Archive for the ‘Naskah Drama’ Category

“PUTRI JAGAD”

Posted: 29 Januari 2011 in Naskah Drama

(Naskah Telah Dipentaskan)

RANCANGAN PEMENTASAN

A. Staf Produksi Pementasan

1. Pimpinan Produksi: Drs. Heru Subrata, M.Si

2. Staf Administrasi

  1. Sekretaris    : Rina Susanti
  2. Bendahara   : Wika Ayu Arifina

3. Staf Produksi

  1. Sutradara     : Dara Rosediana Putri
  2. Penulis Skenario : Rista Febriana Saputri
  3. Pencatat Adegan : Any Kusuma Wardhani
  4. Penata

1)       Penata Panggung    : Yulis Indriyani, Yunis Indriyanti

2)       Penata Rias dan Busana:  Mivtakul Zanah,  Anggralita Sandra D

3)       Penata Musik        : Agung Priyambodo, Benyamin Sinlae

4)       Penata Tari            : Rizki Nur Rosidah, Muhibbatul Latifah

4. Pelaku/ Pemain

  1. Raja Bumi mangku langit             : Agung Priyambodo
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh: Wika Ayu Arifina
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe: Benyamin Sinlae
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe             : Rizki Nur Rosidah
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu          : Mivtakul Zanah
  6. Dayang Kece Tur Memble           : Rina Susanti
  7. Nini Sihir Endelwati                    : Anggra Lita Sandra Dewi
  8. Sekretaris Kerajaan                      : Any Kusuma Wardhani
  9. Pengawal Jasim                            : Yulis Indriyani
  10. Narator                                        : Muhibbatul Latifah

B. Konsep Penyutradaraan

Karakter Pemain

  1. Raja Bumi Mangku Langit                  :   Bijaksana dan berwibawa
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh   :   Cemburuan
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe   :   Berwibawa dan tegas
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe                   :   Lemah lembut, Sopan dan Baik hati
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu                 :   Licik dan Syirik
  6. Dayang Kece Tur Memble                 :   Centil
  7. Nini Sihir Endelwati                           :   Endel dan Bengis
  8. Sekretaris Kerajaan                            :   Patuh dan Bertanggung Jawab
  9. Pengawal                                            :   Patuh pada pemimpin

2. Logat Bahasa

  1. Raja Bumi mangku langit                   :   Gaul dan Medok
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh   :   Bahasa Indonesia
  3. Pangeran Ayu Sajagade Dewe            :   Bahasa Indonesia
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe                   :   Bahasa Indonesia
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu                 :   Gaul
  6. Dayang Kece Tur Memble                 :   Gaul
  7. Nini Sihir Endelwati                           :   Gaul
  8. Sekertarias Kerajaan                          :   Bahasa Indonesia
  9. Pengawal                                           :   Bahasa Indonesia

3. Suasana

Suasana Drama Putri Jagad lucu dan menegangkan

4. Setting

Drama Putri Jagad berlangsung di Sebuah Kerajaan

5. Alur → Maju

C. Konsep Cerita

TEMA : “Obsesi Seorang Dayang Menjadi Putri Raja”

Cerita “Putri Jagad” merupakan suatu cerita yang menggunakan konsep drama komedi. Cerita ini mengisahkan mengenai Putri Ayu Sajagade Dewe istri dari Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe dari kerajaan Sendang Agung Tentrem Adem Ayem yang di singkirkan oleh Dayang Rayu Tur Kemayu, dayang kerajaan yang iri dengan keelokan Putri Ayu. Dalam drama ini, kami menyelipkan beberapa unsur komedi dengan tujuan untuk menyuguhkan tontonan yang menyegarkan agar dapat menghibur para pemirsa penikmat drama. Adapun pesan yang ingin kami sampaikan lewat cerita “Putri Jagad” ini adalah kita hendaknya jangan merasa syirik dengan kelebihan orang lain, karena rasa syiriklah yang pada akhirnya nanti akan menjatuhkan kita. Dan sebaiknya kita harus selalu bersyukur dengan semua pemberian Yang Maha Kuasa.

Cerita “Putri Jagad” ini terdiri dari 9 adegan dalam 1 babak, diantaranya :

Adegan 1

Raja yang sedang merayu Permaisuri dengan rayuan khas miliknya

Adegan 2

Pangeran dan Putri yang baru saja tiba dari Paris

Adegan 3

Keiridengkian Dayang Rayu Tur Kemayu yang mulai meluap dan menjadi-jadi

Adegan 4

Bantuan Nini Sihir Endelwati pada Dayang Rayu Tur Kemayu untuk menguasai Kerajaan dan menggantikan posisi Putri Ayu Sajagade Dewe sebagai Putri Kerajaan

Adegan 5

Penyingkiran Putri Ayu Sajagade Dewe oleh Dayang Rayu Tur Kemayu

Adegan 6

Kecurigaan Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe terhadap Penurunan Otonomi Kerajaan yang kian memburuk dan meresahkan kerajaan

Adegan 7

Percekcokan antara Dayang Rayu Tur Kemayu dengan Pangeran Ganteng Sajagade Dewe

Adegan 8

Kekhawatiran Dayang Rayu Tur Kemayu atas kembalinya Putri Ayu Sajagade Dewe

Adegan 9

Pembongkaran rahasia dan kejahatan Dayang Rayu Tur Kemayu

SINOPSIS CERITA

Alkisah disebuah kerajaan “Sendang Agung Tentrem Adem Ayem” hiduplah seorang raja yang arif dan bijaksana bernama “Raja Bumi Mangku Langit ”. Raja Bumi Mangku Langit mempunyai seorang permaisuri yang bernama “Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh”. Kehidupan Raja dan Permaisuri semakin lengkap dengan lahirnya seorang putra raja bernama ”Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe”. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewepun telah dewasa dan telah menikah dengan seorang gadis desa yang bernama “Putri Ayu Sajagade dewe”. Keluarga kerajaan sangat bahagia dan kehidupan di kerajaanpun sangat makmur pada masa pemerintahan Raja Bumi Mangku Langit bersama putranya Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe. Hingga pada suatu hari salah seorang dayang kerajaan yang bernama “Dayang Rayu Tur Kemayu” mulai berulah dan ingin menguasai kerajaan. Dia sangat syirik dan sangat iri hati pada kebahagiaan yang dimiliki oleh putri Ayu Sajagade Dewe. Dia menghalaukan segala macam cara untuk menyingkirkan putri dan menggantikan putri Ayu Sajagade Dewe sebagai putri kerajaan.

Sesosok nenek sihir yang sangat endel bernama “Nini Sihir Endelwati” datang menghampiri Dayang Rayu Tur Kemayu untuk menawarkan jasa. Nini Sihir Endelwati ingin membantu mewujudkan keinginan Dayang Rayu Tur Kemayu untuk menguasai kerajaan Bumi Mangku Langit. Dia merubah wujud Dayang Rayu Tur Kemayu menjadi wujud Putri Ayu Sajagade Dewe yang mempunyai wajah cantik dan mempesona. Tapi bantuan yang diberikan Nini Sihir Endelwati tidak cuma-cuma, Nini sihir meminta imbalan pada Dayang untuk berbagi kesenangan dan kebahagiaan bersamanya serta satu syarat yang wajib dipenuhi yaitu Dayang Rayu tidak boleh bercermin selama wujudnya sebagai Putri Ayu. Karena wujud aslinya akan terbongkar bila ia bercermin. Misi yang dijalankan Dayang Rayu Tur Kemayupun Berjalan dengan lancar. Dia berhasil menyingkirkan Putri Ayu Sajagade Dewe dan berhasil menduduki kursi Putri kerajaan dengan wujud parasnya sebagai Putri Ayu sajagade Dewe. Dia berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang kerajaan untuk kesenangannya bersama Nini Sihir Endelwati.

Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe mulai curiga dengan keadaan otonomi kerajaan yang kian menurun. Padahal selama ini dia bersama Raja telah bekerja keras untuk kemakmuran kerajaaan. Sekretaris kerajaan yang sangat setia pada Raja dan Pangeran mencoba mengungkap apa yang sebenarnaya terjadi selama ini. Dia menyampaikan pada Pangeran kalau memburuknya otonomi kerajaan dikarenakan ulah Putri Ayu. Pangeran tidak percaya dan meminta Putri Ayu memberikan penjelasan. Putri Ayu mengelak dan tidak mau mengakui kesalahannya. Suasana menjadi ricuh pada saat pengawal datang dengan kondisi tergopoh-gopoh menghadap Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe dan menyampaikan bahwa ada seorang wanita yang mirip Putri Raja mencari pangeran. Putri Ayu Sajagade  Dewe yang aslipun menerobos masuk ke istana dan menemui pangeran. Wajah mereka yang sangat mirip membuat pangeran terkejut dan semakin ragu. Dayang Rayu tidak tinggal diam menyaksikan pertunjukan itu, segala cara ia lakukan untuk menyingkirkan Putri Ayu. Tapi akhirnya, kejahatannya yang terbongkar. Dengan tidak sengaja tangan Putri Ayu mengenai kaca yang berada diatas meja kerja Pangeran. Setelah Dayang Rayu melihat kaca yang terjatuh, seketika itu wajah aslinyapun tampak. Semua menjadi kaget melihat wajah asli Dayang Rayu. Dayang Rayu diusir dari kerajaan dengan tidak hormat. Pangeran dan Putri kembali bersatu, kehidupan kerajaanpun kembali makmur dan sejahtera.

D. Bagan Alur/Plot

  1. Adegan 1 Raja yang sedang merayu Permaisuri dengan rayuan khas miliknya
  2. Adegan 2 Pangeran dan Putri yang baru saja tiba dari Paris
  3. Adegan 3 Keiridengkian Dayang Rayu Tur Kemayu yang mulai meluap dan menjadi-jadi
  4. Adegan4 Bantuan Nini Sihir Endelwati pada Dayang Rayu Tur Kemayu untuk menguasai Kerajaan dan menggantikan posisi Putri Ayu Sajagade Dewe sebagai Putri Kerajaan
  5. Adegan5 Penyingkiran Putri Ayu Sajagade Dewe oleh Dayang Rayu Tur Kemayu
  6. Adegan6 Kecurigaan Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe terhadap Penurunan Otonomi Kerajaan yang kian memburuk dan meresahkan kerajaan
  7. Adegan7 Percekcokan antara Dayang Rayu Tur Kemayu dengan Pangeran Ganteng Sajagade Dewe
  8. Adegan8 Kekhawatiran Dayang Rayu Tur Kemayu atas kembalinya Putri Ayu Sajagade Dewe
  9. Adegan 9 Pembongkaran rahasia dan kejahatan Dayang Rayu Tur Kemayu

E. Konsep Panggung/Setting/properti

Dalam cerita ini terdiri dari 1 babak, Konsep panggung adalah di sebuah istana kerajaan Jawa pada zaman dahulu. Sehingga properti yang digunakan bernuansa Jawa. Karena kami kesulitan dalam menghadirkan properti tersebut, maka kami akan membuat beberapa tiruan properti dari bahan sterofoam.

Adapun properti yang kami pakai sebagai berikut :

1. Kursi Raja dan permaisuri, properti ini merupakan fokus dari panggung. kami akan membuat singgasana dari bangku biasa yang dihias dengan sterofoam dan jarik

  1. Dua buah kursi yang lebih kecil dari singgasana raja untuk dayang/pengawal
  2. Gorden berwarna merah dengan hiasan renda-renda emas agar terlihat lebih glamor
  3. Karpet bercorak gold sebagai alas

5. Ukir-ukiran sebagai gebyok untuk memberi kesan etnik jawa, karena beberapa kendala jadi kami akan membuat tiruan dari sterofoam yang di beri cat warna gold

  1. 1 lembar kain warna hitam sebagian dasar background panggung sebelum dilengkapi dengan property pendukung yang lainnya.
  2. Pilar ruang istana yang kami buat dari sterofoam
  3. Beberapa pot bunga sebagai hiasan pada ruangan

F. Konsep Tata Rias dan Busana

Tata rias :

  1. Dayang : tata rias wajah : lipstik warna orange,  khusus untuk dayang rayu (alis nylirit ke atas menimbulkan kesan kejam dan sombong ,mata belok) . Rambut diikat miring.
  2. Pengawal : make up tidak terlalu tebal. Adanya penambahan godeg dan kumis.
  3. Sekretaris kerajaan : make up natural modern disesuaikan dengan busana. Rambut diikat simpel. Berkacamata.
  4. Pangeran : make up biasa tidak terlalu tebal. Di bagian dagu ditambahi garis warna hitam.
  5. Putri dan permaisuri : make up agak  tebal disesuaikan dengan busana. Memakai lipstik warna pink. Rambut disanggul modern. Cantik.
  6. Raja : make up tidak terlalu tebal disesuaikan dengan busana. Adanya penambahan aksen kumis dan aksen keriput agar terlihat tua.
  7. Nini sihir : tata rias wajah : alis tebal dan nylirit ke  atas. Mata : eyeshadow hitam, merah. Bibir :wana merah menyala,  agak methot. Blash on : hitam kemerahan. Bau badan : lengur ( karena tidak pernah mandi ).

Tata busana   :

  1. Dayang : baju kebaya biasa. Memakai jarik selutut. Tidak memakai alas kaki.
  2. Pengawal : memakai rompi, celana panjang hitam, jarik menutupi paha,memakai slayer jarik.
  3. Sekertaris kerajaan : memaki rok pendek, kemeja, sepatu high hill
  4. Pangeran : pakaian lengan panjang, memaki celana panjang, jarik, penutup kepala, sepatu selop.
  5. Putri dan permaisuri :  memakai jarik, memaki selendang, baju kebaya.
  6. Raja : memakai jarik,  memaki celana panjang, memaki baju adat lengan panjang, memakai mahkota, dan sepatu selop
  7. Nini sihir : baju terusan hitam ( compang-camping)

G. Konsep Musik

Musik yang digunakan dalam drama “ Putri Jagad” yaitu musik rekaman

  1. Musik Pembuka: rekaman karawitan
  2. Raja  masuk panggung: musik rekaman  “Kebyok Anting- Anting” masuk
  3. Pangeran  masuk: musik rekaman karawitan
  4. Pangeran meninggalkan raja: musik rekaman karawitan
  5. Raja dan permaisuri meninggalkan ruangan         : musik rekaman karawitan
  6. Dayang  menduduki singgasana: lagu makhluk tuhan paling seksi
  7. Nini sihir muncul: musik seram
  8. Dayang sari terkejut melihat nini sihir: terkejut
  9. Nini sihir pergi meninggalkan Dayang Sari           : musik seram
  10. Dayang mendekap Putri: musik rekaman tegang
  11. Pangeran masuk membawa map: musik dangdut

 

H. Konsep Tari

  1. Tari berpasangan antara dayang dan dayang (Lagu Dono)
  2. Tari solo dengan gaya seperti ratu sejagad

I. Naskah Drama

“PUTRI JAGAD”

BABAK 1

RAJA BUMI MANGKU LANGIT BERSAMA PERMAISURI SEMILIKITHI WELEH-WELEH BERJALAN MEMASUKI RUANG ISTANA DENGAN BERGANDENGAN TANGAN. TAPI PERMAISURI AGAK SEBEL DENGAN RAJA. DIA TAMPAK CEMBERUT. DENGAN SEGALA CARA RAJA MENCOBA MERAYU UNTUK MEMBUATNYA SENYUM KEMBALI.

ADEGAN 1

  1. Raja Bumi mangku Langit :”(MASIH TERUS MERAYU PERMAISURI) Oh permaisuriku, pujaan hatiku, belahan jiwaku, kenapa engkau cemberut seperti itu, tersenyumlah cantik, aku tidak tahan melihat bibirmu semakin hari semakin memble”.
  2. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Biarin biar memble tapi kece, buktinya Kanda mau

Sama Dinda!!!”

  1. Raja Bumi mangku Langit : ”Siang hari muter- muter

Naik  motor sekuter

Permaisuriku yang bunder

Membuat hatiku tambah ser…ser…ser”

  1. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Uuh…sayakan kurus dan langsing Baginda Raja (SAMBIL MEMANDANGI TUBUHNYA)”.
  2. Raja Bumi mangku Langit :”Oh iya Dinda, kamukan Kutilang.

Kurus tinggi tapi langsing”.

  1. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Ah…Baginda raja bisa saja, jadi ge’er nich, gombal…gombal…gombal…!!! ( SAMBIL TERSIPU MALU)”
  2. Raja Bumi mangku Langit :”Hah gitu donk Permaisuriku, smile… kalau gitukan tambah ayu, semua bidadari mah lewat (MENYENGGOL PUNDAK PERMAISURI)”.
  3. Raja Bumi mangku Langit : (DUDUK DI KURSI SINGGASANA) “Ngomong-ngomong saya kok jadi kangen ya sama putra kita Pangeran Guanteng Sadonyane Dewe. Sejak putra kita menikah dengan Putri Ayu Sajagade Dewe, gadis desa yang sangat santun dan halus budinya. Dia menjadi sibuk dan jarang sekali menemui kita”
  4. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh : “Iya kanda, dinda juga kangen sama mereka, kangen Bangeeet !!!”

ADEGAN 2

PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE DATANG BERSAMA PUTRI AYU SAJAGADE DEWE SERTA DIIKUTI OLEH DUA DAYANG ISTANA YAITU DAYANG RAYU TUR KEMAYU DAN DAYANG KECE TUR MEMBLE.

  1. Pengawal Jasim :”Pangeran dan Putri tiba” (Gaya Sinchan Pangeran Bertopeng)
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe & Putri Ayu Sajagade Dewe :”Hormat kami Ayahanda, hormat kami Ibunda” (MEMBUNGKUKAN BADAN SAMBIL MENELUNGKUPKAN KEDUA TANGAN)
  3. Raja Bumi mangku Langit               :”Duduklah Putra- Putriku.
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Terima kasih Ayah”
  5. Raja Bumi mangku Langit               :” Kalian panjang umur, baru saja ayah dan ibundamu mambicarakan tentang kalian. Hingga kalian datang menemui ayah dan bunda. Bagaimana liburan kalian? Apakah kalian merasa senang?”
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe : ”Kami sangat senang Ayah, kota paris sangat indah.”.
  7. Raja Bumi mangku Langit : ”Syukurlah kalau putri senang, kau harus selalu bahagia putriku”.
  8. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Bereslah Ayah, Hamba akan membuat Putri selalu bahagia dan nyaman tinggal di istana”.
  9. Permaisuri Semilikithi Weleh-weleh :”Kanda! Nampaknya kanda sudah sangat lelah. Sebaiknya kita istirahat dulu aja yach…!!!’
  10. Raja Bumi mangku Langit : (MENGANGGUK-ANGGUKAN KEPALA)
  11. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe : “Kami juga mohon pamit bunda” (DUDUK SAMBIL MENELUNGKUPKAN KEDUA TANGAN)

(RAJA DAN PERMAISURI MENINGGALKAN RUANGAN UNTUK BER ISTIRAHAT DIIKUTI DENGAN PANGERAN DAN PUTRI)

ADEGAN 3

SETELAH RAJA, PERMAISURI, PANGERAN DAN JUGA PUTRI PERGI MENINGGALKAN RUANGAN, DAYANG RAYU TUR KEMAYU MULAI BERAKSI DAN BERGAYA-GAYA LAYAKNYA SEORANG PUTRI RAJA.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”(DUDUK DI SINGGASANA RAJA SAMBIL MEMBAWA KIPAS) Ehmmmm…enaknya jadi Putri…!!!”
  2. Dayang Kece Tur Memble :”Eh Kemayu berani sekali kamu duduk di Singgasana itu! Itu tempat Raja dan Permaisuri tau!!!”.
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Itu bukan urusan kamu, suka- suka ku donk!!!”
  4. Dayang Kece Tur Memble :”Memang bukan urusanku Kemayu, tapi kita sama- sama Dayang. So, wajar donk kalau aku ngingetin kamu. Jangan duduk di situ jika kau masih ingin mengabdi disini! ayo cepat berdiri sebelum ketahaun Baginda Raja dan Permaisuri”.
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Huh…malas ah ngedengerin omongan yang gak penting!”
  6. Dayang Kece Tur Memble :”Sudah…Sudah….Ya Sudahlah…???Oh iya aku mau ngajakin kamu  jalan- jalan, bagaimana kalau kita keliling istana?”
  7. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dengan kamu! Dayang kece!”
  8. Dayang Kece Tur Memble :”Ya iyalah, masa ya iya donk buah aza Kedondong…hemmm!!!”
  9. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hemmm… stroberi apel- apel sory gak level!!!”
  10. Dayang Kece Tur Memble :”Ya sudah kalau kamu gak ikut, aku pergi sendiri aja, Hemmm”.
  11. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ih cepat Pergi, Cepat…cepat…!!!

Ih dasar DKM, Dayang Kece Memble… huh!”

DAYANG RAYU TUR KEMAYU MULAI MENAMPAKKAN KEKESALANNYA PADA SEMUA ORANG DAN MENGUMPAT KESANA KEMARI. DIA IRI MELIHAT KEBAHAGIAAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE. DIA INGIN MENGGANTIKAN KEDUDUKAN PUTRI KERAJAAN DAN MENDAMPINGI PANGERAN YANG MEMIMPIN ISTANA.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dasar wanita tak tau malu, datang- datang langsung nglunjak, memangnya siapa dia…dibandingkan dengan aku, aku jauh lebih terhormat. Dia itu sok manis,sok alim,..cuuh…melihat dia mau muntah saja (DUDUK DI SINGGASANA RAJA)

Padahal sudah lama aku menginginkan posisi putri raja dan sudah terlalu lama aku mengabdi di Kerajaan Sendang Agung tentrem Adhem Ayem ini, tapi apa balasan untukku, apa!!! Sejak dulu sampai sekarang dia tidak pernah melihatku apalagi menempatkan aku di posisi yang lebih tinggi. Bagaimanapun caranya aku harus bisa merebut posisi putri raja dari tangan Putri sok cantik itu. Aku akan menggunakan segala cara untuk menyingkirkannya. Ha….ha….ha….hahaha!”

ADEGAN 4

NINI SIHIR ENDELWATI MUNCUL MENGHAMPIRI DAYANG RAYU TUR KEMAYU YANG SEDANG SIBUK DENGAN UMPATANNYA ITU  DENGAN SUARANYA YANG MENGERIKAN.

  1. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hi…hi…Wahai manusia berhati dengki, sebesar itukan keinginanmu untuk menduduki posisi Putri Raja, Aku bisa mewujudkan keinginanmu!”.
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hey…Siapa kamu? Tunjukkan wajahmu! Tunjukkan wujud aslimu! (BINGUNG MENCARI DARI MANA ASAL SUARA ITU)

Ayo nampakkan dirimu! Siapa kamu! Hey… (MEMBALIKKAN BADAN DAN TERKEJUT MELIHAT WUJUD  NINI SIHIR ENDELWATI )

Benarkah yang kau katakan tadi? Apakah kau bisa mengubah aku menjadi  putri di Kerajaan ini?”

  1. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hi…hi…hihihi…..itu sih urusan gampang….tapi….!!!”
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Tapi apa?”
  3. Nini Sihir Endelwati :”Ada syaratnya…hi…hihihi…hihihihi!”
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa syaratnya Nini?”
  5. Nini Sihir Endelwati:”Kau harus berbagi kesenanganmu denganku, apa kamu mau?. Hi…hihihihi…hihihih”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Baiklah aku akan berbagi kesenangan denganmu, tapi apa yang hendak kau lakukan denganku?”
  7. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hihihi….hihihihi…aku akan mengubah wajahmu menjadi wajah seorang putri ayu.”
  8. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa? Tidak!!! Aku tidak mau wajahku dirubah menjadi putri yang sok alim itu! Ih…amit- amit….”
  9. Nini Sihir Endelwati :”Hi…hihihih…apa kau tak mau menjadi seorang Putri Raja menggantikan Putri yang sok cantik itu? Apa kau tak mau mendampingi Pangeran dan duduk bersanding dengannya selamanya? Apa kau tak mau itu? Hi…hihihih…hi…hihihihi”
  10. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Hmmm…mau sih…tapi apa tidak ada cara lain agar aku bisa menjadi putri raja?”
  11. Nini Sihir Endelwati :”Hihihi…kau sudah kuberi tawaran, jadi…terserah kau mau atau tidak!!!

(MEMBALIKKAN BADAN DAN INGIN PERGI MENINGGALKAN DAYANG RAYU TUR KEMAYU) hihihih…”

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Eh…tunggu nenek sihir. Kalau memang itu jalan satu-satunya, baiklah aku setuju, akan kuturuti maumu”.
  2. Nini Sihir Endelwati :”Hihihihi…Nah gitu donk gadis cantik, kau memang gadis yang licik.

Hihihi…aku akan merubah wajahmu, tapi ingat jangan sekali- kali kau tampakkan wajahmu dicermin, jika itu kau lakukan wajah aslimu yang akan tampak dicermin, dan semua kelicikanmu akan terbongkar, ingat itu…hi…hihihi…”

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”okelah kalau begitu”.
  2. Nini Sihir Endelwati :”Bersiaplah kau gadis licik, aku akan merubah wajahmu. Tolong di bantu

Ya 1 2 3…Bim salabim jadi apa prok prok prok (MENGELUARKAN MANTRA DAN MERUBAH WAJAH DAYANG RAYU TUR KEMAYU MENJADI WAJAH PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ha…hahaha…hahaha…akhirnya aku bisa menjadi peri, eh kok peri maksud aku Putri. Ha….hahaha…ahahah…”( Menari di iringi lagu Putri Sejagad )
  2. Nini Sihir Endelwati :”Ingatlah dengan janjimu gadis licik, hihihi… hihihi… (PERGI MENGHILANG BEGITU SAJA)”

ADEGAN 5

BEBERAPA SAAT KEMUDIAN SETELAH NINI SIHIR ENDELWATI PERGI, DATANGLAH PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN WAJAH YANG CEMAS DAN KETAKUTAN.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ah ada orang datang, sebaiknya aku sembunyi saja dulu (CARI TEMPAT UNTUK SEMBUNYI)”
  2. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(MEMASUKI RUANGAN) Dimana ya Pangeran berada? Apa ada

yang tahu? Dari tadi aku sudah mencarinya kemana- mana tapi tidak ada, di kamar, di ruang kerja, di taman, di sinipun, aduh dimana ya pangeranku, aku ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting (MONDAR-MANDIR KEBINGUNGAN MENCARI PANGERAN)

TIBA- TIBA DARI ARAH BELAKANG DAYANG RAYU TUR KEMAYU DATANG DENGAN MEMBAWA SEHELAI KAIN YANG TELAH IA BERI OBAT BIUS. DIAPUN MENDEKAP PUTRI DAN MEMBIUSNYA.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kena kau Putri sok cantik (MENDEKAP DAN MEMBIUS PUTRI SAMPAI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE PINGSAN) akhirnya aku bisa menggantikan posisimu”.
  2. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(PINGSAN)”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu:”(MEMBAWA PUTRI  PERGI JAUH DARI ISTANA)”

DAYANG RAYU BERHASIL MENYINGKIRKAN PUTRI DAN MENGGANTIKAN KEDUDUKAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE SEBAGAI PUTRI KERAJAAN. DIA MENGGUNAKAN KEDUDUKANNYA ITU DENGAN SEMENA-MENA. DI BUAT KEKACAUAN DISANA-SINI TANPA SEPENGETAHUAN PANGERAN. DIA TANGGALKAN SEMUA ATURAN ISTANA DAN DIA BUAT ATURAN-ATURAN BARU. DI GUNAKAN UANG KERAJAAN UNTUK KESENANGANNYA BERSAMA DENGAN NINI SIHIR ENDELWATI.

ADEGAN 6

PANGERAN MULAI MERASAKAN KEGANJALAN DENGAN KEJADIAN-KEJADIAN ANEH BEBERAPA AKHIR-AKHIR INI. DIA RESAH DENGAN KONDISI KERAJAAN YANG SEMAKIN KACAU DAN KONDISI KEUANGAN KERAJAAN YANG SEMAKIN MEMBURUK.

  1. Sekertaris Kerajaan :(BERJALAN MENGHAMPIRI PANGERAN SAMBIL MEMBAWA BERKAS LAPORAN KEUANGAN YANG TELAH DIREKAPNYA)
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa yang sedang kamu bawa itu, wahai sekertarisku?”
  3. Sekertaris Kerajaan :”ini adalah berkas rekapan keuangan kerajaan kita saat ini pangeranku (SAMBIL KETAKUTAN SEKERTARIS MEMBERIKAN BERKAS LAPORAN KEUNAGAN YANG TELAH DI REKAP)
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane dewe :(MEMEGANG KEPALA DAN MENGELENG- GELENGKANNYA)
  5. Sekertaris Kerajaan :”Ma’af pangeran itu semua terjadi karena ulah dari istri Pangeran sendiri

yaitu Tuan Putri Ayu Sajagade Dewe”.

  1. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Lancang sekali kau berkata seperti itu! Apa kamu ingin mati, menuduh istriku yang paling aku cintai!!!”
  2. Sekertaris Kerajaan :”Hamba mohon ampun pangeran, tapi itulah kenyataan yang sebenarnya.

Putri terlalu banyak menghambur- hamburkan uang Kerajaan untuk kegiatan yang tidak jelas. Tuan Putri juga merubah semua aturan- aturan yang sudah ditetapkan di kerajaan ini Pangeran’.

  1. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar yang kau katakan itu wahai Sekertaris Kerajaan? Apa sejauh itu yang sudah Putri lakukan untuk Kerajaan ini?”
  2. Sekertaris Kerajaan :”Sekali lagi hamba mohon ampun Pangeran, sebenarnya hamba tidak ingin menyampaikan ini tapi keadaan sudah benar-benar gawat jadi hamba tidak bisa menutupinya terlalu lama lagi pangeran”.
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Sungguh keterlaluan. Pengawal!!!”
  4. Pengawal        Jasim       :”Dalem…Hamba, menghadap Pangeran”.
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Cepat panggil Putri kemari!”.
  6. Pengawal        Jasim       :”Siap, segera Pangeran”.

ADEGAN 7

PENGAWAL MEMINTA PUTRI AYU SAJAGADE DEWE UNTUK MENEMUI PANGERAN SEGERA

  1. Pengawal        :”Putri Ayu Sajagade Dewe tiba”.
  2. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kanda memanggil saya”
  3. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Ya, duduklah dulu Dinda”
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Nampaknya Kanda sangat cemas, ada masalah apa Kanda?”
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Cobalah kau lihat ini Dinda!”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Inikan laporan keuangan Kerajaan? Ada apa dengan laporan keuangan ini Kanda?”
  7. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Coba Dinda lihat dengan teliti laporan itu, di situ menunjukkan kalau keuangan kita semakin menurun”.
  8. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ya, lalu apa hubungannya dengan saya Kanda?”
  9. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar Dinda yang telah menggunakan uang kerajaan untuk semua kebutuhan pribadi dinda? Benarkah uang itu untuk kesenangan Dinda semata?”
  10. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apa maksud Kanda? Apa Kanda menuduh Dinda yang menggunakan semua uang itu? Teganya dirimu teganya…teganya….teganya pada diriku. Jadi Kanda percaya dengan semua fitnah itu?” (MENCOBA MERAYU DAN MEMBUJUK PANGERAN AGAR MAU MEMPERCAYAINYA) Mana mungkin saya melakukan itu Kanda. Bagaimanapun juga saya Putri Kerajaan. Jadi, mana mungkin Dinda malakukan hal-hal yang merugikan Kerajaan, tak mungkin itu Kanda, tak mungkin la yau…”  (SAMBIL MENGELUS PUNDAK PANGERAN)
  11. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Apa benar yang kau katakan itu Dinda?”
  12. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ya iyalah Kanda, masak dinda bo’ong…!”

ADEGAN 8

PUTRI AYU SAJAGADE DEWE JELMAAN DARI DAYANG RAYU TUR KEMAYU TERUS MENERUS MENYAKINKAN PANGERAN BAHWA DIA HANYA DIFITNAH DAN BUKAN DIA YANG TELAH MENGHAMBUR-HAMBURKAN UANG KERAJAAN. DISAMPING ITU SAAT PUTRI SEDANG ASYIK MERAYU DAN MEYAKINKAN HATI PANGERAN, PENGAWAL JASIM MENGHADAP DENGAN TERGOPOH-GOPOH.

  1. Pengawal Jasim               :”(DATANG TERGOPOH-GOPOH) Hamba….Hamba menghadap Tuanku Pangeran”.
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Ada apa denganmu pengawal? Kenapa kau tampak ketakutan?”
  3. Pengawal        Jasim :”Mohon ampun Pangeran, hamba melihat orang yang mirip Tuan Putri ingin

menerobos masuk ke dalam istana”.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Apaaa…!!! orang yang mirip dengan aku, wah gawat….(    CEMAS DAN KETAKUTAN)”
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Gawat kenapa Dinda?”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Ah…tidak ada apa-apa kok kanda, tidak apa-apa…(MENGGENGGAM KEDUA TANGANNYA)”
  4. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Tapi kenapa kau tampak cemas Dinda? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?”
  5. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Tidak ada Kanda, benar tidak ada!”.
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe :”(MENEROBOS MASUK) Kanda…Kanda…Kanda (MENATAP

WAJAH PANGERAN) Kanda ini saya…apa Kanda tidak mengenali saya?”

  1. P. Ganteng Sadonyane Dewe & D. Rayu Tur Kemayu :”(TERKEJUT)”
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Putri Ayu Sajagade Dewe… kenapa mirip sekali? (TERNGANGA) Sangat mirip!”.
  3. Putri Ayu Sajagade Dewe                :”Kanda ini saya, istrimu kanda”.
  4. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Heh…siapa kamu! Berani- beraninya kamu memanggil suamiku dengan sebutan kanda seperti itu. Kau harus kuberi pelajaran. (MEMEGANG PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DAN MENARIKNYA)”
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Tunggu Dinda, jangan…”
  6. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Kenapa lagi kanda? Saya harus memberinya pelajaran karena Dia telah berani memanggil Kanda seperti itu. Dinda tidak terima Kanda” (MENGERATKAN TARIKANNYA).
  7. Pangeran Arya Ganteng Sadonyane Dewe :”Tunggu Dinda, tunggu…(BERDIRI, MENDEKAT DAN MENATAP KEDUANYA)”. Kenapa kalian sangat mirip? Boleh aku memegang tanganmu Nyonya? (MEMEGANG KEDUA TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”
  8. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Ya Kanda, tentu. Akulah Putri Ayu Sajagade Dewe, istrimu Kanda…”
  9. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Dia bohong Kanda, akulah istrimu (SAMBIL MELEPAS TANGAN PANGERAN DAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE) Dasar Pembohong (MELOTOTI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”.
  10. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Tapi saya benar-benar Istrimu yang sesungguhnya Kanda. Kanda ingat apa yang sering Dinda ucapkan pada Kanda, “Kasihku selalu untukmu, jiwaku menyatu dengan jiwamu”, Kanda ingat itu Kanda…Kanda ingat? (MEYAKINKAN PANGERAN)”.
  11. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Sudah cukup, Kau sudah terlalu banyak bicara pembohong. Ayo ikut aku (MENARIK TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)”.

 

ADEGAN 9

SAAT DAYANG RAYU TUR KEMAYU MENARIK TANGAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWE DENGAN KASAR SEKETIKA ITU PULA TANGAN PUTRI MENGENAI KACA YANG BERADA DI ATAS MEJA KERJA PANGERAN. KACA ITU PUN TERJATUH DI LANTAI. DAYANG RAYU TUR KEMAYU TERKEJUT DAN MEMBALIKKAN BADANNYA MELIHAT KACA YANG TERJATUH ITU. DAN DAYANG  MENJERIT KETAKUTAN.

  1. Dayang Rayu Tur Kemayu :”Aaaaaa…….tidaaak…..tolong singkirkan kaca-kaca itu dariku….cepat singkirkan!!!cepat…pengawal….(SAMBIL MENUTUP MUKANYA DENGAN KEDUA TANGANNYA)”.
  2. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Dinda…ada apa denganmu Dinda….Dinda….(MENCOBA MEMBUKA KEDUA TANGAN DAYANG RAYU TUR KEMAYU) Haaa…(TERKEJUT) Siapa Kamu? Kau bukan istriku! Jadi selama ini kau telah menipuku!”
  3. Dayang Rayu Tur Kemayu : (PINGSAN)
  4. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Dia adalah Dayang Rayu Tur Kemayu Kanda, dia Dayang kerajaan ini. Dia menyamar menjadi Dinda dan mengaku menjadi istri Kanda”.
  5. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :”Benarkah itu? Pengawal! Cepat bawa dayang ini pergi dan usir di dari istana ini! Cepat!”.
  6. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Apa sekarang Kanda mempercayaiku ”.
  7. Pangeran Ganteng Sadonyane Dewe :” Sungguh aku tidak menyangka, semudah ini aku ditipu oleh seorang dayang istana. Ma’afkan Kanda tidak mengenalimu Dinda”.(MENDEKATI PUTRI AYU SAJAGADE DEWE)
  8. Putri Ayu Sajagade Dewe :”Sudahlah Kanda, ini semua sudah berlalu, Dinda telah kembali untuk Kanda”.
  9. P. Ganteng Sadonyane Dewe &P.Deswati:”(BERPEGANGAN TANGAN) Kasihku selalu untukmu, Jiwaku menyatu dengan jiwamu”.

 

AKHIRNYA DAYANG RAYU TUR KEMAYU DIUSIR DARI ISTANA DENGAN TIDAK HORMAT AKIBAT DARI KEJAHATAN DAN KELICIKANNYA SELAMA INI. PANGERAN GANTENG SADONYANE DEWE DAN PUTRI AYU SAJAGADE DEWEPUN KEMBALI HIDUP BAHAGIA DI KERAJAAN SENDANG AGUNG TENTREM ADHEM AYEM.

SELESAI

“Madu 3″ (MenTiga)

Posted: 28 Januari 2011 in Naskah Drama

(Naskah Telah Dipentaskan)

Pimpinan Produksi:

Drs. Heru Subrata, M.Si.

“ MEN-TIGA “ ( Madu Tiga )

Konsep & Penanggung Jawab :

  1. Sutradara                     : Adi Kusuma Dewi
  2. Stage Manager             : Novia Wandira
  3. Staf Desainer Artistik

Desainer Tata Rias                      : Astri Prasetya

Desainer Tata Suara                    : Astri Prasetya

Desainer Tata Busana (Kostum)  : Siti Nur Kayatin & Denis Trista

Desainer Lighting (Tata Lampu)  :Anastasya Anis

Desainer Dekorasi Panggung       : Helena Jealung, Ursulla Menong

Staf  Properti Pementasan            : Khikmatun Nadivah  , Laili Lati

A. KONSEP CERITA

Konsep cerita, MEN-TIGA adalah sejenis cerita drama romantisme yang diadaptasi dari kehidupan poligami yang tengah marak terjadi di Indonesia. Dalam cerita ini banyak terdapat unsure drama mengharukan,yang tersampaikan secara tidak langsung. Hal ini kami sajikan untuk memberikan tontonan yang menarik dan dramatis bagi para penikmat drama. Naskah ini kami susun dengan imajinasi yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.

B. SINOPSIS CERITA

Keluarga Besar  Bambang Wirodjoyo seorang pegawai negri kelautan yang selalu berlayar, mampu menafkahi tiga orang istri dalam satu keluarga. Nur Lela istri pertama yang dinikahinya 18 tahun yang lalu atas paksaan orang tuanya mempunyai satu anak bernama Desi.. Istri Kedua, bernama Minah yang dinikahi 4 tahun setelah pernikahan pertamanya karena mengancam bunuh diri jika tidak bisa menikah dengan Bambang, karena bambang memang seorang lelaki gagah perkasa nan kaya dan tersohor di kampung bone, dari pernikahan keduanya mereka mempunyai seorang anak bernama maya. Maya sudah beranjak dewasa dan mulai sekolah SMP. Bambang jarang tinggal bersama keluarganya, karena dia sibuk berlayar untuk memenuhi kehidupan materi keluarganya. Saat Bambang hendak berlayar ke negara tetangga, bertemulah Bambang dengan seorang wanita yang sangat lugu dan manis wajahnya di kapal pesiar yang sama. wanita itu bernama aisyah. sejak itu,keduanya saling pandang, ngobrol hingga mereka dekat. bambang tersentuh atas kisah hidup aisyah yang sebatang kara, karena itu dia ingin pergi ke negara tetangga untuk menjadi TKW ilegal agar kehidupanya tercukupi. atas kedekatan itulah, timbul cinta diantara keduanya. cinta yang sangat tulus atas dasar belas kasih yang sangat nyata. hingga bambang mengambil keputusan untuk menjadikan aisyah istri ke 3, meskipun dia telah mempunyai dua istri sebelumya, namun bambang tidak mempunyai rasa cinta kepada keduanya seperti besar rasa cintanya kepada aisyah. sepulangnya dari berlayar, dirayakanlah acara pernikahan atas keduanya. meskipun bambang sudah berusia 40 tahun berselisih cukup jauh dengan usia aisyah yang masih 24 tahun, acara pernikahan ketiga ini dirayakan besar-besaran. sehingga ada kecemburuan antara istri-istri bambang sebelumnya dengan aisyah, karena pernikahan keduanya tidak pernah dirayakan semewah ini.

