“WULAN SIGADIS ANGSA”


   Wulan si Gadis Angsa
  1. Pimpinan Produksi           : Drs. Heru Subrata, M.Si.
  2. Stage Manager                  : Ela Sanjaya
  3. Sekertaris                           : Hanin Fanida
  4. Bendahara                         : Yuliatin
  5. Sutradara                           : Wiwin Fidayanti
  6. Astrada                              : Dwi Nur Azizah
  7. Pencatat Adegan               : Titin Bilhuda, Qanitatil Laili
  8. Penata Panggung              : Miftakhol Arifin, Budi Cahyono
  9. Penata Busana/Rias          : Imawati,Siti Fatimah Salam, Indah Yulia

10.  Penata Musik                     : David Satria

11.  Pembantu                           : Wiwin Fidayanti, Siti Fatimah Salam, Hanin Fanida

12.  Penata Tari                        : Wiwin Nadhifah, Ela Sanjaya

 

PARA PELAKU:

  1. Dwi Nur Azizah sebagai Wulan
  2. David Satria Ifnu sebagai Dimas
  3. Miftakhol Arifin sebagai Ayah Wulan
  4. Wiwin Nadhifah sebagai Ibu Tiri Wulan
  5. Qanitatil Laili sebagai Lia
  6. Hanin Fanida sebagai Penyihir ( Mak Tun )
  7. Siti Fatimah Salam sebagai Peri
  8. Imawati sebagai Angsa ( Wulan )
  9. Indah Yulia sebagai Angsa 1 ( Minthi)

10.  Ela Sanjaya sebagai Angsa 2 ( Cempluk )

11.  Titin Bilhuda sebagai Angsa 3 ( Upik )

12.  Yuliatin sebagai Angsa 4 ( Monti )

13.  Budi Cahyono sebagai Pembantu ( Mang Ujang )

SINOPSIS

 

Pelaku kisah drama ini ialah tokoh Wulan, Dimas, Ayah, Ibu tiri, Lia, Mak Tun, Peri, sekelompok Angsa (Minthi, Cempluk, Upik dan Monti), dan mang Ujang. Tokoh utama dalam drama ini adalah Wulan yang digambarkan sebagai gadis yatim yang baik hati lemah lembut polos dan pemaaf yang sangat mencintai seorang pemuda bernama Dimas putra sahabat Ayahnya yang akan di jodohkan dengan salah satu putrinya yakni Wulan dan Lia. Sedangkan Dimas digambarkan sebagai sosok pemuda yang tegas, baik hati dan sangat menyayangi Wulan meski dimas akhirnya memilih Wulan, akan tetapi cinta mereka di penuhi perjuangan yang keras dikarenakan adanya saudara dan ibu tiri wulan yang tidak senang melihat mereka bersatu. Tokoh Ibu tiri dan saudara tiri Wulan ( Lia ) digambarkan sebagai dua orang yang sangat jahat yang menggunakan segala cara untuk mencapai keinginannya ( hal ini dibuktikan ketika tega menyuruh penyihir untuk merubah Wulan menjadi seekor angsa. Tokoh Lia dalamdrama ini juga digambarkankan sebagai gadis yang sangat centil dan sombong. Untung saja Wulan mempunyai Ayah yang sangat penyayang, baik hati, tegas dan bijaksana. Ketika Wulan menjadi Angsa disebabkan disihir oleh penyihir yang sangat jahat dan mempunyai kekuatan yang sangat hebat suruhan ibi dan saudara tirinya, Ia mempunyai teman-teman angsa yang baik hati padanya serta pandai menari. Dan satu lagi  tokoh dalam drama ini yang membantu Wulan dan Dimas yaitu Peri di gambarkan sebagai sosok yang baik hati penyayang dan lucu ia membantu Dimas dengan memberi tahu cara untuk menemukan wulan kembali. Wulan juga mempunyai seorang pembantu ( Mang Ujang ) yang sangat setia membantunya.

Kisah ini dimula dengan pembicaraan keluarga Wulan mengenai kedatangan dimas. Drama mulai memuncak Ketika Wulan disihir menjadi seekor Angsa. Pembicaraan dan kejadian hampir semuanya berlangsung di teras rumah. Di ruangan itu terdapat…………

Tema drama kejahatan pasti akan kalah dengan kebenaran. Tema tersebut di uraikan dengan alur kisah sebagai berikut. Pertama, perkenalan Wulan dengan dimas. Kedua, Perlakuan jahat yang dilakukan setiap hari oleh ibu dan saudara tiri Wulan terhadapnya yang berujung penyihirannya menjadi angsa. Ketiga, Pencarian Wulan Oleh Dimas. Terakhir, terungkapnya kejahatan Ibu dan saudara tiri Wulan serta akibat perbuatannya.


