’.

  1. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar yang kau katakan itu wahai Sekertaris Kerajaan? Apa sejauh itu yang sudah Putri lakukan untuk Kerajaan ini?”
  2. Sekertaris Kerajaan :”Sekali lagi hamba mohon ampun Pangeran, sebenarnya hamba tidak ingin menyampaikan ini tapi keadaan sudah benar-benar gawat jadi hamba tidak bisa menutupinya terlalu lama lagi pangeran”.
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Sungguh keterlaluan. Pengawal!!!”
  4. Pengawal        Jasim       :”Dalem…Hamba, menghadap Pangeran”.
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Cepat panggil Putri kemari!”.
  6. Pengawal        Jasim       :”Siap, segera Pangeran”.

ADEGAN 7

PENGAWAL MEMINTA PUTRI AYU SAJAGADE DEWE UNTUK MENEMUI PANGERAN SEGERA

  1. Pengawal        :”Putri Ayu Sajagade Dewe tiba”.
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kanda memanggil saya”
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Ya, duduklah dulu Dinda”
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Nampaknya Kanda sangat cemas, ada masalah apa Kanda?”
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Cobalah kau lihat ini Dinda!”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Inikan laporan keuangan Kerajaan? Ada apa dengan laporan keuangan ini Kanda?”
  7. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Coba Dinda lihat dengan teliti laporan itu, di situ menunjukkan kalau keuangan kita semakin menurun”.
  8. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ya, lalu apa hubungannya dengan saya Kanda?”
  9. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar Dinda yang telah menggunakan uang kerajaan untuk semua kebutuhan pribadi dinda? Benarkah uang itu untuk kesenangan Dinda semata?”
  10. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa maksud Kanda? Apa Kanda menuduh Dinda yang menggunakan semua uang itu? Teganya dirimu teganya…teganya….teganya pada diriku. Jadi Kanda percaya dengan semua fitnah itu?” (MENCOBA MERAYU DAN MEMBUJUK PANGERAN AGAR MAU MEMPERCAYAINYA) Mana mungkin saya melakukan itu Kanda. Bagaimanapun juga saya Putri Kerajaan. Jadi, mana mungkin Dinda malakukan hal-hal yang merugikan Kerajaan, tak mungkin itu Kanda, tak mungkin la yau…”  (SAMBIL MENGELUS PUNDAK PANGERAN)
  11. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar yang kau katakan itu Dinda?”
  12. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ya iyalah Kanda, masak dinda bo’ong…!”

ADEGAN 8

PUTRI AYU SAJAGADE DEWE JELMAAN DARI DAYANG RAYU TUR KEMAYU TERUS MENERUS MENYAKINKAN PANGERAN BAHWA DIA HANYA DIFITNAH DAN BUKAN DIA YANG TELAH MENGHAMBUR-HAMBURKAN UANG KERAJAAN. DISAMPING ITU SAAT PUTRI SEDANG ASYIK MERAYU DAN MEYAKINKAN HATI PANGERAN, PENGAWAL JASIM MENGHADAP DENGAN TERGOPOH-GOPOH.

  1. Pengawal Jasim               :”(DATANG TERGOPOH-GOPOH) Hamba….Hamba menghadap Tuanku Pangeran”.
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Ada apa denganmu pengawal? Kenapa kau tampak ketakutan?”
  3. Pengawal        Jasim :”Mohon ampun Pangeran, hamba melihat orang yang mirip Tuan Putri ingin

menerobos masuk ke dalam istana”.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apaaa…!!! orang yang mirip dengan aku, wah gawat….(    CEMAS DAN KETAKUTAN)”
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Gawat kenapa Dinda?”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ah…tidak ada apa-apa kok kanda, tidak apa-apa…(MENGGENGGAM KEDUA TANGANNYA)”
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Tapi kenapa kau tampak cemas Dinda? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Tidak ada Kanda, benar tidak ada!”.
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(MENEROBOS MASUK) Kanda…Kanda…Kanda (MENATAP

WAJAH PANGERAN) Kanda ini saya…apa Kanda tidak mengenali saya?”

  1. P. Ganteng Sadonyane Dewe & D. Rayu Tur Kemayu :”(TERKEJUT)”
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Putri Ayu Sajagade Dewe… kenapa mirip sekali? (TERNGANGA) Sangat mirip!”.
  3. Putri Ayu Sajagade Dewe                :”Kanda ini saya, istrimu kanda”.
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Heh…siapa kamu! Berani- beraninya kamu memanggil suamiku dengan sebutan kanda seperti itu. Kau harus kuberi pelajaran. (MEMEGANG PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DAN MENARIKNYA)”
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Tunggu Dinda, jangan…”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kenapa lagi kanda? Saya harus memberinya pelajaran karena Dia telah berani memanggil Kanda seperti itu. Dinda tidak terima Kanda” (MENGERATKAN TARIKANNYA).
  7. Pangeran Arya Ganteng Sadonyane Dewe :”Tunggu Dinda, tunggu…(BERDIRI, MENDEKAT DAN MENATAP KEDUANYA)”. Kenapa kalian sangat mirip? Boleh aku memegang tanganmu Nyonya? (MEMEGANG KEDUA TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”
  8. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Ya Kanda, tentu. Akulah Putri Ayu Sajagade Dewe, istrimu Kanda…”
  9. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dia bohong Kanda, akulah istrimu (SAMBIL MELEPAS TANGAN PANGERAN DAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE) Dasar Pembohong (MELOTOTI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”.
  10. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Tapi saya benar-benar Istrimu yang sesungguhnya Kanda. Kanda ingat apa yang sering Dinda ucapkan pada Kanda, “Kasihku selalu untukmu, jiwaku menyatu dengan jiwamu”, Kanda ingat itu Kanda…Kanda ingat? (MEYAKINKAN PANGERAN)”.
  11. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Sudah cukup, Kau sudah terlalu banyak bicara pembohong. Ayo ikut aku (MENARIK TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”.