Setelah cuti libur selama 2 bulan, bambang mendapatkan pangilan tugas kembali, kali ini cukup bagi  sekitar satu tahun, yaitu berlayar di lebanon. sehingga dengan berat hati bambang meningalkan istri tercintanya yaitu aisyah. bambang memang tahu, kalau istri pertama dan keduanya cemburu dan iri hati terhadap aisyah, namun bambang teguh hati dan yakin, tuhan akan memberi  yang terbaik bagi aisyah. Dari pernikahan keduanya mereka mempunyai seorang anak bernama maya. maya sudah beranjak dewasa dan mulai kekolah smp. bambang jarang tinggal bersama keluarganya, karena dia sibuk berlayar untuk memenuhi kehidupan materi keluarganya. saat bambang hendak berlayar ke negara tetangga, bertemulah bambang dengan seorang wanita yang sangat lugu dan manis wajahnya di kapal pesiar yang sama. wanita itu bernama aisyah. sejak itu,keduanya saling pandang, ngobrol hingga mereka dekat. bambang tersentuh atas kisah hidup aisyah yang sebatang kara, karena itu dia ingin pergi ke negara tetangga untuk menjadi tkw ilegal agar kehidupanya tercukupi. atas kedekatan itulah, timbul cinta diantara keduanya. cinta yang sangat tulus atas dasar belas kasih yang sangat nyata. hingga bambang mengambil keputusan untuk menjadikan aisyah istri ke 3, meskipun dia telah mempunyai dua istri sebelumya, namun bambang tidak mempunyai rasa cinta kepada keduanya seperti besar rasa cintanya kepada aisyah. sepulangnya dari berlayar, dirayakanlah acara pernikahan atas keduanya. meskipun bambang sudah berusia 40 tahun berselisih cukup jauh dengan usia aisyah yang masih 24 tahun, acara pernikahan ketiga ini dirayakan besar-besaran. sehingga ada kecemburuan antara istri-istri bambang sebelumnya dengan aisyah, karena pernikahan keduanya tidak pernah dirayakan semewah ini.

Setelah cuti libur selama 2 bulan, bambang mendapatkan pangilan tugas kembali, kali ini cukup panjang sekitar satu tahun, yaitu berlayar di lebanon. sehingga dengan berat hati bambang meningalkan istri tercintanya yaitu aisyah. bambang memang tahu, kalau istri pertama dan keduanya cemburu dan iri hati terhadap aisyah, namun bambang teguh hati dan yakin, tuhan akan memberi  yang terbaik bagi aisyah. bambang menitipkan aisyah kepada ibunya yang sudah cukup tua, namun ingatan ibunya sudah banyak berkurang terkikis usia..

C. KONSEP PANGGUNG

Dalam cerita ini terdiri dari 1 babak, konsep panggung sengaja kami buat sesederhana mungkin tetapi tidak mengurangi kesesuaian dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep panggung adalah ruang tamu. Dari rumah bapak bambang: Adapun poerperti yang kami pakai sebagai berikut :

  • 1 buah meja sebagai benda yang semestinya berada di ruang tamu dan dalam cerita ini banyak digunakan untuk meletakkan minuman, fas bunga, dan beberapa adegan membersihkan meja oleh pembantu.
  • 1 buah fas bunga yang diletakkan diatas meja sebagai penghias
  • 2 buah sofa, satu sofa panjang dan satu sofa kecil digunakan untuk beberapa adegan yang membutuhkan tempat duduk.
  • Meja kecil tinggi untuk meletakkan foto yang diletakkan di samping sofa
  • 1 buah kalung cristal
  • 1 buah foto keluarga untuk memperjelas bahwa  setting berada diruang tamu dan menunjukkan anggota keluarga. Dan juga untuk memperindah ruangan.
  • 2 buah cangkir digunakan untuk beberapa adegan. Ada satu adegan yang menggunakan cangkir untuk meracuni istri 3.
  • 1 piring kue untuk adegan tetangga memberi kue kepada Aisyah
  • 1 kotak perhiasan digunakan untuk memperjelas adegan saat istri 3 mendapatkan kiriman hadiah dari suaminya bambang
  • 1pack snack karena dalam cerita ada adegan memakan snack yang dilakukan oleh anak  istri pertama

D. KONSEP BUSANA

Dalam cerita ini terdiri dari

  • 1 babak, konsep busana sengaja kami buat sesederhana mungkin tetapi
  • tidak mengurangi kesesuaian dengan kenyataan dalam kehidupan
  • sehari-hari. Konsep busana antara lain :
  • istri pertama dan kedua memakai busana dress yang agak glamor dengan asesoris banyak tetapi terkesan norak dan berlebihan karena terlalu menonjolkan bahwa mereka memang istri dari saudagar yang kaya raya
  • istri ketiga (aisyah) memakai baju sederhana yang cantik dan lebih elegan mengesankan bahwa dirinya adalah istri dari saudagar kaya yang bersahaja
  • ibu memakai kebaya dengan warna agak tua sesuai dengan umurnya dan penutup kepala
  • anak istri 1 (maya) memakai baju yang  lucu dengan  warna yang cerah yang mengesankan bahwa dia adalah seorang anak-anak  seusianya dan pada satu adegan memakai baju Seragam SMP karena sepulang dari sekolah.
  • anak istri 2 (Desi) memakai baju yang  casual dan tomboy, terkesan seperti cuek dengan penampilan
  • Pembantu memakai baju sederhana dengan  asesoris serbet dibahunya
  • tetangga memakai baju  sederhana berupa dress.
  • dokter memakai baju putih dan tas hitam selayaknya dokter pada umumnya

E. KONSEP MUSIK

Konsep music yang akan digunakan dalam drama ini adalah sebagai berikut :

  • Instrument Bioskop transTV untuk memulai drama dengan menyebutkan judul cerita yang akan dimainkan.
  • Music slow melan colis (insyaflah wahai manusia by Marshanda) sengaja dimasukkan ketika prose Kematian agar terkesan mengharukan.
  • R n b cocok digunakan dalam adegan merokok
  • Efek Petir, Phone, Kicau Burung dan suara ketok pintu atau bel rumah.
  • Instrument tegang mengambarkan saat aisyah hendak meninggal dunia karena diracun.
  • Lagu Angel by Sarah MC Lahlal diputar saat kesedihan keluarga atas meninggalnya istri ke3
  • Suara petir sangat cocok untuk menyesuaikan alur vcerita yaitu  saat akhir cerita dimana bambang mengetahui bahwa istri ketiganya meninggal terbunuh
  • Beberapa instrument tambahan yang digunakan untuk memperkuat adegan yang sedang berlangsung.

F. KARAKTER PEMAIN :

istri 1 (Nur Lela)      :

sifatnya Diam, iri hati, tenang dan kejam. Postur tubuh istri pertama tinggi besar, berwajah judes, namun tidak banyak bicara, suaranya cenderung lantang dan tajam kata-katanya. Selalu menggunakan baju yang elegant, terlihat kaya dan agak glamour

istri 2 (Aminah)       :

Sifatnya ceriwis, lebay, iri hati, pendendam.  Berbadan agak gemuk, tergolong seorang wanita yang rajin, namun mudah terbawa emosi, ekspresif. Mempunyai suara yang nyaring. Baju yang digunakan, adalah baju long dres. Terlihat simple dan santai.

istri 3 (aisyah)                         :

Sifatnya lugu, baik hati, ramah, tenang dan lembut. Badanya langsing kecil. Seorang wanita yang rajin, suaranya lembut cenderung pelan. Baju yang dikenakan adalah baju yang simple tapi menarik dan elegant.

ibu                                           :

bersifat pelupa (pikun), namun bijaksana. Badanya masih cukup sehat, suaranya cukup keras dan masih kuat untuk beraktifitas. Mengenakan baju daster dan selalu menggunakan kerpus di kepalanya.

anak istri 1 (desi)     :

Bersifat tomboy, nakal, jahat. Badannya tegap, suaranya lantang dan keras, Mengenakan baju kaos yang lenganya di lilit, dan rambutnya diikat kebelakang.

anak istri 2 (maya)   :

mempunyai sifat periang, ramah penyayang dan sangat menyayangi aisyah. Suaranya lembut, masih kelas 2 SMP. Mengenakan baju biasa dan seragam sekolah dalam perannya.

pembantu                 :

mempunyai sifat polos, baik hati, penyabar dan selalu membantu aisyah. Suaranya pelan dan selalu siap dalam segala hal, mengenakan baju daster dan kerpus di kepalanya

tetangga                    :

mempunyai sifat dermawan, baik hati (terhadap aisyah).  Suaranya pelan, dalam perannya menggunakan baju pergi biasa.

Dokter                                     :

elegant, pintar, cerdas dan berpendidikan, kata-kata yang digunakan selalu beraturan dan ilmah, suaranya tegas dan jelas. Baju yang dikenalkan saat berperan adalah kemeja putih, celana hitam dan tas kotak yang ada di tangannya serupa koper.

Bambang                  :

Seorang angkatan laut yang tinggi gagah dan bersuara lantang. Kata-kata yang digunakan beraturan , dan penuh kasih sayang. Baju yang akan dikenakan adalah seragam Angkatan Laut berwarna biru muda dan biru tua. Mengenakan topi dan membawa tas koper.

G. PARA PEMERAN

  1. istri 1 (laila)                             : Laili Lati K.Janah   ( 071644007 )
  2. istri 2 (juminah)       : Denis Trista Silviana   (071644245 )
  3. istri 3 (aisyah)                          : Siti Nur Kayatin  (071644313 )
  4. ibu                                           : Khikmatun Nadivah  (071644311 )
  5. anak istri 1 (desi)     : Anastasya Anis  (071644112 )
  6. anak istri 2 (maya)   : Adi Kusuma Dewi ( 071644239 )
  7. pembantu                 : Nofia Wandira ( 071644237 )
  8. tetangga                    : Helena Jealung  (071644___ )
  9. Dokter                                      : Ursulla Menong (071644___)

Peran pembantu : Bambang :  Agustinus Purba

SKENARIO:

DI RUANG TAMU :

1. Nur Lela : MEMBACA KORAN DI RUANG TAMU DENGAN SEGELAS TEH DI MEJA SAMBIL DUDUK BERSILANG “penipuan berkedok investasi telah terbongkar, Hegh,manusia sekarang ini banyak yang goblok”MENUTUP KORAN

2.Desi : DATANG DENGAN SETOPLES SNACK DI TANGAN KIRI DUDUK DGN TDK SOPAN DI SEBELAH LELA “Mah,…MENAWARI LELA SNACK”

3. Nur lela : “nggak, lagi males…..dari mana kamu? Ngak kuliah?”

4. Desi  : “nggak mah dosenya kiler…., mah, kemarin malam ditabrak orang aku habis pulang dugem, untung ga apa-apa ni kaki, nyolot lagi yang nabrak…”

5. Lela  :  “ tabrak balik aja besok….” SAMBIL MEMINUM TEH

6. Desi : “ iya ya……boleh juga,,,,lihat nanti lah……” MENARUH TOPLES SNACK TAPI TUMPAH. “isah……..isah……….”

7.  Aisyah : “ada apa des………”

8. Desi : “bersihkan itu…….” SAMBIL MENGKIBASKAN SNACK YANG ADA DI MEJA DAN MEMBUANG KE DEPAN AISYAH

9.  Aisyah : “ Mbak Sumi…………tolong dibersihkan ya…….”

10. Bi Sumi : “Iya nyah,,,,,baik….”

11. Lela : DENGAN NADA TENANG “ heh! yang disuruh membersihkan itu kamu! Kenapa jadi sumi!”

12. Desi : “Ayo cepat bersihkan!!”

13. Aisyah : “Biar aku mbak sumi……..sini”

14. Bi Sumi : “ Ndak apa-apa nyah,,,benar kok “

15. Aisyah : “ Sudah,,,mbak masuk gih,,,,

16. Bi Sumi : SEAKAN TIDAK RELA PERGI, NAMUN TETAP PERGI

17. Aisah : SETELAH MEMBERSIHKAN ,LALU PERGI DARI RUANG TAMU

18. Lela  :  “lama-lama muak mama lihat dia..”

19. Desi : “Sama mah…”

20. tetangga :( BEL BERBUNYI )

21. nur lela : “des……. gih…..”

22. Desi : BERJALAN MEMBUKA PINTU

23. Tetangga :  DATANG MEMBAWA SEKOTAK BUNGKUSAN YANG BERBALUT KERTAS SAMPUL COKLAT RAPI “Bu lela,,, mbak aisyahnya ada?”

24. Lela  : “Ndak ada…..ada apa?

25. tetangga : “oh,…,ini kemarin malam suami saya pulang dari Sumatra, pak bambang katanya tidak pulang ,soalnya lanjut perjalanan ke Lebanon, pak Bambang Cuma titip ini, katanya buat mbak aisyah” MEMBERIKAN BUNGKUSAN KEPADA LELA.

26. Lela :  Oh,, iya nanti aku sampaikan. Lalu kata mas Bambang kapan pulang? MENERIMA BINGKISAN.

27. Tetangga : “wah kuang tau ya mbak, kapannya….suamiku ndak cerita apa-apa juga kok mbak, Cuma titip ini aja”

28. lela : oh,,” iya makasih….”

29. Ttnga : “ iya bu,, saya juga mau kepasar….saya pamit dulu, mari mbak desi…”

30. Lela & desi :” iya…”

31. Lela : MENIMBANG – NIMBANG BUNGKUSAN DENGAN WAJAH PENASARAN DAN IRI

32. desi : “ berat mah??” SAMBIL PENASARAN MELIHAT BUNGKUSAN

33. Lela : “nggak buka aja….” SAMBIL MEMBUKA BUNGKUSAN

34. minah  : “hegh,,,capeknya mbak, selesai nyuci baju…..” DENGAN MELIUKKAN PUNGGUNGNYA “apa itu mbak lela?? ” PENASARAN MELIHAT LELA SIBUK MEMBUKA BUNGKUSAN

35. Desi : “ bingkisan dari papa untuk si isa”

36. lela : BERHASIL MEMBUKA BINGKISAN “apa ini???” DENGAN MENGANGKAT KOTAK KADO YANG INDAH, MEMBUKA DAN MENGELUARKAN ISINYA

37. lela,desi,minah : “hah???!!!??” MEMEGANG PERHIASAN KALUNG

38. minah : “cristal????!!!!” (menyorotkan kalung pada cahaya lampu, dan berkilaulah kalung itu) “aku aja ndak per nah dikasih mas bambang seperti ini mbak…….DENGAN NADA IRI YANG AMAT MENDALAM

39. Lela : “kurang ajar dia!! SAMBIL MENGEPALKAN TANGAN DAN MEMUKULKAN KE TELAPAK TANGANNYA.

40. Minah : “iya mbak,,,,,,ya ampun…..kok ya kebangetan mas bambang ini,,,”SAMBIL MEMUKUL MEJA DALAM KEPALAN TANGANNYA

41. Desi : “hahahahaha,,,kenapa? Mami jealouse ya?? Isa itu mi,,,dikasih pelajaran aja….

42. Maya : MASUK KE RUANG TAMU MEMBAWA ROK “mama??? Besok disekolah ada upacara hari pahlawan, semua harus pakai baju putih bawahan putih…tapi ini sobek…..”

43. Minah : “Haduuuuh…….ini lagi! Sudah pakai yang lain saja!”

44. Maya : “mama….punyaku hanya ini…. Mama sih ga mau belikan aku…..”

45. Minah : “mama ndak punya uang!”

46. Maya : “yasudah dijahit saja ma….”

47. Minah : “Mayaaaa, dipakai Cuma besok aja kan!!! Sudah ndak usah di jahit, lagian Cuma sedikit kan sobeknya…”

48. Maya : “ Ugggh! Mamah jahat! Maya minta tolong sama mamah isa aja! BERLALU PERGI DARI MAMANYA

49. Minah : “Eeeeeehhhhh!!!!! Dasar kau ya…….. tu kan mbak, maya saja sudah lengket sama si isa itu!!Heeeegh….”

50. Desi : “hahaha disantet kali mah” SAMBIL BERLALU PERGI

51. Lela : “ kemana des?

52. Desi : “Mandi…..”

53. Lela : “sana jahitin baju anakmu! “

KEESOKAN HARINYA

54. Aisyah : SEDANG MENYAPU DI RUANG TAMU

55. Tetangga : “assalamualaikum…eh,,mbak isa ini loh aq buat gorengan tadi, nih ta cicipi…….” SAMBIL MEMBERIKAN SEPIRING KUE

56. Aisyah : “wah,,,makasih lo ya mbak….. ayo sini duduk dulu”

57. Tetangga : “mbak nggak sibuk apa?

58. Aisyah “Nggak apa-apa mbak…..ayo duduk dulu….aq juga mau ngobrolkan sesuatu sebentar”

59. Tetangga: DUDUK “ngobrol apa mbak?…….”

60. Aisyah : “begini loh mbak…..besok sabtu itu ada acara tasyakhuran 7 bulanan khan untuk si jabang bayi ini….aq minta tolong bantuanya ya…..

61. Tetangga : “oh,,,jadi besok itu ya mbak rencananya….berarti sudah dekat ya,,kurang 3 hari lagi….aq bantu apa mbak?”

62. Aisyah : “ nah, begini….nanti aq minta tolong mbak dewi yang memimpin acaranya…MC gitu lsh mbak…”

63. Tetangga : “MC tujuh bulanan ya?????wah aku nggak pernah memimpin acara seperti itu mbak”

64. Aisyah : “aq punya susunan acaranya kok…mbak dewi tinggal membacakan saja….tolong ya mbak,,,,masa aq yang harus jadi MC kan ndak lucu,,,hehehehe”

65. Tetangga & Aisyah : SALING TERTAWA KECIL

66. Aisyah : “mbak Sum……mbak…….” MEMANGGIL

67. Bi Sumi : “ ada apa buk??? DATANG MENEMUI

68. Aisyah : “mbak Sumi tolong buatkan teh ya”

69. Bi Sumi : ”Oh,,,nggeh buk….”

70. Aisyah : “sebentar ya, aku ambilkan catatanya…” SAMBIL MASUK KE DALAM

71. Tetangga : MENGANGGUK

72. Aisyah : KEMBALI KE RUANG TAMU “nah ini catatanya…coba dibaca sebentar..”

73. Bi Sumi : MASUK KE RUANG TAMU TAPI DIHENTIKAN OLEH LELA DARI BELAKANG, DAN MEMINTA MINUMAN YANG DIBAWA BI SUMI, DAN BI SUMI MEMBERIKANNYA.

74. Lela : MEMBAWA MASUK KEMBALI MINUMANNYA

75. Aisyah : “Mbak Sum…..mbak Sum……”LELA MASUK RUANG TAMU MEMBAWA NAMPAN) “eh….kok mbak Lela yang antar,,,?”

76. Lela : “Iya…Sumi membuang sampah ke depan” SAMBIL MELETAKKAN CANGKIR DI MEJA

77. Aisyah : “Oh,, trimakasih ya mbak….”

78. Lela : “Iya…”SAMBIL BERLALU PERGI

79. Aisyah : “Ayo diminum dulu…..”MEMINUM TEH

80. Tetangga : “iya-iya…” MEMINUM TEH “ oh,,,acaranya simple ya……insyaAllah aku bisa bantu kok mbak…

81. Aisyah : “ alhamdulilah,…undanganya besok jam 4…undanganya ga banyak kok”

82. Tetangga : HP BERBUNYI “Halo nak….iya tunggu” “ mbak aq pulang dulu ya,,ini sita sudah dirumah…kunci rumah ada  sama sya…” BERDIRI DAN BERPAMITAN

83. Aisyah : “Oh,,,iya mbak… jangan lupa ya,,, makasih banyak lo mbak…..”

84. Tetangga : “iya-iya…..”SAMBIL BERLALU

85. Aisyah : “ MENGAMBIL SAPU SAMBIL MEMEGANGI PERUTNYA YANG AGAK MERASA SAKIT. > MENERUSKAN MENYAPU DENGAN MEMEGANGI PERUT YANG MAKIN LAMA MAKIN SAKIT. >> KARENA MERASA SANGAT SAKIT, SAMBIL BERPEGANGAN SISI KURSI, DUDUK DI SALAH SATU KURSI DAN MENGADUH-ADUH DENGAN SUARA SAMAR-SAMAR ( HARUS PENUH EKSPRESI).

BEL RUMAH BERBUNYI……

86. Aisyah : BERANJAK MEMBUKAKAN PINTU, BERJALAN DENGAN PERLAHAN.

BEL RUMAH BERBUNYI KEMBALI…

87. Aisyah : “Iya…..tunggu” MEMBUKAKAN PINTU

88. Maya : “ Mamah isa……” MENCIUM TANGAN AISYAH “ ada rapat,,jadi pulang pagi”

89. Aisyah : “ Oh…yaudah cepat makan…”SAMBIL MEMEGANG PERUT MENAHAN SAKIT DAN DUDUK DI KURSI

90. Maya : “Mama kenapa???”

91. Aisyah : “Perut mamah……” SAKITNYA SEMAKIN MENJADI

92. Maya : “Mamah ina……… mamah……  eyang,,,, bik……….sini cepetan……” SAMBIL MEMBERIKAN MINUM KE AISYAH

93. Ibu : “ Loh….ini kenapa nak???????”

94. Bibi : “ Bu isa kenapa ini??”

95. Maya : “ Bi cepetan telpon dokter Helena!!!”

SATU JAM KEMUDIAN

96. Aisyah : PINGSAN

97. Maya : “ Halooo,dokter…..masih dimana??

98. Ibu : “ Aduh nak……. Kamu ini kenapa toh……” MENGKIPAS-KIPAS AISYAH YANG PINGSAN

99. Bi Sumi : “ nyah,,,,kok kakinya ibu dingin ini kenapa ya???

100. Ibu : “ndak apa sum…. Kalau pingsan ya seperti ini…. Dingin kakinya…. Eh… maya,, ambilkan minyak kayu putih di situ loh… …”

101. Maya : “iya yang……”BERLALU PERGI DAN CEPAT KEMBALI

102. Bi Sumi : “ nyah… apa jangan-jangan ibu ini mau melahirkan ya nyah??kok tiba-tiba sakit perut….”

103. Ibu : “ya mungkin aja ya sum…..hus!!! ini kan masih 7 bulan kok ya sudah melahirkan  toh…. Jangan asal kamu!!”

104. Bi sumi : “ lha ya bisa aja toh nyah,,, tetangga saya dikampung ada juga kok…. Masih 7 bulan tapi bayinya uda mbrojol….anaknya lahir nyah….Tapi kata bu bidan, bayinya lahir tempratur…..”

105. Ibu : “hah tempratur…. Kok ya bagus namanya??”

106. Maya : wah bik sum ini ngawur…..itu namanya bayi premature! Kok tempratur!”

107. Bi sumi : oh iya mungkin mbak….susah diomongkan e…”

BEL BERBUNYI

108. Ibu : “itu bu dokternya…. Bukakan pintunya”

109. Maya : BERANJAK MEMBUKAKAN PINTU

110. Dokter : “ selamat siang bu…..”

111. Ibu : “Selamat siang bu… ini silahkan diperiksa…”

112.Dokter : “baik…” DOKTER DUDUK DI SAMPING AISYAH, LALU MEMERIKSA DENGAN MENGGUNAKAN SETETOSKOP. “lho???” DENGAN HERAN MEMERIKSA DENYUT NADI PADA TANGAN >LALU MEMERIKSA DENYUT NADI KE LEHER >> LALU KE HIDUNG UNTUK CEK NAFAS. “ibu, ini bu aisyah sebenarnya kenapa??????” DENGAN WAJAH HERAN DAN SEDIH

113. Ibu : “ tadi perutnya kesakitan dokter, lalu pingsan, memang kenapa dokter? Baik saja toh??”

114. Dokter : “ Sehabis jatuh atau apa bu??”

115. Maya : “ tadi mama isa sudah sakit waktu membukakan pintu saat sya datang dokter…memang mamah kenapa dok??”

116. Dokter : “Mohon maaf ibu sebelumnya…. Sejauh pemeriksaan saya, ibu aisyah saat ini sudah meninggal dunia bu…..”

117. .Ibu, Maya, Bi Sum : “ Hah?????!!!!!! Apa?????!!!!”

118. Ibu : SAMBIL MEMERIKSA NAFAS. LALU MENANGIS SEIRING BICARANYA DOKTER

119. ALL : MENUNDUKKAN WAJAH, MENANGIS, BERPELUKAN, MENGELUS-ELUS AISYAH, LALU MEMBOPONG AISYAH KE DALAM

LIMA BULAN KEMUDIAN

IBU SEDANG MEMBACA BUKU TUNTUNAN SHOLAT DI RUANG TAMU, MAYA SEDANG MENGERJAKAN TUGAS DI RUANG TAMU.

120. Ibu : SEBENTAR – BENTAR MEMAINKAN KACAMATANYA. DIPAKAI, DAN DILEPAS KARENA TERLIHAT BURAM. “ Kacamata ini kok ndak enak dipakai ya….”

121. Maya : MENULIS DENGAN BANYAKNYA, SEBENTAR-BENTAR MENGHAPUS, MENULIS DAN MEMBACA.

BEL BERBUNYI

122. Ibu : BERANJAK MEMBUKA PINTU DENGAN SEDIKIT TERTATIH-TATIH. “ bambaaaang anakku……………….” DIKATAKAN DENGAN HARU

123. Bambang : “ Ibu……..”LANGSUNG MENCIUM TANGAN IBUNYA

124. Maya : “Ayah……” MENCIUM TANGAN AYAHNYA

125. Ibu : “Min….. Lel….. bambang datang…….”

126. Lela : “ Mas….. MENCIUM TANGAN BAMBANG

127. Bambang : “Iya…..apa kabar kamu lela??”

128. Lela :” Baik Mas…..

129. Bambang : “ Mana Desi?”

130. Maya : BERANJAK MENGAMBIL MINUM

131. Lela : “ Kulaih mas….duduk dulu mas”

132. Bambang : “ Oh,,,,iya….Mana aisyah, minah?”

133. Minah : “ Mas Bambang………DENGAN PERASAAN YANG BAHAGIA SEKALI “mbak lela geser dong…”

134. Bambang : “ Hahaha….Iya istriku….”

135. Minah : “mas lamanya kok ndak pulang, pulang-pulang ndak pakai seragam….. dari mana hayo????!!”

136. Bambang : “ seragamnya ditinggal di kapal…sudah tidak tugas ya tak pakai seragam lah… lho istriku satunya mana?? Aisyah mana??”

137. All : TERDIAM…..

138. Bambang : lho kok semuanya diam??? Aisyah?????? Aisyah?????” MELONGOK KE DALAM RUMAH.

139. Maya : KELUAR KE DEPAN RUANG TAMU DENGAN MEMBAWA SEGELAS AIR PUTIH. “ Ayah….. mamah isa sudah meninggal…..” BICARA DENGAN NADA SUNDU.

140. Bambang : “ Apa??????? “

141. Ibu : DENGAN NADA BERGETAR HARU “ Iya Nak…. Istrimu meninggal karena keracunan lima bulan yang lalu bersama anak di kandungannya……”

142. All : MENUNDUK DIAM DAN HARU

143. Bambang : “ Hah?????? Aisyah……………!!!!!!!!!!”

TAMAT

 

“DUKUN2AN”

Posted: 26 Januari 2011 in Naskah Drama



(Naskah Telah Dipentaskan)

Pimpinan Produksi:

Drs. Heru Subrata, M.Si.

  1. 2. Pengorganisasian

Pimpinan Produksi  : Drs. Heru Subrata, M.Si

Sutradara                 : Novita Anggraeni

Asisten Sutradara     : Exma Wahyuni

Sekretaris                 : Izzatud Diniyah

Bendahara                : Chusnul Chotimah

Pencatat Adegan   : Anifatul Maghfiroh

Penata Panggung   : Ayu Nastiti

Penata Rias & Busana  : Mimyn Putri Muldash

Penata Musik           : Putri Lestari K

Penata Tari               : Rayi Purwindasari

  1. 3. Tokoh
    1. Putri Lestari K. Sebagai Suami
    2. Anifatul Maghfiroh sebagai Istri
    3. Exma Wahyuni sebagai Parji PRT
    4. Rayi Purwindasari sebagai Suster
    5. Ayu Nastiti sebagai Putri
    6. Izzatud Diniyah sebagai Bu Martabat
    7. Mimyn Putri Muldash sebagai Pak Martabat
    8. Chusnul Chotimah sebagai narator
  1. 4. Konsep cerita

Konsep cerita dalam “ Dukun-dukunan” adalah cerita komedi yang menggambarkan sebuah cerita yang sering ditemui di sekitar kita namun diselingi dengan unsur-unsur komedi sehingga tidak terasa membosankan bagi penikmat drama.

Cerita ini adalah cerita yang kami ambil dari salah satu naskah Putut Buchori yang ide ceritanya diambil dari naskah  “dokter  gadungan” pada bulan Juli 2004

  1. 5. Synopsis cerita

Kisah tentang suami istri yang sedang bertengkar karena si suami selalu saja bersantai-santai setiap harinya. Padahal si istri sudah membanting tulang melakukan berbagai macam pekerjaan untuk menyambung hidup. Si istri yang sudah lelah dengan kelakuan suaminya mendapatkan akal ketika seorang PRT menanyakan alamat seorang dukun sakti padanya…

Suami yang dianggap dukun sakti diminta PRT tersebut untuk menyembuhkan penyakit anak majikannya. Suami yang merasa sudah dianggap dukun itu mau-tidak mau harus mengikuti rencana istrinya itu.

Saat tiba di rumah majikan, si suami mulai melaksanakan analisis-analisisannya. Bagai seorang dukun sakti mandraguna, ia mengeluarkan hipotesis-hipotesis yang sulit dijangkau oleh kemampuan manusia biasa. Kedua majikan yang sudah terlanjur mengagung-agungkan dukun sakti itu hanya mengangguk-angguk layaknya orang yang sudah paham.

Pengobatan ala dukun sakti pun mulai dilakukan. Apakah pengobatan “dukun” itu akan berhasil? Kita ikuti jalan ceritanya….

  • 6. Konsep panggung

 

    Cerita ini terdiri dari 2 babak. Babak pertama adalah rumah suami dan babak ke dua adalah rumah pak martabat dan bu martabat. Konsep panggung ini dibuat sederhana namun dapat mewakili dengan jelas jalan cerita yang ditampilkan.

    Pada babak pertama setting panggung adalah rumah suami. Di atas penggung  terdapat

    1. 1 buah dipan sebagai tempat tidur suami
    2. 1 buah kursi dan meja kayu untuk tempat duduk istri

    Pada babak ke dua di rumah pak martabat dan bu martabat. Setting adalah sebuah ruang keluarga yang terdiri dari:

    1. 1 set  kursi dan meja yang bagus
    2. Perabot mewah seperti guci dan satu pot pohon palsu
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        • 7. Konsep busana

      1. Suami              : Memakai kaos oblong putih, jaket jawa dengan celana longgar hitam dan ikat kepala (udeng)
      2. Istri                  : Memakai daster terusan dengan jilbab yang dipakai seadanya
      3. Parji PRT        :  Memakai daster warna mencolok namun agak terlihat seksi dengan asesoris berlebihan dan tidak serasi di beberapa bagian badannya
      4. Putri                 : Memakai pakaian kasual dengan kaos dan rok panjang
      5. Suster              : Memakai pakaian suster warna putih-putih
      6. Bu martabat  : Memakai setelan blus mewah dengan perhiasan yang berlebihan
      7. Pak martabat : Memakai setelan hem lengan panjang dan celana panjang

    8. Penokohan

     

    Suami    : Pemalas namun cerdik. Badannya tidak terlalu tinggi, di dagunya tampak jenggotnya yang kasar karena jarang dirawat. Gaya bicaranya sangat santai cenderung meremehkan dan nada suaranya berat.

    Istr   i    : Pekerja keras namun cerewet. Badannya sintal namun tertutupi pakaiannya yang kebesaran. Walaupun masih muda, tampak guratan-guratan di wajahnya yang membuatnya tampak lebih tua.

    Parji PRT   : Penampilan nyentrik dan cara bicaranya berlebihan. Nada suaranya yang melengking dan gayanya endel. Dandanannya pun menor serta sok kebarat-baratan.

    Putri   : Sebenarnya adalah gadis yang periang namun mengalami kesulitan dalam berbicara (gagu). Tubuhnya mungil dan mempunyai niat yang besar untuk melanjutkan sekolah.

    Suster   : Wataknya lemah lembut dan suka sedikit memaksa. Badannya tinggi kurus, kulitnya putih. Khas orang yang bekerja di rumah sakit.

    Pak Martabat : Sabar dan tidak mampu mengontrol istrinya yang cerewet. Badannya tinggi, perawakannya santai.

    Bu Martabat  : Badannya kurus, kecil namun cerewet dan terobsesi dengan Mbah Progo (dukun sakti)

    9. Konsep music

      Music diiringi dengan tabuhan bongo agar suasanan terkesan sederhana.

      Naskah

      Dukun Dukunan*

      Kulanuwun nyuwun ngapura

      Kula mriki main sandiwara

      Sandiwara humor bayak banyolan

      Tapi tidak lupa ada pesan kesan

      Kulanuwun inggih permisi

      Sumangga gojegan wonten ing mriki

      Gojegan wong pinter lan berisi

      Ampun kuatir dijamin tidak rugi

      BAGIAN I

      DI SEBUAH DESA

      SEPASANG SUAMI ISTRI YANG SEDANG ADU MULUT, SUAMI YANG PEMALAS, PEKERJAANNYA HANYA MEMANCING DI SUNGAI, NAMUN HASILNYA TAK SEBERAPA, SI ISTRI YANG PEMARAH KARENA SI SUAMI TAK PERNAH MENGHASILKAN UANG UNTUK KEBUTUHAN SEHARI HARI.

      001. ISTRI                           :  Oalah…. Pak.. pak…, mbok sekali kali, kerja yang bener, yang menghasilkan duit. Biar bisa untuk beli beras, untuk makan, untuk hidup sehari hari…

      002.SUAMI                         :   Kerja apa tho bu…, jaman sekarang itu, cari kerja sulit, angel banget, lha wong yang sarjana saja yang nganggur sak bajeg kere, apa lagi saya yang sama sekali belum pernah mambu sekolahan…

      003. ISTRI                           :   Dasar bapak saja yang keset, pekerjaan itu buanyak pak, asalkan kita gigih, kita rajin, cari kayu bakar kek, berkebun kecil-kecilan di kali kek, Bantu-bantu kuli kek, jadi PRT kek, Jadi TKI kek, jadi apa saja kek.

      004.SUAMI                         :   Kak kek, kak kek, memangnya aku ini kakek mu apa? Semprul kamu, jadi istri kok senangnya ngganggu kesenangan suami, mbok cobalah, dirimu itu jadi istri yang baik dan benar. Jadi istri yang setia setiap saat. Melayani suami…

      005. ISTRI                           :   Kalau yang bapak ini jadi suami yang bener bener suami, ya pasti aku mau melayani, lha bapak, suami hanya suami imitasi, ya sori sori saja kaalu aku tak sudi melayani.

      006. SUAMI                        :   We Lha Dhalah, nranyak !!, Kurang ajar, berani beraninya bilang suami imitasi.

      007. ISTRI                           :   Lha kalu bukan suami imitasi, suami palsu, lantas aku harus menyebut suami apa.

      008. SUAMI                        :   Ya sudah semestinya, kamu itu menyebut suamiku yang tampan, suamiku yang cakep, suamiku yang bagus….

      009. ISTRI                           :   Suamiku yang bagus kaya tikus, kecebur kakus, kejepit irus

      010. SUAMI                        :   Hus…

      011. ISTRI                           :   Lha bagus apanya, cakep apanya, tampan apanya? Bapak ini jadi suami betul betul ra urus, kesetnya minta ampun. Pagi-pagi saat orang-orang giat bekerja, bapak enak saja masih leha leha, apa itu namanya suami ? saat istrinya bekerja membanting tulang, kerja mati-matian jadi tukang cuci, kalau masih ada waktu cari kayu bakar untuk di jual, sesekali jadi tukang bersih bersih rumah,kadang-kadang kepala untuk kaki, kaki untuk tangan, tangan untuk kepala. Bapak kok masik asyik asyik saja duduk di pinggir kali, mancing cethul, santai santai. Apa itu bukan suami imitasi, suami palsu. Mbok insap pak, sadar pak, eling pak. Sebel aku, mangkel aku. Rasanya pingin aku kruwes-kruwes raimu pak.

      012. SUAMI                        :   Nah itulah bune. Ini.. ini… yang harus aku jelaskan sejelas-jelasnya kepada kamu istriku yang cerigis. Orang bisa leha leha, asyik asyik, santai santai, itu adalah anugerah terindah bagi umat manusia bune, jarang lho ada orang yang bisa seperti itu, hanya satu berbanding seratus ribu. Jadi itu bukan aib, bukan perbuatan cela. Jangan di hina….

      013. ISTRI                           :   Oalah pak.. bapak ! kalau kita sudah turah duit, kalau kita sudah kaya seperti bapak bapak pemimpin kita yang punya kekayaan seratus milyard, punya warisan tujuh turunan. Kita leha leha bolah boleh saja, kita asyik asyikan bisa-bisa saja, kita santai santai sah sah saja. Lha ini, uang sepeserpun gak punya, pekerjaan gak ada. Besok makan apa juga gak pasti, e.. kok masih sempat leha leha. Itu namanya kebangeten.

      014. SUAMI                        :   Ya kalau memang besok belom ada yang dimakan, ya puasa dulu…. Itu kan ajaran agama….

      015. ISTRI                           :   Puasa kok tiap hari. Puasa bagi orang yang mampu itu memang ajaran agama, tetapi bagi kita kaum duafa ? puasa itu karena keadaan pak, karena memang tidak ada yang di makan.

      016. SUAMI                        :   Wah itu berarti kita ini orang orang ampuh bune, sudah duafa, puasa lagi. Itu kan bisa untuk contoh baik orang-orang rakus yang suka makan jatah kita…

      017. ISTRI                           :   Ash. Sudah… sudah… nggak usah membantah, nggak usah ngeyel sekarang bapak harus kerja, kerja apa kek…

      018. SUAMI                        :   Whe lha, kok semakin hari kamu semakin kuasa tho bu, sudah berani ngatur ngatur suamimu, berani perintah perintah, sudah berani tudang tuding, kamu sudah berbau militerisme terhadap suamimu sendiri.

      019. ISTRI                           :   Habisnya bapak tidak mau kerja. Gak mau cari uang. Kita butuh beras pak. Kita butuh perabot rumah pak, kita butuh sabun, odol, butuh kasur , gelas, piring, dll. Rumah tangga kok hanya punya satu kasur tanpa ranjang, hanya punya dua gelas, satu piring, hingga kalau mau makan harus gantian.

      020. SUAMI                        :   Memang yang lain kemana ?

      021. ISTRI                           :   Pakai nanya kemana ? sudah di jual untuk beli beras. Memangnya nasi yang di makan bapak setiap hari itu dari mana? Ya dari perabotan kita itu pak. Ayo sekarang kerja. Jangan hanya moncang mancing saja, kerja yang bener.

      022. SUAMI                        :   Ogah ! Aku nggak mau kerja keras, dukani dokter! Dan lagi aku lagi menunggu wangsit.

      023. ISTRI                           :   O.. dasar suami tak tau diri.  (GEMAS INGIN MEREMAS-REMAS WAJAH SUAMINYA) Heh… andai aku berani… andai aku mampu.

      024. SUAMI                        :   (JADI MARAH) Apa bune, mau ngelawan suami, berani sama suami. Wong wedok, yen di nengke kok saya ndodro, bajigur tenan iki, yen wong kaya ngene ingi kudu di thuthuki. (AMBIL SEBATANG KAYU, DAN MEMUKULI ISTRINYA) Ayo mau ngelawan suami ya, mau berani sama suami. Pemimpin rumah tangga je! Di lawan (TERUS MEMUKULI ISTRINYA) ayao bilang kapok, tidak ngelawan suami lagi.