KONSEP PENYUTRADARAAN

 Cerita ini merupakan karangan fiktif belaka yang bersumber dari kumpulan dongeng cerita anak-anak yang mengisahkan seorang gadis yang hidup sensara akibat perbuatan Ibu dan saudara tirinya. Cerita ini dibuat semenarik munkin agar diminati oleh anak-anak, khususnya anak-anak usia sekolah dasar. Cerita ini mengamanatkan bahwa suatu perbuatan jahat pasti akan mendapat balasan. Dan imbalan bagi orang-orang yang sabar dan tabah dalam menjalani cobaan dalam hidupnya.

Setting cerita ini menggunakan suasana pedesaan yaitu pada sebuah rumah yang terdapat halaman yang luas disampingnya, dan terjadi pada masa kuno/ jaman dahulu. Waktu terjadi pada pagi hari. Untuk menampilkan suasana masa kuno, keseluruhan pemain menggunakan pakaian dan perlengkapan ”kuno”.

Cerita ini juga dilengkapi dengan adanya tarian-tarian yaitu tarian angsa agar lebi menarik dan mendukung isi cerita.

Harapan dari cerita ini semoga dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dampak yang positif bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan lebih kreatif dalam menuangkan idenya.

 

 

 Skenario:

 ”WULAN SI GADIS ANGSA”

 Dikisahkan ada seorang gadis bernama Wulan hidup bersama Sang Ayah, Ibu tiri dan Saudara tirinya. Suatu saat di kediamannya, Sang Ayah memanggil-manggil kedua putrinya……….

Ayah  : Putri-putriku, kemarilah…….! ( di dampingi Ibu tiri )

Wulan dan Lia  : ( masuk ) Ada apa Yah…?

Ayah  : Kemarilah……hari ini Ayah ingin memberitahukan bahwa Kita akan kedatangan tamu Seorang pemuda Putra dari sahabat Ayah. Pemuda itu bernama Dimas

Ibu tiri  : Mau apa Dia datang kesini

Ayah  : Dia ingin mengenal kedua putri Kita lebih dekat, karena Aku dan Ayahnya dulu pernah berjanji  akan menjodohkan putranya dengan salah satu putri Kita

Ibu tiri  : Kita jodohkan saja dengan Lia, Lia kan lebih cantik dari pada Wulan !

Lia  : Iya….Yah! Saya aja yang dijodohkan dengan pemuda tampan itu

Ayah  : Saya tidak bisa menentukan siapa yang akan menjadi Istrinya, Karena Dimas akan memilih sendiri calon istrinya

Wulan  : Kapan Dia akan kesini Ayah…?

Ayah  : Rencananya…, hari iniDia akan datang!

Dimas  : ( tiba-tiba datang ) Assalamualaikum….!

Seluruh keluarga Wulan  : Waalaikum salam….!

Ayah  : Selamat datang Dimas. Perkenalkan Mereka adalah keluargaku dan kedua perempuan ini adalah Putriku

Lia  : Hai….., Aku Lia! ( sambil bersalaman ) meskipun Aku saudara tirinya Wulan, banyak yang bilang Aku ini lebih cantik lo…. dari pada Dia. Liahat aja tuh Si Wulan , udah kusam…iiih…gak menarik lagi! Eh, Dia sombong banget lo…

Dimas  : ( melihat Wulan dengan tersenyum, kemudia bersalaman ). Aku Dimas

Wulan  : Namaku Wulan, senang berkenalan dengan Mu!

Dimas  : Aku juga senang berkenalan dengan Mu, sepertinya Kamu gadis yang baik hati dan tidak seperti yang dikatakan Lia tadi

Ayah  : Dimas, Aku ingin membicarakan sesuatu dengan Mu, ayo…ikutlah Aku sebentar! ( Ayah dan Dimas meninggalkan ruangan )

Ibu tiri  : Hei…Wulan! Kamu gak usah berlagak baik deh di depan Dimas, Kamu gak usah berharap kalau Dia akan memilihMu karena yang pantas mendampingiNya adalah Lia

Lia  : Iya…! seharusnya Kamu sudah sadar itu, Kalau Aku yang lebih pantas mendampingiNya. Ya udah deh, lebih baik sekarang Kamu bersihkan semua ruangan ini. Awas ya… kalau gak bersih! ( sambil mendorong Wulan )

Ibu tiri  : Ayo…anakKu, Kita pergi dari sini !