 

ADEGAN 9

SAAT DAYANG RAYU TUR KEMAYU MENARIK TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN KASAR SEKETIKA ITU PULA TANGAN PUTRI MENGENAI KACA YANG BERADA DI ATAS MEJA KERJA PANGERAN. KACA ITU PUN TERJATUH DI LANTAI. DAYANG RAYU TUR KEMAYU TERKEJUT DAN MEMBALIKKAN BADANNYA MELIHAT KACA YANG TERJATUH ITU. DAN DAYANG  MENJERIT KETAKUTAN.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Aaaaaa…….tidaaak…..tolong singkirkan kaca-kaca itu dariku….cepat singkirkan!!!cepat…pengawal….(SAMBIL MENUTUP MUKANYA DENGAN KEDUA TANGANNYA)”.
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Dinda…ada apa denganmu Dinda….Dinda….(MENCOBA MEMBUKA KEDUA TANGAN DAYANG RAYU TUR KEMAYU) Haaa…(TERKEJUT) Siapa Kamu? Kau bukan istriku! Jadi selama ini kau telah menipuku!”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu : (PINGSAN)
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Dia adalah Dayang Rayu Tur Kemayu Kanda, dia Dayang kerajaan ini. Dia menyamar menjadi Dinda dan mengaku menjadi istri Kanda”.
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Benarkah itu? Pengawal! Cepat bawa dayang ini pergi dan usir di dari istana ini! Cepat!”.
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Apa sekarang Kanda mempercayaiku ”.
  7. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :” Sungguh aku tidak menyangka, semudah ini aku ditipu oleh seorang dayang istana. Ma’afkan Kanda tidak mengenalimu Dinda”.(MENDEKATI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)
  8. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Sudahlah Kanda, ini semua sudah berlalu, Dinda telah kembali untuk Kanda”.
  9. P. Ganteng Sadonyane Dewe &P.Deswati:”(BERPEGANGAN TANGAN) Kasihku selalu untukmu, Jiwaku menyatu dengan jiwamu”.

 

AKHIRNYA DAYANG RAYU TUR KEMAYU DIUSIR DARI ISTANA DENGAN TIDAK HORMAT AKIBAT DARI KEJAHATAN DAN KELICIKANNYA SELAMA INI. PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE DAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWEPUN KEMBALI HIDUP BAHAGIA DI KERAJAAN SENDANG AGUNG TENTREM ADHEM AYEM.

SELESAI

About these ads
Komentar
    • paksarifudding mengatakan:

      BARU PERTAMA,KALINYA SAYA MENANG

      4,ANGKA DAN SAYA SANGAT BER,SHUKUR

      KPD ALLAH DAN BERTERIMAH KASIH KPD

      AKI SUBALA JATI YANG TELAH MEMBANTU SAYA

      BERKAT BANTUAN BELIU SAYA BISA MELUNASI

      HUTAN SAYA YANG ADA DI BANK,BRI TAK DI SANKA,SANKA

      4D YANG DI BERIKAN AKI YAITU 4219 ALHAMDULILLAH

      SAYA MENAN 175 JTA UNTUK PENGEMAR TOGEL INI LHA

      KISAH NYATA DARI SAYA KALAU ANDA MAU BUKTI INI NO BELIU

      O82_318_816_444 SEMOGA BISA BERMANFAAT UNTUK ANDA

  1. putri mengatakan:

    mbah, maaf saya mau tanya kalau musik kebyok anting-anting itu dimana yah carinya?
    saya search di google untuk didownload tuh ga ada
    adanya tari kebyok anting-anting

  2. rizky mengatakan:

    Ada cerita tentang persahabatan, pendidikan, love, dan keluarga gak..??
    mkasih….wandi.rizky@yahoo.co.id

  3. shifa mengatakan:

    sae

  4. iRus15 mengatakan:

    makasieeee ya dramanya,.
    Drama nya saya tampilkan buat tgs kelas, teman2 jg sudah kenal mbah brata,.
    Terima kasih,.

  5. Ida mengatakan:

    Sae….
    suka copy paste buat tugas….
    mampir keblog saya ya mbah…
    hehehehehe :)

  6. anggralita_sweet@yahoo.co.id mengatakan:

    mbah broto….mana foto nini sihirnya? kok gak ada sih, jd kurang serem mbah….hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s