      025. ISTRI                           :   Kapok pak.. kapok….

      026. SUAMI                        :   Nah begitu, jangan di ulangi lagi ya, awas kalau sekali lagi ngelawan, ku punthes-punthes wudelmu.(SAMBIL PERGI) Aku ke kali nenepi cari inspirasi.

      027. ISTRI                           :   Suami macam apa itu? Berani memukuli istrinya sendiri. Disuruh kerja cari nafkah kok gak mau, usaha dikit gak mau. Oalah nasib… nasib. Nasib Orang miskin… Nasib… nasib. Nasibnya kaum wanita. .. duh gusti paringana arta. Aku sudah gak kuat lagi. Oh.. nasib.. nasib… kenapa dirimu hanya bias aku ratapi.

      DITENGAH KESEDIHAN ISTRI. DATANG SEORANG YANG SEDANG MENCARI DUKUN AMPUH.

      028. PARJI PRT                   :   Kulo nuwun… any body home….

      029. ISTRI                           :   Monggo. Ada bodi kok di sini.

      030. PARJI PRT                   :   Permisi…

      031. ISTRI                           :   Mari….

      032. PARJI PRT                   :   Excuse me

      033. ISTRI                           :   Hi hi hi…. Apa ya jawabnya, oh yes… pis…pis. Untung sesekali pernah dengar orang ngomong cara landa.

      034. PARJI PRT                   :   Can you help me ?

      035. ISTRI                           :   Oh Pasti yes, yes sekali, Pokoknya pis… pis… deh.

      034. PARJI PRT                   :   m…. I want some information. Please talk to me, about… eyang progo the super star.

      035. ISTRI                           :   Oh Iwan… itu yes. Eyang progo pis.. pis… pis… Nyuwun sewu, jan-jane panjenengan punika, ngunandika menapa tho?

      036. PARJI PRT                   :   Lha nggih nyuwun pangapunten, sejatosipun kawula wonten mriki, bade tanglet “ menapa panjenengan mangertos dalemipun eyang progo, dukun ampuh saking sak kilenipun kali progo?”.

      037. ISTRI                           :   Wah malah jadi seperti main kethoprak, Sulit omongnya, pakai bahasa biasa saja.

      038. PARJI PRT                   :   Setuja setuju saja. Saya sendiri juga pating pecothot je ngomongnya. Begini bu…

      039. ISTRI                           :   Asdi Ranjang.

      040. PARJI PRT                   :   Buas di Ranjang ?

      041. ISTRI                           :   Ya. Asdi nama suami saya, memang dahulu pekerjaannya tukang memperbaiki ranjang, orang orang sering menyebut Asdi Ranjang, jadi orang orang pun suka menyebut saya Bu Asdi Ranjang.

      042. PARJI PRT                   :   Jadi begini Buas Di ranjang…. Saya kemari, sesungguhnya akan bertanya. Konon katanya, di desa ini ada seorang dukun ampuh yang bisa menyembuhkan apa saja, Dari penyakit apendik sampai penyakit gudig, segala macam penyakit dada, hati, mata,tangan, leher, perut, kepala, pundak, lutut, kaki, kepala, pundak, lutut kaki, lutut, kaki. Konon katanya sih namanya eyang progo.

      043. ISTRI                           :   (MASIH RAGU RAGU MENJAWAB) Eyang progo, dukun ampuh, ahli segala macam penyakit, penyakit kepala, pundak, lutut, kaki, kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki. (OTAK LICIKNYA TIBA TIBA MUNCUL) Oh ada… sudah dekat… ibu sudah dekat, ibu sudah berada didekatnya.

      044. PARJI PRT                   :   Oh jadi Ibu sendiri ? (TIBA TIBA MENYEMBAH NYEMBAH IBU DAN MENANGIS) Oh bu tolonglah majikan saya bu, beliau sakit parah, hanya kepada ibu dia dapat di sembuhkan, sudah ratusan dokter, dukun, tabib, mencoba menyembuhkan tetapi gagal total. Majikan saya tidak sembuh sedikitpun, tolonglah lah saya bu, tolonglah majikan saya bu, tolonglah keluarga majikan saya bu…

      045. ISTRI                           :   Bukan.. bukan saya… saya bukan eyang progo. Anda salah….

      046. PARJI PRT                   :   Oh ya maap, maaf bu, karang saya kesusu susu cari dukun je. Lantas dukunnya yang mana ya bu ?

      047. ISTRI                           :   Jangan kuatir. Sampeyan tidak usah nyari, karena dia dukun ampuh, dia yang akan nyari sampeyan.

      048. PARJI PRT                   :   (BERDECAK KAGUM) Ck.. Ck… Ck….

      049. ISTRI                           :   Sampeyan cukup berdiri di situ, beliau dukun sakti ini akan datang dengan sendiri….

      050. PARJI PRT                   :   (BERDECAK KAGUM) Ck.. Ck… Ck….

      051. ISTRI                           :   Tanpa Sampeyan ceritakan penyakitnya, beliau akan tahu dengan sendirinya.

      052. PARJI PRT                   :  (BERDECAK KAGUM) Ck.. Ck… Ck….

      053. ISTRI                           :   Pokoknya beliau ini Ck.. Ck… Ck….

      054. PARJI PRT                   :   (BERDECAK KAGUM) Ck.. Ck… Ck….

      055. ISTRI                           :   Tetapi, untuk bertemu dengan beliau ini, ada syaratnya…

      056. PARJI PRT                   :   Apapun syaratnya akan saya penuhi, bu. Apapun, pokoknya beriiis.

      057. ISTRI                           :   Syaratnya, beliau ini harus dipukuli terlebih dahulu…

      058. PARJI PRT                   :   Lho Kok ?

      059. ISTRI                           :   Inilah unik dan anehnya dukun antik eyang progo sang super star. Beliau ini tidak mau mengaku dukun kalau tidak di pukuli terlebih dahulu, tidak mau memeriksa kalau tidak di pukuli dahulu, tidak mau mengeluarkan kepandaiannya kalau tidak di pukuli dahulu. Jadi jangan di sembah-sembah seperti saya tadi, dia malah tidak mengaku.

      060. PARJI PRT                   :   Gitu ya

      061. ISTRI                           :   Ya begitu lah. Aneh kan? (TAHU KALAU SUAMINYA AKAN DATANG) Nah… nah… nada nadanya eyang progo sudah mencium bau sampeyan yang akan minta pertolongan. Sampeyan berdiri saja di situ. Tutup mata, hitung sampai sepuluh, Beliau Pasti Datang (PERGI MENINGGALKAN PARJI PRT) Ingat, jangan lupa di pukuli dahulu.

      PARJI PRT MEMUTUP MATA DAN MENGHITUNG SAMPAI SEPULUH. SUAMI MENGHAMPIRI PARJI.

      062. SUAMI                        :   Weh.. ? Ini orang aneh atau orang kesasar? Wong sudah tua begini masih main petak umpet? Tetapi kok mainnya di sini ya, apa sudah tidak ada tempat lain? Apa orang ini orang yang sedang belajar menghitung dan kesasar di sini? Aneh? Ada ada saja.

      063. PARJI PRT                   :   (TEPAT HITUNGAN KE SEPULUH) Ya pak Dukun Eyang Progo !

      064. SUAMI                        :   Hus ! Guandrik Putune ki ageng serang !!

      065. PARJI PRT                   :   Nah ! Panjenengan pasti Eyang Progo, dukun ampuh sang super star.

      066.  SUAMI                       :   Dukun apa ? Ampuh gimana ? sampeyan nglindur ya ? Ngimpi ?

      067. PARJI PRT                   :   Anda pasti dukun, orang pinter ?

      068. SUAMI                        :   Bukan, tidak, Bukan Dukun, Tidak Pinter.

      069. PARJI PRT                   :   Pasti Dukun, Sudah pasti pinter.

      070. SUAMI                        :   Bukan, sungguh.

      071. PARJI PRT                   :   Mbok dukun

      072. SUAMI                        :   Bukan ah.

      073. PARJI PRT                   :   Dukun aja.

      074. SUAMI                        :   Bukan ! Bajigur! Orang ini kesurupan apa?

      075. PARJI PRT                   :   Dukun !

      076. SUAMI                        :   Bukan !

      077. PARJI PRT                   :   Duk…

      078. SUAMI                        :   Buk…

      079. PARJI PRT                   :   Benar juga kata ibu itu, memang harus dipukuli dahulu. (MENGAMBIL KAYU DAN MEMUKULI ORANG ITU) Kamu pasti dukun, pasti orang sakti, ampuh, pinter…. dll.   Dll…

      080. SUAMI                        : (KARENA TERUS DI PUKULI, AKHIRNYA MENYERAH) Ya dukun… dukun juga boleh…

      081. PARJI PRT                   :   Nah begitu, kalau ngaku dari tadi, saya kan tidak harus memukuli bapak. Jadi begini bapak dukun…

      082. SUAMI                        :   Tetapi saya bukan dukun…

      083. PARJI PRT                   :  Masih menyangkal (KEMBALI MEMUKULI) Ngaku tidak ?

      084. SUAMI                        :   Ya ngaku… ngaku… Dukun ! (BICARA SENDIRI) Yah daripada dipukuli, jadi dukun ya tak apalah, iseng-iseng berhadiah. (KEPADA PARJI PRT) Jadi apa keluhannya.

      KEMUDIAN PARJI PRT MENERANGKAN PANJANG LEBAR (DENGAN BAHASA ISYARAT). PARJI MENINGGALKAN SUAMI SENDIRI, SETELAH MEMPERSIAPKAN SEGALA SESUATU, SUAMI MENYUSUL PARJI PRT. KE KOTA.

      BAGIAN II

      DI RUMAH KELUARGA BAPAK MARTABAT. PUTRI, ANAK SATU SATUNYA PAK MARTABAT SEDANG DIKEJAR-KEJAR SEOARANG SUSTER UNTUK DI SUNTIK.

      085. SUSTER                      :   Ayo sini nak, jangan takut, sebentar lagi kamu pasti sembuh. Ayo sini sebentar saja, ayo, kamu jangan menurunkan kredibilitasku sebagai suster, kamu jangan merendahkan kwalitas namaku sebagai suster sakti. Ayolah nak, ayo.

      086. PUTRI                         :   (TAKUT) Kredabeg gup lgu gigu kali hila tara ystgerdfe bdgdtrfvb nhytrs.!

      087. SUSTER                      :   Ini ramuan terbaruku, inti sari susu kedelai yang di kombinasi ASI yang di sedot dari ibu-ibu pilihan berkwalitas super yang berusia 40 tahun.

      088. PUTRI                         :   Kredabeg gigu kali hila tara ystgerdfe bdgdtrfvb nhytrs.!

      089. SUSTER                      :   Sudah pasti obat ini, jaminan sembuh.

      090. PUTRI                         :   Kredabeg! gup lgu ! gigu kali ! hila ! tara ! ystgerdfe bdgdtrfvb nhytrs.!!!!!

      091. SUSTER                      :   Ayolah, demi kredi peti, demi spon bob, demi aquarius, demi apolo, demi kian.

      092. PUTRI                         :   (SEMAKIN KETAKUTAN) Kredabeg gup lgu gigu kali hila tara ystgerdfe bdgdtrfvb nhytrs.

      MUNCUL BU MARTABAT.

      093. BU MARTABAT             :               Oh, jadi begitu ya cara mengobatinya, pakai maksa maksa, anarkis ya, pakai kekerasan ya, orang sudah tahu ketakutan, malah di takut takuti ya, sudah tahu putriku lari kesana kesini kesitu masih di kejar saja. Sudah jelas jelas takut di suntik, mau di coblos saja. Suster macam apa kamu ini, mal praktek ya, illegal ya, palsu ya, apus-apusan ya, dasar… dasar…. Dasar…. Benci aku, pokoknya akan aku tuntut, ke meja hijau, karena sudah mengancam dan menakut-nakuti anak. Itu juga bias masuk pasal tindakan tidak menyenangkan, kalau caranya begitu anakku tidak semakin sembuh tapi malah tambah parah sakitnya. Dasar… dasar.. dasar….. huh !

      094. PAK MARTABAT       :   (DATANG MENYUSUL) Mbok yang sabar bu, yang sareh, kok malah marah-marahdengan suster, ini demi anak kita bune, segala cara patut kita coba.

      095. SUSTER                      :   Ya maafkan saya bu, Bukan maksud saya bu, untuk menyakiti anak ibu, ini dalam rangka penyembuhan secara medis.

      096. BU MARTABAT         :   Penyembuhan apa, penyembuhan kok menakut nakuti, penyembuhan kok bikin girap girap , penyembuhan cara mana itu?

      097. PAK MARTABAT       :   Jangan menuduh yang bukan bukan, siapa tahu itu cara yang paling canggih, paling baru…

      098. BU MARTABAT         :   Whe lha dalah ada gajah makan jadah ! bapak kok membela si suster ini tho? Seneng ya sama susternya? Tertarik ya? Emploken kabeh sana !

      099. PAK MARTABAT       :   Bukan begitu bu, bukannya membela bu…

      100. SUSTER                      :   Saya sungguh sungguh demi pengobatan bu, sesuai yang saya pelajari di yuniversitas kesusteran sekolah saya bu. Dan menurut penelitian para ahli, cara ini memang cara yang paling manjur untuk penyakit anak ibu.

      101. BU MARTABAT         :   Penelitian apa? Sok idih saja kamu ini. Mana bisa menyembuhkan orang, kalau yang akan di sembuhkan malah jiwanya tidak stabil, malah paranoid berlebihan, malah pobia sepobia pobianya.

      102. PUTRI                         :   (PROTES KEPADA IBUNYA) Kredabeg gup lgu gigu? kali hila tara ystgerdfe bdgdtrfvb nhytrs.?

      103. BU MARTABAT         :   Nah iya kan? Putriku malah semakin sakit? Semakin menderita? Sudah.. sudah pulang sana ke yuniversitasmu, belajar lagi, biar tidak menjadi sarjana premature, sarjana invalid.(MENGUSIR SUSTER) ayo pulang sana, dan tidak akan ku bayar kamu, ayo lekas pulang, mumpung aku belum berubah pikiran untuk menuntutmu.

      SUSTER PUN PERGI.

      104. PAK MARTABAT       :   Sabarlah bune, jangan mencit mencit begitu omangannya, nggak usah lancip lancip begitu nerocosnya, nanti darah tingginya naik lagi. Jadi orang itu mbok iyao sobar, orang sabar itu disayang Gusti Allah.

      105. BU MARTABAT         :   Sabar sing kepiye pak, saya ini sedang panik, sedang sok, anak kita ini sedang sakit serius, kok disuruh sabar, nggak bisa, kita harus terus berusaha keras sekeras kerasnya agar anak kita ini sembuh. Bapak malah nyuruh sabar, nanti kalau anak kita tidak sembuh bagaimana, jadi gagu seumur umur pigimana, jadi cacat. Apa bapak tega.

      106. PAK MARTABAT       :   Tetapi ya jangan grusa grusu seperti itu tho bu. Semprot sana semprit sini, nerocos sana nericis sini, ubeg begijigan ngalor ngidul. Semua dokter, suster, bidan, dukun, tabib, singshe, dan segala macam juru sembuh yang kesini, semua telah kena hujatan amarahmu. Dan suster tadi sudah orang ke seratus tiga puluh tiga, yang kena hujan amarahmu yang teramat sangat cerewet banget itu.

      107. BU MARTABAT         :   Habisnya mereka itu leda lede, ita itu, ina inu tetapi tak ada yang becus, malah bikin anak kita jadi ketakutan. Nyari dokter kok nyari yang mata duitan, belum apa apa sudah bayar di muka, baru tanya nama udah bayar duluan, padahal belum diperiksa, belum diobati, dokter apa itu, dan lihat hasilnya tidak sembuh juga. Kalau semua dokter begitu aku kan jadi mumet, mlungkret (MENUMPAHKAN KEMARAHANNYA DENGAN  TERIAK) heh !!!!

      108. PAK MARTABAT       :   Bu ?

      109. PUTRI                         :   (MENCOBA IKUT BERPENDAPAT TETAPI MASIH GAGU) Kredabeg! gup lgu ! gigu kali ! hila ! tara ! ystgerdfe bdgdtrfvb nhytrs.!!!!!

      110. BU MARTABAT         :   Ga ga, gi gi, ga ga, gu gu, Ya  kamu itu yang bikin ibumu ini bludreg stress berat. Sesak napas, mengi, mengkis mengkis. (NAPASNYA SESAK)

      111. PUTRI                         :   (MENANGIS MERASA DISALAHKAN) Kredabeg! gup lgu ! gigu kali ! hila ! tara ! ystgerdfe bdgdtrfvb.

      SEMENTARA ITU, BU MARTABAT SEMAKIN SESAK NAPAS, DAN HAMPIR PINGSAN.

      112. PAK MARTABAT       :   Waduh mbokmu kumat lagi nduk.

      113. BU MARTABAT         :   (SEPERTI NGOMNYANG) Barakadah, wasawyah, karakadah, Barakadah, wasawyah, karakadah, Barakadah, wasawyah, karakadah, air.. air… (TERIAK MEMANGGIL PARJI) Parji… Air… !

      114. PARJI PRT                   :   (YANG TIBA TIBA DATANG DARI LUAR) I am coming….Saya datang ndoro putri, saya sudah coming ndoro kakung.

      115. BU MARTABAT         :   Air.. ambilkan aku air… aku sesak napas… air…

      116. PARJI PRT                   :   Kali ini pasti ndoro putri tidak perlu air untuk menghilangkan sakit sesak napas. Karena saya telah menemukan dukun ampuh sang super star, seperti mimpi ndoro putri.

      117. BU MARTABAT         :   (TIBA TIBA SEMBUH) Eyang progo ?

      118. PARJI PRT                   :   Inggih leres, Eyang Progo.

      119. PAK MARTABAT       :   Oh.. pasti dukun ini sangat ampuh, baru akan mendengar namanya saja, istriku langsung sembuh dari penyakit asma.

      120. PUTRI                         :   (IKUT GEMBIRA, MASIH BISU) Kredabeg! gup lgu ! gigu kali ! hila ! tara ! ystgerdfe bdgdtrfvb nhytrs.!!!!!

      121. PARJI PRT                   :   Dukun ini memang ampuh, tanpa aya cari datang sendiri.

      122. PAK MARTABAT       :   Bisa menyembuhkan aneka penyakit ?

      123. PARJI PRT                   :   Segalanya ndoro kakung, segala penyakit bisa ditumpas dengan tuntas.. tas… tas…

      124. BU MARTABAT         :   Sekarang mana orang itu, aku kok sudah ingin ketemu.

      125. SUAMI                        :   (TIBA TIBA MUNCUL SUDAH DENGAN PAKAIAN DAN PERALATAN ALA DUKUN) Aloooha ! Perkenalkan nama saya sesungguhnya Adi, Adi Karta Raja Nagara. Tetapi di dunia ilmu supranatural orang sering menyebu dengan “ EYANG PROGO”. Juru sembuh paling ter masyur, canggih, dan pasti 100 % oke deh punya.

      126. PAK MARTABAT       :   Oh silahkan, monggo silahken masuk. Memang dari ambunya, dari prejengannya, bapak ini memang sudah tampak seperti dukun ampuh…

      127. SUAMI                        :   Super star….je….

      128. PAK MARTABAT       :   Memang tidak di ragukan kalau penampilan bapak ini memang penampilan juru sembuh professional.

      129. SUAMI                        :   (MEMEGANG TANGAN PAK MARTABAT) oh jadi ini tho yang sakit. Kalau dilihat dari gejalanya, terdiri dari gangguan di sebelah kiri, Wah… ini pasti migran. (MEMEGANG SISI YANG LAIN) Tapi tunggu, tunggu, Di sini kok juga mengalami kelainan. Wah ini lebih parah dari apa yang saya duga, Ini komplikasi Migran dan fertigo, atau bahasa ilmiahnya di sebut Vertigren. Atau dalam bahasa latin di sebut oregano Vertigano.

      130. BU MARTABAT         :   Ck.. ck.. ck.. Ampuh bener…  Fasih sekali bahasa latinnya.

      131. PAK MARTABAT       :   Tapi maaf pak super star, bukannya migran dan Vertigo itu, penyakit kepala ?

      132. SUAMI                        :   Oh ini pengembangan ilmu pengetahuan pak, yang pada akhirnya dapat mengikuti perkembangan penyakit, memang dahulu migran dan vertigo itu penyakit kepala, tetapi setelah mengalami sublimasi saraf otak secara kimiawi, langsung terjadi interaksi positif antara ion-ion retina mata, yang langsung di sebar luaskan oleh bakteri anaoda dan katoda dalam kepala, yang kemudian di alirkan ke tangan. Begitulah.

      133. BU MARTABAT         :   Gila Bener, pinter banget !

      134. PAK MARTABAT       :   Oh Begitu ya ?

      135. SUAMI                        :  Ya begitu itu, kejadian ilmiahnya.

      136. PAK MARTABAT       :   Tetapi yang sakit bukan saya.

      137. SUAMI                        :   Aduh, salah tho ? tiwas sudah aku brojolkan segala ilmuku je.

      138. BU MARTABAT         :   Yang sakit ini (MENUNJUK PUTRI ANAKNYA) anak saya.

      139. SUAMI                        :   Oh yang sakit ini tho, kebetulan sekali.

      140. BU MARTABAT         :   Kok kebetulan ?

      141. SUAMI                        :   Kebetulan, saya memang suka mengobati perempuan-perempun cantik. (KEPADA PUTRI) Siapa namamu nak?

      142. PUTRI                         :   (MASIH BISU) pukjhyftrg bgcftr mnjghy.

      143. SUAMI                        :   Oh, pasti anak ibu mengalami gangguan mulut.

      144. PUTRI                         :   (MASIH BISU) pukjhyftrg bgcftr mnjghy.

      145. SUAMI                        :   Oh aku yakin sekali kalau nak ibu ini bisu.

      146. PUTRI                         :   (MASIH BISU) pukjhyftrg bgcftr mnjghy.

      147. SUAMI                        :   Saya paham, paham, saya paham bahasanya. (KEPADA PUTRI) Blekuthuk blekutuk blekuthuk blekuthuk.

      148. PUTRI                         :   (MASIH BISU) pukjhyftrg bgcftr mnjghy.

      149. SUAMI                        :   Blekutak blekutik blekithuk ?

      150. PUTRI                         :   (MASIH BISU) pukjhyftrg bgcftr mnjghy.

      151. SUAMI                        :   Yah, aku sudah tahu jalan keluarnya. Sekarang silahkan semua saja yang tidak berkepentingan, untuk meninggalkan area ini. Baru setelah aku panggil, silahken dating.

      TANPA BERTANYA LAGI, IBU DAN BAPAK MARTABAT SERTA PARJI PRT MENINGGALKAN PUTRI UNTUK DIOBATI.

      DAN SETELAH SEPI, DUKUN PALSU ITU MENANGIS MERATAP MEMOHON SANG PUTRI UNTUK SEMBUH, KARENA DIA SESUNGGUHNYA TIDAK BISA MENGOBATI.

      152. SUAMI                        :   Tolonglah saya nona, plis banget, saya sebenarnya bukan dukun, saya bukan super star, saya hanya bohong bohongan, sebab kalau saya tidak mengaku dukun, saya bakal dipukuli, tolonglah saya nona, tolong, saya sesungguhnya tidak 100% oke deh punya, saya sebenarnya minus 100% payah lah boleh. Tolong nona.

      153. PUTRI                         :   (MELIHAT TINGKAH DUKUN PALSU ITU MERATAP SAMBIL MENANGIS, DAN SESEKALI KENTUT, PUTRI JADI TERTAWA GELI) Ih bau, bapak kentut ya?

      154. SUAMI                        :   Saya kalau ketakutan berlebihan, memang suka kentut, bau lagi….

      155. PUTRI                         :   (MASIH TERTAWA GELI) Sudah pak, sudah, jangan menghiba-hiba lagi, saya lihat bapak menangis sambil kentut, bikin perut saya kram karena tertawa.

      156. SUAMI                        :   (SADAR, TERHERAN MELIHAT PUTRI BISA BICARA NORMAL) oh jadi…. Jadi…

      157. PUTRI                         :   (KEMBALI PURA PURA BISU) Btrfaredeij nrhyui mbngjtyuygr.

      158. SUAMI                        :   Oh saya tahu.. saya paham.. nona pura-pura ya… nona bohong-bohongan ya… sudah jangan acting di depan gurunya acting.

      159. PUTRI                         :   Iya je. Saya pura-pura, maaf kalau sudah merepotkan semua orang, termasuk bapak..

      160. SUAMI                        :   Memangnya ada apa nona, kok pakai acara bisu-bisuan segala ?

      162. PUTRI                         :   Habisnya saya akan di jodohkan, di jodohkan dengan mas Turah Wojo. Padahal saya masih ingin melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi.

      163. SUAMI                        :   Oh begitu ya ?

      164. PUTRI                         :   Nah untuk mengulur-ulur waktu perjodohan, sambil cari akal yang lain, ya saya pura-pura saja bisu.

      165. SUAMI                        :   O.. o.. o.. o… makaten tho ? Jadi nono pura-pura bisu untuk menghindari perjodohan, dan ingin sekolah lagi.

      166. PUTRI                         :   Ya begitulah pak, meskipun jaman sekarang biaya sekolah itu muahalnya minta ampun, tetapi saya tetep ingin sekolah.

      167. SUAMI                        :   Baik, baik itu mau neruskan sekolah, tidak seperti saya, tidak pernah sekolah sama sekali. Begini saja Kita kong kalikong saja.

      168. PUTRI                         :   Kong kalikong bagaimana ?

      169. SUAMI                        :   Saya punya akal, kita perumit keadaan biar semakin genting. Tetapi nona setuju tidak kalau kita kong kalikong.

      170. PUTRI                         :   Asalkan aku tidak jadi di jodohkan dan aku bias sekolah lagi, aku setuju.

      171. SUAMI                        :   Oke, siip ! Kita bikin begina saja. (BERBISIK KEPADA PUTRI TENTANG RENCANANYA).

      172. PUTRI                         :   Setuju.

      173. SUAMI                        :   Setelah hitungan ke tiga, kita mulai. Konsentrasi, (LANGSUNG MENYEBUT) tiga….

      174. PUTRI                         :   (MENJERIT HISTERIS)

      175. SUAMI                        :   Nyonya, Tuan…

      IBU/BAPAK MARTABAT, PARJI PRT BURU BURU MASUK.

      176. PAK MARTABAT       :   Ada apa pak ?

      177. BU MARTABAT         :   Waduh.. waduh… kok lagi lagi begini, lagi lagi begitu. Tobat.. tobat…

      178. PARJI PRT                   :   Ndoro.. ndoro nona… ndoro nona putri. Pripun, wonten napa?

      179. SUAMI                        :   Wah gawat ini.. semakin gawat, ini bener-bener emerjensi. Ambilkan air putih.

      PARJI PRT MENGAMBIL AIR PUTIH.

      180. PARJI PRT                   :   Ini airnya pak dukun.

      DUKUN GADUNGAN SEGERA MENABURKAN SERBUK KE AIR DAN DIBERI JAMPI-JAMPI.

      181. SUAMI                        :   Minumlah ini nak, minum. (AJAIB, PUTRI SEMBUH DAN BISA BICARA).

      182. PUTRI                         :   Ajaib !! Aku bias bicara…. Ho.. ho… aku bisa bicara…

      183. BU MARTABAT         :   Sukur.. Gusti Allah Pangeran, terima kasih, anakku bisa bicara lagi. Ayo sekarang segera kita panggil kerabat kita, kita adakan sukuran dan kita langsung rapatkan tentang perjodohan anak kita dengan Mas Turah Wojo.

      184. PUTRI                         :   Perjodohan ? (KEMBALI BISU) bgstreemnfh kjuy kiki kuk  hmjouljm.

      185. BU MARTABAT         :   Lho Pak ? Kok kembali jadi gagu?

      186. SUAMI                        :   Nah inilah akar permasalahannya. Karena tekanan mental yang teramat sangat, fungsi-fungsi organ otak kepala yang ke mulut jadi terganggu. Terjadilah bisu.

      187. BU MARTABAT         :   Lantas bagaimana cara menyembuhkan secara total pak?

      188. SUAMI                        :   Tenangkan pikirannya, jernihkan hatinya, muluskan cita-citanya. Akan aku acoba sembuhkan lagi, dan ini untuk terakhir kalinya, sebab setelah itu akan afkir, dan bisa wassalam. (KEMBALI MEMBERI RAMUAN).

      189. PUTRI                         :   (SEMBUH) ah.. lega…

      190. BU MARTABAT         :   Nak…

      191. SUAMI                        :   Tunggu sebentar bu, Sebelum melontarkan pertanyaan-pertanyaan, mohon kata-katanya di atur terlebih dahulu, dari pada anaknya nanti invalid. Jangan lupa, Tenangkan pikirannya, jernihkan hatinya, muluskan cita-citanya. Jangan paksakan kehendak.

      192. BU MARTABAT         :   Baik , baik, aku hanya akan menanyakan keinginannya, (KEPADA PUTRI) piye nak, piye, apa sing di pingini?

      193. PUTRI                         :   Sekolah.. sekolah….

      194. BU MARTABAT         :   Iya sekolah.

      195. PUTRI                         :   Putri ingin sekolah dulu yang tinggi, tinggi sekali.

      196. BU MARTABAT         :   Ya kalau memang itu kemauanmu.

      197. SUAMI                        :   Nah itulah ibu yang baik dan benar, memberi keluasan berpikir bagi anaknya, anak itu amanah. Tidak memaksakan kehendak. Anak kita sesungguhnya bukan anak kita, dia adalah anak jaman yang terus mengalir sesuai jamannya. Kita hanya membimbingnya, tidak mencetaknya.

      198. ISTRI                           :   (MENYUSUL SUAMI) Pak.. Pak.. aku kangen karo kowe je.

      199.PARJI PRT                    :   Lho Jadi Bapak ini, suaminya ibu ini…

      200. BU/PAK MARTABAT : Berarti…..

      201. SUAMI                        :   Begitulah, yang penting masalahnya selesai tho?

      -Selesai-

      “RAMAH atau LEMAH”

      Posted: 26 Januari 2011 in Naskah Drama

      (Naskah Telah Dipentaskan)
      Pimpinan Produksi:
      Drs. Heru Subrata, M.Si.
      1. Ervita Meilisa .S (071644269)
      2. Rista Rahma Y    (071644270)
      3. Novi Dwi Canti   (071644271)
      4. Novi Dwi Rosiana  (071644272)
      5. Sasi Devita Lestari (071644292)
      6. Sukardi Pranata  (071644293)
      7. Kurnia Kusumaning Tyas (071644294)
      8. Dian Hayati (071644296)
      9. Lahel Hardianto  (071644297)
      10. Enung Megawati (071644299)
      11. Tino Bayu Tirtanto (071644300)
      12. Agus Yudi Setyawan (071644301)
      13. Efi Ika Febriandari   (071644302)
      14. Fitria Yuniarti  (071644303)
      15. Emmaniar Syahrita  (071644304)
      16. Beti Restiningsih (071644305)
      17. Risky Nur Winda  (071644306)
      18. Devi Nugrahini  (071644307)


      SUTRADARA                                                                    : Beti Restiningsih

      ASSISTEN SUTRADARA                                          : Tino Bayu Tirtanto

      NASKAH/ CERITA OLEH                                        : Tino Bayu Tirtanto

      PENATA PANGGUNG & PROPERTI  : Beti Restiningsih dan Dian Hayati

      PENATA MUSIK & TETABUHAN : Tino Bayu Tirtanto dan Lahel Hardianto

      PENATA RIAS & TARI : Novi Dwi Canti dan Risky Nur Winda

      LATAR BELAKANG DRAMA

      Tingginya prestise Bangsa Indonesia di hadapan dunia akibat kekayaan kebudayaannya membuat Indonesia disebut sebagai “Rumah Budaya”. Beraneka ragamnya seni dan kebudayaan di Indonesia dikarenakan keramahtamahan masyarakatnya. Dengan sikap keramahtamahan itu, sedikit demi sedikit ragam budaya dari berbagai bangsa mulai diserap oleh negeri kita. Hal ini semakin memperkaya perbendaraan budaya yang memunculkan ide-ide kreatif dari pengembangan budaya di daerah-daerah.

      Namun, perlu disadari juga dampak dari keramahtamahan itu pula yang menyebabkan negara Indonesia rawan akan penjajahan. Di era globalisasi ini, bentuk penjajahanpun semakin beranekaragam. Diantaranya adalah penjajahan terhadap ide, kreatifitas dan karya-karya anak bangsa dalam bentuk pengakuan atas aset-aset budaya bangsa oleh negara lain.

      Melihat kenyataan inilah, kami tergugah untuk menuangkan kreatifitas sebagai bentuk aspirasi kami sebagai manusia Indonesia yang peduli akan kelestarian seni dan budaya bangsa dalam sebuah karya pementasan seni drama. Dengan mengangkat tema kebudayaan,  kami mempersembahkan pementasan drama ini yang berjudul “Rumah (Ramah atau Lemah)”.

      Selain itu, pementasan seni drama ini, kami persembahkan untuk melengkapi tugas akhir semester yang diberikan oleh Bapak Heru Subrata selaku dosen pembimbing mata kuliah Pendidikan Seni Drama di PGSD.

      SINOPSIS

      Rumah

      (Ramah atau Lemah)

      Terdapatlah sebuah cerita dalam Sanggar Kebudayaan, yang bernama Sanggar Rumah Budaya Indonesia. Sanggar kebudayaan ini telah mengembangkan bakat dan minat setiap anggota sanggar untuk mengenal dan mempelajari budaya Indonesia agar tetap lestari. Semuanya berjalan seperti wajarnya sebuah sanggar. Kegiatan menari berbagai jenis tarian dari daerah-daerah di Indonesia tercurahkan tentunya sebagai bukti rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

      Keadaan seperti ini tidak berlangsung lama, setelah pemilik sanggar yang bernama Siti Kondilati berniat untuk menjual Sanggar Rumah Budaya Indonesia beserta seluruh kebudayaannya kepada pihak Malaysia. Siti Kondilati adalah ketua sekaligus pemilik sanggar. Sifatnya yang selalu mementingkan materi dibandingkan dengan harga diri bangsa selalu mendapatkan tantangan dari salah satu anggota sanggar yang memiliki jiwa nasionalisme serta rasa kepedulian terhadap nasib kebudayaan Indonesia. Diantara teman-temannya, Minahlah yang selalu menentang Siti Kondilati. Dia orang yang memiliki prinsip bahwa hidup untuk menjaga harga diri bangsa atau mati tak terhormat tanpa bisa memperjuangkan identitas bangsa.

      Keinginan Siti Kondilati untuk menjual sanggar tidak tercegahkan lagi. Keinginan untuk menukarkan kebudayaan bangsa dengan uang sentak membuat pandangan pro kontra bagi para anggota sanggar. Dengan segala alasan mereka menolak keputusan Siti Kondilati. Tapi tak sedikit dari mereka menerima keputusan tersebut. Setelah mendapat iming-iming materi yang berlipat. Minahlah, dan hanya Minah yang bersikeras untuk menentang penjualan Sanggar Rumah Budaya Indonesia.

      Hingga tibalah suatu hari disaat anggota sanggar berlatih menari datanglah pihak Malaysia melihat-lihat kekayaan budaya Bangsa Indonesia. Semua anggota sanggar bingung akan kedatangan pihak asing ke sanggar mereka. Tanpa basa-basi Siti Kondilati mempersilahkan Nur Halimah untuk segera bertransaksi. Siti Kondilati tidak sabar lagi untuk memperkaya dirinya dengan menjual budaya bangsa tanpa memperdulikan harga diri serta identitas bangsa. Sekali lagi hanya Minahlah yang marah terhadap keputusan Siti Kondilati tersebut. Semua teman-temannya telah termakan oleh bengkoknya rasa nasionalisme tak ada lagi harga diri. Tak ada lagi rasa malu yang terpenting adalah uang, uang dan uang. Kekerasan hati Minah untuk mempertahankan kebudayaan bangsa sama sekali tidak diindahkan oleh semua pihak. Beginilah nasib bangsa jika semua rakyatnya tidak menghargai perjuangan pahlawan bangsa.

      Kalian adalah kaum yang terjual, terlenakan harta, tak peduli harkat, martabat bangsa. Masih adakah diantara kalian yang memiliki hati sekeras hati Minah? Mari kita jawab dengan waktu mengiringi umur kita.

      AMANAT

      Sebagai manusia Indonesia seutuhnya yang berbudi pekerti luhur, seharusnya kita bangga menjadi bagian dari penghuni nusantara ini dengan ciri keramah tamahannya. Namun perlu disadari juga, sebagai bangsa yang ramah, janganlah kita menginterpretasikan keramah tamahan itu dengan pengertian kesediaan untuk memberikan segala sesuatu yang kita miliki, terutama berkaitan dangan jati diri bangsa kepada bangsa lain. Kita harus bisa membedakan antara keramahan dan kelemahan. Pertahankan aset–aset budaya Indonesia ini dengan stabilitas nasional yang mantab.

      Sinkronisasi antara peran pemerintah dan rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus diwujudkan dengan menjaga subjek-subjek dan produk-produk kebudayaan bangsa ini agar tidak jatuh ke tangan bangsa lain.

      KONSEP PEMBAGIAN PERAN

      Dalam pembagian peran dan tugas masing-masing anggota kelompok, kami membedakan dan tidak memberi tugas/peran ganda antara tokoh-tokoh/pemain-pemain dalam cerita dengan penaggung jawab atau koordinator penunjang masing-masing bidang sebagai sarana pendukung pementasan drama yang kami persembahkan. Hal ini bertujuan agar tercipta profesionalisme kinerja tiap-tiap anggota dalam kelompok kami. Jadi, tiap-tiap individu dalam kelompok kami dapat fokus terhadap peran dan tugas pada bidang masing-masing.

      KONSEP PANGGUNG DAN PROPERTI

      Setting tempat yang kami tampilkan dalam drama yang terdiri dari 2 babak ini adalah di dalam sebuah sanggar tari, dengan properti sebagai berikut:

      • papan bertuliskan “Sanggar Rumah Budaya Indonesia”
      • papan bertuliskan “Sanggar Rumah Budaya Malaysia”
      • kursi, meja .
      • beberapa properti tari reog ponorogo

      KONSEP MUSIK

      Musikalisasi dalam drama berjudul “Rumah (Ramah atau Lemah)” yang akan kami persembahkan ini menggunakan alunan musik dan tetabuhan “live”. Konsep musik yang akan kami sajikan tanpa menggunakan alat perekam/rekaman. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas dari anggota kelompok kami dalam menciptakan suatu karya seni.

      Selain itu, musik dan lagu yang akan kami mainkan sebagian besar adalah murni aransemen hasil cipta karya kelompok kami sendiri, khususnya dari Saudara Tino Bayu Tirtanto selaku Assisten Sutradara yang menjadi komposer dan koordinator musik dalam pementasan karya drama “Rumah (Ramah atau Lemah)” ini.

      Adapun alat-alat musik yang kami gunakan antara lain:

      • gitar
      • bass
      • perkusi
      • beberapa alat musik tambahan lainnya.

      Dengan pemain musik dan vokal sebagai berikut :

      Tino Bayu Tirtanto, Beti Restiningsih, Lahel Hardianto E, Risky Nur Winda, Dian Hayati dan Novi Dwi Canti.

      KARAKTER PEMAIN

      1. Minah                      : Punya rasa nasionalisme tinggi, teguh pendirian, tegas
      2. Sumiati    : Tidak punya pendirian, sok tahu
      3. Suroyo                     : Cuek, tidak punya pendirian
      4. Siti Kondilati            : Sombong, Materealistis, Centil, Angkuh, Mudah dihasut
      5. Juminten  : Tidak punya pendirian, penghasut
      6. Cemeng    : Lucu, licik, banyak akal
      7. Sukardi    : Culun, lugu, mudah dibohongi
      8. Denok                      : Lucu, tidak adil, sebagai penengah
      9. Nur Halimah            : Sok berkuasa, tidah peduli kepentingan orang lain, kejam
      10. Zaenab                     : Penurut majikan, dapat dipercaya
      11. Pengawal  : Penurut

      NASKAH DRAMA

      Dengan bangga kami mempersembahkan sebuah karya drama sebagai wujud rasa peduli kami terhadap kebudayaan nusantara, dalam lakon RUMAH (Ramah ataU leMAH). Dengan susunan pemain sebagai berikut:

      1. Devi Nugrahini sebagai Minah
      2. Evi Ika Febriandari sebagai Siti Kondilati alias Bu Dila
      3. Agus Yudi Setyawan sebagai Suroyo alias Roy
      4. Emmaniar Syahrita sebagai Sumiati
      5. Sasi Devita sebagai Juminten
      6. Sukardi Pranata sebagai Kardi
      7. Rista Rahma Yunita sebagai Cemeng
      8. Enung Megawati sebagai Denok
      9. Ervita Meilisa sebagai Nur Halimah dari Malaysia
      10. Fitria Yuniarti sebagai Zaenab dari Malaysia
      11. Kurnia Kusuma dan Novi Rosiana sebagai pengawal dari Malaysia

      Jika ada persamaan nama tokoh, tempat dan kejadian, ya memang kami buat seperti itu..

      Selamat Menyaksikan…….

      BABAK  1

      (……….. musik )

      Teatrikal dimana Indonesia mencoba mempertahankan kesenian reog ponorogo yang diklaim Malaysia.

      Puisi

      Rumah

      (Ramah atau Lemah)

      Gemerlap langit bumi pertiwi

      Terpampang ribuan budaya anak bangsa

      Menoreh sejarah dunia

      Ah………

      Sejak lama  jua anugrah itu ada

      Namun kini…..esok..

      Atau mungkin beberapa dasawarsa lagi

      Ragam keindahan itu kan luntur

      Bahkan mungkin sirna oleh keramahtamahan

      Ramah akan penjajahan

      Ramah akan kemunafikan

      ramah akan kepicikan negeri seberang

      Apakah itu tanda keramahan??

      Ataukah tanda kelemahan…

      (Musik…)

      Inilah karya budaya negeri..

      Karya abadi nan jaya..

      Oleh karena itu..

      Harus dilestarikan dan dijaga..

      Sumiati, Suroyo, Minah masuk membersihkan perabot sanggar

      1. Sumiati   : “Ah… (sambil mengusap peluh)

      Sampai berapa lama lagi rumah budaya kita ini bisa bertahan ya?”

      1. Minah      : “ Ya sampai hati dan nurani pemuda Indonesia ini sudah                 tidak lagi di Indonesia!”
      2. Suroyo    : “Bener itu… Kenapa ya, cuma kita di sini yang berusaha membuat Indonesia itu lebih Indonesia lagi? Padahal, coba kalian hitung, bandingkan banyaknya rambut yang melekat di kepalamu itu dengan kekayaan budaya kita. Berani taruhan, sampai gundulpun rambut kalian tidak akan mampu menandingi banyaknya budaya Indonesia tercinta ini.”
      3. Sumiati : “Iya… apalagi ditambah dengan budaya kita “DATANG AKUR” itu, waah..malah gak terhitung lagi jumlahnya.”
      4. Minah      : “ Sik..sik..sik..Opo iku DATANG AKUR??”
      5. Sumiati   : “ Ya itu.. buDAya uTANG gAK nyaUR! Yang susah siapa? Yo awake dewe, para generasi penerus bangsa.”
      6. Suroyo    : “ Nek ngunu, jenenge dudu generasi penerus bangsa reek..”
      7. Minah                      : “ Lha terus apa?”
      8. Sumiati   : “ Generasi penerus utang, lha itu yang lebih tepat!”
      9. Suroyo    : ” Yo…yo…bener…bener…”
      10. Minah                      : “ Tapi menurutku, dilihat dari proses terjadinya, DATANG AKUR itu tadi tidak bisa dikategorikan sebagai budaya rek!”
      11. Sumiati   : “ Lha terus apa?”
      12. Minah                      : “Iku mau termasuk seni.”
      13. Suroyo    : “ Lha kok bisa?”
      14. Minah                      : “ Masih gak percaya kalau itu seni? Seni itu adalah apresiasi jiwa. Segala keindahan yang dimunculkan dari kreativitas dan pikiran kita. Dengan kreativitas itu kita bisa memunculkan hal-hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, hal-hal yang tidak layak menjadi layak begitu juga sebaliknya.”
      15. Suroyo    : “ Wah hebat kamu..!”
      16. Sumiati   : “ Lha terus apa hubungannya?”
      17. Minah      : “ Dalam ‘DATANG AKUR’ juga gitu, kalau gak punya seninya pasti gak akan terlaksana!”
      18. Sumiati   : “ Maksudnya gimana to?”
      19. Minah                      : “ Sekarang gini, pemerintah kita ini punya utang di IMF misalnya. Tahu gak kalian apa IMF itu?”
      20. Sumiati&Suroyo: (menggelengkan kepala) “gak..!”
      21. Minah                      : “ IMF itu Instansi Makelar Fulus, jadi badan dunia yang biasanya meminjamkan fulus ke negara-negara di dunia.”
      22. Sumiati&Suroyo    : “ Oooo…..”
      23. Minah                      : “ Suatu hari IMF datang dan bertanya kepada Indonesia.

      Ayo bayar utangku…

      Pemerintah kita menjawab, waduh kamu tahu sendiri kan, negaraku ini baru terkena bencana. Jadi, saya baru bayar 5 tahun lagi.

      IMF menjawab, oke kalau gitu bener ya 5 tahun lagi. Iya pasti, jawab Indonesia.

      Selang 5 tahun IMF datang lagi. Mana janjimu Sia??, katanya mau bayar sekarang. Udah 5 tahun kan?

      Waduh, baru aja saya buat impor beras, kasihan pak, rakyat saya banyak yang kelaparan, jawab Indonesia lagi..

      Lho kan negaramu ini sawahnya terbentang luas kok masih impor?

      Lha iya itu.. Saya butuh waktu 5 tahun lagi, kata Indonesia.

      Lalu IMF menyetujui, oke saya datang 5 tahun lagi.

      Dan 5 tahun kemudian IMF datang. Mana janjimu, katanya mau dibayar sekarang? Waduh bos, uangnya masih dibawa Gayus gak balik-balik.”

      1. Sumiati   : “ Ooo.. Ya itu seninya. Seni untuk meloloskan diri dari jeratan penagih hutang, he…..”
      2. Suroyo    : “ Pinter juga kamu..”
      3. Minah                      : “ Lho..wong aku e.. Minah..”
      4. Sumiati   : “ Aku seng pinter, bukan kamu Nah..”

      ( Juminten masuk..)

      1. Juminten: “Wah..wah.. pada ngapain ne?kayaknya asyik banget?”
      2. Minah                      : “ Ini lo.. kami bertiga ngobrol-ngobrol masalah seni dan kebudayaan Indonesia ini!”
      3. Juminten: “ Wah.. kebetulan aku juga mau memberi informasi pada kalian.”
      4. Sumiati   : “Informasi apa?”
      5. Juminten: “ Kalian tau gak?”…

      i.    (belum selesai bicara, dipotong oleh Minah & Suroyo)

      1. Minah&Suroyo: “ Gak…”
      2. Sumiati   : “ Kalo aku tahu ya gak tanya?”
      3. Juminten: “ Minggu depan itu sanggar kita akan mengadakan pagelaran seni kebudayaan yang berskala internasional. Tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang menonton pagelaran kita ini, tapi juga mengundang duta dari Malaysia.”
      4. Suroyo    : “ Wah.. hebat dong..!”
      5. Sumiati   : “ Memang benar? Kamu tahu informasi itu dari mana?”
      6. Juminten: “ Justru itu, pimpinan sanggar rumah budaya ini yang memberi perintah langsung untuk menyampaikan kepada kalian tentang informasi itu!

      Hebat gak?”

      1. Sumiati   : “ Wah..asyik dong!Kita jadi terkenal..”
      2. Suroyo    : “ Ya nih..pasti pemasukan yang akan kita dapatkan juga semakin meningkat, berarti honor kita juga naik.

      Oh Marni…, kanda akan datang melamarmu..!

      1. Sumiati   : “ Huuu….(sambil memukul kepala Suroyo)
      2. Juminten: “ Itu..itu..Bu Dila datang!!”

      (Bu Dila masuk..)

      1. Bu Dila    : “ Asslamualaikum…”
      2. Bersama2: “ Walaikumsalam warohmatulloh..”
      3. Bu Dila    : “ Begini rekan-rekan yang saya hormati. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan beberapa informasi yang penting terkait dengan pengembangan sanggar kita ini. Sebelumnya beri tepuk tangan terlebih dahulu..”
      4. Sumiati   : “ (sambil berbisik) belum ngomong apa-apa kok disuruh tepuk tangan!”
      5. Bu Dila    : “ Rekan-rekan, tadi malam pada jam 7.30 lebih 19 detik, saya sedang krosing internet..”
      6. Sumiati   : (menyela perkataan Bu Dila) “Maaf Bu, yang betul browsing internet.”
      7. Bu Dila    : “Lho…..3x, yang jadi pimpinan ini aku apa kamu ? “
      8. Sumiati   : “Ya sampean to…..”
      9. Bu Dila    : “Makannya itu terserah aku donk mau bilang apa ? kamu mau nggak saya gaji !”
      10. Sumiati  : “Ya…ya..maaf Bu Dila. Silahkan dilajutkan….!”
      11. Bu Dila    : “ Baik saya ulangi lagi tadi malam saya browsing internet disitu jejaring sosial ‘kesbruk’……yang …..(belum selesai bicara)”
      12. Minah    : “Maaf Bu Dila, yang benar itu facebook…….bukan kesbruk….”
      13. Bu Dila    : “ Yang jadi pimpinan itu siapa ? mau kesbruk kek, mau mabuk kek, ku bilang mbokmu juga mau apa ? yang gaji kamu itu siapa ? mau tak potong gajimu ?”
      14. Minah         : “ Iya…..iya…. Bu Dila, saya minta maaf !”
      15. Bu Dila    : “ Saya lanjutkan, di facebook itu saya sempat  “cateringan” dengan duta besar Malaysia……(terdiam sejenak)……kenapa kalian tertawa ? (sambil menunjuk kearah penonton) ada yang salah dengan ucapan saya ? Kenapa kalian diam saja kalau kata-kata saya ada yan salah ? Mau saya pecat kalian semua ?”
      16. Sumiati :  ( sambil berbisik) “ Repot……begini salah …..beegitu salah…!”
      17. Bu Dila : “ Saya lanjutkan lagi, di dalam chating itu, beliau-beliau menawarkan kepada saya untuk bekerjasama. Mereka memberi bantuan dana yang jumlahnya lumayan besar. Yaitu sekitar 4 triliun rupiah kepada kita untuk mengdakan pagelaran akbar seni dan budaya dari sanggar kita ini . bagaimana menurut kalian ?? saya hebat kan ? ha….ha….?!
      18. Suroyo    : “ wah… hebat..hebat. Pimpinan kita memang hebat.”
      19. Bu Dila    : “ Yo mesti lo…siapa dulu??”
      20. Minah                      : “ Jangan senang dulu..kita boleh berbangga, tapi perlu diwaspadai, perlu juga berhati-hati. Jangan sampai kita terlena oleh kesenangan sesaat yang tanpa kita sadari, kesenangan itu semata adalah bagian dari siasat musuh. Harga diri bangsa ini lebih mulia nilainya dibandingkan dengan apapun.”
      21. Sumiati   : “ Wah..wah..maksudnya kamu menuduh mereka punya siasat lain gitu?”
      22. Minah                      : “ Bukan menuduh tapi berhati-hati… Apa salahnya?”
      23. Suroyo    : “ Jangan gitu kamu.. kita ini dimata dunia terkenal dengan bangsa yang ramah. Apa salahnya kita menerima mereka dengan tangan terbuka, toh akhirnya mereka juga memberikan kita keuntungan yang sangat besar. Bayangkan 4 trilyun, gak sedikit lo itu…!”
      24. Sumiati&Juminten                :  “ Betul..betul itu..!”
      25. Bu Dila    : “ Sudah..sudah..jangan berteman.
      26. Juminten: “ Jangan bertengkar buk..(membenarkan perkataan 5)
      27. Bu Dila   : “ Siapa pimpinan disini?”
      28. Juminten: “ oh..iya..iya.. buk lupa..”
      29. Bu Dila    : “ Jadi, saya yang menentukan disini. Sekarang kalian istirahatlah dan jangan lupa hubungi teman-teman yang lain. Besok pagi ada tamu dari negeri seberang mau mengunjungi rumah budaya kita ini. Siapa tahu besok kita dapat coklat tombo ngelak.”
      30. Sumiati, Juminten&Suroyo: ” Siap bos laksanakan!”
      31. Minah         : (hanya menggelengkan kepala)
      32. Sumiati, Minah, Suroyo dan Jumiati meninggalkan panggung
      33. Bu Dila    : “ hahaha….bisa saja mereka itu kubodohi. Sebentar lagi aku akan dapat uang 4 trilyun. Hahaha…untung saja kemarin aku menyetujui kesepakatan dengan duta Malaysia, bahwa sanggar ini telah menjadi hak milik, hak cipta dan hak pengakuan atas kebudayaan mereka. Tinggal tandatangan, uang mengalir, hahaha…… Persetan dengan kebudayaan kita tidak akan kenyang makan kebudayaan yang penting adalah uang.hahaha…..”

      Bu Dila keluar meninggalkan panggung.

      BABAK 2

      1. Kardi         : “Kemana anak-anak ini? Katanya latihan kok jam segini belum ada yang datang?”

      (Dhenok dan Cemeng menyusul Kardi)

      1. Dhenok : “ Akhirnya setelah sekian lama kita menunggu pagelaran seni dari sanggar kita ini sebentar lagi akan terlaksana…………..”
      2. Kardi       : “ Itu artinya budaya kita akan lebih dikenal lagi oleh Negara lain…………..”
      3. Cemeng : “ Eh ngomong-ngomong, katanya pagi ini kita ada jadwal latihan ? Kok sampai jam segini belum ada yang datang ?
      4. Kardi          : “ Ya mungkin masih tidur Meng……”
      5. Dhenok : “ Daripada kita bosan menunggu bagaimana kalau kita main tebak-tebakan dulu…..”
      6. Kardi          : “ Waaaah usul yang baik itu….”
      7. Cemeng : “ Tapi harus ada hukumannya biar seru, bagaimana…..?”
      8. Dhenok : “ Setuju…….tapi apa hukumannya ?”
      9. Kardi          : “ Bagaimana kalau hukumannya yang kalah dipukul 10 kali, bagaimana ?”
      10. Dhenok & Cemeng : “ Setuju….setuju……”
      11. Kardi          : “ Kita undi dulu siapa yang jadi wasit……………..”

      ( Dhenok, Kardi dan Cemeng mengundi untuk jadi wasit )

      1. Dhenok  : “ Yes…..!! Kalau begitu aku jadi wasit. Sekarang kalian berdua suit untuk menjadi siapa yang memberi pertanyaan dulu………”Ayo sekarang kita mulai………..sekarang   Kardi, kamu dulu yang memberi pertanyaan…….”
      2. Kardi          : “ Oke……….panjang, lancip, gepeng apa hayo…..!”
      3. Cemeng : “ Hmm……..gampang……..jawabanya terong….!”
      4. Kardi          : “ Ha……ha……ha……..salah…..
      5. Dhenok : “ Trus apa jawabannya……?”
      6. Kardi         : “ Yang benar itu pisau………..( bersiap-siap mukul)
      7. Cemeng: “ Tunggu dulu…… Lha iya, pisau itu buat ngupas terong !”
      8. Dhenok : “ Iya bener…..berarti kamu Di yang kalah…..!”
      9. Kardi         : “ Aduh…..”
        1. Dhenok : “ Sekarang gantian, kamu Meng yang ngasih pertanyaan “
        2. Cemeng             : “ Siip…….pertanyaannya, ada dua ekor kuda yang satu menghadap ke barat yang satu menghadap ke timur. Bagaimana cara mereka berhadap-hadapan, hayo……!!”
        3. Kardi  : “ Gampang……. Caranya mereka sama-sama berputar, balik badan, pasti nanti mereka berhadap – hadapan.
        4. Cemeng: “ Ha……ha….. salah !!”
        5. Dhenok : “ Kalau begitu jawabannya apa ?”
        6. Cemeng               : “ Jawabannya yang benar itu ya dibiarkan saja, kuda itu kan sudah berhadap-hadapan yang satu menghadap ke barat, yang satu menghadap ke timur.
        7. Dhenok : “ Kok bisa gitu…?”
        8. Cemeng : “ Coba kita praktikkan, seumpama kita jadi kuda

      ( memperagakan)

      1. Kardi    : “ Oh…..iya….ya…..( sambil menggaruk kepala )
      2. Dhenok : “ Okey kalo gitu Cemeng menang lagi “
      3. Cemeng : “ Asyik ………… mukul lagi “ (memukul Kardi lagi )
      4. Kardi   : “ Waduh kena lagi……….awas ya tak bales, sekarang gantian…?! apa, aku kena terus. Aku yang ngasih pertanyaan lagi…”
      5. Dhenok : “ Ya…….. gantian kamu sekarang…..!”
      6. Kardi   : “ Awas ya…….pasti kamu gak bisa jawab sekarang…… Ayo ……..bentuknya  bulat, lebar, bolong-bolong…..apa, hayo..?? pasti gak bisa jawab…..hahaha…!
      7. Cemeng : “ Emm….apa ya ? Ha….ha…. Aku tahu….Jawabannnya pasti terong “
      8. Kardi                   : “ Ha…..ha…. apa kok terong terus……salah!! ……kali ini nggak mungkin kamu menang!”
      9. Dhenok : “ Ya udah sekarang apa jawabannya ?”
      10. Kardi    : “ Bulat, lebar, bolong – bolong itu ya kerajang…..” ( siap-siap memukul )
      11. Cemeng : “ Sik….sik….sik…..aku tadi jawab apa…?
      12. Kardi    : “ Terong…….ya salah itu ? Jawabannya  lo keranjang…..!”
      13. Cemeng : “ Lha iya……keranjang itu gawe ngadahi terong ……..!”
      14. Kardi    : “ Iya…….iya…..!”
      15. Cemeng : ( memukul Kardi )
      16. Kardi    : “ Duh…..kena terus aku…..!”
      17. Dhenok : “ Ayo sekarang gantian kamu 8  yang ngasih pertanyaan !”
      18. Cemeng: “ Oke…… Dibuka marah-marah…..ditutup malah ngintip-ngintip, apa hayo?”
      19. Kardi    : “ Ah….jorok kamu Meng…… malukan dilihat banyak penonton……”
      20. Cemeng : “ Ya pikiranmu itu yang jorok…. ! Ayo, cepet jawab !”
      21. Kardi    : “ Apa ya ? Nyerah wis…….”
      22. Dhenok : “ Ya udah jawannya apa ? ”
      23. Cemeng : “ Jawabannya, orang naik becak kehujanan…..ha…..ha…..ha….. “
      24. Kardi    : “ Ooh…..iya…ya…..wis sekarang aku jadi wasit aja…….dari tadi aku terus yang kena pukul…… “
      25. Dhenok : “ Ya deh…….ayo gantian…….aku ya yang ngasih pertanyaan……..”
      26. Cemeng : “ Ya…..ayo…… “
      27. Kardi   : “ Berapa jumlah banyaknya bulu kucing jantan yang ditinggal sama kucing betina selama 3 tahun “
      28. Cemeng : “ Waduh…….gak tahu aku jawabannya kamu tahu gak Nok?
      29. Dhenok : “ Gak……gak tahu juga aku…..berapa ya……? “
      30. Cemeng : “ Tanya wasit aja……kamu tau gak jumlahnya berapa ? “
      31. Kardi    : “ Gak…….” (langsung dipukul oleh Dhenok & Cemeng )
      32. Cemeng : “ Ya kamu berarti yang kalah Di…….”
      33. Dhenok : “ Iya kamu kan gak bisa jawab….”
      34. Kardi  : “ Oalah…….aku lagi yang kalah…..udah….udah selesai….selesai….dah aku pulang kampung aja “
      35. Cemeng : “ Lho….lho….tunggu dulu….mau kemana…..jangan ngambek gitu…..dunk….
      36. Kardi    : “Aku mau pulang aja……apa, dari tadi aku main diakalin terus………..
      37. Dhenok : “ Ya……ya deh maaf….kita ini kan Cuma bercanda……”
      38. Kardi  : “ Bercanda sih bercanda, tapi kalau kena pukul terus benjol semua kepala ini…..”

      (Minah , Sumiati dan Juminten masuk )

      1. Juminten: “ Assalamu’alaikum…………..”
      2. Serentak: “Wa’alaikumsalah………………………..”
      3. Juminten: “ Waduh, kalian semua sudah latihan nih kelihatannya ??”
      4. Dhenoh : “ Ya pasti donk, kami kan bersemangat sekali, ya gak ??”
      5. Kardi   : “ Iya bener banget, apalagi ini semua untuk menyambut duta Malaysia yang datang ke sanggar kita ini. Ya….agar mereka tidak kecewa dengan sambutan kita.”
      6. Minah   : “ Udah cepat kalian latihan, ntar keburu Bu Dila datang.
      7. Dhenok : “ Ayo…..ayo kita mulai latihan “

      ( mereka pun memulai latihan dipimpin oleh Minah )

      (Bu Dila datang)

      151.  Bu Dila   : “Assalamualaikum..”

      152.  Bersma2                : “Walaikumsalam..”

      153.  Bu Dila   : “Stop..stop..Hentikan dulu latihannya…Tamu yang sudah kita nanti-nantikan datang. Silahkan masuk Mak cik..”

      154.  (Nur Halimah, Zaenab dan 2 pengawal masuk diiringi musik)

      155.  Nur H                     : “Assalamualaikum..selamat pagi semua…

      Terima kasih atas sambutannya..Saya sangat bahagia telah sampai di Indonesia ini…

      Saya telah melihat sebentar latihan kalian tadi, dan saya sangat kagum.”

      156.  Bu Dila   : “Terimakasih..terimakasih…Ya itu semua kan berkat bimbingan dari saya…he…jadi malu…”

      1. Nur H                   : “Oo…oo….ya bagus..bagus….”
      2. Bu Dila : “Terimakasih..sekarang kalian semua istirahat dulu..saya mau ngobrol-ngobrol dengan tamu kita ini.”
      3. Serentak: “Baik bu..”
      4. (Sumiati, Minah dan Jumiati keluar)
      5. Zaenab                : “Bagaimana bu Dila, tentang persetujuan kita kemarin?”
      6. Bu Dila : “Hoho… ya pasti beres. Asalkan ada uang semua lancar..”
      7. Nur H                   :” Tolong Zaenab kamu keluarkan kopernya…

      Ini surat persetujuannya, anda tinggal tanda tangan saja!!

      Tolong dibaca dulu…”

      1. Bu Dila : “(Membaca surat persetujuannya)

      Dengan ini kami menyatakan bahwa hak kepemilikan dan hak cipta atas rumah budaya Indonesia beserta segala yang berkaitan didalamnya telah dipindah tangankan.

      Demikian surat itu kami buat atas dasar kesadaran dan persetujuan bersama.

      Ttd

      Siti Kondilati

      Selaku pimpinan utama

      Oke, tinggal tanda tangan kan?”

      165. Nur H                      : “Ya..silahkan…”

      (Bu Dila menandatangani surat persetujuan itu)

      166. Bu Dila    : “Ah…sekarang feenya dong..!”

      167. Nur H                      : “Tenang saja…. Zaenab bawa kesini kopernya!!”

      (Nur H menyerahkan koper kepada Zaenab)

      1. Nur H                   : “Ini lo kamu hitung dulu jumlahnya. Bener apa gak?”
      2. Bu Dila  : “Siiiip….Wah….kaya mendadak ini aku.ha..ha…”
      3. Zaenab  : “ganti papan namanya!!!”
      4. Pengawal 1 dan 2: “Baik bos..!!”
      5. (Pengawal 1 dan 2 mengganti papan nama rumah budaya Indonesia dengan papan nama rumah budaya Malaysia)

      (Para pelatih dan penari masuk)

      1. Minah                   : “Lho..lho..tunggu…tunggu…apa-apaan ini?

      Mengapa kalian rusak sanggar kami?

      174. Bu Dila: “Sudah kalian diam saja!

      1. Kalian semua dengarkan perkataan saya, mulai hari ini sanggar budaya    kita ini milik Nur Halimah.”
      2. Suroyo             : “Trus nasib kami gimana bu?”

      177. Minah      : “Iya..kalau kami keluar dari sini, keluarga kami makan apa??

      178. Nur H      : “Ooo…kalau masalah itu tenang aja. Kalian semua gak perlu kawatir! Tolong jelaskan Zaenab!”

      179. Zaenab   : “Begini saudara-saudara sekalian . Anda tidak perlu kawatir tentang hal itu. Bos saya telah menyiapkan segalanya. Jadi, kalian semua bisa tetap bekerja disini dengan gaji yang lebih besar. 10x lipat dari gaji anda sekeluarga.”

      Serentak terkejut kecuali Minah :”Ooo”……………

      180. Kardi                       : “Wah….asyik dong kalau begitu..”

      181.  Dhenok&Cemeng: “Iya..iya..horeee…..”

      182. Minah                      : “Tunggu dulu…Aku tidak setuju. Walaupun kalian gaji aku 100x lipat! Aku lebih memilih kebudayaanku ini tetap di tanganku!”

      183. Bu Dila    : “hey.. jangan membuat ulah kamu disini. Lihatlah ini surat pernyataan yang sudah kutandatangani kalau kamu masih berulah. Jangan harap mendapat uang sepeserpun. Sekarang juga kamu kupecat dengan tidak hormat.”

      184. Minah                      : “Hey keparat!! Aku tidak akan makan uang harammu itu.Dimana hati nurani kalian, dimana rasa nasionalisme kalian?Ini yang kalian sebut bangsa yang ramah? Ramah terhadap penindasan. Ya??”

      185. Juminten: “Sudahlah jangan munafik kamu..Mengapa kita harus punya rasa nasionalisme kalau pemerintah kita aja tidak punya…”

      186. Minah                      : “Bangsat kalian semua!Negeri ini pasti menyesal telah melahirkan makhluk-makhluk jahanam seperti kalian….Kalian benar-benar lemah!!”Kurang ajar!!(Sambil hendak memukul Bu Dila dan Nur H)

      (Serempak mereka memegangi pundak Minah dan menghajar Minah….)

      Musik

      Inilah nasib budaya negeri

      Terkikis oleh budaya asing

      Adakah hari esok nan cerah

      Untuk menggapai asa…

      SELESAI

       

      “KEONG MADU vs. KEONG RACUN”

      Posted: 26 Januari 2011 in Naskah Drama

      “KEONG MADU Vs. KEONG RACUN”

      Pimpinan Produksi:

      Drs. Heru Subrata, M.Si.

      Pendukung Pementasan:

      1. Ratna Dwi Herwiyanti    071644031
      2. Santi Suryani                  071644033
      3. Hellane Dwi s.                071644034
      4. Nataria Wahyuning S.    071644035
      5. Muhammad Nuruddin    071644036
      6. Nadia Hermayanti          071644077
      7. Eko Yuli Saputro            071644079
      8. Fitri Widiawati                071644213
      9. Meirza Nanda F.             071644214
      10. Devi Anggraeni W.S.     071644216
      11. Irma Safitri                      071644218
      12. Yunita Reni                     071644219
      13. Firly Alfariza                  071644220
      14. Fatoni Heru Rohman       071644221
      15. Nurul Vivin Pebrianti      071644222
      16. Nur Syarifah Farida        071644223

      1.KONSEP.CERITA
      Konsep cerita dalam “ Keong Madu Vs  Keong Racun “adalah sejenis drama komedi yang mana didalamnya kami masukkan unsur-unsur komedi. Hal itu kami pertimbangkan sebagai salah satu cara agar drama yang kami tampilkan tidak membosankan dan sekaligus tidak menjenuhkan bagi para penonton.
      Cerita ini merupakan salah satu cerita yang diambil dari kumpulan drama-drama dari dongeng-dongeng di Indonesia. “ Keong Madu dan Keong Racun “ adalah drama yang kami adopsi dari cerita “Bawang Merah dan Bawang Putih”, naskah ini telah kami rangkai dan kami revisi sedemikian rupa agar menarik bagi penonton.

      Babak 1 (Rumah Keong Madu)

      • Keong Madu masih berduka setelah ibunya  meninggal
      • Ayah datang menghibur madu
      • Luna mayak dan keong racun ikut menghibur Keong Madu
      • Ayah pergi tugas ke luar
      • Luna mayak dan keong racun menyiksa Keong Madu
      • Muncullah Prianto,peri penolong Keong Madu

      Babak 2 (Pasar)

      • Terdapat penjual sayur modern dan sayur lokal yang suka bertengkar
      • Pangeran datang ke pasar bersama dua pengawal
      • Madu sampai kepasar dan segera mencari sayur pesanan Luna Mayak
      • Terjadi keributan antara Keong Madu dan penjual sayur lokal
      • Pangeran menolong Keong Madu
      • Pangeran berkenalan dengan Keong Madu dan mengantarkan pulang

      Babak 3 (Rumah Keong Madu)

      • Luna Mayak dan Keong Racun berbincang-bincang
      • Datang Prianti untuk menggoda Keong Racun untuk mendekati pangeran
      • Keong Madu datang membawa belanja bersama pangeran dan pengawalnya
      • Keong Racun menggoda pangeran
      • Luna Mayak dan Keong Racun menyiksa Keong Madu kembali
      • Pangeran datang bersama pengawalnya untuk menyatakan cinta pada Keong Madu
      • Ayah Keong Madu pulang
      • Ayah menceraikan dan mengusir Luna Mayak dan Keong Racun
      • Keong Madu menolak untuk menjadi permaisuri pangeran.

      2.lSINOPSIS.CERITA
      Kisah tentang seorang gadis yang bernama Keong Madu, sejak ibunya meninggal ayah Keong Madu menikah dengan seorang janda yang amat jahat, janda tersebut bernama Luna Mayak serta anaknya yang bernama Keong Racun. Setelah menikah mereka tinggal dirumah Keong madu dan ayahnya. Saat ayah Keong madu berada dirumah, ibu tiri dan saudara tirinya sangat baik dan menyayangi si Madu. Tapi ketika ayah si Madu tidak ada dirumah tidak segan-segan dan tanpa belas kasihan ibu tiri dan saudara tirinya selalu menyiksa si Keong Madu. Suatu hari datanglah peri baik hati yang bernama Priyanto, dia peri yang tidak jelas tapi baik hati dan suka menghibur sehingga bisa membuat si Madu bergembira. Keong Madu bertemu dengan seorang pangeran dipasar, dan mereka berdua mulai jatuh cinta tapi si Keong racun, saudara tiri Keong Madu dipengaruhi oleh seorang peri jahat yaitu Priyanti sehingga dia juga suka pada pangeran. Segala cara di gunakan oleh Keong Madu dan ibunya Luna Mayak untuk mendekati pangeran. Pada akhirnya kejahatan Luna Mayak dan Keong Racun diketahui oleh ayah, Luna Mayak di talak tiga oleh ayah. Akhirnya hubungan pangeran dan Keong Madu direstu oleh ayah. Tapi Keong Madu tidak ingin menikah muda, dia menolak lamaran pangeran.

      3. KARAKTERISASI (WATAK PEMAIN)

      1. 1. Ayah                                                   : – Tegas

      -   Penyayang

      1. 2. Keong Madu                                        : – Baik hati

      -   Penyabar

      -   Lemah lembut

      1. 3. Keong Racun                                       : – Judes

      -   Bermuka dua

      -   Iri Hati

      -   Licik

      1. 4. Luna Mayak                                        : – Judes

      -   Bermuka dua

      -   Iri Hati

      -   Licik

      5. Pangeran                                              : – tegas

      - berwibawa

      - Suka menolong

      6. Priyanti                                                : – peri perempuan yang jahat

      - suka menghasut

      7. Priyanto                                             : – Peri laki-laki yang lemah gemulai seperti                 perempuan

      - Baik hati dan selalu membawa kegembiraan

      8. Pedagang sayur modern          : – sombong

      - cerewet

      - judes

      9. Pedagang sayur tradisional      : – sombong

      - cerewet

      - judes

      10. Pengawal 1                                          : – Blo’on

      - setia terhadap pangeran

      - patuh dan sigap menjaga pangeran

      - sok tau

      11. Pengawal 2                                         : – Blo’on

      - setia terhadap pangeran

      -patuh dan sigap menjaga pangeran

      4. KONSEP,PANGGUNG
      Dalam cerita ini terdiri dari 3 babak, konsep panggung kami buat sesederhana mungkin tetapi tidak mengurangi kesesuaian dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep panggung adalah rumah, pasar dan sungai. Properti yang akan kami gunakan adalah:

      Rumah Keong Madu (BABAK 1)

      • Lukisan, untuk hiasan di dalam rumah
      • Bak, untuk tempat air pel
      • Kain pel, untuk mengepel
      • Kursi dan meja, tempat duduk pemain
      • Taplak meja, untuk menutup meja
      • Perlengkapan.peri, di gunakan oleh peri baik hati
      • Koper, dibawa ayah saat pergi
      • Bunga, dari ayah untuk diberikan pada Luna Mayak
      • Pigura photo, tempat photo ibu Keong Racun

      Pasar (BABAK 2)

      • Koran, untuk tempat dagang sayur okal
      • Meja, untuk tempat dagang sayur import
      • Sayur, untuk bahan jual di pasar
      • KTM, alat pembayaran
      • Gapura, nama pasar.
      • Alat penggesek KTM
      • Tas belanja, tempat belanjaan Keong Madu

      Rumah Keong Madu (BABAK 3)

      • Kursi panjang dan meja, tempat duduk pemain
      • Lukisan, sebagai hiasan dinding
      • Vas bunga, hiasan meja
      • HP, untuk Keong Racun
      • Koper, properti ayah
      • Perlengkapan.peri, di gunakan oleh peri jahat
      • Kipas, untuk Luna Mayak

      5. PEMERAN dan CREW “Keong Racun Vs  Keong Madu”

      1. Sutradara                                 :  Nurul Vivin pebrianti
      2. Ass. Sutradara                         :  Fitri Widiawati
      3. Bendahara                :  Devi Anggraeni WS.
      4. Keong madu            :  Nadia Hermayanti
      5. Keong racun            :  Hellane Dwi S.
      6. Luna mayak                                :  Ratna Dwi Herwiyanti
      7. Pangeran                                  :  Fatoni Heru Rohman
      8. Ayah                               :  Muhammad Nuruddin
      9. Pengawal 1                    : Yunita Reni
      10. Pengawal 2                    :  Irma Safitri
      11. Priyanto                           :  Eko Yuli Saputro
      12. Priyanti                            :  Meirza Nanda Faradita
      13. Penjual sayur  lokal         :  Firly Alfariza
      14. Penjual sayur modern      :  Nataria Wahyuning Subayani
      15. Penata musik                   :  Santi Suryani

      Devi Anggraeni WS.

      Meirza Nanda Faradita

      1. Penata busana dan Rias  :  Yunita Reni

      Nurul Vivin Pebrianti

      1. Properti                            :  Nur Syarifah Farida

      Eko Yuli Saputro

      Fitri Widiawati

      1. Penata Lampu                               :  Muhammad Nuruddin

      6. KONSEP BUSANA

      1. Keong madu

      - kebaya dan rok, di gunakan sebelum di siksa oleh ibu dan saudara tirinya, melambangkan

      masih bahagia

      -   Rok batik dan  kemeja lusuh, menggambarkan kehidupan madu yang penuh dengan kesedihan

      1. Keong racun

      Kebaya modern, menggambarkan kesan glamour dan memancarkan aura jahatnya.

      1. Luna mayak

      Kebaya modern, menggambarkan istri dari seorang yang kaya raya.

      1. Pangeran

      Pakaian kerajaan(baju basofi), menggambarkan seorang pangeran yang tegas dan bijaksana

      1. Ayah

      Celana kain, kemeja panjang, menggambarkan orang jawa tulen yang sabar dan sederhana

      1. Pengawal 1 dan 2

      Dekker putih, rompi hitam, celana hitam

      1. Priyanto

      Gaun warna pink, tongkat peri, bando dan sayap, menggambarkan seorang peri yang baik hati,bajunya warna pink mencerminkan dia adalah seorang peri yang berstatus setengah-setengah.

      1. Priyanti

      Gaun warna hitam dan bando, menggambarkan seorang peri yang jahat.

      1. Penjual sayur  modern

      Kebaya dan  jarit pendek

      1. Penjual sayur  lokal

      Kebaya dan rok

      7. KONSEP MUSIK

      • Pop Indonesia/instrumen (Aku tak biasa), untuk mengiringi masuknya Keong Madu, menggambarkan suasana hati yang sedang sedih karena ibunya telah meninggal.
      • Pop Indonesia (Melly Goeslow), musik ini kami gunakan karena Keong Madu teringat kenangannya bersama ibu.
      • Instrumen (sedih), mengiringi setiap adegan sedih yang ada dalam jalan cerita
      • Dangdut (Keong racun), mengiringi masuknya Luna Mayak dan Keong Racun dengan berjoget-joget, dan agar para penonton tidak jenuh.
      • Instrumen (tegang), mengiringi setiap adegan yang menegangkan, menyeramkan dan kemarahan.
      • Dangdut (Ibu tiri), kami gunakan musik ini untuk mengiri Keong Madu saat meratapi

      Nasibnya.

      • Intrumen (Lucu), mengiri munculnya peri baik hati, Prianto.
      • Dangdut (Cinta satu malam), musik ini kami gunakan untuk mengiringi keceriaan Keong Madu dan Prianto saat bersenang-senang.
      • Tokyo drive, kami masukkan musik ini untuk mengiringi adegan penjual di pasar.
      • Suara serangga, kami memasukkan musik ini karena cocok dengan alur drama yaitu menggambarkan suasana malam hari.
      • Pop Indonesia (Kemesraan), kami memasukkan lagu ini untuk mengakhiri alur dari drama.

      8. KONSEP LAMPU

      • Setiap berganti babak lampu panggung di matikan
      • Dari awal sampai akhir cerita lampu tetap menyala, suasana selalu terang

      9. SKENARIO

      Keong Racun Vs Keong Madu

      Para pemeran                           :

      KM  :  Keong Madu

      KR  :  Keong Racun

      LM  :  Luna Mayak

      Ayah

      Pangeran

      Pengawal 1

      Pengawal 2

      Prianto

      Prianti

      Penjual sayur modern

      Penjual sayur lokal

      BABAK 1 (RUMAH KEONG MADU)

      1. KM  :

      Penonton……Madu lagi sedih nich, Madu pingin nangis. Seminggu yang lalu ibu Madu meninggal, tapi Madu masih selalu ingat.

      (MENGAMBIL FOTO IBUNYA DAN MENANGIS) Sepertinya baru kemarin aku bercanda tawa dengan ibu, tapi….kini beliau telah tiada. Ibu kenapa ibu meninggalkanku??! Madu sangat sayang sama ibu. Ibu….

      MADU MASIH MENANGIS TERISAK-ISAK, LALU DATANGLAH AYAH.

      2.AYAH  :

      Madu anakku….jangan seperti itu nak, ayah sedih melihatmu seperti itu.

      (MADU KAGET…LALU MENGUSAP AIR MATANYA)

      3.KM  :

      Emmm….ayah, Madu gak kenapa-kenapa kok. Madu….Madu cumak kelilipen aja, jadi gini dech mata Madu merah.(TERSENYUM MEMAKSA)

      4.AYAH :

      (TERSENYUM) Madu….ayah mengerti kamu sangat kehilangan ibu, tapi jangan siksa dirimu seperti ini nak. Liat tubuhmu, sekarang kurus sekali…matamu sembap karena tiap hari menangis. Sudahlah sayang, jangan bohong sama ayah.(MENGELUS KEPALA MADU)

      5.KM  :

      (BERSENDER KE BAHU AYAH DAN KEMBALI MENANGIS) Ayah…..Madu sangat merindukan ibu, Madu sangat sayang sama ibu, Madu sudah mencoba untuk mengikhlaskan kepergian ibu tapi sulit untuk melupakan semua kenangan bersama ibu dalam waktu yang sekejap. (BERJALAN) Madu juga sangat sayang ayah, jangan tinggalkan Madu ayah!!

      6.AYAH  :

      Iya sayang….insya allah ayah tidak akan meninggalkanmu. Madu berdoa saja, biar ayah selalu sehat wal afiat.

      7.KM  :

      (MENGANGGUK) Iya ayah…

      LALU DATANGLAH SI JANDA LUNA MAYAK IBU TIRI KEONG MADU  DAN JUGA KEONG RACUN ANAK DARI LUNA MAYAK

      8.LM  :

      Aduh aduh aduh…..ada apa to ini!!?? Kog suasananya syahdu banged…..kenapa to pipi!!? Madu sayang kenapa, kamu menangis ya nak??! Sudah dong jangan bersedih sayang…khan sekarang ada mimi.

      (MENYENGGOL LENGAN KEONG RACUN)

      9.KR  :

      Iya Madu…khan udah ada mimi sama aku, jadi kamu jangan sedih lagi. Pasti aku akan nemenin kamu en ngibur kamu…..tenang aja.

      10.KM  :

      (TERSENYUM) Iya mimi, Racun…..terima kasih ya, Madu senang bisa punya mimi dan kakak yang baik juga perhatian.

      11.AYAH  :

      Nahh…gitu dong, kalo senyum khan anak ayah kelihatan cantiknya. Kita ndak akan ngelupain ibu Madu, tapi kita sekarang mempunyai keluarga baru yang akan selalu saling menjaga dan menyayangi. (  MEMELUK KEONG MADU DAN KEONG RACUN)

      AYAH BERJALAN KE ARAH MEJA, MENGAMBIL BUNGA DAN MEMBERIKANNYA PADA MIMI

      12.KM  :

      Ehem….cie cie, trima aja mimi bunganya!!

      13.KR  :

      Waaa….pipi romantisnya, co cuwit banget.

      14.LM  :

      Ichhh……pipi  bisa aja dech, mimi khan jadi malu. (MENCUBIT PINGGANG PIPI)

      15.AYAH  :

      Oyaa…pipi habis ini ada kerjaan di luar negri, perusahaan pipi yang di negeri Sleman mengalami kebakaran dan pipi mungkin agak lama di sana. Mimi jaga madu dan racun ya.

      LM DAN KR TERSENYUM MENDENGARNYA

      16.LM  :

      Iya pipi……mimi pasti sangad rindu sama pipi, pipi cpet pulang yaa!!!

      17.AYAH                  :

      Iya…….

      18.LM  :

      Yauda pi….mimi kekamar dulu mau nyiapin perlengkapan untuk pipi

      19.AYAH                 :

      (MENDEKATI MADU), Madu…kamu baik2 ya sayang, dirumah sama mimi  dan racun. Jangan suka melamun dan bersedih lagi sayang!!

      20.KM  :

      Oke yah….

      LUNA MAYAK KELUAR DARI KAMAR DAN MEMBERIKAN KOPER PADA PIPI

      21.AYAH  :

      Ya sudah…Pipi pergi dulu.

      (KM, KR DAN LM MENCIUM TANGAN PIPI)

      22.AYAH                  :

      Lho mi….pipi gag di cium!!? cium pipi donk!!!(SAMBIL MENGANGKAT ALIS)

      23.LM  :

      Aduch pipi…malu ach, di lihat penonton tuch. Pipi genit dech….

      PIPI BERANGKAT

      24.KM   :

      mi….madu ngantar ayah dulu.

      KEONG RACUN DAN LUNA MAYAK SANGAT SENANG

      25.KR   :

      Hahahaha……akhirnya mi, kita bisa nyiksa-nyiksa madu, kita suruh-suruh dia.

      26 .LM   :

      Hahahahaha…..iya sayang,kita bisa punya pembantu gratis.

      27. KR   :

      (BERTERIAK) Madu…madu, madu!!!!

      28. LM   :

      Madu…..madu.

      29. KM   :

      Iya mi…maadu masi menutup pagar

      30. KR  :

      Halahhhhh…lelet banget, nutup pinttu kog dari tadi./

      KEONG MADU JALAN TERGESA-GESA, DAN TERJATUH KARENA TERSANDUNG KAKI KEONG RACUN YANG SENGAJA MENJEGALNYA

      31. KR  :

      (TERTAWA)….rasain kamu, emank enak jatuh!!!

      KM MENANGIS

      32. LM  :

      (SAMBIL MENJAMBAK RAMBUT KM) Kenapa sayang!!? Utuk2…..anak mimi   nangiss!! Ayooo….cepet pel tu lantai, mimi bisa alergi kalo banyak dabu di rumah ini, capcus!!

      33. KM :

      Debu kali mi…bukan dabu (SAMBIL TERISAK-ISAK)

      34. LM  :

      Kamu tu jawab ajaa kalo diperintah…ayooo cepat clening2 the floor!!

      35. KR  :

      Cepetan ngepelnya…habis ini siappin makan buatku!!! Aku mau dibuatin pitsang goreng. Sekarang aku sama mimi mau shopping dulu.

      36. KM  :

      Iya…iya racun.

      37. LM  :

      Dan ingat ya madu sayang……jangan coba-coba untuk mengadu pada ayahmu yang tampan itu!!!! Atau ayahmu akan menyusul ibumu!!! Hahahahahahaha…..

      38. KR  :

      Ingat itu maduuu!!! Jangan macam-macam kamu…

      39. KM :

      Jangan mimi, jangan….Madu akan lakukan semua yang mimi dan racun minta tapi jangan   sakiti ayah!! Madu mohon mimi…..

      40. LM  :

      Oke….. sekarang aku sama racun mau pergi dulu. Kamu bersihin rumah, jangan kluyuran, kalo mimi pulang rumah harus sudah bersih dan ada makanan di meja makan!! Ingat itu….

      41. KM  :

      Iya mimi….madu ingat.

      PERGILAH SI LUNA MAYAK SHOPPING DENGAN ANAKNYA KEONG RACUN.

      SEMENTARA DI RUMAH KEONG MADU SEDANG MERATAPI NASIBNYA…

      42. KM  :

      Ya allah….kenapa nasibku suram seperti ini, apa salahku dan apa salah ibukuu!??? Kenapa mimi sama racun selalu jahat kepadaku, mereka suka menyiksaku!!!??? (MENGEPEL SAMBIL MENANGIS…)

      DARI PINTU MUNCULLAH SESOSOK MAKHLUK YANG ANEH

      43. PRIYANTO  :

      (MONDAR-MANDIR SAMBIL MENCOLEK MADU)

      44. KM  :

      (KAGET)   si…si…siapa kamu?? Makhluk macam apa kamu?

      45. PRIYANTO  :

      Sabar cinnn sabarrr…..nama ekke priiii, tp nama panjang ekke prii…yan to.

      46. KM  :

      Pri…priyantooo, mau apa kamu disini?

      47. PRIYANTO  :

      Ekke kesini mau mbantu yeee…..ye mau tau eke?

      48. KM   :

      (MENGANGGUK)

      49. PRIYANTO   :

      OK….tapi ye jangan kaget, kalo gitu ye noleh ke kiri, ayo noleh ke kiri.

      KEONG MADU DAN PRIANTO SAMA-SAMA KAGET

      49. PRIYANTO  :

      Tenang cinnn….tenang, ekke khan slalu mbantu n ngibur ye. Ye gag perlu takut ma ekke, ekke baik kok…emank sih tampang awut-awutan tapi hati ekke bagai berlian. Hahahahaha…..Uke cin!!?

      48. KM  :

      Ba…baiklah, tapi kamu tidak mau menyakitiku khan!!?

      49. PRIYANTO  :

      No….no….no……sumpeh Lhow!!!

      50. KM  :

      Oke oke……aku bisa percaya, matur nuwun ya kamu mau jadi temanku.

      51. PRIYANTO  :

      Waaa…gitu donk, senyum donk cinn!!! Yuk sekarang kita seneng-seneng aja biar gag kluar sia-sia tu mata air eh salah dink air mata yee maksudnya…mumpung mimi n saudara tiri yee lagi keluar. Musrikkkk……..

      MEREKA BERSENANG-SENANG, BERJOGED-JOGED DAN MENYANYI BERSAMA. KEONG MADU TERLIHAT SANGAT BAHAGIA.

      BABAK  2 (PASAR)

      ESOK HARI……LUNA MAYAK MENYURUH KEONG MADU PERGI KE PASAR UNTUK MEMBELI SAYURAN.

      DI PASAR…..PAGI HARI SANGAD RAMAI, PARA PENJUAL BERLOMBA-LOMBA MEMPROMOSIKAN DAGANGANNYA.

      52. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Sayur..sayuuuurrr…masih segar, baru dipetik dari kebun tetanggaa…eh maksudnya  dari kebun sendiri…

      53. PENJUAL SAYUR MODERN          :

      Ehem….sayur tidak higienis kok dijual, liat dong sayurku, kemasannya bagus dan  bersih, lalat saja kalau nempel kepleset, tidak seperti sayur kamu, ndesit…

      54. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Biasanya sayur dalam kemasan itu banyak bahan pengawetnya, nanti sayurnya jadi racun, teruz yang makan keracunan dan akhirnya….bisa-bisa masuk rumah sakit…

      55. PENJUAL SAYUR MODERN          :

      Heh…..dasar orang desa,bilang saja kalau iri dengan toko saya, saya langsung impor sayur dari negara italia,jadi vitaminnya lebih banyak…

      56. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Halah….paling-paling ya italia “etane kali” sebelah rumahku kan? Kamu ambil dari sana ya? Hayo ngaku…ngaku…

      57. PENJUAL SAYUR MODERN          :

      Sudah tidak usah banyak ngomong, kita buktikan saja siapa diantara kita yang paling laris…berani atau tidak?

      58. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Ok…siapa takut?

      PANGERAN DAN PENGAWALNYA DATANG UNTUK BERBELANJA

      59. PANGERAN :

      (MENGHADAP PENONTON) Hai penonton, gue ini pangeran lho…keren khan?? Hahaha

      Pengawal…..hari ini aq ingin makan sayur yang paling lezat….

      60. PENGAWAL 1  :

      Pangeran pingin makan sayur apa??

      61. PENGAWAL 2  :

      Iya pangeran,,disini banyak sekali jenis sayur..ada sayur yang impor dari luar negeri dan sayur yang dari produk lokal….

      62. PENJUAL SAYUR MODERN          :

      Pangeran…beli sayur di toko aq saja…ni sayur impor lo…pasti banyak vitaminnya dan dapat menyehatkan badan…

      63. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Beli di toko aq saja pangeran…asli produk dalam negeri…lebih alami tidak kurang sepersenpun vitaminnya..

      64. PANGERAN     :

      Pengawal…beli sayur yang impor saja ya…beli kangkung,bayam dan wortel.. karna aq ingin badanku sehat dan kuat..

      65. PENGAWAL 1  :

      Baik pangeran….

      66. PENGAWAL 2  :

      Madam…beli kangkung 2 ikat,bayam 1 ikat dan wortel 1 bungkus…

      67. PENJUAL SAYUR MODERN          :

      Siiiiiiiiplah…tunggu sebentar ya pengawal……saya berikan pesanan yang paling spesial…………

      SELAMA PENJUAL SAYUR MODERN MELAYANI PENGAWAL, KEONG MADU BARU DATANG DAN MENCARI SAYUR PESANAN IBU TIRINYA .

      68. KM                    :

      (BERJALAN MONDAR-MANDIR)

      69. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Sayur nduk…sayure seger-seger iki lho….mau sayur apa?

      70. KM                    :

      Ada bayam dan sawi buk??

      71. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Ada nduk ada iki lho….mau berapa ikat? Hayooo…..dipilih-pilih

      72. KM                    :

      Harganya berapa buk?

      73. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Bayamnya seikat Rp.700,00 kalo sawinya seikat Rp.1.000,00

      74. KM                    :

      Bayamnya minta 4 ikat,sawinya 3 ikat buk…tomate nopo wonten buk??

      75. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Ada..ada…minta berapa?ki tomate seger-seger….lan ayu-ayu koyo aq lan koyo seng tuku..heheheheh..satu buah Rp.500

      76. KM                       :

      Ach……ibu bisa saja….jadi malu lho…minta 4 buah buk tomatnya…..

      77. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Wokeh…siap dibungkus,,,semuanya Rp.5.800,00 nduk cah ayu…bonus kresek 1 buah…

      KEONG MADU MENGAMBIL UANG DIDOMPETNYA, TAPI UANG Rp.10.000,00 YANG SEMALAM DIKASIH MIMI TIRINYA TIDAK ADA DI DOMPET,DI SAKU BAJUNYA DI CARI, DI JALAN DIA LIHAT SAMBIL CLINGUKAN…SI PENJUAL SAYUR MULAI CURIGA…..

      78. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Kenapa nduk kok celingukan gak jelas???

      79. KM                    :

      Uang…uang saya tidak ada buk…hilang…( DENGAN WAJAH MEMELAS)

      80. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Hallah..ndak punya duit ae belanja-belanja di warungku, mau maen-maen n macem-macem sama ekke???

      81. KM                       :

      Maaf buk…….bukan maksud saya tidak mau bayar,bukan maksud saya juga kalo uang saya hilang, tapi kemarreen benerraan ada ( DENGAN MUKA MEMELAS DAN WAJAH HAMPIR MENANGIS)

      82. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Wes…wes tiada maap bagimu…..enyahlah dari tokoku, kamu telah membuang-buang waktuku…….

      83. KM                       :

      Tapi buggg…tapi gimana sayuran ini, saya kan mau beli!!!???

      84. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Pergi pergilah…jauhi diriku, mendingan kamu ke laut aja loch!!!!(SAMBIL MENYANYI SEPERTI BAND RADJA DAN MENDORONG KEONG MADU)

      85. PANGERAN        :

      Heei…stoop stop ada apa ini ribut-ribut?kamu gak apa apa kan, kenapa kok kamu sampe jatuh!

      PANGERAN MEMBANTU KM BERDIRI

      86. KM                       :

      Saya di dorong sama mbok ini.

      87. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Halah, gak usah dibantuin cah bagus. Orang kayak dia kalau dikasihani malah nglunjak…

      88. PANGERAN        :

      Ada apa to ini.Mbok yo bicara yang jelas. Semua bisa diselesaikan baik-baik kan! gak perlu pakai ribut-ribut segala. Memangnya apa masalahnya?

      89. PENJUAL SAYUR LOKAL             :

      Gini lo  cah bagus, dia tu cuma pilih-pilih sayuranku aja. Tapi gak punya uang buat bayarnya. Pura-pura uangnya hilang lagi. Kalau gak punya uang tu gak usah beli.

      90. PANGERAN        :

      Bener begitu cah ayu?

      91. KM                       :

      Ya tuan

      100. PENGAWAL 1  :

      Heeeeh…tuan tuan, pangeran tu cuma tuannya kita.yee gak boleh manggil tuan

      101. PENGAWAL 2  :

      Ya nich. Lagian kita kita gak mau situ jadi pengawal pangeran yang ketiga.ogah ya saingan ma yeee.gak leveel tahu..

      102. PENGAWAL 1  :

      He’emm, dah gitu kalau pengawal pangeran da tiga ntar gaji kita kita dipotong donk!

      103. KM                     :

      Maaf…maaf bukan maksud saya begitu, tapi….

      104. PANGERAN      :

      Ya sudah gak usah ribut. Berapa belanjaan cewek ini mbok? biar anne yang bayarin

      105. PENJUAL SAYUR LOKAL           :

      Kok mbok to cah bagus…. misss gitu loch!!! Blanjaane habis Rp 5. 800,00

      106. PANGERAN      :

      Aku gak bawa uang Cash , adane KTm nie…sampean punya penggesek KTM gak!

      107. PENJUAL SAYUR LOKAL           :

      Ocritt…jok khawatir nanti tak gesek kok!!(SAMBIL MENGAMBIL ALAT PENGGESEK KTM) ini….tengkyu yo cah bagus

      108. PANGERAN      :

      Pengawal ambil KTMku  dan bayarin belanjaannnya cewek ini.

      109. PENGAWAL 2  :

      Bayarnya dimana pangeran?

      110. PENGAWAL 1  :

      Hiiii….kamu kok  o’on banget to, bayarnya yo di kasir to.

      111. PENGAWAL 2  :

      Hahaaahaahaaa….kayak kamu gak o’on aae. Mosok di pasar ada kasirnya

      112. PANGERAN      :

      Kalian sama-sama o’onnya, bayarnya di penjual sayur itu lho!!Capcus sana!!(PENGAWAL 1 DAN PENGAWAL 2 MEMBAYARI BELANJAAN KM)

      113. PANGERAN      :

      Nah sekarang kalian berdua minta maaf sama cewek ini.

      114. PENGAWAL 1  :

      Iya deh iya…(PENGAWAL 1 DAN PENGAWAL 2 MEMINTA MAAF PADA KM SAMBIL MENGULURKAN TANGAN)

      115. Pangeran           :

      Owh ya kita kan belum kenalan ya. What is your name, sopo jenengmu!!??

      116. KM                     :

      Namaku keong Madu, sampean siapa??

      117. PANGERAN      :

      Aku pangeran lorkidul…hahahahaaa(SAMBIL BERGAYTA SEPERTI PAHLAWAN BERTOPENG). Boleh aku mengantarmu wahai Keong Madu!!???(KM MENGANGGUK)

      BABAK 3 (RUMAH KEONG MADU)

      118. LM                     :

      Raccun sayangg…kenapa senyum-senyum gitu, habis ketemu cowok ganteng  yaaa!!??

      119. KR                        :

      Ichhh…mimi bisa adja dech, racun sneng because habis ngambil uang Madu yang mami kasi semalem. Hahahahahaa….biar kapok tu anak.

      120. LM                        :

      Apaaaaa……kog kamu ambil to sayang uangnya, nanti kita makan apaa!!??? Kamuuu ini kog gag pinter-pinter se jadi anag mimi dari dullluuu….(SAMBIL MENJEWER TELINGA KR)

      121. KR                        :

      Aduh mi…..sakit mi…ampyun mi ampyun. Mimi ini gimana to kog anag sendiri di jewer, seharusnya didukung gtu loch. Huuuhhhhhh….gini lho mimi, kalo madu ndak bawa pulang belanjaan khan nanti bisa kita marahi dan kita siksa….habis itu baru kita kasih uang lagi dan kita suruh pergi ke market lagi mimiiii…..(DENGAN MUKA CEMBERRUTTT…..)

      122. LM                     :

      (DIAM LALU MENGANGGUK-ANGGUK) hemmm…betul juga kamu sayang, pinter yo anak e mimi. Maapin mimi dech sayang……ya ya ya ya, nanti mimi ajak shopping maneh wes!!

      123. KR                     :

      (CEMBERRUT DAN TIBA-TIBA TERSENYUM) hahahahaha…..oke-oke, tapi nanti beliin racun baju ma HP lagi yaaa mimi….blackborrotnya ini wes kuno, yang baru blackbocor mimi. Ya mimi yaaa!!!???

      124. LM                     :

      Okeee sayangggg…apa cih yang gag buat anag mimi yang cantik dan manes iniii. Emmmm…..rasanya bedak mimi luntur nich sayang, mimi masuk dulu ya mau make up lagi.

      125. KR                     :

      Iyaaa….racun juga gak mau kalo mimi kelihatan jeleknya.

      MUNCULLAH SESOSOK WANITA DARI LUAR….MENYERAMKAN.

      126. PRIYANTI   :

      (MENCOLEK-COLEK RACUN)

      127. KR                     :

      (KAGET)

      128. PRIYANTI   :

      (MENCOLEK LAGI)

      129. KR                     :

      Si….siapa kamu!!???

      Ssstttt…. aku priiiiiyantiii…tiiii…tiiii yang cantik jelitaaaaa sepanjang masaaaaa dan sepanjang waktu serta sepanjang kereta api tut tut tut, hihihihihihihihihi…..

      130. KR                   :

      Kamu..kamu mau apa?!!

      131. PRIYANTI      :

      Aku mau jadi temanmu……mau mau mau!??

      132. KR                  :

      Baik….baik, kamu bisa jadi temanku, tapi kamu nggak akhan jahatin aku khan!!?.

      133. PRIYANTI      :

      Ya enggaklah…kita khan sama-sama jahat, kamu jahat aku juga jahat. Hahahahaha…

      133. KR                  :

      Iya ya…..

      134. PRIYANTI      :

      Ehh…tau nggak si Madu dateng ma pangeran lho, kelihatannya pangeran sangad tampan banget, lucu, imut dan ngegemesin. Apaaa kamu tidak ingin jadi pacarnya…..hihihihihiiii.

      135. KR   :

      Iya ya…..kalo aku bisa ngedapetin pangeran, aku pasti bisa lebih kaya . hahahahaha……

      136. PRIYANTI      :

      kamu harus bisa jadi pacarnya…kamu harus bisa merebutnya dari madu. Ayooo cepatlahhh…LEBIH CEPAT LEBIH BAIK,mantaphh!!!

      LUNA MAYAK BINGUNG MELIHAT KEONG RACUN BERBICARA SENDIRI

      137. LM  :

      Racun…..kamu kenapa nak, kog mimi denger kamu sendiri.

      138. KR   :

      Eh…..mimi, racun nggak apa-apa kok.

      KEONG RACUN DAN LUNA MAYAK MELIHAT DARI KEJAUHAN KEONG MADU DATANG.

      139. KM                  :

      Assalamualaikumm…….

      140. LM & KR        :

      Kumsalam…..sudah pulang kamu??

      141. KM                  :

      Iyaaa mimi, racun….mimi ini sayuran yang mimi pesan sudah madu belikan. Bayam sama sayurnya di masak apa??

      142. LM                                  :

      Iyaaa….buat tumis sama sayur bayam aja. Tapiii kamu datang sama siapa madu??

      143. KM                  :

      Oh iyaaa….ini pangeran Ngalor ngidul mimi, dan mereka berdua adalah pengawal pangeran mereka  telah menolong madu di pasar tadi, uang madu di copet mimi. Pangeran silahkan duduk…saya ambilkan minum dulu.

      144. LM                  :

      Buatin untuk mimi dan racun sekalian maduuu…

      145. KM                  :

      (MENGANGGUK)

      LALU KEONG RACUN MENDEKAT KE LUNA MAYAK DAN MEMBISIKKAN SESUATU…SAAT ITU PULA MADU KELUAR DENGAN MEMBAWA 5 GELAS MINUMAN.

      146. KR                     :

      Mimi…pangeran itu ganteng begete yaa, racun mau dunk jadi pacarnya hehehehe. (SAMBIL BERBISIK-BISIK)

      147. LM                     :

      Ya sudah…madu bawa belanjaanya ke dapur, lalu di masak ya. Mimi sudah lapar.

      148. KM                  :

      Injih mimi….

      (MENOLEH KE PANGERAN) Pangeran,saya mau masak dulu…trima kasih sekali lagi!!

      149. PANGERAN   :

      Iyaaa…sama-sama madu, pengawal bawakan belanjaan keong madu!!

      150. PENGAWAL 1 DAN 2   :

      Siap laksanakan bos….

      LUNA MAYAK LANGSUNG MENYERET KEONG MADU KE DAPUR AGAR TIDAK MENGGODA PANGERAN…..

      151. KR                     :

      Haiii…..pangeran (DUDUK MENDEKATI PANGERAN…..DAN MULAI MENDEKAT SEDIKIT DEMI SEDIKIT KE PANGERAN)

      152. PANGERAN   :

      (TERJATUH) aduh…….

      153. KR   :

      Aaaa…..pangeran jatuh,sini racun bantu. Eh…kita belum kenalan aku keong racun. Pangerran ganteng banget si….aku jadii gimana gitcu.

      154. PANGERAN   :

      Oh iyaaa…terima kasih racun.

      155. KR        :

      Pangeran udah punya pacar bellon!!?? Aku mauw dunk jadi pacarnya pangerann….jadikan yang kedua jg gag apa-apa. Jadikan aku yang kedua, buatlah dirimu bahagia (SAMBIL MENYANYI) hehehehehe….

      156. PANGERAN         :

      Ohh….begitu yaa, tapi sepertinya saya harus pamit. Pengawal, pengawal…….

      157. KR   :

      (MENARIK PANGERAN) tapi pangeran…….

      158. PANGERAN   :

      Maaf racun, tapi saya ada urusan yang lebih penting. Tolong sampaikan salam saya buat madu dan ibumuya. Pengawal…..ayo kita pulang!!

      159. PENGAWAL 1 DAN 2  :

      Okelah kalo beg begitu….

      160. PANGERAN          :

      Assalamualaikum…..

      161. KR                   :

      (DENGAN WAJAH DI TEKUK-TEKUK) kumsalam….

      162. KM                     :

      Malem.racun……..

      163. KR                     :

      (MENJAWAB DENGAN KETUS) Malem…..

      164. KM  :

      Ehmmm racun…kalo di inget-inget ganteng juga pangeran tadi. (SAMBIL SENYUM-SENYUM GAG JELAS)  hehehehe….. (MELAMUN KEMBALI)

      165. KR  :

      Hehhhh….ngapaen kamu melamun en senyum-senyum sendiri (SAMBIL MEREBUT BUKU MADU).

      166. KM                                  :

      Gag ada apa-apa racun…..aku hanya membaca buku itu, tolong kembalikan bukuku!!

      167. KR                                   :

      Hehhh…..gaiyamu pakek baca buku segala, pembantu ya tetep pembantu (SAMBIL MEREBUT BUKU MADU, MEMBUANGNYA DAN DI INJAK-INJAK).

      168. KM                  :

      (MENGAMBIL BUKUNYA)

      169. KR                   :

      (MENDORONG MADU) Mimi mimiii….anag kesayangan mimi nangis lagi nich!!!

      170. LM                     :

      Apa apa ada apa!!?? Utuk-utuk…..nangis lagi ya, cup-cup sayang (MENDORONG MADU KEMBALI HINGGA TERJEREMBAB KE LANTAI)

      171. KR                     :

      Madu mau coba-coba ngerebut pangeran dari tangan racun mi…..elo jangan coba-coba ngerebut pangeran dari gue, ngerti gag!!??

      172. KM                  :

      (MENGANGGUK SAMBIL TERISAK-ISAK)

      173. LM                     :

      Iyaaa madu sayanggg….kamu gag mau khan kuwalat sama kakakmu, (MEMBENTAK) jadi denger dan turuti apa yang racun mau!!!!

      174. KM     :

      Iii….iiya, mimiii.

      175. KR      :

      Yaudah mimi…..biarin aja dia di sini menangis meratapi nasibnya, kita nonton sinetron di kamar racun aja yuk mi!!!!

      TANPA MEREKA KETAHUI DATANGLAH PANGERAB NGALOR NGIDUL BERSAMA DUA PENGAWALNYA YANG SETIA.

      175. PANGERAN   :

      Assalamualaikum….madu.

      176. PENGAWAL 2               :

      Spadaaa…..

      177. PENGAWAL 1               :

      Excusmi…..

      178. PENGAWAL 2               :

      (TIDAK SENGAJA MEMBUKA PINTU DAN MELIHAT MADU MENANGIS)

      179. PANGERAN   :

      Hehhhh pengawal…nggak sopan.

      180. PENGAWAL 2               :

      Menangis….menangis….madu tuan madu.

      181. PANGERAN :

      Apa….madu menangis.

      PANGERAN LALU BERGEGAS MASUK

      182. PANGERAN   :

      Madu….madu,kamu kenapa?

      183. KM     :

      Ndak apa-apa pangeran….cumak terjatuh aja.

      184. PANGERAN   :

      Pasti kamu habis di siksa sama ibu dan saudaramu khan!!?? Aku tahu mereka tidak menyukaimu.

      185. KM     :

      Ndak pangeran….bukan. pangeran mau apa kesini malam-malam!!??

      186. PENGAWAL 1   :

      Pangeran tidak mau makan, tidak mau minim karena selalu teringat anda….

      187. PENGAWAL 2  :

      Pangeran selalu gelisah sejak pulang dari rumah anda…

      188. PANGERAN   :

      Iya madu…..benar apa yang mereka katakan, sejak bertemu kamu tadi pagi hidupku makin tak menentu, aku seperti tidak menginjak tanah. Maukah kau menerima cintaku, dan untuk menjadi permaisuri hatiku???

      SAAT PANGERAN MENYATAKAN CINTA PADA MADU, AYAH KEONG MADU PULANG DARI LUAR NEGERI. DIA MELIHAT MADU MENANGIS DAN DI SITU TERDAPAT SEORANG PEMUDA YANG TIDAK DI KENALNYA.

      189. AYAH     :

      Madu…..kenapa kamu sayang?? Hai pemuda…kamu apakan anakku sampai dia menangis??

      (HAMPIR MENGHAJAR PANGERAN)

      190. KM   :

      Jangan ayah, dia adalah pangeran dan mereka berdua adalah pengawalnya. Dia tadi pagi yang telah menolong madu,

      191. PANGERAN   :

      Benar om…..tadi ketika saya kesini, saya sudah melihat madu dalam keadaan terjatuh, dan menangis.

      192. AYAH     :

      Benar begitu Madu?

      193. PENGAWAL 1 & 2        :

      Betul, betul, betul…..

      194. AYAH             :

      (BERTERIAK) Luna mayak….Keong racun…..keluar kalian!!!!!

      195. LM               :

      Eh pipi uda pulang, kok mimi gag denger ya..ada apa si pipi kok teriak-teriak, mimi khan lagi liat sinetron??

      196. AYAH         :

      (BERKACAK PINGGANG) jadi selama aku tinggalkan begini kelakuanmu!!?? Kamu siksa anakku dan kamu selalu bersenang-senang.

      197. KR               :

      siapa bilang pipi!!??? Madu….madu pasti berbohong pipi!!

      198. AYAH         :

      Bukan…bukan Madu yang bilang tapi pangeran kedua pengawalnya. Madu anak yang baik tidak mungkin dia bohong. Mulai saat ini detik ini….kamu tak talak tilu Luna Mayak, enyahlah kalian dari sini!!!

      199. LM & KR    :

      (MEMEGANG LUTUT AYAH) Ampun pipi….maap pipi!!

      200. AYAH         :

      Tiada maap bagi kalian…..hatiku sudah terlanjur sakit!!

      201. PANGERAN   :

      Pengawal….bantu om untuk mengusir dua orang itu!!

      202 . PENGAWAL 1 & 2       :

      Siappp……

      203. AYAH             :

      (MENDEKAT PADA MADU) anakku….ayah harap kamu hidup bahagia dengan pangeran!!! Sepertinya pangerran sangat mencintaimu

      204. PANGERAN   :

      Iya om….dari pertama bertemu saya udah jatuh cinta sama Madu (TERSENYUM-SENYUM)

      205. KM              :

      Tapi ayah…madu tidak suka pangeran, Madu belum mau pacaran dan madu juga balum ingin cepat-cepat menikah. madu masih ingin menikmati masa remaja madu, madu khan masih 17 + + +.

      206. PANGERAN   :

      Apa!!!!???

      207. AYAH             :

      Lalu pangeran ini mau di kemanain??!

      208. PANGERAN   :

      Ohhh….tidak!!!!!!

      SUTRADARA:

      AKHIRNYA MADU HIDUP BAHAGIA DENGAN AYAHNYA TANPA ADA PENGGANGGU……DAN PANGERAN PUN KEMBALI KE KERAJAANYA. SERTA LUNA MAYAK DAN KEONG RACUN YANG TIDAK DI KETAHUI BAGAIMANA NASIBNYA SEKARANG.

      NAHHHH….PARA PENONTON DEMIKIANLAH KISAH KEONG MADU VS KEONG RACUN. KEJAHATAN PASTI AKAN MENDAPAT BALASANNYA, JANGAN TAKUT UNTUK BERBUAT BAIK. TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA PADA PERTUNJUKKAN DRAMA DI LAIN WAKTU…..

       

      “LORONG”

      Posted: 22 Januari 2011 in Naskah Drama

      (Naskah Telah Dipentaskan)

      Pimpinan Produksi: Drs. Heru Subrata, M.Si.

      Penata Konsep & Penanggung Jawab :

      1. Sutradara                              : Selvyana Mega Sari
      2. Stage Manager                    : Evia Rahmawati
      3. Staf Desainer Artistik

      Desainer Tata Rias                          : Selvyana Mega Sari

      Desainer Tata Suara                       : Eka Aprilia Susanti

      Desainer Tata Busana (Kostum): Berty Kheda

      Desainer Lighting (Tata Lampu): Nena Ridayati

      Desainer Dekorasi Panggung       : Berty kheda,Evia ,  Rahmawati

      1. Staf  Properti Pementasan: Selviana Setia Rini,Eka ,  Aprilia Susanti
      1. KONSEP CERITA

      “ LORONG “ adalah sejenis  drama dengan sedikit memasukkan unsur komedi. LORONG merupakan  karya Phutut Bukhori pada tahun 2004. Namun, kami telah mengadakan beberapa perubahan pada naskah ini untuk menyesuaikan dengan jumlah  pemain dan waktu.

      1. SINOPSIS CERITA

      Pada  sebuah tempat yang kumuh dan kotor tinggallah orang-orang yang memiliki semangat hidup dengan kerja dan usaha. Namun ketenangan mereka terusik ketika seorang kontraktor ingin membeli tanah milik mereka untuk dijadikan tempat wisata. Sri Prantoro, anak buah dari pengembang sengaja menyebarkan virus penyakit di perkampungan itu dan berpura-pura mengobati mereka supaya mereka menganggap Sri Prantoro sebagai dewa penolong dan mau menjual tanah milik mereka pada Bu Pengembang.

      1. KONSEP PANGGUNG

      Naskah ini mengambil setting tempat pemukiman kumuh dimana dekat dengan tempat pembuangan sampah terakhir.  Terdapat gubuk  yang sudah reot, yang dinding-dindingnya memakai kardus dengan atap terbuat dari seng. Di sekitar gubuk  tersebut terdapat tumpukan kardus, topi yang lusuh, keranjang untuk memungut sampah, terdapat barang-barang bekas yang tidak terpakai lagi seperti botol minuman, koran bekas, plastik, serta sampah lainnya. Sedangkan handproperty yang digunakan yaitu keranjang sampah untuk menaruh hasil memulung sampah, cuthe’an untuk mengambil sampah, dan karung.

      1. KONSEP BUSANA
      2. Sri Prantoro memakai baju kantoran, sepatu higheels warna hitam, dan bros supaya terkesan seperti orang penting.
      3. Bu Pengembang memakai baju kantoran, sepatu higheels warna hitam, dan bros supaya terkesan bijaksana.
      4. Para pemulung memakai baju compang camping atau kumel untuk mengesankan karakter seorang pemulung.
      5. Preman memakai kaos oblong, celana jeans, dan jaket untuk mengesankan seorang preman.
      1. KONSEP MUSIK
        1. Lagu Orang Lorong dengan diiringi gitar

      Lagu ini diputar pada di awal dan di akhir cerita.

      1. Keyboard

      Untuk suara efek dan musik eksternal.

      1. Jimbe

      Untuk memunculkan suasana tegang di akhir cerita.

      1. KARAKTERISTIK PEMAIN

      -        Sri Prantoro :

      Licik, Pintar Bersandiwara, Kemayu, Suka Berbohong, Pandai  Menghasut, Cerewet dan sombong.

      -        Bu Pengembang :

      Bersikap acuh dengan orang bawah, Licik, Pendendam, Pintar berbohong dan Pendendam.

      -        Lik Gombes :

      Wibawa, Bijaksana dan Meneyelesaikan masalah dengan pemikiran yang matang.

      -        Cipluk :

      Emosi tinggi, Ingin urusan cepat selesai, Ingin dikasihani dan Egois.

      -        Ati :

      Sabar, Kalem,  Hati-hati dalam ucapan, Suka menasehati dan Suka mengasihi.

      -        Ceples :

      Semaunya sendiri dan Emosi tinggi.

      1. Plot

      Naskah ini memiliki alur yaitu LINIER hal tersebut dapat penulis tuliskan karena cerita yang dimaksudkan berjalan runtut dari awal hingga akhir, sedangkan mengapa  penulis dapat menyebutkan dari awal sampai akhir karena awal cerita terjadi ketika tiba-tiba saja daerah kawasan kumuh terserang penyakit aneh yang hampir belum pernah terjadi di derah tersebut. Cipluk salah seorang waraga mengerang kesakitan. Teman-teman Cipluk panik, mereka mencoba untuk memanggil dukun, dokter, atau siapa saja yang terpenting kawannya bisa sembuh. Dan pada akhirnya datang Sri Prantoro yang berusaha untuk menyembuhkan Cipluk. Sri Prantoro berhasil menyembuhkan Cipluk. Semua warga Lorong sangat berterima kasih kepada Sri Prantoro. Namun dibalik halus budinya, ternyata Sri telah membuat skenario politik balas budi agar warga mau menjual tanah pada seorang investor.

      Pembicaraan Sri dengan Bu Pengembang yang berdiskusi tentang rencana pembebasan tanah lorong ternyata didengar oleh salah seorang warga lorong yaitu Ceples. Ceples pun menceritakan semua kelicikan Sri Prantoro pada semua teman-temanya. Orang-orang lorongpun marah dan geram dengan ulah Sri tersebut. Wargapun membikin skenario untuk membalas kelicikan Sri Lik gombes mengusulkan agar warga lorong mengikuti saja permainan Sri prantoro. Kemudian Bu Pengembang datang dengan Sri Prantoro. Mereka menemui warga lorong. Setelah bernegosiasi panjang lebar, bahwa Bu Pengembang akan membeli tanah ini dengan harga standard dan memperkerjakan mereka sebagai karyawan. Akhirnya Cipluk sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Cipluk tiba-tiba menyerang Sri Prantoro juga diikuti dengan warga lain. Akhirnya Bu Pengembang memanggil orang berseragam. Mereka mengikat Sri Prantoro beserta warga lorong dan memasukkannya ke dalam gubuk. Kemudian membakar gubuk itu agar terkesan seperti kebakaran.

      Gustav Freytag membagi unsur-unsur plot menjadi 5 yang meliputu hal-hal berikut:

      1. Eksposition atau pelukisan awal cerita

      Saat pemulung pulang dari memungut sampah, dengan membawa tumpukan sampah di keranjangnya. Terdapat aktivitas memilah-milah sampah. Memisahkan botol-botol bekas, koran. Plastik. Serta kardus ke tempat yang berbeda.

      1. Komplikasi atau pertikaian awal

      Ketika tiba-tiba saja daerah kawasan kumuh terserang penyakit aneh yang hampir belum pernah terjadi di derah tersebut. Cipluk salah seorang warga mengerang kesakitan. Teman-teman Cipluk panik, mereka mencoba untuk memanggil dukun, dokter, atau siapa saja yang terpenting kawannya bisa sembuh. Dan pada akhirnya datang sri Prantoro yang berusaha untuk menyembuhkan Cipluk.

      1. Klimaks atau titik Puncak Cerita

      Terjadi saat pembicaraan Sri dengan Bu Pengembang yang berdiskusi tentang rencana pembebasan tanah lorong ternyata didengar olek salah seorang warga lorong yaitu Ceples. Ceples pun menceritakan semua kelicikan Sri Prantoro pada semua teman-temannya. Orang-orang lorongpun marah dan geram dengan ulah Sri tersebut.

      1. Resolusi atau penyelesaian atau falling action

      Wargapun membikin skenario untuk membalas kelicikan Sri Prantoro, Lik gombes mengusulkan agar warga lorong mengikuti saja pemainan Sri prantoro.

      1. Catastrophe atau denoument atau keputusan

      Saat Cipluk sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Cipluk tiba-tiba menyerang sri Prantoro juga diikuti dengan warga lain. Akhirnya Bu Pengembang memanggil orang berseragam. Mereka mengikat Sri Prantoro beserta warga lorong dan memasukkannya ke dalam gubuk. Kemudian membakar gubuk itu agar terkesan seperti kebakaran.

      Pimpinan Produksi     : Drs. Heru Subrata, M.Si

      Sutradara : Selvyana Mega Sari

      Para Pemeran:

      1. Sri Prantoro              : Eka Aprillia Susan
      2. Lek Gombes              : Evia Rahmawati
      3. Cipluk                            : Selviana Setya Rini
      4. Ceples                           : Berty Kheda
      5. Ati                                    : Nena Ridayati
      6. Bu Pengembang     : Selvyana Mega Sari
      7. Preman 1                    : Rahmat Arifin
      8. Preman 2                    : Tri Juni Hartanto
      9. Preman 3                    : Teguh Budiono

      SKENARIO

      BABAK SATU

      PADA SEBUAH TEMPAT: KUMUH, KOTOR. NAMUN TINGGAL DI TEMPAT TERSEBUT ORANG-ORANG YANG MEMILIKI SEMANGAT HIDUP DENGAN KERJA DAN USAHA.

      Lagu orang lorong:

      Lorong, Orang orang lorong

      Bolong, Rumah kami bolong

      Lorong, Orang orang lorong

      Kosong, Nasib orang kolong

      Kami yang di miskinkan oleh suatu sebab

      Terpinggirkan di jurang kekalahan

      Kami yang di kalahkan oleh suatu sistem

      Tersingkirkan di ladang kami yang telah hilang

      Kami yang lahir di tanah air subur makmur

      Tapi hidup dan di besarkan di lahan kering kerontang

      Tanah kami telah di rampas

      Hak hidup entah telah di curi siapa?

      Negeriku kaya, aku yang miskin

      Bangsaku makmur, hidup kami yang hancur

      Dasar Orang orang lorong

      Beginilah nasib dan hidup

      Yang harus tertindas

      Kalah , kalah , kalah

      TIBA TIBA SAJA DAERAH KAWASAN KUMUH ITU TERSERANG PENYAKIT ANEH, YANG HAMPIR BELUM PERNAH TERJADI DI DAERAH TERSEBUT. SALAH SEORANG WARGA MENGERANG KESAKITAN.

      001. CIPLUK                            : (TERIAK KESAKITAN) Aug !!! kergh… aduh ulu hatiku, aduh kepalaku, aduh kakiku. Akh… Aduh.. akankan kematianku datang hari ini.

      002. LIK GOMBES                 : Hus ! Jangan omong ngawur seperti itu, kalo Gusti Allah dengar, kuwalat kamu, bisa dicabut beneran.

      003. CIPLUK                            : Tetapi ini sungguh sakit, aku tak kuat lagi.

      004. CEPLES                             : Iktiar yu, dedonga biar sakitnya berkurang.

      005. ATI                                      : (SESUDAH AMBIL MINUMAN DI KOLONGNYA) ini minum dulu biar tenang.

      006. CEPLES                             : Iya ini di minum dulu, biar enteng.

      ORANG YANG SAKIT MEMINUM AIR YANG DI BERIKAN TETANGGANYA, NAMUN AIR ITU TERASA PANAS DAN MEMUNTAHKANKEMBALI.

      007. CIPLUK                            : Panas… Panas… racun… racun… (SEMAKIN MENGERANG KESAKITAN)

      008. LIK GOMBES                 : Wah Kalau ini pasti Ayan !

      009. ORANG YANG LAIN  : Hus !

      010. LIK GOMBES                 : Kalau bukan ayan, pasti kesurupan.

      011. CEPLES                             : Wah bisa jadi. (KEPADA YANG SAKIT) kamu tadi nguntal apa tho? Kok jadi kangsluban ? Kamu tadi dolanan dimana ? kok bisa kesurupan, sadar yu, sadar…..

      012. LIK GOMBES                 : Sekarang panggilkan mbah karto dukun saja, biar di jampi-jampi.

      013. CEPLES                             : Jangan mbah karto dukun, kurang ampuh. Lebih baik lik minah cucunya mbah kartono.

      014. LIK GOMBES                 : Hus ngaco ! Lik minah itu dukun bayi !

      015. CEPLES                             : Tapi pas selasa kliwon kemarin, dia juga bisa sembuhkan orang kesurupan.

      016. LIK GOMBES                 : Nggak! dia itu cuma pura-pura menyembuhkan. Lha wong yang kesurupan waktu itu keponakannya sendiri, dan itu cuma bohong-bohongan, dia itu cuma akting menyembuhkan, dan keponakannya pura-pura kesurupan.

      017. CEPLES                             : Tetapi mantra-mantra dan rapalannya mantep lho!

      018. LIK GOMBES                 : Ngapusi, Bohong ! itu cuma ngawur.

      019. ATI                                      : Lha wong saya lihat sendiri kok.

      020. LIK GOMBES                 : Alah… malah cerigis. Sudah tho sekarang panggil mbah karto.

      021. CEPLES                             : Aku tetep nggak  setuju kalau mbah karto, orang nya sudah pikun. Lik minah saja.

      022. LIK GOMBES                 : Dasar Wong ngeyel !  Sudah dibilang minah itu dukun bayi ! sudah. Aku aku pergi panggil mbah karto.(HENDAK PERGI)

      023. CEPLES                             : Sa’karebmu ! aku pergi panggil lik minah ! (HENDAK PERGI)

      024. ATI                                      : Cukup ! temannya sakit malah ribut diskusi soal dukun.

      025. LIK GOMBES, CEPLES             : Tetapi kita harus panggil dukun.

      026. CIPLUK                            : (TERIAK LEBIH KERAS) Aku tidak kesurupan. Aduh jantungku, otakku, kupingku, tanganku, semua tambah sakit.

      CIPLUK MENGERANG SEMAKIN KERAS KARENA SEMAKIN KESAKITAN, ORANG ORANG SEMAKIN BINGUNG HENDAK MELAKUKAN APA. HINGGA PADA AKHIR DATANG SESEORANG (PRANTORO) YANG BERPAKAIAN AGAK BERSIH DATANG MEMBANTU.

      027. SRI PRANTORO           : Walah… walah gusti Allah, ada apa ini, ada apa kok ribut banget. Mbak-mbak ada apa ini…. ? apa butuh pertolongan ?

      028. CEPLES                             : Wah kami betul-betul kewalahan mbak, kawan saya ini sakit luar biasa, tetapi kami tak dapat berbuat apa-apa.

      029.SRI PRANTORO             : Gampang, jangan kuatir. Sebelum kita bersaudara lebih jauh. Perkenalkan, nama saya Sri Prantoro, kebetulan saya sedikit memiliki ilmu pengobatan, bersyukur sekali saya pernah dapat anugerah, di percaya untuk berguru pada seorang tabib dari China, dan masalah biaya tidak usah dipersoalkan.

      030. ORANG-ORANG          : Terima kasih.., andaikan saja semua dokter seperti itu.

      031. SRI PRANTORO           : Sekarang coba kuperiksa, barangkali cocok dengan gaya penyembuhan saya.

      KEMUDIAN PRANTORO MEMERIKSA ORANG SAKIT, MENGANALISA DAN MEMBERI OBAT PADA CIPLUK. NAMUN CIPLUK MALAH SEMAKIN MENGERANG-NGERANG KESAKITAN.

      032. CIPLUK                            : Wah ajaib, sembuh total. Saya sekarang tidak merasakan sakit apapun. (KEPADA SRI PRANTORO)  terima kasih mbak, terima kasih banget.

      033. ORANG ORANG          : Terima kasih, terima kasih.

      034. SRI PRANTORO           : Sudah.. jangan berlebihan begitu, ini hanya pertolongan kecil.

      035. ORANG ORANG          : Tetapi tetep terima kasih, terima kasih.

      036. SRI PRANTORO           : Iya, iya…, sekarang lebih baik saudara-saudara kembali bekerja, jangan buang-buang waktu hanya untuk mengucapkan terima kasih. Saya cukup senang kok membantu saudara-saudara.

      037. ORANG ORANG          : Baik, terima kasih, terima kasih.

      ORANG ORANG LORONG MULAI BERANGKAT BEKERJA MENINGGALKAN RUMAH LORONG MEREKA.

      SRI PRANTORO YANG SEBELUMNYA TAMPAK HALUS BUDI, LEMAH LEMBUT, MULAI TAMPAK SIFAT LICIKNYA.

      038. SRI PRANTORO           : Dasar orang-orang goblog, kena tepu prantoro kalian. Prantoro dilawan.

      KEMUDIAN SRI PRANTORO MEMANGGIL SESEORANG : BU PENGEMBANG.

      039. SRI PRANTORO           : Bagaimana ? Gampangkan?

      040. BU PENGEMBANG    : Beres ?

      041. SRI PRANTORO           : Beres ! Siapa dulu ? Sri Prantoro…. Menyelesaikan masalah tanpa masalah, tidak perlu susah-susah datanglah berkah.

      042. BU PENGEMBANG    : Bagus… bagus…. Bagus.

      043. SRI PRANTORO           : Inilah yang namanya politik balas budi. Jadi ibu pengembang yang terhormat, perlu ibu ketahui bahwa untuk rencana pembebasan tanah lorong ini, Sengaja saya sebarkan virus penyakit di daerah lorong ini, yang tentu saja sudah saya siapkan penawarnya. Sejak awal saya yakin kok, kalau orang orang lorong pasti kesulitan dalam pengobatan. Maklum, mereka kan cuma gembel. Nah pada saat yang tepat itulah, Sri Prantoro datang sebagai pahlawan penyembuan. mereka akan menganggap saya dewa mereka. Dan sekarang tinggal tunggu balas jasa mereka  saja….

      044. BU PENGEMBANG    : Sip! Skenario penggusuran tanah rancanganmu memang sip. Seindah tempat tamasya yang hendak kita bangun disini, dan sengetop, ketenaran kita kelah. SIP.INDAH.TOP.

      045. SRI PRANTORO           : Nah adegan dua, adegan pemilu… pertemuan milik umum.

      046. BU PENGEMBANG    : (MENGANGGUK-ANGGUK)

      047. SRI PRANTORO           : Kita bikin pertemuan antara Ibu dengan warga. warga akan saya provokasi untuk menerima kehadiran Ibu.

      048. BU PENGEMBANG    : Lanjutkan…

      049. SRI PRANTORO           : Yang perlu Bu pengembang ingat. Ibu di sini sebagai aktris, “AKTRIS”. Jadi Ibu di sini harus akting, “AKTING”. Pura-pura saja ibu akan membeli dengan harga  tinggi, kemudian akan membangun kawasan ini sebagai tempat rekreasi yang indah yang akan membuat harum nama bangsa. Kalau atas nama bangsa mereka pasti percaya bu. Kemudian Ibu janjikan mereka pekerjaan yang layak…

      050. BU PENGEMBANG    : OK! Pastikan semua berjalan dengan lancar. (TERTAWA GEMBIRA)

      051. SRI PRANTORO           : Oww.. pasti! Nah, saya kira adegan satu sudah cukup, silahkan Ibu kondur dan nantikan saja kabar selanjutnya. Selamat jalan.

      BU PENGEMBANG SEGERA MENINGGALKAN TEMPAT KUMUH TERSEBUT. DENGAN SENYUM BANGGA AKAN KEPINTARAN DAN KELICIKANNYA, SRI PRANTORO JUGA MENINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT.

      SETELAH PRANTORO PERGI, TERNYATA ADA SALAH SEORANG PENGHUNI YANG MENDENGAR DAN MELIHAT SENDIRI AKAL LICIK SRI PRANTORO, PENGHUNI ITU BERNAMA CEPLES, MUNCUL DARI SALAH SATU SUDUT KAWASAN KUMUH DAN KOTOR ITU.

      052. CEPLES                             : Kurang ajar, dasar begundal , sundal, kadal mangan sandal. Mentang mentang kami ini orang bodho lantas dibodohi. Kurang asem. Maling, ngaku pulisi. Iblis ngaku malaikat.

      HARI TELAH PETANG, MALAM TELAH MENJELANG. ORANG ORANG LORONGPUN TELAH KEMBALI PULANG KE ISTANA KUMUH MEREKA. MESKIPUN DALAM KEADAAN LELAH SEHARIAN BEKERJA, MEREKA MASIH MEMILIKI RASA MARAH KETIKA CEPLES MENCERITAKAN KEJADIAN SESUNGGUHNYA YANG TELAH DI SKENARIO OLEH SRI PRANTORO. ORANG ORANG ITUPUN MENGADAKAN REMBUG KERE .

      053. CEPLES                             : Gombal, gombal tenan, gombal mukiyo tenan, iblis, iblis tenan. Huh.. pingin aku remas-remas mukanya. Mentang mentang kita ini orang miskin, trus diperlakukan seenaknya.

      054. CIPLUK                            : Saya yang lebih kecewa lagi, masak nyawa orang di permainkan, diatur oleh yang kuat, dipenggawe, memang kita ini boneka, saya nggak terima, akan saya lawan, saya hajar mati-matian.

      055. LIK GOMBES                 : Tunggu dulu, sabar, sareh… marah ya marah, tapi jangan gedubrah gedubruh waton sasak sana sasak sini. Nesu bolah boleh saja tetapi jangan grusa grusu, aja kesusu.

      056. CIPLUK                            : Lha piye saya harus sabar, saya yang kena tipu, saya yang dipermainkan.

      057. LIK GANDUL                 : Kita semua kena tipu, kita semua yang di permainkan.

      058. CIPLUK                            : Tetapi kan aku sing ketiban kuman, kena sakitnya, sakit yang sesungguhnya di sebarkan oleh si brengsek, tempe bosok itu. Emosi aku, marah tenan iki aku.

      059. ATI                                      : Marah ya marah, tetapi mbok ya dengarkan dulu omongan lik Gombes ini. Siapa tahu dia punya cara jitu untuk meluapkan amarahmu.

      060. CIPLUK                            : Lha marah je, bebas tho.

      061. LIK GOMBES                 : bebas gundulmu, pluk… cipuk ! hei mbul, meski kita marah, kita emosi, nesu, kita sebagai orang yang berbudaya, orang yang punya sopan santun, punya adat yang adiluhung, kita ini masih punya aturan, masih memiliki tata krama tidak waton bebas.

      062. CIPLUK                            : oalah entut lik !. orang bebas kok dilarang, lha wong mereka saja, orang-orang yang selalu berbudaya, juga setiap hari dengan bebasnya menginjak-nginjak harga diri kita. Mereka yang ngakunya pejabat negara, pemegang kekuasaan, pemegang tampuk pemerintahan, juga dengan bebas membiarkan kita miskin, terinjak-injak, dan banyak orang lagi yang dengan bebas dan cueknya  melupakan kita, anak-anak kita. Mereka rebutan uang, sementara orang seperti kita kelaparan. Tai kucing, tai kucing semua. Gitu kok kita nggak boleh bebas.

      063. LIK GOMBES                 : Oalah Gusti Allah pangeran. Kok bisa-bisanya kamu bicara seperti itu. Seperti bukan orang beriman saja.

      064. CEPLES                             : Sudah ! Sudah ! lha kok omongannya malah ngalor ngidul ra karuan. Kita kumpul di sini itu kan untuk bicarakan nasib kita.

      065. ATI                                      : Iya sekarang lik Gandul biar ngomong dulu.

      066. LIK GOMBES                 : Kita di sini memang marah, tidak terima dipermainkan. Tetapi kita kan tidak tahu apa maksud apa orang tadi pagi mempermainkan kita, kita tidak tahu tipuan apa yang sesungguhnya.

      067. CEPLES                             : Benar Lik, kita tidak tahu udang di balik batunya.

      068. LIK GOMBES                 : Nah ! untuk itu, kita telusuri saja dulu maksud-maksud itu. Dan ingat jaman seperti sekarang ini jangan grusa grusu pakai okol, tapi harus pakai akal. Kalau hanya pakai okol kita pasti mudah di perdaya. Gampang di adu domba.

      069. ATI                                      : Terus yang akan kita lakukan apa lik ?

      070. LIK GOMBES                 : Menunggu.

      071. JAMBUL                          : Alah.. kesuwen lik, dan nggak jelas nunggu apa?

      072. ATI                                      : Kita nunggu apa lik ?

      073. LIK GOMBES                 : Kita tunggu kedatangannya.

      074. ORANG ORANG          : Siapa lik ?

      075. LIK GOMBES                 : Ya orang yang tadi pagi ngadalin kita.

      076. CIPLUK                            : Lha kok kamu yakin, justru dia yang akan datang.

      077. LIK GOMBES                 : Lha sudah jelas-jelas kelihatan tho?

      geliat gelagatnya kadal satu itu

      Mereka ingin bermain, kita ikuti permainnya. Pura-pura saja kita tidak tahu apa-apa, bersikaplah biasa-biasa saja.

      078. SRI PRANTORO           : (TIBA-TIBA MUNCUL) Selamat malam saudara-saudaraku tercinta.

      079. LIK GOMBES                 : Oh selamat malam, silahkan.. silahkan mampir….

      080.  SRIPRANTORO           : Terima kasih, kebetulan saya lewat, dan saya sempatkan mampir. Bagaimana yang sakit pagi tadi, sudah sembuh ?

      081. CIPLUK                            : Sukurlah mas, tidak kambuh lagi.

      082. SRI PRANTORO           : YA baguslah…

      083. LIK GOMBES                 : Lha kok njanur gunung di sempatkan mampir segala, ada yang bisa kami bantu, sebagai rasa ucapan terima kasih akan kami bantu semampunya.

      084. CEPLES                             : Ya, kalau cuma bantuan tenaga, kami masih bisa kok..

      085. SRI PRANTORO           : Bukan, kami kesini bukan bermaksud akan merepotkan saudara-saudara di sini kok. Saya hanya ingin berkunjung, silaturahmi. Hanya itu, tidak lebih. (TIBA-TIBA SUARA PONSEL PRANTORO BERBUNYI, DAN DIA MENJAWAB PANGGILAN TERSEBUT)  Oh.. ya… sudah.. beres.. pasti beres kalau ditangan saya, ibu gak usah kuatir…. tidak lama…. paling dalam hitungan hari… iya… terima kasih ibu.

      086. SRI PRANTORO           : Maaf, sahabat bisnis saya sedang membutuhkan keahlian saya. Oh ya bu, saya lewat kampung sini, sebenarnya sedang mencari desa LOH IJO

      saya sudah mondar mandir kesitu kesini kok tidak ada papan nama desa LOH IJO.

      087. LIK GOMBES                 : Yah kebetulan, desa kami ini namanya LOH IJO, dan kami memang tidak memasang papan nama, karena memang kecuali kami miskin, toh juga tida ada yang bakal berkepentingan dengan orang-orang semacam kami.

      088. SRI PRANTORO           : Oh, kebetulan sekali, kebeulan yang betul-betul tak terduga.

      089. LIK GOMBES                 : Memang ada kepentingan apa mbak?

      090.SRI PRANTORO             : Yah kebetulan ada seorang investor yang tertarik untuk bekerjasama dengan masyarakat desa LOH IJO ini, dan beliau investor ini sangat ingin bertatap muka dan berdiskusi dengan warga di sini.

      091. LIK GOMBES                 : Kebetulan mbak, kami ini cukup bisa mewakili masyarakat desa LOH IJO ini, saya sendiri dipercaya untuk koordinir daerah tengah, Jambul kawan saya yang  tadi pagi sakit ini, mengkoordinir kawan-kawan pemulung di desa ini.

      092. SRI PRANTORO           : walah-walah, saya ini kok seperti ketiban ndaru berturut-turut. Lha kalau begitu langsung saja kita bahas. Kebetulan saya yang di percaya untuk penjadwalan.

      093. LIK GOMBES                 : kalau pertemuan itu bermaksud baik untuk kepentingan semua, ya bolah boleh saja.

      094. SRI PRANTORO           : Bagaimana kalo besok?

      095. ORANG ORANG          : Besok ?

      096. SRI PRANTORO           : Ya lebih cepat lebih baik. Tetapi jangan kuatir, uang penghasilan besok akan kami ganti dua kali lipat, jadi saudara-saudara tidak perlu bekerja dulu.

      097. CIPLUK                            : Kalau begitu sih oka oke saja.

      098. LIK GOMBES                 : Ya kalau memang maunya demikian, tidak masalah.

      099. PRANTORO                    : Besok jam 9 pagi ya? (MENINGGALKAN PERKAMPUNGAN ITU) Adegan selanjutnya segera di mulai, skenario berjalan mulus. (PERGI)

      100. LIK GOMBES                 : Nah benarkan? Pasti ada maunya.

      101. ATI                                      : Pura-pura saja cari alamat, pura-pura ini,itu, ah.. gombal.

      102. CEPLES                             : Terus sekarang bagaimana lik?

      103. LIK GOMBES                 : Kita ikuti permainannya, mari kita susun di dalam saja, ntar malah ada mata-matanya.

      KEMUDIAN ORANG ORANG LORONG ITU, MASUK DALAM SALAH SATU GUBUK YANG ADA DI SITU.

      BABAK  2

      PAGI HARI, ORANG ORANG LORONG TELAH BERSIAP MENGADAKAN PERTEMUAN DENGAN ROMBONGAN INVESTOR.

      ROMBONGANPUN TIBA.

      104. LIK GOMBES                 : Monggo, silahkan, silahkan …, tetapi maaf apa adanya, sebab kami memang tidak memiliki tempat yang layak.

      105. BU PENGEMBANG    : Tidak apa-apa, kami kesini memang dengan konsep merakyat, jadi duduk di kursi darurat, tidak masalah.

      106. CEPLES                             : alah Ibu ini seperti pejabat saja, kalau pas perkenanalan sok merakyat, kalau sudah jadi pejabat, nggak bakalan kenal rakyat, melirikpun kagak bakalan.

      107. ATI                                      : Hus.

      108. BU PENGEMBANG    : Kami kesini tidak akan sok, sok diatas, sok kuasa, sok kaya, sok-sokan lah. Kami kesini kan bertujuan mengajak kerja sama, jadi posisi kita sama.

      109. LIK GOMBES                 : Terima kasih kalau memang Ibu sekalian berkehendak demikian. Mungkin bisa langsung kepada pokok persoalan.

      110. BU PENGEMBANG    : Begitu lebih bagus. Jadi kami sengaja ke sini untuk kerja sama, adapun kerja sama yang kami tawarkan adalah pengelolaan sebuah tempat pesiar yang elok nan indah dipandang. Tim sukses kami telah berembuk berbulan-bulan tentang proyek ini, yakni akan membangun sebuah taman pesiar yang termegah sepanjang sejarah.

      111. LIK GOMBES                 : Terus kerja sama yang di ingini ?

      112. BU PENGEMBANG    : kami akan beli semua tanah di sini dengan harga yang cocok, kami tidak akan menggusur, tetapi kami akan menempatkan penduduk disini sebagai bagian dari pesiar itu, akan kami rombak, renovasi perkampungan di sini menjadi perkampungan wisata.

      113. ATI                                      : Lantas kami di situ harus bagaimana?

      114. CEPLES                             : Apa akan di jadikan pajangan “pameran orang miskin” mungkin ?

      115. BU PENGEMBANG    : Bukan, bukan pajangan, tetapi sebagai pekerja.

      116. CIPLUK                            : Sebagai pemungut sampah seperti pekerjaan kami sekarang ini?

      117. BU PENGEMBANG    : Bukan,bukan.. Seamua akan kami pekerjakan selayaknya karyawan.

      118. LIK GOMBES                 : tetapi kami kan tidak memiliki pengalaman dan keahlian?

      119. BU PENGEMBANG    : Gampang, gampang itu bisa diatur, bekerja itu tidak membutuhkan keahlian kok, yang penting koneksi. Kami akan atur sedemikian rupa sehingga….

      120. CIPLUK                            : (SUDAH TIDAK KUAT MENAHAN AMARAHNYA SEJAK TADI) sudahlah pak tidak usah basi basi, tidak usah akting di depan kami, (MARAH) kami semua disini sudah tahu akal bulus,rencana busuk kalian. Kami sudah mendengar semua tentang rencana penggusuran ini. Jadi bapak ngggak usah basa basi, kerja sama segala, tai kucing. Kami disini tidak akan setuju apapun rencana bapak, hanya tipu-tipu belaka, jadi karyawan, jadi budak sama saja, mau di beli, mau di rampas, mau diambil, dan apapun bahasanya, tetap saja kami ini akan di gusur, di singkirkan, di tendang. Dan saya tau bajingan mana yang turut berperan.

      121. BU PENGEMBANG    : Lho Pran, kok mereka tau rencana kita ?

      122. SRI PRANTORO           : Saya juga tidak tahu bu, aduh kenapa jadi melenceng dari skenario?

      123. CIPLUK                            : Prantoro, kamu memang begundal, yang tega dengan sesama, dan orang seperti kamu ini pantas mati !

      TERJADI KEGADUHAN, JAMBUL TIBA-TIBA MENYERANG PRANTORO.

      124. CIPLUK                 : (SAMBIL MEMUKULI PRANTORO) Ini biang keladinya.

      SAAT SUASANA SEMAKIN GADUH, BU PENGEMBANG MEMBERIKAN KODE KEPADA PREMAN YANG DIBAWANNYA UNTUK KELUAR DAN MEMBERESKAN PARA PEMULUNG ITU.

      AKHIRNYA PREMAN-PREMAN DENGAN SANGAT ANARKIS MELUMPUHKAN ORANG-ORANG LORONG ITU. ORANG ORANG LORONGPUN TETAP SAJA MENJADI ORANG KALAH.

      125. PREMAN 1            : Mereka sudah dilumpuhkan bu…

      126. BU PENGEMBANG    : Ya. Bungkam dan Ikat mereka semua, masukkan dalam gubuk mereka masing-masing dan bakar perkampungan ini. Biar terkesan kebakaran.

      127. PREMAN                         : (MENGANGGUK DAN BERTINDAK)

      128. PREMAN 2                     : Prantoro bagaimana bu ?

      129. BU PENGEMBANG    : Biar saja mati membusuk dengan lukanya, biar sekalian jadi makanan anjing liar.

      ORANG ORANG LORONG, TERBUNGKAM, TERIKAT, DIBAKAR SEKALIAN RUMAHNYA.

      130. LAGU KALAH ORANG ORANG LORONG:

      Orang orang lemah

      Orang orang kalah

      Tak mungkin kami melawan

      Hanya ajal yang terjelang

      Orang orang lorong

      Tetap saja kosong

      Tak ada harapan

      Tak pernah ada kepastian

      Kami yang kalah

      Kami yang tersingkir

      Kami yang selalu terpinggir

      ———————————-THE END———————————–



      (Naskah Telah Dipentaskan)

      Pimpro                                    : Drs Heru Subrata, M.Si

      Sutradara                                : Ummi Fitrah

      Pencatat adegan                   : Nur Hidayah

      Sekretaris                                : Dyah Novianti

      Bendahara                               : Citra Ariani

      Penata panggung                  : Sunarsih

      Penata Rias dan busana     : Laksmi maya dewi

      Penata Tari                              : Nur Hidayah

       

      “Burung Kasuari yang Sombong”

      1. A. KONSEP CERITA

      Konsep cerita dalam “ Burung Kasuari yang Sombong “ adalah sejenis operet anak – anak yang didalamnya mengandung amanat dan juga operet ini merupakan awal cerita mengapa burung kasuari memiliki sayap yang pendek. Dalam operet ini akan ditampilkan nyanyian dan tarian anak – anak. Cerita ini merupakan salah satu cerita yang diambil dari kumpulan drama-tari dari fakultas bahasa dan seni. Dan naskah ini telah kami rangkai dan kami revisi sedemikian rupa agar menarik bagi penonton.

      1. B. SINOPSIS CERITA

      Kisah cerita tentang kesombongan seekor burung kasuari yang memiliki sayap yang indah dan menganggap dirinya lah yang paling hebat diantara semua burung yang ada di hutan. Akibat kesombongannya itu dia dibenci oleh semua burung. Hingga akhirnya diadakan sebuah perlombaan terbang untuk menentukan siapa yang paling hebat. Hanya burung dara lah yang berani melawan kesombongan si kasuari. Sebelum pertandingan dimulai ada sebuah peraturan dimana setiap peserta dapat mematahkan sayap lawannya. Dengan bantuan teman-teman burung dara, akhirnya dia (burung dara) memenangkan perlombaan tersebut, dan burung kasuari menjadi lemah dan tidak berdaya hingga akhirnya burung kasuari memiliki sayap yang pendek.

      1. C. KONSEP PANGGUNG

      Karena konsep cerita adalah kehidupan di hutan, maka panggungnya akan menyerupai sebuah hutan. Untuk properti panggung yang kami gunakan adalah sebagai berikut:

      1. 2 Pohon asli agar menyerupai hutan, 1 pohon kami meletakkannya di sudut belakang panggung dan 1 pohon lagi di pojok depan.
      2. Rumput-rumputan yang terbuat dari stereofom dan di letakkan didepan.
      3. Daun-daun kering, kami menyebarkannya di seluruh bagian panggung agar lebih terkesan suasana hutan.
      4. Backdrop warna hitam.

      1. D. KONSEP BUSANA

      Karena cerita ini pemainnya adalah seekor burung jadi kostum busananya berupa sayap dan atribut lainnya yang mendukung peran.

      1. Burung Kasuari memakai atasan warna biru, celana hitam, sayap warna biru agar terlihat sombong dan ditakuti, hiasan kepala mahkota burung.
      2. Burung Dara memakai costum warna putih, sayap putih, agar terlihat sepeerti burung dara dan mencerminkan sifat burung dara yang suci hatinya. hiasan kepala mahkota burung.
      3. Burung Hantu memakai costum warna coklat, sayap coklat, agar terlihat seperti burung hantu agar lebih terlihat bijaksana dan disegani,  hiasan kepala mahkota burung.
      4. Burung 1memakai kostum warna merah muda, sayap merah muda, hiasan kepala mahkota burung agar terlihat sifatnya yang centil.
      5. Burung 2 memakai kostum warna kuning, sayap kuning, hiasan kepala mahkota burung agar terlihat sifatnya yang selalu khawatir.
      6. Burung 3 memakai kostum warna hijau, sayap hijau, hiasan kepala mahkota burung agar terlihat sifatnya yang penyabar.
      7. Burung 4 memakai kostum warna merah, sayap merah, hiasan kepala mahkota burung agar terlihat sifatnya yang angkuh.
      8. Burung 5 memakai kostum warna ungu, sayap ungu, hiasan kepala mahkota burung agar terlihat sifatnya yang tegas.
      9. Burung 6 memakai kostum warna jingga, sayap jingga, hiasan kepala mahkota burung agar terlihat sifatnya yang penakut.

      1. E. KONSEP MUSIK DAN SUARA
        1. Suara – suara kicauan burung yang ada di hutan, kami sengaja mengawali drama ini dengan suara-suara burung agar terkesan suasana hutan.
        2. Music Lagu menikmati hari yang liriknya telah kami gubah sesuai dengan drama. Lagu ini digunakan untuk mencerminkan keceriaan burung-burung di hutan, maka kami menempatkan lagu ini diawal drama dan di akhir drama.
        3. Music lagu kertarajasa dari album “Jagoan” yang juga telah kami gubah liriknya sesuai dengan drama ketika burung kasuari masuk kedalam panggung.
        4. Music lagu anak burung hantu yang telah kami gubah liriknya sesuai dengan drama. Lagu ini digunakan ketika burung hnatu memasuki panggung.
        5. Music lagu jagoan dari album ”Jagoan” yang telah kami gubah liriknya sesuai dengan drama. Lagu ini digunakan ketika warga hutan berselisih dengan burung kasuari.
        6. Music tegang yang akan digunakan ketika burung dara dan kasuari lomba balap terbang.

      1. F. PERWATAKAN
        1. Burung kasuari: sombong, angkuh, berbadan besar, suka menindas yang lemah
        2. Burung Dara: pemberani, percaya diri meskipun berbadan kecil
        3. Burung Hantu: bijaksana, sabar, penyayang.
        4. Burung 1: cerewet, centil, kurus, ceking, jangkung, baik
        5. Burung 2: selalu khawatir, selalu cemas, pendek, kecil dan bersuara cempreng.
        6. Burung 3: lembut, penyabar,
        7. Burung 4: pemarah, angkuh, berbadan ceking.
        8. Burung 5: tegas, keras.
        9. Ummi fitrah: gagap, penakut.

      1. A. ALUR/PLOT

       

      Alur yang digunakan adalah alur maju

      Adegan 1 : pengenalan semua warga hutan meliputi burung 1 –  burung 6,

      Adegan 2 : muncul burung kasuari yang sombong

      Adegan 3 : warga hutan merasa jika burung kasuari sudah semakin sombong dan merasa dianiaya oleh burung kasuari

      Adegan 4 : muncullah burung hantu yang bijaksana yang akan menolong warga hutan dengan mengadakan balapan terbang

      Adegan 5 : semua warga hutan tidak ada yang berani melawan burung kasuari, muncullah burung dara yang pemberani yang akan melawan burung kasuari pada balapan terbang

      Adegan 6 : warga hutan merencanakan suatu taktik agar burung dara menang dalam balapan terbang yaitu dengan memasang ranting pada sayap burung dara

      Adegan 7 : balapan terbang dimulai. Diawali dengan pematahan sayap burung. Burung kasuari mendapat giliran pertama untuk mematahkan sayap burung dara, dan ketika burung dara mematahkan sayap burung kasuari, burung kasuari merasa kesakitan karena sayapnya benar-benar patah, sedangkan burung dara tidak.

      Adegan 8 : burung kasuari dan burung dara balapan terbang, dan dimenangkan oleh burung dara. Warga hutan sangant senang.

      Adegan 9 : burung kasuari sangant sedih, dia sangat kecewa, dia sekarang tidak punya kawan. Namun burung hantu mengajaknya untuk meminta maaf kepada burung dara dan warga hutan atas kesombongannya.

      Adegan 10: burung dara dan semua warga hutan memaafkan burung kasuari, dan akhirny mereka berteman dengan baik tanpa ada rasa kesombongan.

      1. B. PARA PEMERAN
      2. Burung kasuari : Maximilianus Robertus P.
      3. Burung dara : Retno Siswati
      4. Burung hantu : Laksmi Maya Dewi
      5. Burung 1: Sunarsih
      6. Burung 2: Nur Hidayah
      7. Burung 3: Diah Novianti
      8. Burung 4: Kiki Furiantina
      9. Burung 5: Citra Ariyani
      10. Burung 6: Ummi Fitrah

      1. C. SKENARIO

      Babak 1.

      Suara burung berkicau dan angin.

      01.  Burung lain (1) : Wah…… Hari ini cerah sekali………

      Matahari……..  bersinar terang, bunga – bunga bermekaran

      Duh …… senangnya…..

      Teman – teman……., ayo menyanyi bersama……

      02.  Semua warga hutan : ayo- ayo…

      03.  Semua warga hutan :  LAGU “MENIKMATI HARI”

      Matahari bersinar terang

      Seolah tersenyum senang

      Walau panas menyengat

      Kami tetap gembira

       

      Burung – burung bernyanyi riang

      Mensyukuri karunianya

      Bebas melayang di udara

      bersama kawan tersayang

       

      betapa bahagianya

      burung bernyanyi

      bunga pun menari

      betapa bahagianya

      menikmati hari bersama

       

      Daun – daun bergerak riang

      Seiring hembusan bayu

      Bergerak ke kiri dank e kanan

      Menari riang gembira

       

      Alamku indah mempesona

      Alamku kaya

      Damai sentosa

      Betapa bahagianya

      Mensyukuri karunianya

       

      04.  Burung kasuari : (BERLAGAK SOMBONG DAN TERTAWA SANGAT KERAS

      DENGAN BADAN YANG BESAR DAN TEGAP).

      Hahahahahaha……..

      (BURUNG KASUARI BERNYANYI LAGU “KERTARAJASA”)

      Namaku burung kasuari

      Aku raja semua burung

      Apa yang aku inginkan

      Pasti dapat terlaksana

       

      Aku sungguh luar biasa

      Oh… tiada tandingannya

      Aku yang paling berkuasa

      Semua burung takhluk padaku

       

      Jangan coba – coba

      melawan atau menantang

      Aku bukan burung yang dermawan

       

      Jangan coba-coba

      Melawan atau menantang

      Hati – hati menerima akibatnya

       

      Namaku burung kasuari oh…. Tiada tandingannya

      Aku yang paling berkuasa

      Semua burung takhluk padaku

       

      05.  Burung lain (1) : burung kasuari sudah semakin sombong ya, lihat itu lagaknya, semena-mena sama kita.

      06.  Burung lain (2) : apa yang harus kita lakukan, aku gak mau dianiyaya terus sama burung kasuari. (2X, CEPAT, CEMAS)

      07.  Burung lain (3) : kita harus segera menyusun rencana, agar si kasuari tidak semakin sombong.

      08.  Burung lain (1 dan 2) : apa itu?????(KEBINGUNGAN DAN CEMAS DAN SALING PANDANG)

      09.  Burung hantu : kuku………. Kuku…. Kuku… kukukuku..

      10.  Semua warga hutan : (BERKUMPUL DAN MENYANYIKAN LAGU BURUNG

      HANTU)

      wahai kawan semua …… dengarkah suara……

      Terdengar burung hantu…….., benarkah itu…???

      11.  Burung hantu dan burung lain : kuku.. kuku….kuku….kukukuku

      12.  Burung lainnya (3): burung hantu syukurlah kau datang. apakah kau dapat menolong kami…??

      13.  Burung hantu : apa sebenarnya yang kalian risaukan, kalian terlihat sangat gundah.

      14.  Burung lain (4) : iya burung hantu ini tentang kasuari yang sombong dan yang berbangga diri.

      15.  Burung lain (5): dan tak berhati nurani….

      16.  Burung lain (6) : Kami yang teraniaya…., lemah dan tak punya daya….(DENGAN KESAL)

      17.  Burung lain (2) : kami sudah tidak tahan lagi dengan sikap burung kasuari.

      18.  Burung lain (1) : ayolah burung hantu………. tolonglah kami.

      19.  Burung lain (3) : huuuuhhhhhh………. (MENGHELA NAFAS DAN EKSPRESI

      PASRAH)

      20.  Burung hantu : janganlah sendih….., janganlah risau…….., janganlah terlalu capat menyerah….., lihatlah segalanya……, lebih dekat……., dank au akan mengerti…..

      21.  Burung lain (4) : lalu apa yang harus kami lakukan burung hantu….??? Kami tidak tahu harus berbuat apa???

      22.  Burung hantu : emmm…. Segera kumpulkan semua warga hutan…(DENGAN TEGAS)

      23.  Semua burung : okelah kalau begitu…..

      (SEMUA BURUNG BERKUMPUL DAN BERMUSYAWARAH, KEMUDIAN BEKERJA SESUAI TUGASNYA. >SALAH SATU BURUNG MEMASANG WORO – WORO, >SEMUA WARGA HUTAN BERKERUMUN MEMBACA PENGGUMUMAN TERMASUK BURUNG DARA).

      24.  Burung dara : Owh… balapan……

      25.  Burung kasuari : (burung kasuari datang dan ikut membaca penggumuman)

      Hahahhahaha….

      Mana ada yang berani melawanku……

      Kalian semua kan burung kecil, tidak punya kelebihan apa-apa.

      Aku sungguh luar biasa ….

      Oh …… tiada tandingannya

      Aku yang paling berkuasa……..

      Semuanya takut kepadaku….. hahahahha

       

      (NADA LAGU”JAGOAN”)

      26.  Burung dara : dia pikir….. dia yang paling hebat

      Punya sayap lebar merasa kuat

      27.  Burung kasuari : aku memang hebat….

      28.  Semua burung : hebat membuat ulah…… huuh…

      29.  Burung kasuari : sayapku memang kuat

      30.  Burung lainnya : kuat tapi tak punya kawan,…..sombong sich.

      31.  Burung dara : dia pikir…. Dia yang paling kuat

      Merasa berkuasa atas segalanya

      32.  Burung kasuari : aku memang kuat…….

      33.  Burung lainnya : kuat makannya alias rakus

      34.  Burung kasuari : akulah penguasa

      35.  Burung lainnya(semua burung) : penguasa hanyalah Tuhan

       

      36.  Burung kasuari : siapa dari kalian yang berani melawanku……, hahahha..

      Aku kasuari sang penguasa hutan, aku tak munkin terkalahkan, hahahaha…..

      37.  Burung lain        : (SALING BERPANDANGAN, KEMUDIAN BURUNG DARA MENGAJUKAN DIRI UNTUK MELAWAN KASUARI)

      38.  Burung dara       : kamu jangan senang dulu burung kasuari, aku yang akan melawanmu wahai burung yang sombong, jangan sok kecakepan dech……

      39.  Burung kasuari  : kau yakin dengan apa yang kau katakan itu??(DENGAN HERAN)

      40.  Burung dara       : tentu saja dan aku pastiakan mengalahkanmu.

      41.  Burung kasuari  : haaahhh…?! Hahahahah….. kita buktikan saja nanti. Burung kecil jangan sok kepedean kau……

      42.  Burung hantu     : baiklah, lebih bai kalian mempersiapkan diri masing-masing untuk mempersiapkan pertandingan terbang besuk. dengan peraturan yang telah ditentukan.

      43.  Burung kasuari  : (PERGI DENGAN LAGAK SOMBONGNYA)

      44.  Burung 1-4          : (MEMBANTU BURUNG DARA MENYIAPKAN

      PERTANDINGAN, DISELIPKANNYA RANTING PADA SAYAP BURUNG DARA)

      45.  Burung 5  : Yang namanya pahlawan harus membela yang lemah, yang namanya

      pahlawan  harus rela berkorban. Betulkan teman-teman.

      46.  Burung kasuari : (DATANG DENGAN LAGAK SOMBONG)

      47.  Burung 6: woi burung kasuari sudah dating, ayo cepat jangan sampai ketahuan. (SAMBIL BERLARI KE ARAH BURUNG YANG LAIN)

      48.  Burung kasuari : sudah siapkah kau melawanku burung kecil, jangan sampai kau menyesal sudah menyerah saja padaku.

      49.  Burung lain (6) : lihat itu sombongnya keluar.

      50.  Semua Burung lain : Huuuhhhh,(MENCIBIR)

      51.  Burung hantu  : awas,,awas,,awas,,!! Sebentar..!! tolong dengarkan saya, pertandingan ini

      ada peraturannya dan tidak akan dimulai jika kalian ribut sendiri. Jadi kita mulai dari peraturan pertama.

      52.  Burung kasuari dan burung dara : baiklah

      53.  Burung hantu  : peraturan pertama, sebelum pertandingan terbang kalian boleh saling

      mematahkan sayap lawan. Saya beri waktu 5 menit.

       

      54.  Burung Hantu : burung kasuari kau mendapat giliran pertama untuk mematahkan sayap burung dara.

      Narrator  : Kemudian ketika burung kasuari mencoba mematahkan sayap burung dara, terdengar bunyi “kraak..kraakk..” dan burung dara berpura-pura kesakitan, seakan-akan sayapnya patah.

      55.  Burung hantu : sekarang giliranmu burung dara untuk mematahkan sayap burung kasuari.

      56.  Burung Dara: Baik burung hantu.

      57.  Burung hantu : baik, sudah cukup………., waktu kalian sudah habis

      Sekarang kita mulai pertandingan yang sesungguhnya, yaitu pertandingan terbang, siapa yang paling kuat dan cepat, dialah pemenangnya. Dalam hitungan ketiga pertandingan dimulai.

      58.  Burung kasuari : (DENGAN SOMBONG) kau tidak akan mengalahkanku burung

      kecil….

      59.  Burung dara : kita lihat saja nanti…!!!

      60.  Burung hantu: 1……….. 2………… 3…………

      61.  Semua warga hutan : (BERSORAK RAMAI) Ayo… Ayo…. Ayo… burung dara kamu

      pasti menang.

      62.  Burung lain(semua burung) : (BERSORAK RIANG, MENGHAMPIRI BURUNG DARA) Hore…….Hore…..,

      63.  Burung lain (1,2,3) : kamu hebat burung dara,

      64.  Burung lain (4,5) : kamu memang pahlawan kami.

      65.  Burung hantu : ya kita sudah menyaksikan pertandingan terbang antara burung kasuari

      dan burung dara, dan pemenangnya adalah burung dara.

      66.  Burung kasuari : (TERKULAI LEMAH KARENA SAYAPNYA YANG PATAH DAN

      BERSEDIH KARENA KEKALAHANNYA) Hatiku sedih….., hatiku gundah……, tak ada yang mau memaafkan aku….

      67.  Burung hantu : (BERJALAN MENDEKAT KE BURUNG KASUARI, DAN

      MEMBANTU BURUNG KASUARI BERDIRI)

      Setiap insan di dunia, pasti punya kesalahan….

      Tapi hanya yang pemberani

      Yang mau mengakui

      (BERJALAN MENDEKAT KE BURUNG-BURUNG LAIN DENGAN MENGGANDENG BURUNG KASUARI)

      Setiap insan di dunia

      Pasti pernah sakit hati

      Hanya yang berjiwa satria

      Yang mau memaafkan

      68.  Semua warga hutan : (LAGU “MENIKMATI HARI”)

      Betapa bahagianya

      Punya banyak teman

      Betapa senangnya……

       

      Betapa bahagianya

      Dapat saling menyayangi….

       

      Setiap insan di dunia

      Pasti pernah sakit hati

      Hanya yang berjiwa satria

      Yang mau memafkan…….

       

      Bertapa bahagianya

      Punya banyak teman

      Betapa senangnya….

       

      Betapa bahagianya

      Dapat saling menyayangi

      Mensyukuri karunianya (SEMUA WARGA HUTAN SALING BERPELUKAN).

      TAMAT

      “PUTRI BEBEK”

      Posted: 22 Januari 2011 in Naskah Drama

       

      (Naskah Telah Dipentaskan)

       

      Para Pemain:

      1. Ardila Hadi S
      2. Siti Maimanah
      3. Nur Isfahani
      4. Riski Sugiarto
      5. Rusinta F.U
      6. Yuli Rahmayanti
      7. Ninit Yulianita
      8. Nur Solekha
      9. Tri Siwi
      10. Nurul Agustin
      11. Fitriyah L
      12. Ratih Wulandari
      13. Kiki  Ari A
      14. Sundari
      15. Nur Lailatul K
      16. Nurita Putriantini
      17. Happy Mayasari
      18. Evi Nur F
      19. Margaretha E.D
      20. Lisa Agustina
      21. Susi  Vita E
      22. Erna Titik M

       

      SUSUNAN KRU DAN PARA PEMAIN

      OPERET PUTERI BEBEK

      1. Pimpinan Produksi  : Drs. Heru Subrata, M.Si.
      2. Sutradara                 : Siti Maimanah
      3. Asisten Sutradaraf   : Nur Isfahani
      4. Pencatat Skrip           : Riski Sugiarto
      5. Bendahara                   : Rusinta Fitrianing U
      6. Sekretaris                    : Yuli Rahmayanti
      7. Penata                           :
        1. Busana dan Rias     : Ninit Yulianita
        2. Panggung                  : Nur Solekha,  Tri Siwi, Nurul Agustin
        3. Musik                          : Nur Solekha
        4. Lampu                        : Tri Siwi
        5. Tari                              : Siti Maimanah
        6. Pemain                       :
          1. Puteri Ragil Ayu                               : Fitriyah Lutfiyanah
          2. Pangeran Wijaya Kusuma            : Ardila Hadi S
          3. Ibu Bebek                                            : Nur Lailatul K
          4. Bebek Cruwet                                     : Ratih Wulandari
          5. Bebek Sablah                                      : Kiki Ari A
          6. Bebek Endelia                                     : Ninit Yulianita
          7. Bebek Kemayuningsih                         : Sundari
          8. Pengawal 1                                          : Nurita Putriantini
          9. Pengawal 2                                          : Happy Mayasari
          10. Pengawal 3                                          : Evi Nur Fadhilatin
          11. Pengawal 4                                          : Yuli Rahmayanti
          12. Pohon Toge                                         : Rusinta Fitrianing U
          13. Pohon Elaelo                                       : Margaretha E. D
          14. Pohon Lesus                                       : Lisa Agustina
          15. Pohon Sosis                                        : Susi Vita E
          16. Pohon Megah                                      : Erna Titik Megawati
          17. Pohon Honey                                      : Nur Isfahani

      KONSEP PENYUTRADARAAN

      1. A. Konsep Cerita

      Konsep cerita dalam operet Puteri Bebek adalah sejenis operet yang pasti di dalamnya terdapat rangkaian cerita yang berpadu dengan alunan lagu dan nyanyian. Kami sengaja memilih jenis pertunjukan drama berupa operet ini karena manurut kami drama operet memberikan suguhan yang lebih menarik dan indah kepada para penikmat drama. Iringan lagu dan nyanyian yang terdapat dalam operet ini membuat kami yakin bahwa kami akan memberikan tontonan yang lebih segar dan tentunya lebih indah.

      Cerita ini merupakan ide dari salah satu anggota kelompok kami yang inspirasinya berasal dari tari Bebek. Penulis cerita berkeinginan membuat cerita yang ringan sesuai dengan anak SD karena kami adalah calon Guru SD, namun tetap indah dan menarik. Akhirnya, terciptalah drama operet Puteri Bebek ini. Anggota kelompok yang lain telah memberikan kontribusi yang begitu besar dalam pengeditan jalan cerita dan dialog dalam cerita ini agar tercipta rangkaian cerita yang lebih baik dan lebih menarik bagi penonton.

      B. Sinopsis Cerita

      Kisah kecemburuan dan kejahatan empat ekor bebek yaitu Bebek Sablah, Cruwet, Endelia, Kemayuningsih terhadap saudara mereka sendiri yaitu Puteri Ragil Ayu. Mereka cemburu akan perlakuan dan perhatian Ibu mereka yaitu Ibu Bebek yang lebih menyayangi Puteri Ragil Ayu daripada mereka yang juga anaknya. Mereka juga merasa tidak senang karena Puteri Ragil Ayu akan bertemu kembali dengan sahabatnya yang lama terpisah yaitu Pangeran Wijaya Kusuma.

      Bebek Sablah, Cruwet,. Endelia, dan Kemayuningsih memerintahkan Puteri Ragil Ayu untuk mengantarkan sebuah barang pada Bebek Hitam di kampung sebelah pada saat cuaca sedang mendung. Tujuan mereka adalah supaya Puteri Ragil Ayu terjebak hujan di hutan ketika dia mengantarkan barang itu sehingga Puteri Ragil Ayu tidak dapat bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma.

      Hal itupun akhirnya terjadi, Puteri Ragil Ayu kehujanan ketika di hutan, dia kedinginan dan ketakutan karena hujan dan suara petir yang menyambar-nyambar. Beruntung disitu ada pohon-pohon yang baik dan bersedia melindungi Puteri Ragil Ayu dari hujan dan petir.

      Sementara itu Pangeran Wijaya Kusuma yang telah di rumah bebek merasa khawatir karena dia tidak menemukan Puteri Ragil Ayu disana. Diapun marah kepada keempat saudara Puteri Ragil Ayu, karena dia yakin bahwa kepergian Puteri Ragil Ayu karena ulah keempat saudaranya itu. Diapun akirnya memutuskan untuk mencari Puteri Ragil Ayu bersama para pengawal dan Ibu Bebek.

      Puteri Ragil Ayu akhirnya ditemukan. Pangeran dan Ibu Bebek merasa senang karena dapat bertemu kembali dengan Puteri Ragil Ayu. Keempat saudara Puteri Ragil Ayupun sadar bahwa bagaimanapun Puteri Ragil Ayu adalah saudara mereka sendiri yang seharusnya tidak mereka sakiti. Mereka meminta maaf pada Puteri Ragil Ayu dan Puteri Ragil Ayupun memafkan mereka. Pada akhirnya, mereka hidup bahagia dan saling menyayangi.

      Tokoh Dalam Babak I:

      1. Ibu Bebek
      2. Puteri Ragil Ayu
      3. Bebek Cruwet
      4. Bebek Sablah
      5. Bebek Endelia
      6. Bebek Kemayuningsih
      7. Pangeran Wijaya Kusuma
      8. Pengawal Pangeran Wijaya Kusuma

      Tokoh Dalam Babak II:

      1. Puteri Ragil Ayu
      2. Pohon Lesus
      3. Pohon Megah
      4. Pohon Sosis
      5. Pohon Elaelo
      6. Pohon Toge
      7. Pohon Honey
      8. Pangeran Wijaya Kusuma
      9. Pengawal Pangeran Wijaya Kusuma
      10. Ibu Bebek
      11. Bebek Cruwet
      12. Bebek Sablah
      13. Bebek Endelia
      14. Bebek Kemayuningsih

      Struktur Alur:

      Eksposisi (perkenalan):

      Cerita awal yang mengisahkan Ibu Bebek dan kelima ekor putrinya

      Komplikasi dan Konflik:

      Mulai muncul intrik-intrik awal yang berkembang menjadi konflik, yaitu ketidak senangan (rasa iri hati) 4 putri bebek yang tidak ingin melihat Putri Ragil Ayu bertemu Pangeran Wijaya Kusuma dan akhirnya 4 putri bebek punya niat jahat untuk menjebak Putri Ragil Ayu tidak bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma

      Klimaks (Puncak Konflik):

      Pangeran Wijaya Kusuma mengetahui Puteri Ragil Ayu tidak ada dan Pangeran punya dugaan semuan ini telah direncanakan. Akhirnya Pangeran mengutus pengawal untuk mencari Puteri Ragil Ayu.

      Relevasi:

      Terbukanya semua kejahatan yang dilakukan 4 putri bebek dengan ditemukannya Puteri Ragil Ayu.

      Denouement (Penyelesaian):

      Pangeran bahagia bersama Puteri Ragil Ayu dan Puteri Ragil Ayu memaafkan 4 putri bebek saudaranya.

       

      1. D. Konsep Panggung

      Cerita ini terdiri dari dua babak, babak pertama terjadi di rumah bebek dan babak kedua di hutan. Konsep panggung sengaja kami buat sesederhana mungkin dengan memperbanyak sentuhan-sentuhan properti alami agar terlihat sesuai dengan kenyataan. Adapun propertiy yang pakai sebagai berikut:

      1. Daun hijau dan kering.

      Digunakan sebagai hiasan lantai rumah bebek dan hutan karena selayaknya rumah bebek dan hutan harus terlihat kotor dengan daun-daun hijau dan kering

      1. Satu buah matras

      Digunakan sebagai tempat tidur Puteri Ragil Ayu

      1. Jerami,

      Disamping menggunakan matras, tempat tidur Puteri Ragil Ayu juga ditambah dengan jerami di atas matras, agar terlihat seperti tempat tidur bebek sesungguhnya yang biasanya tidur di jerami.

      1. Satu buah kaca

      Kami membutuhkan kaca karena dalam aktingnya nanti Puteri RAgil Ayu akan berkaca

      1. Satu buah kotak benda

      Digunakan sebagai barang yang nantinya akan dibawa oleh Puteri Ragil Ayu dalam aktingnya

      1. Sterofoam

      Sterofoam akan digambar/dibentuk menjadi rumput-rumput tinggi untuk dijadikan pagar rumah dan sebagai hiasan

      1. Gedebok Pisang

      Disamping menggunakan gambar rumput, gedebok pisang digunakan untuk menancapkan ranting-ranting pohon

      1. Ranting-tanting Pohon

      Digunakan sebagai tumbuhan, pohon-pohon di sekeliling rumah bebek

       

      1. E. Konsep Rias dan Busana

      Dalam cerita ini, kami mengibaratkan semua pemain adalah bebek, kecuali pohon. Jadi, semua pemain akan didandani layaknya bebek dan memakai kostum bebek.

      Konsep rias antara lain:

      Puteri Ragil Ayu

      Memakai riasan yang lembut (tidak menor) dengan rambut digerai agar tampak seperti Puteri yang lemah lembut dan baik hati

      Bebek Sablah, Cruweet, Endelia, Kemayuningsih

      Dirias agak tebal (menor) dengan rambut yang juga digerai unuk menampakkan watak mereka yang jahat

      Ibu Bebek

      Dirias tipis dengan rambut yang disanggul, diberi efek kerut-kerut di wajahnya agar terlihat tua sesuai dengan perannya

      Pangeran Wijaya Kusuma

      Dirias sedemikian rupa, diberi kumis dan jambang agar mencerminkan sikap bijaksana layaknya seorang Pangeran

      Pengawal Pangeran

      Walaupun para pemerannya perempuan, akan dirias sedemikian rupa agar menyerupai pengawal laki-laki dengan ditambahkan kumis.

      Pohon

      Dirias dengan warna coklat di seluruh tubuh agar terlihat seperti batang pohon

       

      Konsep Busanan antara lain:

      Puteri Ragil Ayu

      Memakai kostum bebek lengkap dengan sayap berwarna putih untuk menggambarkan karakternya yang baik dan lembut.

      Bebek Sablah, Cruwet, Endelia, Kemayuningsih

      Mengenakan kostum bebek lengkap juga namun sayapnya saja yang berwarna kuning agar berbeda dengan sayap Puteri Ragil Ayu

      Ibu Bebek

      Mengenakan kostum bebek lengkap juga namun sayapnya dibuat berbeda warnanya dengan sayap Puteri Ragil Ayu dan keempat saudaranya.

      Pangeran Wijaya Kusuma

      Mengenakan kostum dan sayap yang sama dengan yang dikenakan oleh Puteri Ragil Ayu untuk menggambarkan bahwasannya Pangeran Wijaya Kusuma adalah sahabat/pasangan Puteri ragil Ayu

      Pengawal Pangeran

      Memakai kostum bebek lengkap dengan sayap yang berbeda warna dengan sayap yang dikenakan Puteri Ragil Ayu, keempat saudaranya, Ibu Bebek, dan Pangeran.

      Pohon

      Memakai pakaian atas-bawah berwarna coklat agar terlihat seperti batang pohon dengan dililiti dedaunan dan ranting pohon

      F. Konsep Musik

      Karena cerita ini berbentuk operet, maka akan terdapat banyak sekali lagu di dalamnya. Lagu-lagu yang terdapat dalam cerita ini telah diganti liriknya. Konsep musik sebagai berikut:

      1. Sound effect saat pembacaan narasi
      2. Iringan musikc “nina bobo” menggunakan piano cocok digunakan Ibu Bebek menyanyikan lagu nina bobo untuk Puteri Ragil Ayu
      3. Iringan Musik “jagoan” menggunakan piano digunakan saat Bebek Sablah, Cruwet, Endelia, Kemayuningsih tidak rela bila  Puteri Ragil Ayu dikatakan paling cantik dan indah.
      4. Sound effect suara ayam berkokok untuk memberi tanda waktu pagi ketika Puteri Ragil Ayu bangun tidur.
      5. Iringan musik “Karena Cinta” dipilih karena cocok digunakan ketika Puteri Ragil Ayu bernyanyi dimana isi liriknya bercerita bahwa Puteri Ragil Ayu merasa tegar dan menunggu kedatangan Pangeran Wijaya Kusuma, semua itu didasari perasaan cinta pada Pangeran Wijaya Kusuma.
      6. Iringan musik “EB Comix” cocok digunakan ketika Pangeran datang bersama para pengawalnya.
      7. Sound efek suara angin berhembus digunakan untuk menggambarkan keadaan pohon-pohon di hutan yang diterpa angin.
      8. Sound effect suara hujan dan petir yang menyambar-nyambar untuk menggambarkan keadaan/suasana ketika Puteri Ragil Ayu tiba di hutan waktu hujan.
      9. Iringan lagu “Ambilka Bulan Bu” digunakan ketika Puteri bernyanyi yang isi liriknya menceritakan tentang ketakutannya karena sendirian waktu di hutan.
      10. Iringan lagu “Heli” digunakan ketika pohon-pohon menyanyikan lagu untuk Puteri Ragil Ayu yang isi lriknya menceritakan bahwa mereka akan melindungi Puteri Ragil Ayu dari derasnya hujan.
      11. Iringan lagu “Puteri (Jikustik)” menggunakan gitar digunakan ketika Pangeran Wijaya Kusuma meminta Puteri Ragil Ayu untuk tidak menangis lagi dan mengungkapkan perasaannya bahwa dia sangat merindukan Puteri Ragil Ayu
      12. Iringan lagu “Terima Kasih Cinta (Afgan)” menggunakan gitar ketika Puteri Ragil Ayu membalas nyanyian Pangeran Wijaya Kusuma lagu ini sangat cocok karena menggambarkan perasaan Ragil Ayu yang merasa sangat senang dan berterimakasih pada Pangeran Wijaya Kusuma karena dia kembali datang menemui Puteri Ragil Ayu
      13. Iringan lagu “Du di du di dam” menggunakan piano saat semua pemain bernyanyi untuk mengakhiri pementasan, lagu ini sangat cocok karena riang dan menggambarkan kebahagiaan para pemain.

      G. Konsep Lampu

      Dalam cerita ini terdapat dua setting tempat seperti yang telah dijelaskan pada uraian di atas. Disamping itu terdapat dua seting waktu, yaitu waktu malam dan pagi, juga terdapat setting suasana hujan deras disertai petir. Konsep lampu sebagai berikut:

      1. Ketika malam saat di rumah bebek, lampu akan dibuat sedikit redup untuk memberi kesan bahwa kejadian itu berlangsung pada malam hari
      2. Ketika pagi saat di rumah bebek, lampu akan dibuat terang untuk memberi kesan bahwa kejadian itu berlangsung pada pagi hari
      3. Ketika hujan di hutan, lampu akan dibuat redup untuk memberi kesan mendung namun beberapa lampu akan dibuat terang sesekali saat terjadi petir menyambar.

      (DI SEBUAH KAMPUNG, HIDUPLAH SEEKOR IBU BEBEK BERSAMA KELIMA EKOR PUTERI BEBEKNYA. SATU DIANTARA KELIMA PUTERI BEBEKNYA ITU MEMILIKI PERBEDAAN DENGAN KEEMPAT PUTERI BEBEK YANG LAIN. PUTERI BEBEK YANG SATU INI LEBIH CANTIK DAN INDAH DIBANDING YANG LAIN. NAMANYA “PUTERI RAGIL AYU”. SEDANGKAN YANG LAIN BERNAMA BEBEK CRUWET, BEBEK SABLAH, BEBEK ENDELIA, DAN BEBEK KEMAYUNINGSIH. MEREKA MERASA IRI AKAN KECANTIKAN DAN KEINDAHAN PUTERI RAGIL AYU. APALAGI IBU BEBEK LEBIH SAYANG PADA PUTERI RAGIL AYU)

      BABAK I

      (SEBELUM PUTERI RAGIL AYU TIDUR, IBU BEBEK MENIDURKANNYA DENGAN MENYANYIKAN LAGU NINA BOBO. KEEMPAT SAUDARA YANG MELIHATNYA MERASA IRI DAN BENCI KEPADA PUTERI RAGIL AYU)

      1. 01. IBU BEBEK : (BERNYANYI) “Nina bobo, oo.. nina bobok, kalo tidak bobok digigit nyamuk”. “Tidurlah sayang, ibu sangat menyayangimu” (SAMBIL MENGECUP KENING PUTERI RAGIL AYU)
      2. 02. P.RAGIL AYU : “Ibu…” (MEMEGANG TANGAN IBU BEBEK), aku ingin sekali besok bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma, sudah lama aku tak bertemu sahabatku itu”.
      3. 03. IBU BEBEK : “Makanya, sekarang kamu harus cepat-cepat tidur biar besok tidak kesiangan dan kamu bisa bertemu dengannya”
      4. 04. P.RAGIL AYU : “Baik, Bu” (MENGANGGUKKAN KEPALA)
      5. 05. BEBEK CRUWET : (SEBAL) “Heh, lihatlah! Ibu lebih menyayangi Puteri Ragil Ayu dari pada kita. Apa kalian tidak cemburu?”
      6. 06. BEBEK SABLAH, ENDELIA, KEMAYUNINGSIH : “Tentu, kita cemburu”
      7. 07. BEBEK SABLAH : “Kita tidak boleh membiarkan dia bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma”
      8. 08. BEBEK ENDELIA : “Ya, hanya kita yang boleh bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma”
      9. 09. KEEMPAT BEBEK : (BERNYANYI) “Dia pikir… dia yang paling hebat. Merasa paling cantik dan paling indah. Tidak mungkin! Kitalah yang paling sempurna” (TERTAWA)
      10. 10. IBU BEBEK : (KELUAR KARENA MENDENGAR SUARA RIBUT DARI LUAR KAMAR)
      11. 11. KEEMPAT BEBEK : (SEMBUNYI)
      12. 12. BEBEK SABLAH : “Ayo kita pergi dari sini”

      (KEESOKKAN HARINYA, PUTERI RAGIL AYU BANGUN DENGAN HATI YANG PENUH SUKA CITA. SOUND EFEK, SUARA AYAM BERKOKOK)

      1. 13. P.RAGIL AYU : (BANGUN DARI TIDURNYA, MELIHAT-LIHAT SEKELILINGNYA KEMUDIAN MENGAMBIL CERMIN SAMBIL BERNYANYI) “Hari ini… adalah hari yang kutunggu. Kubahagia… karena kau kan segera datang. Tak pernah… kuragu aakan setia. Inilah… diriku dengan melodi untukmu. Dan bila… aku berdiri. Tegar… sampai hari ini. Bukan karna kau atau hebatku. Semua… karena cinta. Semua… karena cinta. Tak mampu diriku, dapat berdiri tegar. Trimakasih… cinta… ”

      (KAGET MELIHAT KEEMPAT KAKAKNYA YANG TIBA-TIBA DATANG) “Kakak-kakak, ada apa?”

      1. 14. BEBEK KEMAYUNINGSIH: (Dengan nada tinggi) “Kami ingin minta tolong padamu”
      2. 15. P.RAGIL AYU : “Minta tolong apa, kak?”
      3. 16. BEBEK CRUWET : “Kamu antarkan barang ini pada bebek hitam di kampung sebelah. Sekarang!!” (MENYERAHKAN BARAG PADA PUTERI RAGIL AYU)
      4. 17. P.RAGIL AYU : “Apa harus sekarang, kak? Cuaca kan sedang mendung. Bagaimana kalau nanti saja, pasti saya antarkan”
      5. 18. BEBEK SABLAH : (MEMBENTAK) “Sudah, kamu antar saja barang ini sekarang! Jangan banyak omong!”
      6. 19. BEBEK ENDELIA : “Iya, jangan banyak cocot. Pergi sana!”
      7. 20. P.RAGIL AYU : “Baik, kak”
      8. 21. KEEMPAT BEBEK : (BERSORAK-SORAI) “Berhasil. Berhasil. Berhasil. Horrrayyy.” (TERTAWA)

      (TIDAK LAMA SETELAH PUTERI RAGIL AYU PERGI MELAKSANAKAN PERINTAH KAKAKNYA, PANGERAN WIJAYA KUSUMA DATANG BERSAMA KEEMPAT PENGAWALNYA)

      1. 22. PANGERAN WIJAYA KUSUMA : (BERNYANYI) ”Aku tlah datang, aku tlah datang. Halo. Halo. Haloo..”.
      2. 23. KEEMPAT BEBEK : (CENTIL) “Halo juga Pangeran”
      3. 24. PENGERAN W.KUSUMA : (KEBINGUNGAN) “Dimana Puteri Ragil Ayu? Kenapa dia tidak kelihatan?”
      4. 25. IBU BEBEK : (MENCARI-CARI) “Oia, dimana Puteri Ragil Ayu?”
      5. 26. BEBEK ENDELIA : “Dia tadi bilang pada kita, katanya dia tidak ingin bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma. Dia benci pada Pangeran karena dulu Pangeran telah meninggalkannya”
      6. 27. IBU BEBEK : (TIDAK PERCAYA) “Tidak mungkin, semalam dia bilang pada Ibu kalau ingin sekali bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma hari ini”
      7. 28. BEBEK KEMAYUNINGSIH : “Itukan semalam, Bu. Kenyataannya sekarang kan beda”
      8. 29. PANGERAN W.KUSUMA : (MARAH) “Ini pasti ulah kalian. Kalian sengaja tidak mempertemukan aku dengan Puteri Ragil Ayu”
      9. 30. BEBEK ENDELIA : “Tidak Pangeran”
      10. 31. PANGERAN W.KUSUMA : “Diam kamu! Aku sama sekali tidak percaya denganmu. Kita harus segera mencari Puteri Ragil Ayu. Aku khawatir dengan keadaannya. Pengawal! Ayo kita berangkat”
      11. 32. KEEMPAT PENGAWAL : “Baik Pangeran, laksanakan!”
      12. 33. IBU BEBEK : “Ibu ikut denganmu Pangeran”
      13. 34. PANGERAN W.KUSUMA : “Baik, Bu. Ayo kita berangkat”

      (PANGERAN, IBU, DAN KEEMPAT PENGAWALLANGSUNG BERGEGAS MENCARI PUTERI RAGIL AYU. SEMENTARA ITU KEEMPAT KAKAKNYA TIBA-TIBA MERASA KHAWATIR DENGAN KEADAAH ADIKNYA)

      1. 35. BEBEK KEMAYUNINGSIH : “Saudara-saudaraku, kasihan juga ya Puteri Ragil Ayu. Sekarang sedang hujan deras. Dia pasti kehujanan dan kedinginan”
      2. 36. BEBEK SABLAH : “iya, bagaimanapun juga dia saudara kita”
      3. 37. BEBEK CRUWET : “ayo kita ikut mencari Puteri Ragil Ayu”
      4. 38. BEBEK ENDELIA : “Iya-iya. Yuk yak yuuuuuukk”

      BABAK II

      (SOUND EFEK, SUARA ANGIN BERHEMBUS)

      1. 39. POHON LESUS : “Haduh, capek juga ya jadi pohon. Tiap hari goyang-goyang terus”
      2. 40. POHON MEGAH : “Uda kepanasan, kehujanan lagi. Capek deh kita ”
      3. 41. POHON SOSIS : “udah gitu nanti ditebang, terus dibakar lagi. Huuhhh!!”
      4. 42. POHON HONEY : “Iya nih, sekali-kali kita jadi puteri, kek. Biar ga jadi pohon terus”
      5. 43. POHON ELAELO : “Sabar teman-teman. Ini memang sudah nasib kita jadi pohon”
      6. 44. POHON TOGE : “Aduuuh, kalian ini nyadar dong. Bodi aja kayak pohon bonsai, malah minta jadi puteri. Ngiiiimpiiiiiii ”
      7. 45. POHON LESUS : “Eh teman-teman, ada yang datang tuh!”

      (SOUND EFEK, SUARA HUJAN DAN PETIR YANG MENYAMBAR-NYAMBAR)

      1. 46. P.RAGIL AYU : (BERJALAN SAMBIL KEDINGINAN DAN MENANGIS. KEMUDIAN DIA DUDUK DI ANTARA POHON DAN BERNYANYI) “Ibuku tersayang. Ibuku tercinta. Kutakut sendiri… di sini. Di sini hujannya deras. Petirnya kian menyambar. Ibuku tersayang. Ibuku tercinta. Datanglah kemari temani aku”
      2. 47. POHON MEGAH : “Kau begitu cantik wahai bebek, siapa namamu? Kenapa kamu sendirian di sini?”
      3. 48. POHON HONEY : “Iya, kenapa kamu keluar rumah? Padahal sejak tadi cuaca sudah mendung”
      4. 49. P.RAGIL AYU : “Namaku Puteri Ragil Ayu. Aku diperintahkan oleh keempat kakakku untuk mengantarkan barang ini pada bebek hitam di kampung sebelah”
      5. 50. POHON TOGE : “Sungguh jahat mereka, kenapa kamu bersedia Puteri? Kasihan sekali kamu”
      6. 51. POHON ELAELO : “Kita harus menolong Puteri cantik ini, teman!”
      7. 52. SEMUA POHON : “Iya”
      8. 53. SEMUA POHON : (MELINGKARKAN TUBUH MEREKA UNTUK MELINDUNGI PUTERI. DAN BERNYANYILAH MEREKA) “Kami akan melindungimu, dari derasnya hujan. Janganlah Puteri cantik takut. Kami ada di sini. Puteri tenanglah, Puteri sabarlah. Kami bersamamu. Puteri tenanglah, Puteri sabarlah. Kami bersamamu.”
      9. 54. P.RAGIL AYU : (BERDIRI DAN MENCARI POHON UNTU BERTEDUH) “Pohon, bolehkah aku berlindung di bawahmu, pohon?”
      10. 55. POHON MEGAH : “Iya, silakan Puteri”

      (TIBA-TIBA TERDENGARLAH SUARA PANGERAN DAN KEEMPAT PENGAWALNYA, MASUK KE DALAM HUTAN)

      1. 56. PANGERAN W.KUSUMA : “Pengawal, kalian mencari di sebelah sana dan saya akan mencari di sana”
      2. 57. KEEMPAT PENGAWAL : “Baik Pangeran”

      (PANGERAN WIJAYA KUSUMA DAN KEEMPAT PENGAWAL BERPENCAR MENCARI PUTERI RAGIL AYU)

      1. 58. KEEMPAT PENGAWAL : “Puteri…. Puuu…. tri….. dimana kamu?” (SAMBIL TERUS MENCARI)
      2. 59. PENGAWAL 1 : (KAGET) “Ternyata kamu di sini, Puteri. Teman-teman.. Puteri Ragil Ayu sudah ditemukan” (MEMBAWA PUTERI KE TEMAN-TEMANNYA)
      3. 60. P.RAGIL AYU : “Siapa kalian?”
      4. 61. PENGAWAL 2 : “Kami adalah pengawal Pangeran Wijaya Kusuma. Kami semua mencarimu kemana-mana”
      5. 62. PENGAWAL 3 : “Kami berdua akan memberi tahu Pangeran kalau puteri sudah ditemukan”
      6. 63. PENGAWAL 4 : “Ya kami juga akan memberi tahu Ibu dan Saudara-saudaramu. Jagalah sampai kami kembali bersama Pangeran”

      (PENGAWAL 3 DAN 4 PERGI MEMBERI TAHU PANGERAN, IBU, DAN KEEMPAT SAUDARANYA)

      1. 64. PANGERAN W.KUSUMA : (DATANG SAMBIL BERNYANYI) “Puteri… jangan menangis. Hapus air mata, di wajah cantikmu. Putri… seandainya saja, ku bisa menghentikan waktu, ku hentikan waktu. Kini ku tlah datang dihadapmu. Aku yang tlah lama menanti kamu. Aku merindukanmu”
      2. 65. P.Ragil Ayu : (MEMBALAS NYANYIANNYA) “Terima kasih teman… Engkau  telah datang, kembali di sini, bersamaku lagi. Tak akan kubiarkanmu. Tinggalkanku. Tetaplah engkau temaniku teman”
      3. 66. IBU BEBEK : (BERPELUKAN DENGAN PUTERI RAGIL AYU) “Anakku, kau baik-baik saja kan? Ibu mengkhawatirkanmu”
      4. 67. P.RAGIL AYU : “Iya bu. Aku baik-baik saja. Aku kangen ibu”
      5. 68. KEEMPAT BEBEK : (BERLARI MENUJU PUTERI RAGIL AYU)“Puteri Ragil Ayu…”
      6. 69. PANGERAN W.KUSUMA : “Kalian kenapa ke sini? Mau berbuat jahat lagi dengan Puteri?”
      7. 70. KEEMPAT BEBEK : “Tidak Pangeran”
      8. 71. BEBEK SABLAH : “Maafkan kami Puteri. Kami tidak akan mengulangi perbuatan kami lagi”
      9. 72. BEBEK CRUWET, ENDELIA, KEMAYUNINGSIH : “Iya, maafkan kami”
      10. 73. P.RAGIL AYU : “Iya kak, kalian kumaafkan”
      11. 74. IBU BEBEK : “Sudahlah. Sesama saudara memang harus saling menyayangi dan saling tolong -menolong. Ibu juga sangat menyayangi kalian semua”
      12. 75. P.RAGIL AYU : (TERINGAT SESUATU) “oh, pohon. Aku harus berterima kasih dengan mereka” (MENGHAMPIRI POHON) “Para pohon… terima kasih ya atas pertolongannya”
      13. 76. SEMUA POHON : “Sama-sama Puteri. Kami senang akhirnya Puteri bahagia”
      14. 77. P.RAGIL AYU : “Ayo pohon dan pangeran… kita bernyanyi bersama-sama”
      15. 78. SEMUA PEMAIN : (MENYANYI DAN MENARI)

      “Du di du di dam dam, du di du di dam. Du di du di dam dam, du di du di dam. Kami sangat bahagia, ok. Kami saling mencinta, ok. Tidak ada iri, tidak ada dengki. Semuanya bersama, ok, ok, ok. Jangan pernah membenci, karena itu tak baik. Mari sama-sama kita bergandengan dan berjabat tangan”


      “PERBEDAAN”

      Posted: 22 Januari 2011 in Naskah Drama

      (Naskah Telah Dipentaskan)

      Pimpinan Produksi: Drs. Heru Subrata, M.Si

      Sutradara: Ewaldus P. Samu

       

      1. 1. KONSEP CERITA

      Konsep cerita, perbedaan yang satu adalah sejenis cerita drama romantisme yang diadaptasi dari kehidupan nyata yang tengah marak terjadi di Indonesia. Dalam cerita ini banyak terdapat unsure drama mengharukan,yang tersampaikan secara tidak langsung. Hal ini kami sajikan untuk memberikan tontonan yang menarik dan dramatis bagi para penikmat drama. Naskah ini kami susun dengan imajinasi yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari.

       

      1. 2. SINOPSIS CERITA

      Keluarga dari nelci merupakan keluarga yang berada, ayah nelci terkenal dengan watak yang keras, dia tidak ingin anaknya berpacaran dengan anak orang miskin dan berbeda agama.Nelci tidak pernah melihat perbedaan yang terjadi, nelci sangat mencintai Ejo begitupun sebaliknya. Meskipun Nelci anak orang berada, dia tidak memandang dari kekurangan ejo. Ejo sangat mencintai Nelci dengan  setulus hati. Dia adalah eman teman dari Nelci yang setia mendengar curhatan Nelci. Kisah cinta antara Nelci dan Ejo penuh tantangan.Namun kekuatan cinta mereka tak akan pernah rapuh terukir ruang dan waktu. Dan pada akhirnya ayah Nelci yang tidak terima dengan kehadiran Ejo menyuruh preman untuk membunuh Ejo

       

      1. 3. Pelaku atau Tokoh:

      Sutradara                                 : Ewaldus P. Samu                   (071644108)

      Penata Panggung/ Lampu : Alexander P. Semana             (071644111)

      Penata Musik                           : Ewaldus P. Samu                   (071644108)

      Penata Busana                        : Eduardus Pangka                   (071644113)

      Bapak Nelci                              : Aristo K. Basir                       (071644114)

      Nelci                                        : Bertini D. Dafra                     (071644107)

      Ejo                                           : Apolonius S. Dabut                               (071644110)

      Ibu Nelci                               : Elisabet U. Mayu                   (071644124)

      Ibu Ejo                                   : Margareta Mamur                  (071644109)

      Dia (Teman Nelci)             : Anastasia Babung                  (071644122)

       

      1. 4. KONSEP PANGGUNG

      Dalam cerita ini terdiri dari III babak, konsep panggung sengaja kami buat sesederhana mungkin tetapi tidak mengurangi kesesuaian dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Konsep panggung adalah lingkungan kampus, rumah Nelci dan Ruang tamu. Adapun property yang kami pakai adalah sebagai berikut:

      a)        Tulisan “Universitas Pendidikan” sebagai latar ketika Nelci dan Dia sedang berbincang- bincang

      b)       2 buah pot bunga untuk menggambarkan perbincangan antara Nelci, Ejo dan Dia yang berada di taman kampus

      c)        Gambar Jendela untuk melukiskan situasi di rumah Nelci

      d)       Sebuah cermin tempat Nelci merias

      e)        4 buah kursi dan satu meja untuk perlengkapan di ruang tamu dari rumah Nelci

      f)        1 buah Koran Jawa Pos yang akan dibaca oleh ayah Ejo dan Majalah wanita untuk dibaca oleh ibu Nelci

      g)        1 buah tongkat yang dipakai oleh ibu Ejo untuk meyakinkan karakter yang diperaninya.

       

      1. 5. ALUR CERITA

      Alur yang digunakan dalam cerita ini adalah alur maju mulai dari pengenalan, klimaks dan akhirnya penyelesaian

       

      1. 6. KONSEP BUSANA

      Dalam cerita ini, terdiri dari 3 babak, konsep busana sengaja kami buat sesederhana mungkin tetapi tidak mengurangi dengan kenyataan dalam kehidupan sehari- hari.

      1. Nelci menggunakan pakaian kuliah yaitu baju kemeja dan celana levi ketika sedang di kampus dan memakai baju kaus dan celana pendek ketika berada di rumah mengesankan karakter si Nelci sebagai anak muda jaman sekarang
      2. Dia menggunakan celana levis dan baju kemeja mengesankan karakter Dia sebagai anak kuliahan
      3. Ejo menggunakan baju kemeja dan celana levis mengesankan karakter anak kuliahan ketika di kampus dan menggunakan baju yang kusam dan celana levis robek yang mengesankan karakter si Ajo yang merupakan anak orang miskin serta menggunakan peci ketika berkunjung ke rumah Nelci
      4. Bapak Nelci menggunakan pakaian kemeja lengan panjang dan celana kain dan berdasi serta sepatu fentofel mengesankan karakternya sebagai keluarga orang orang kaya raya
      5. Ibu Nelci menggunakan pakaian kemeja dan celana panjang untuk mengesankan karakternya sebagai istri orang kaya raya
      6. Ibu ejo menggunakan baju kaus compang camping, jilbab serta tongkat untuk mengesankan karakternya sebagai orang miskin dan tua

       

      1. 7. KONSEP MUSIK

      Dalam ceria ini musik yang digunakan adalah sebagai berikut:

      a)        Lagu Pop Romantis Indonesia ( Cinta Laura) mengawali adegan pertemuan antara Nelci dan Ejo di Kampus

      b)       Lagu Pop Indonesia (Ari Lasso) untuk mengiringi adegan ketika Ejo di usir oleh ayah Nelci

      c)        Bunyi ketukan pintu dan pintu yang dibuka ketika ibu Ejo dan Ejo masuk ke rumah Ejo

      d)       Bunyi pukulan ketika orang suruhan ayah Nelci membunuh Ejo

      e)        Lagu Instrumen mengawali adegan babak pertama yaitu percakapan antara Nelci dengan Dia

       

      1. 8. KONSEP LAMPU

      a)          Lampu black out

      b)          Lampu center

      c)          Lampu merah

      d)          Lampu hijau ketika Ejo mengungkapkan cintanya kepada Nelci

      e)          Lampu set wings(lampu sayap)

       

      1. 9. KONSEP PEMAIN (KARAKTERISASI)

      a)        Bapak Nelci             : Aristo K. Basir       (071644114)

      Karakternya adalah orang tua yang kejam dan tidak menyukai anaknya berpacaran dengan orang miskin dan berbeda agama

      b)       Nelci                        : Bertini D. Dafra     (071644107)

      Karakternya adalah seorang anak yang polos

      c)        Ejo                           : Apolonius S. Dabut               (071644110)

      Karakternya adalah anak yang tabah dan menyayangi ibunya

      d)       Ibu Nelci                  : Elisabet U. Mayu   (0716441)

      Karakternya adalah sebagai ibu yang mengerti tentang perasaan anaknya

      e)        Ibu Ejo                    : Margareta Mamur  (071644109)

      Karakternya adalah sebagai ibu yang sangat menyayangi anaknya yaitu Ejo

      f)        Dia (Teman Nelci)   : Anastasia Babung  (071644122)

      Karakternya adalah sebagai sahabat yang baik dan tempat curhat teman- temannya

       

      1. 10. NASKAH DRAMA:

       

      BABAK I

      SUATU HARI,DI LOKASI KAMPUS NELCI DAN DIA SEDANG MENGOBROL

      1. Nelci        : Di…. kamu udah pernah pacaran yah?
        1. Dia           : iya ,memangnya kenapa Tanya begitu?
        2. Nelci        : tidak….aku Cuma Tanya aja.gimana sih semenjak kamu pacaran?
        3. Dia           :Waktu SMA aku punya cowok,dia satu kelas sama aku,tapi masalahnya Nel kami berbeda agama. Kami berpacaran sampai tamat sekolah.Tamat dari sekolah dia melanjutkan pendidikannya diluar negeri.aku senang dengan cowok aku biarpun kami jauh,kami tetap saling telponan.
        4. Nelci        :Oh..gitu yah…..setia yah cowokmu Di!

      TIBA-TIBA EJO DATANG, DENGAN WAJAH  SENYUM.  LANGSUNG DUDUK DI TEMPAT DUDUK. DENGAN TENANG EJO MENDEKATI NELCI DAN DIA

      1. Ejo           : nel, aku ingin berbicara denganmu!
      2. Dia           : ( pamit pulang).Nel kalau begitu aku pulang duluan yah? (berjalan pulang)
      3. Nelci        : iya.makasih yah udah temanin aku.
      4. Nelci        : kak tadi mau bicara apa?bicaralah kak,kita sudah biasa saling berbicara,tak mungkin aku tak mendengarnya.
      5. Ejo           : yang ingin aku bicarakan bukan hal biasa,
      6. Nelci        :Cukup banyak hal yang kakak bicarakan, bukan hal biasa.
      7. Ejo           : Mmm…..baiklah kalau begitu,tolong dengarkan aku.
      8. Nelci        : bicaralah,kak!
      9. Ejo           : nelci,aku sudah berusaha menutup rapat-rapat namun sulit sekali,sesunguhnya aku tak berharap mengatakan ini,namun aku merasa harus mengatakan.
      10. Nelci        : katakanlah,kak! Jangan membuat aku penasaran?
      11. Ejo           : ( tersipu malu).nelci, aku mencintaimu,sungguh aku tak tahu harus berbuat apa-apa selain mengatakannya.
      12. Nelci        : (nelci diam dalam waktu yang cukup lama,karena aku pun merasakan hal yang sama)
      13. Ejo           : ( ejo tertunduk )

      LAMA MEREKA TERDIAM EJO PUN BERBICARA DENGAN HARAPAN YANG ENTAH DAPAT NELCI RASAKAN,BAHKAN DIDENGARKAN

      1. Ejo           : Nelci, maukan kau menerimaku?
      2. Nelci        : ( tertunduk dan terdiam,dalam hati ingin berkata “ya” namun keadaan mendesakku untuk bilang “tidak “
      3. Ejo           : (memegang tangan nelci).nelci maukah kau menerimaku?
      4. Nelci        : (diam menunduk)
      5. Ejo                           : ( ejo kesekian kali meyakinkan nelci dan memegang tangannya) nelci maukah kau menerimaku,apakah kau tidak merasakan hal yang sama?
      6. Nelci        : ejo tataplah mataku, sudah lama juga aku mencintai dan sayang padamu?
      7. Ejo           : (dengan senang Ejo memeluk Nelci),terima kasih kau telah menerimaku.diamku mengiginkanmu,sepiku merindukamu.
      8. Nelci        : kak, aku juga meyayangimu

      Babak II

      WAKTU TERUS BERLALU, CINTA ANTARA NELCI DAN EJOPUN SEMAKIN LAMA SEMAKIN MENCINTAI DAN SERING MENGUNJUNGINYA DI RUMAH. AYAH NELCI MENGIRA NELCI DAN EJO HANYA BERTEMAN SEHINGGA MEMBIARKAN EJO MASUK KE RUMAH MEREKA. TETAPI BEBERAPA MINGGU EJO TIDAK BERKUNJUNG LAGI KE RUMAH NELCI, SEHINGGA MEMBUAT AYAHNYA BERTANYA:

      1. Ayah Nelci               : Nelci, kenapa temanmu Ejo jarang datang ke rumah?
      2. Nelci        : ( terdiam dan menutup rapat mengatakannya)
      3. Ibu           : Nelci kenapa kamu diam saja.kamu ada masalah yah dengan ejo?
      4. Nelci        : tidak bu…..mungkin Ejo lagi sibuk, di rumah
      5. Ayah        : Nelci kalau kau main ke rumahnya,sampaikan salamku padanya,dan suruh dia main ke rumah?
      6. Nelci        : iya….yah!!.( mengalihkan pembicaraan), ayah, bunda aku ke kamar dulu,banyak tugas yang harus aku kerjakan!

      TAK LAMA KEMUDIAN, NELCI KELUAR DARI KAMARNYA DENGAN RAMBUT YANG TERURAI , YANG MEMBUAT IBUNYA KAGUM KEPADA ANAKNYA TERSEBUT.

      1. Bunda      : Nelci kamu cantik sekali
      2. Nelci       : (tersenyum manis) ah masa si Bu!
      3. Bunda      : benar nak. Kamu cantik sekali. Bunda pinjam handphone kamu untuk memotret kamu kalau kamu tidak percaya
      4. Nelci        : ini bu.

      BUNDA PUN TERPERANJAT KETIKA MELIHAT FOTO NELCI DAN AJO YANG SEDANG BERPELUKAN.

      1. Ibu            : ( mata bunda menangkap foto aku dan jo yang saling berpelukan di taman kampus), tiba-tiba bunda langsung menamparku dengan keras.(sambil menangis bunda berkata) Nelci…kau tak seharusnya mencintai seseorang yang sungguh berbeda dengan kita. Bisakah kau menjawab sebuah pertanyaan, bagaimana cara menyatukan hati ke dua orang yang agamanya berbeda.
      2. Nelci : (sambil menangis) Bu tapi aku mencintainya
      3. Ibu            : pasti ayahmu sangat marah kalau mendegarkan ini semua( bunda meninggalkan kamarku dengan amarah dan airmata)
      4. Nelci : (merenung dan menangis di dalam kamar) sambil berkata : ya tuhan ingin sekali aku bertanya, aku merasa tak ada perbedaan antara tuhan yang aku miliki dan yang kau miliki ia mengajarkan untuk memberi dan mencintai,”Tuhan salahkah aku dan dia yang telah diajarkan untuk memberi dan mencintai sesama?” salahkah aku memberikan cinta pada orang yang ku kasihi”Tuhan mengapa ada lebih satu agama di dunia ini? Mengapa tidak ada satu agama saja di dunia ini? Adakah cara untuk menyatukan kami?

      MENDENGAR NELCI MENANGIS DALAM KAMAR AYAHNYA MASUK KE KAMAR.

      1. Ayah: kenapa menangis Nel,?
      2. Nelci: (Nelci tidak menjawab pertanyaan ayahnya tapi dia hanya menangis dan terus menangis)
      3. Ibu  : (bunda masuk ke kamar dan menjelaskan kepada ayah tentang kejadian yang sebenarnnya terjadi pada nelci)
      4. Ayah : (dengan nada yang keras) apa? Ayah tidak senang kalau kamu pacaran sama ejo. Kamukan tau ejo itu tidak punya apa-apa, agamanya juga beda dengan kita.
      5. Nelci : (nelci menangis dan merenung apa yang dikatakan oleh ayahnya)

      BABAK III

      SORE HARI EJO BERKUNJUNG KE RUMAH NELCI, KEBETULAN ORANGTUANYA SEDANG TIDAK ADA DI RUMAH, EJO DAN NELCI BERCANDA DAN BERCERITA HINGGA LUPA AKAN PERBEDAAN YANG MENJULANG ANTARA MEREKA. TIBA-TIBA KEDUA ORANGTUA NELCI DATANG DAN MELIHAT MEREKA SEDANG BERCANDA BERSAMA.

      1. Ayah  : (dengan wajah marah, ayah Nelci mendekati dan langsung menampar Ejo), dasar anak tidak tahu diri, kamu itu anak miskin, kamu tidak sebanding dengan keluarga kami, keluar kamu dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi.
      2. Ejo      : (dengan wajah yang murung, Ejo langsung keluar dari rumah Nelci)
      3. Ayah : (dengan wajah marah, Ayah juga mengusir Nelci), Anak tak tahu berterimakasih, lebih baik kau keluar juga dari rumah ayah dan jangan pernah kembali lagi.
      4. Nelci   : (Nelci menangis sambil berlutut dan meminta maaf pada kedua orangtuanya), maafkan kesalahanku pak bu.
      5. Ayah    : Nelci, Dia itu anak miskin dan agamanyapun berbeda degan kita, bagaimana kamu bisa berpikir untuk mencintainya?
      6. Nelci     : (Nelci hanya terdiam dan merenung kata-kata yang telah diucapkan Ayahnya)
      7. Ayah    : masuk kamar dan mulai sekarang kamu tidak boleh bertemu dengan Ejo lagi!

      BEBERAPA HARI KEMUDIAN, EJO DAN IBUNYA DATANG KE RUMAH NELCI DAN MENYAMPAIKAN MAKSUD KEDATANGAN MEREKA, YAITU MELAMAR NELCI. KEBETULAN ORANGTUA NELCI ADA DI RUMAH.

      1. Ibu Ejo  : selamat pagi pak bu.maaf kalau kedaangan kami menganggu.
      2. Ayah      : (dengan senyum sinis ke arah Ejo). Apa maksud kedatangan kalian?
      3. Ejo        : maksud kedatangan kami ingin melamar Nelci.
      4. Ayah     : apa…….??????
      5. Ejo        : kami ingin melamar anak bapak.
      6. Ayah  : (dengan nada emosi dan kata-kata yang menyinggung perasaan), jika kau ingin menikahi anakku, kau harus membayar belis berupa 5 gading seukuran lenganku, dan kau harus memiliki agama yang sama dengan anakku.
      7. Ejo dan Ibunya  : (terdiam).
      8. Ibu           :  Maaf kami pulang dulu dan kami akan usahakan semua permintaan bapak.

      EJO DAN IBUNYA PULANG DI DEPAN PINTU  EJO BERTEMU DENGAN NELCI MENGELUARKAN SECARIK KERTAS DARI KANTUNG BAJUNYA DAN MEMBERIKANYA PADA NELCI.

      1. Ejo           : nel, ini surat untukmu. Surat ini kutulis sewaktu kita masih SMA. Aku tidak sempat memberikan padamu(sambil memberikan surat)
      2. Nelci        : (menerima surat dan membacanya)

      Untuk :kunang-kunang bersayap pelangi “saat aku terjatuh …..pastikan aku terjatuh dalam pelukanmu,seindah desah embun, dalam hangat peluk bunga

      Dengan senyum manis nelci terus membacanya dan mencari makna tulisan yang diberikan ejo. tanpa disadari, orang-orang suruhan dari bpk nelci membunuh ejo supaya tidak mengganggu nelci lagi.

      1. Nelci        : (berlari menghampiri ejo sambil teriak). tidaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk………ejo jangan tinggalkan aku. Aku sayang sama kamu.
      2. Ejo           : nel, sampaikan pada orang tuamu bahwa aku benar-benar mencintaimu. Aku bahagia karena hingga waktu terakhirku kau masih disisiku, ku masih dapat merasakan cintamu. Perbedaan yang menbuat aku mencintaimu, perbedaan yang membuat aku bertahan akan cintaku, namun hingga kini pun aku masih yakin bahwa perbedaan ini sesungguhnya satu.

      Setelah mengatakan itu, ejo mengatupkan kelopak matanya untuk terakhir kalinya.

      1. Nelci        :  (menangis) tidak……………jangan tinggalkan aku ejo.

       

      TAMAT


      “JOKO SEMPRUL”

      Posted: 22 Januari 2011 in Naskah Drama

      (Naskah telah dipentaskan)

       

      Oleh :

      1. Mega Dwi F.           (071644071)

      2. Rochmatul N.       (071644086)

      3. Nining H.                (071644087)

      4. Useful B.                 (071644088)

      5. Rista Trian U.       (071644095)

      6. Maria Y.                  (071644127)

      7. Hermina L.             (071644128)

      8.  Dody Tulle             (071644175)

       

      Naskah : “ JOKO SEMPRUL “

      Pendukung pementasan :

      1. Mega Dwi F.               (O71644071)

      2. Rochmatul N.          (O71644086)

      3. Nining H.                   (O71644087)

      4. Useful B.                     (O71644088)

      5. Rista Trian U.           (O71644095)

      6. Maria Y.                      (O71644127)

      7. Hermina L.                (O71644128)

      8. Dody Tulle                 (O71644175)

       

      STAF PRODUKSI

      • Pimpinan Produksi : Drs. Heru Subrata, M.Si
      • Sutradara : Mega Dwi F.
      • Asisten Sutradara : Rista Trian U.
      • Sekretaris : Useful Baginda
      • Bendahara : Nining H.
      • Seksi-seksi :

      1. Penata Panggung

      Dody Tulle

      Hermina L

      Useful baginda

      2. Penata rias dan busana

      Rista Trian U.

      Maria Y.

      Nining H.

      3. Musik

      Mega Dwi F.

      Rochmatul N.

      4. Lampu

      Useful Baginda

      Dody Tulle

      5. Tari / gerak

      Mega Dwi F.

      Rista Trian U.

      Pemain :

      Useful B.                 Sebagai JOKO SEMPRUL

      Rochmatul N.           Sebagai WANITA

      Maria Y.  Sebagai MAMA
      Dody T.   Sebagai PAPA

      Rista T.    Sebagai DEWI (pacar JOKO SEMPRUL)

      Hermina L.              Sebagai GADIS 1

      Mega D.   Sebagai GADIS 2

      Nining H. Sebagai IBU DOSEN

       

      SINOPSIS

      Kisah ini menceritakan seorang pemuda yang menganggap dirinya seorang yatim piatu padahal kedua orang tuanya masih segar bugar, namun memang keduanya yang tak lagi bersama dan tak pernah memperhatikan anak semata wayangnya. JOKO SEMPRUL seorang mahasiswa di salah satu PTN bergengsi yang mengalami depresi dan mengalami ketergantungan akan obat telarang yang di kenalkan oleh seorang wanita  di pinggir jalan. Agar kebutuhan akan barang-barang haram tersebut ia mneghalalkan segala cara mulai dari meminjam uang teman-temannya, menjual barang-barang berharga yang ada di rumahnya hingga ia berani mencopet dompet dosennya.

      Hingga akhirnya dia  terkapar, sekarat, dan meninggal dalam pelukan kedua orang tuanya.

       

      KONSEP PENYUTRADARAAN :

      1. A. Latar Belakang Cerita

      Cerita  “Joko Semprul”  ini kami ambil melalui berbagai pertimbangan diantaranya :

      1. Cerita yang disajikan merupakan fenomena umum yang banyak ditemui di masyarakat saat ini, dan memiliki unsur-unsur menarik di dalamnya.
      2. Tokoh-tokoh di dalamnya memiliki karakter yang unik dan menarik untuk di perankan
      3. Cerita ini dapat menyadarkan generasi muda akan bahaya narkoba yang makin banyak di temui di tengah-tengah masyarakat saat iki.

      Cerita ini terdiri dari 1 babak, yaitu sebagai berikut :

       

      Babak I :

      Joko Semprul dikenalkan dengan narkoba oleh seorang wanita yang ia temui di pinggir jalan. Hingga Joko Semprul mulai ketagihan dan menghalalkan berbagai macam cara untuk mendapatkan barang haram tersebut. Ia nekat menghutang kesana kemari, menjual barang-barang berharga milik mamanya, dan sampai berani mencopet dompet ibu dosennya. Hingga akhirnya dia sekarat dan mati dalam pelukan kedua orang tuanya

       

      1. Alur Cerita / pLot : Maju
      2. C. Setting dan Penataan Panggung

      Kisah ini bersetting di sebuah universitas ternama di Surabaya.

      Babak I :

      Setting :  Pinggir jalan depan kampus

      Property :   Plakat nama universitas, trotoar jalan terbuat dari kertas duplek atau semacamnya, bangku panjang sesuai kebutuhan, kardus bekas besar (sebagai tempai sembunyi Joko Semprul saat Fly), dan beberapa tanaman.

      (borgol, obat-obatan terlarang, suntikan (dengan ukuran diperbesar dibuat dari steroform))

       

      1. D. Tata Rias dan Busana
      • Joko Semprul :

      Memakai kemeja, celana panjang, tas slempang, menggunakan riasan sederhana dan terkesan pucat dengan lipstick putih. Saat di penjara memakai kaos garis-garis hitam putih (kaos belel apapun) dan celana pendek.

      • Wanita :

      Memakai celana jeans dan atasan yang terkesan casual, menggunakan riasan yang sederhana (minimalis).

      • Mama :

      Memakai setelan blazer, rok, sepatu, tas jinjing, dan sebuah handphone (berkesan sebagai wanita karir yang sangat sibuk), menggunakan riasan yang agak menor.

      • Papa :

      Memakai celana bahan hitam, kemeja, sepatu,  dan sebuah handphone, menggunakan riasan sederhana.

      • Ibu Dosen :

      Memakai setelan blazer,rok,  tas jinjing, buku-buku di tangan, sepatu hak tinggi, menggunakan riasan agak menor.

      • Dewi,Gadis 1,2 :

      Memakai pakaian yang casual, tas, beberapa buku di tangan, dan sepatu. Menggunakan riasan sederhana

       

      1. Tata Musik

      Musik yang kami gunakan dalam drama ini merupakan upaya umtuk mendukung suasana agar lebih hidup.

      Adapun music yang kami gunakan dalah sebagai berikut :

      1. Maafkanlah by Cassanova
      2. Koi by Kitaro
      3. Sozo by Kitaro
      4. Silk of sand by Kitaro
      5. Selamat jalan kawan by Tipe-X
      6. Hilang by Garasi
      7. Hampa hatiku by Ungu
      8. Ringtone keong racun
      9. ……..

       

      SKENARIO

      tokoh :

      1. 1. Joko Semprul, seorang yang gampang putus asa, emosi tinggi, pecandu narkoba, broken home,
      2. 2. Wanita seorang pengedar narkoba, genit, penggoda, cerdik, licik
      3. 3. Mama seorang yang egois, lemah lembut,
      4. 4. Papa seorang yang egois, pemarah, berwibawa, tegas.
      5. 5. Ibu Dosen seorang yang berwibawa, perhatian, lemah lembut
      6. 6. Dewi seorang yang lemah lembut, penolong, tegas, baik hati.
      7. 7. Gadis 1 seorang yang penakut
      8. 8. Gadis 2 seorang yang centil, cerewet, penakut

      JOKO SEMPRUL

      DI SEBUAH EMPERAN PAGAR PERGURUAN TINGGI, DUDUK SEORANG PEMUDA. DIA TAMPAK MURUNG, SEDIH, GELISAH. DITEMANI SEBUAH WALKMAN YANG SEDANG MEMUTAR LAGU SEDIH, DIA MULAI BERKISAH TENTANG PERJALANAN HIDUPNYA.

      ……………………………

      01. JOKO SEMPRUL              :   Namaku Joko Semprul, umur 21 tahun, mahasiswa semester 7 di salah satu PTN bergengsi se-indonesia, Universitas Air Mancur. Aku adalah salah satu korban kebrengsekan….ya,,Kebrengsekan lingkungan. (MENGALUN LAGU SILK OF SAND BY KITARO) Selepas dari SMA aku pun lepas dari papaku, karena papa punya kekasih baru, mama tidak mau tinggal serumah dengan papa. Aku  kemudian ikut mama. Kasih sayang papa sejak saat itu hanya berujud uang, uang dan uang. Sejak saat itu juga hampir aku dan papa tak pernah ketemu. Karena mama berjuang sebagai single parent, akhirnya aku pun juga malah tak terurus. aku mulai kalut saat itu, kesepian. Hingga akhirnya …….

      DATANGLAH  SEORANG WANITA MISTERIUS MENDEKATI JOKO SEMPRUL. DIIRINGI DENGAN LAGU HAMPA HATIKU BY UNGU.

      02. WANITA                          :   (Menari genit) Imut.. imut… imut… adik manis jangan menagis, sedih ya ? Sedang berduka ya, kok bermuram durja ? mau saya temani??

      03. JOKO SEMPRUL              :   Teman ?

      04. WANITA                          :   Ya… teman.

      05. JOKO SEMPRUL              :   Tetapi saya belum pernah berjumpa dengan kamu, melihatpun belum…, kenapa tiba-tiba kamu mengaku teman saya ?

      06. WANITA                          :   Kau jangan berpikir aneh-aneh, jangan berpikir ruwet, jangan berpikir yang muluk-muluk, nanti malah bikin pusing tujuh keliling. Aku mengaku teman karena memang aku suka menjadi teman siapa saja yang sedang sedih, susah, gelisah, merasa tersingkirkan, merasa terasingkan, teman bagi orang yang kesepian….

      Pokoknya teman bagi orang yang sedang membutuhkan temanlah…

      07. JOKO SEMPRUL              :   Lantas kalau kau sudah menjadi teman apa yang kau lakukan untuk mengobati sakit hatiku saat ini ?

      08. WANITA                          :   O… banyak… banyak… banyak sekali yang dapat aku perbuat. Sebagai teman sejati, aku akan berusaha menghiburmu setiap waktu, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik…

      09. JOKO SEMPRUL              :   Setiap detik ? Kenapa bisa begitu ?

      10. WANITA                          :   Bisa… bisa.. bisa sekali, dengan orang-orang seperti aku ini segala sesuatu bisa terjadi begitu saja…

      11. JOKO SEMPRUL              :   Oh ya..?

      12. WANITA                          :   Ya…

      13. JOKO SEMPRUL              :   Ah masak ?

      14. WANITA                          :   Sungguh !

      15. JOKO SEMPRUL              :   Lantas bagaimana caranya, agar kita selalu dapat berteman ?

      16. WANITA                          :   Mudah saja, setiap kali kau butuh teman, kau akan ku kasih obatnya. Obat mujarab menghilangkan rasa sepi dan rasa sedih. Sebagai teman baru, kuberi kau obat ini secara cuma-cuma, geratis.

      Cobalah, kau pasti suka.

      17. JOKO SEMPRUL              :   Terima kasih.

       

      WANITA MISTERIUS ITU PERGI MENINGGALKAN JOKO SEMPRUL. TINGGAL JOKO SEMPRUL BERADA DI TEMPAT ITU SENDIRIAN.

      18. JOKO SEMPRUL              :   Mula-mula obat biasa yang diberikan kepadaku, tapi obat itu betul-betul membuatku koplo, nyamleng, teler…, semakin lama wanita itu memberiku rokok, super cimeng katanya, terus… terus… terus… dia memberiku. Terus menerus sambil dia menguras uang jajanku. Hingga pada suatu hari ia memberiku serbuk aneh yang bila disuntikkan ke tubuhku, reaksinya luar biasa dahsyat. Aku jadi gila, ketagihan…

      JOKO SEMPRUL TIBA-TIBA JADI GELISAH, SEPERTI ORANG TERKENA EPILEPSI, IA BERLARIAN KESANA-KEMARI, TUBUHNYA GEMETAR,JANTUNGNYA BERDEBAR SANGAT KERAS, IA MEMBONGKAR BARANG-BARANGNYA SAMBIL MENCARI JARUM SUNTIK DI DALAM TASNYA. SETELAH KETEMU, IA MENGIKAT LENGAN KIRINYA DENGAN IKAT PINGGANG, KEMUDIAN MENYUNTIKKAN SUATU CAIRAN KE TUBUHNYA,BADANNYA JADI TENANG KEMBALI. JOKO SEMPRUL MENEMUKAN PUNCAK RASA OBAT ITU BERADA DI SEBUAH KOLONG (ENTAH DI PARIT, DI BAWAH MEJA, KURSI, DI DALAM KARDUS, ATAU APA SAJA), SEHINGGA KETIKA KEDUA ORANG TUANYA DATANG MEREKA TIDAK MELIHATNYA. MESKIPUN BERADA DALAM SATU TEMPAT, PAPA DAN MAMA JOKO SEMPRUL TETAP BERBICARA MELALUI HANDPHONE.

      ………………..Musik ringtone keong racun…………………….

      19. MAMA                             :   Halllooo…..Pap… anakmu nggak pernah pulang ke rumahku, pasti kau sembunyikan, pasti kau larang dia ke rumahku !

      20. PAPA                               :   Apa ? Dia tidak pernah pulang ? Gimana sih kamu menjaganya, kalau memang nggak becus mengurusnya biar aku saja yang merawatnya.

      21. MAMA                             :   Kamu nggak usah berpura-pura ya ?

      22. PAPA                               :   Berpura-pura apa ? Aku sudah lima bulan tidak melihat batang hidungnya, hanya sebulan sekali kami berbicara, itupun lewat telepon dan itupun hanya berbicara masalah jatah uang jajannya. Kamu sih, dulu sanggup mengurusnya, e… sekarang hilang nggak tahu arah tujuannya…

      23. MAMA                             :   Pap ! Kamu jangan asal menyalahkan begitu saja…

      24. PAPA                               :   Kalau tidak menyalahkan kamu mam… lantas mau menyalahkan siapa ?

      25. MAMA                             :   Ya menyalahkan diri papa sendiri. Main serong sembarangan, terus meninggalkan anak, meninggalkan keluarga, dasar egois !

      26. PAPA                               :   Sudah…. sudah…. lebih baik sekarang kita cari dia, nanti kalau tidak ketemu, lapor polisi !

      Ya sudah papa mau kerja dulu….

      Huuuh….Dasar wanita marepotkan saja (menutup telepaon sambil menggerutu)

      27. MAMA                             :   Iiiiich….Dasar si Papa…Hmmmm….(menutup telepon dengan jengkel)

      PAPA DAN MAMA JOKO SEMPRUL MENINGGALKAN TEMPAT ITU MENUJU ARAH YANG BERBEDA.

      28. JOKO SEMPRUL              :   Ya… begitulah orang tuaku, selalu saling menyalahkan dan sama-sama tak mau kalah. Mamaku mati-matian mencari aku, setelah beberapa minggu tidak pulang ke rumah. Eh, jangan salah kalau mamaku mencari aku karena rindu. Tidak ! Salah ! Mamaku mencariku karena barang-barang di rumah sudah habis kujual. Dari radio,tape, televisi, sampai yang mamaku uring-uringan adalah karena aku menjual perhiasan kesayangannya. Semua itu kujual untuk memenuhi kebutuhanku, untuk obat-obatan karena aku sangat ketagihan.

      29. WANITA                          :   (Tiba-tiba muncul di hadapan Joko Semprul )  Joko sayang… Joko kecilku… aku membawakan kamu oleh-oleh.. ayo kamu mau tidak ?

      30. JOKO SEMPRUL              :   Oh, barang itu… berikan padaku, aku butuh itu… tolong…

      JOKO SEMPRUL MENGEJAR IMING-IMING YANG DITAWARKAN WANITA ITU, TETAPI WANITA TERSEBUT SENGAJA MENGGODANYA. HINGGA PADA AKHIRNYA WANITA ITU BERHENTI.

      31. WANITA                          :   Tetapi tidak segampang itu Joko, kau harus membayarnya terlebih dahulu, juga membayar utangmu yang lalu… kalau tidak bisa… maaf, kami tak bisa memberimu…

      32. JOKO SEMPRUL              :   Tolonglah… aku membutuhkan sekarang, tetapi aku tidak punya uang sepeserpun…., tolong… tolong… aku akan mati bila kau tak memberikannya… oh… tubuhku mulai menggigil, badanku mulai gemetar, jantungku berdebar-debar menghentak, berdentuman memecahkan kepalaku.. tolong beri aku…

      33. WANITA                          :   Tak bisa Joko ! Sebelum kau memberikan uangnya…

      34.JOKO SEMPRUL               :   Barangku sudah habis kujual, aku sudah pergi dari rumah, aku sudah tak ada uang….

      35. WANITA                          :   Kalau begitu carilah…

      36. JOKO SEMPRUL              :   Aku harus mencari kemana lagi ?

      37. WANITA                          :   Banyak jalan menuju Roma, Joko…

      38. JOKO SEMPRUL              :   Tapi aku tak punya keahlian…

      39. WANITA                          :   Tetapi kau punya otak…

      40. JOKO SEMPRUL              :   Tapi otakku sudah mampet kau racuni dengan obat-obatanmu…

      41. WANITA                          :   Kuberi waktu beberapa saat lagi, kau pasti bisa mencari uangnya, tetapi kalau memang tak bisa…, ya sorry kalau pertemanan kita hanya sampai di sini. Selamat tinggal….

      42. WANITA                          :   Good bye… my honey… bye-bye my little Joko… kiss bye…

       

      WANITA ITU PERGI MENINGGALKAN JOKO DALAM KEADAAN PUCAT, MENGGIGIL KESAKITAN KARENA KETAGIHAN. HINGGA DATANG SEORANG WANITA MENDEKATINYA YANG TERNYATA DIA ADALAH DOSEN JOKO.

      43. JOKO SEMPRUL              :   Oh Bu dosen mau lewat sini, matilah aku…

       

      BU DOSEN LEWAT DI DEPAN JOKO DAN JOKO SENGAJA MENABRAKNYA SAMBIL TANGAN JOKO LIHAI MEMAINKAN JARI-JARINYA MENGAMBIL DOMPET BU DOSEN, BU DOSEN TIDAK MERASA KALAU DIAMBIL DOMPETNYA.

      44. JOKO SEMPRUL              :   Oh Bu dosen, selamat siang. Ibu baru pulang ?

      45. IBU DOSEN                     :   Eh, kamu Joko. Sedang apa kamu di sini? Kamu kok tampak pucat ? Sakit ?

      46. JOKO SEMPRUL              :   Oh… tidak apa-apa bu, hanya capek saja…

      47. IBU DOSEN                     :   Benar hanya capek ? Tapi wajahmu pucat sekali, tubuhmu menggigil begini, sudah kau bawa ke dokter ?

      48. JOKO SEMPRUL              :   Tidak usahlah bu, nanti juga bakal sembuh sendiri.

      49. IBU DOSEN                     :   Oh ya, omong-omong sudah beberapa hari ini kamu tak kelihatan di kampus, dan sering absen di kelas saya, kamu bolos ya ?

      50. JOKO SEMPRUL              :   Benar bu, belakangan ini adalah hari tersulit saya, setelah ada keperluan keluarga selama beberapa hari di luar kota, saya terus agak kecapekan, jadinya ya begini inilah bu…

      51. IBU DOSEN                     :   Oh, begitu ya, ya sudah kalau begitu ibu pulang dulu, kalau tidak mau ke rumah sakit, istirahat di rumah saja…

      52. JOKO SEMPRUL              :   Terima kasih bu, terima kasih atas segalanya…

       

      IBU DOSEN BERJALAN MENINGGALKAN JOKO SEMPRUL SENDIRIAN.

      53. JOKO SEMPRUL              :   (Tersenyum girang) Termasuk terima kasih atas dompetnya (sambil membuka dompet yang dicopet dari kantong ibu dosen) ah lumayan… buat tambahan hidupku sementara ini, tapi kok masih kurang ya… oh… sementara badanku semakin gemetaran. Aku harus dapat uang darimana lagi ?

       

      BEBERAPA SAAT KEMUDIAN, MUNCUL BEBERAPA GADIS TEMAN SEKOLAH JOKO SEMPRUL.

      54. JOKO SEMPRUL              :   Wah ini, mangsa baru, mudah-mudahan mereka membawa rejeki.

       

      PARA GADIS KETAKUTAN MELIHAT  TINGKAH LAKU JOKO SEMPRUL YANG ANEH.

      55. GADIS 1                          :   Itu kan si Joko, Joko Semprul…

      56. GADIS 2                          :   Iya, itu kan si Joko pacarnya Dewi.

      Tapi kok sekarang jadi aneh gitu yaa,,,, matanya garang, tubuhnya sempoyongan… aku malah takut…

      57. GADIS 1                          :   Iya aneh sekali, apalagi setelah beberapa hari ini tak masuk kuliah…

      58. GADIS 2                          :   Jangan-jangan…. dia sedang….

      59. GADIS 1, 2,                      :   Ya ! Pasti dia sedang FLY !

      60. GADIS 1                          :   Dia sedang mabuk berat, lebih baik kita jangan dekati dia….

       

      KETIKA PARA GADIS ITU HENDAK PERGI MENINGGALKAN JOKO SEMPRUL, TIBA-TIBA JOKO SUDAH MEMBENTAKNYA.

      61. JOKO SEMPRUL              :   He…. he.. he.. mau kemana kalian ? Enak saja meninggalkan kawan begitu saja tanpa tegur sapa…

      62. GADIS 2                          :   (Bicara ketakutan) Eh, tidak kok. Anu… kami… anu…

      63. JOKO SEMPRUL              :   Anumu kenapa ?

      64. GADIS 1                          :   Kami hanya mau lewat kok…

      65. GADIS 2                          :   Iya benar, kami habis dari kampus,,kami hanya mau pulang…

      66. JOKO SEMPRUL              :   Eh.. enak saja pulang… temannya sedang tak punya duit begini main pulang begitu saja… ayo, sebelum pulang sumbang aku dulu…

      67. GADIS 2                          :   Maaf, aku sudah tak punya uang, sudah habis tadi…

      68. GADIS 1                          :   Iya, aku juga…

      69. JOKO SEMPRUL              :   Ah.. bohong kalian semua ! Ayo mana aku geledah tas kalian…

      70. GADIS 2                          :   Heh….!!!!Kamu jangan kurang ajar ya Jok…

      71. JOKO SEMPRUL              :   Cerewet…

       

      JOKO SEMPRUL MENGEJAR KEDUA GADIS ITU, TETAPI DIHENTIKAN DEWI, PACAR JOKO SEMPRUL.

      72. DEWI                              :   Berhenti ! Apa-apan kamu Joko, mengejar teman-temanku, mau kau perkosa ya…

      73. GADIS 1                          :   Ia mau meminta uang kami dengan paksa….

      74. GADIS 2                          :   Iya Dewi, Joko akan mengobrak-abrik tas kami…

      75. DEWI                              :   Oh begitu ya ? Kau sekarang jadi perampok ya, jadi penipu ya.. lantas, uang seratus ribu yang kau pinjam dariku kemarin, sekarang kemana ?

      76. JOKO SEMPRUL              :   Sudah habis…

      77. DEWI                              :   Sudah habis kau belikan obat-obatan itu lagi ya ? Teganya kau ini Joko, itu kan uang tabunganku. Katanya mau kau gunakan ke dokter, katanya kamu sudah sembuh dari obat-obatan itu, katanya…(Setelah berhenti sejenak menahan marah dan tangisnya) Ah, sudahlah pacaran kita cukup sampai di sini…

      Joiko                                     : dewi maafkan aku……

      Dewi                                     : LEPAS JOKO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!(diiringi lagu garasi “Hilang”)

       

      DEWI BERLARI MENINGGALKAN JOKO, KEMUDIAN DISUSUL PARA GADIS TEMAN-TEMANNYA.

      78. JOKO SEMPRUL              :   (Di puncak kegelisahannya) Gagal ! (Berteriak sekeras-kerasnya) Gagal ! Hancur semuanya… inilah hari kehancuranku, tak dapat uang, tak ada obat, dibenci kawan-kawan, tak diakui orang tua, sudah tidak kuliah… Semua pergi….pergi…pergi meninggalkanku sendiri….(diiringi lagu garasi Hilang)

       

      DATANGLAH DUA ORANG GADIS DAN DEWI DATANG MELIHAT JOKO TERKAPAR SAKAUW.

      79. Gadis 1                            :   Oh…ya kamu masih ingat tugas Pak Heru kemarin gak???

      Haduuuch…maca’ tiap disuruh on line terus….

      80. Gadis 2                            :   Iyyaa…gak tau apa biaya internet tu gak murah….wong jurusan kita aja nunggak, apa lagi kita???

      81. Gadis 1                            :   Lha enak kamu ikut orang tua,,,kalau uang habis tinggal minta…

      Aku nunggu beasiswa turun tiap tiga bulan sekali,,itu pun kalau lancar…kalau tidak…..Kere aku…!!!!

      (terdengar suara orang menggigil…..)

      82. Gadis 2                            :   Heh…!! kamu dengar suara aneh gak???

      83. Gadis 1                            :   Iyaaa…yaa…suara apa ini (sambil celingak-celinguk mencari sumber suara)

      Itu kan JOKO (menunjuk kearah JOKO)

      Ayoo kita kesana……kamu panggil dewi (panik)

      84. Gadis 2                            :   Deewwwwwwwwiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…………………!!!!!

      85. Dewi                                :   Ada apa??

      86. Gadis 2                            : Hhh….Hhhh…….itu…( menunjuk ke arah joko dengan panik )

      87. Dewi                                : (terpaku melihat joko sakauw)

      88. Joko                                :   Dewi maafin aku…

      89. Dewi                                :   Iyyaa Jok….(sambil menangis)

      90. Joko                                :   Aku boleh minta tolong??? Tolong teleponkan mama, papaku…

      91. Dewi                                :   Tante, tolong kesini,,,Joko tante…Joko sakit tante…tolong ya tante…toloooong…cepat kesini tante…

      MAMA ON STAGE MENEMUKAN DEWI YANG SEDANG DUDUK DISEBELAH JOKO DALAM KONDISI SAKAUW

      92. Mama                              :   Dewi ada apa ini???

      Apa yang terjadi dengan Joko?? (kaget bercampur panik)

      93. Dewi                                :   Tidak tahu tante,,,sepertinya Joko sakauw tante….. (dengan ekspresi sedih)

      94. Mama                              :   kamu kenapa Jok???

      Kenapa bisa seperti ini nak?? (menangis)

      95. Joko                                :   Mama….Papa….(diiringi lagu Maaf by casanova)

      96. Mama dan Papa                :   iyyaa….Nak…

      97. Joko                                :   Bolehkah Joko minta satu permintaan…

      98. Papa                                :   Apa Nak??

      99. Joko                                :   Mama, Papa Janji mau melaksanakan permintaan Joko??

      100. Mama dan Papa              :   Iyaa…Pasti nak…

      101. Joko                              :   Joko minta Mama dan Papa tidak bertengkar lagi…mama dan papa harus selalu bersama….dan tetap tersenyum….

      102. Mama dan Papa              : Iyyaa Nak….

      103. Joko                              : Terima kasih ma…paa… (Joko Menghela napas terakhir)

      LAGU SEDIH KEMBALI MENGIRINGI KISAH PERJALANAN JOKO SEMPRUL(TIPE-X : Selamat Jalan).

      DEWI MEMBACAKAN CATATAN JOKO SEMPRUL (DIIRNGI MUSIK SILK OF SAND). DAN SEORANG WANITA ON STAGE MEMBACAKAN AMANAT DARI CERITA DI ATAS.