Wulan  : ( sambil bersih-bersih ) Kenapa ya…Mereka selalu jahat kepada Saya, padahalkan Saya sudah berbuat baik pada Mereka

Dimas : ( terkejut ) apa yang Kamu lakukan Wulan ? Bukankah ada pembantu yang seharusnya melakukan semua ini

Wulan  : Gak apa-apa…

Dimas  : Siapa yang menyuruhMu melakukan semua ini? Pasti ada yang memaksa Kamu, Apakah Ibi dan saudara tiri Kamu?

Wulan  : Iya… Mereka memang selalu begitu

( Ayah bersama Ibu tiri dan Lia datang )

Ayah  : Bagaimana Dimas, Siapa yang Kamu pilih untuk menjadi calon istriMu?

Ibu tiri  : ( memandang Lia dengan penuh keyakinan )

Dimas  : ( setelah memandang Wulan dan Lia ) menurut Saya, Lia itu cantik dan periang tapi Saya lebih suka pada Wulan yang lebih lembut dan manis

Ayah  : Kalau memang seperti itu keputusanMu, Ayo segera Kita beritahukan kabar gembira ini pada AyahMu. Ayo…Dimas!

( Ayah dan Dimas meninggalkan ruangan/panggung )

Ibu tiri  : Wulan..! sekarang bereskan rumah di dalam

Wulan  : Iya Bu…!

Lia  : Aku gak bisa terima ini Bu… kenapa Dimas memilih Wulan, gadis sialan itu! Padahal kan Saya suka Dimas Bu…..!

Ibu tiri  : Tenang saja anakKu …..,Ibu sudah punya rencana untuk menyingkirkan Wulan. Ibu sudah mengundang seseorang untuk membantu rencana Kita. ( memanggil dengan keras ) Mak Tuun…..!

Mak Tun  : Iya Nyonya….!

Ibu Tiri : Kamu harus bisa menyingkirkan Wulan dari rumah ini!!

Mak Tun  : Baiklah…,Aku akan menyihirnya menjadi seekor Angsa

Lia  : Apa Dia akan selamanya menjadi seekor Angsa?

Mak Tun  : Tidak, Dia akan berubah menjadi manusia lagi kalau ada seseorang yang bisa mencabut bulu hitam di kepalaNya

Lia  : Siapa juga yang bisa mengenali Wulan kalau Dia sudah jadi Angsa

Ibu tiri  : Bagus…! sekarang Aku akan panggil gadis itu, Wulan……cepat kemari!

Wulan  : Ada apa Bu….?

Ibu tiri  : Mendekatlah kemari….!

Si Penyihir itupun kemudian mengubah Wulan menjadi sesekor Angsa

Mak Tun  : Aku sudah menyelesaikan tugasKu Nyonya, dengan begini Dia tidak akan dikenali oleh siapapun. Nah Nyonya mana bayaranKu ?

Ibu tiri  : iiih….kalau bayaran aja gak pernah lupa! Nih….sudah pergi sana!

Lia  : naah…sekarang, Dimas tidak bisa lagi mengenali Wulan dan Dia pasti akan memilih Aku untuk jadi IstriNya

Ibu tiri  : Ya…jelas dong!

( Tiba-tiba Sang Ayah datang bersama Dimas )

Ayah  : Bu…, Lho dimana Wulan? Bukankah tadi Dia disini?

Ibu tiri  : Gak tuh.. dari tadi saya juga gak melihat Dia. Iya kan Lia ?

Lia  : Iya…Yah

Ayah  : Kemana ya..Wulan pergi? Padahal ada yang ingin Aku sampaikan padanya

Lia  : Emang ada apa sih Yah…?

Dimas  : Aku akan mengajakNya pergi bertemu Orang tuaKu Lia…!

Ibu tiri : A…lah paling Dia pergi ke rumah temanNya!

Dimas  : Kalau Dia masih pergi Aku akan menunggunya disini sampai Dia datang, bolehkan Paman?

Ayah  : Iya….

Ibu tiri  : Sudahlah…sekarang Kita masuk kedalam, Ibu sudah menyiapkan makanan. Kita makan bersama ayo….!

 

( Ayah, Ibu, Lia dan Dimas masuk kedalam rumah )

Tiba-tiba datanglah sekelompok Angsa menghampiri Wulan si angsa yang sedang bersedih hati.

 

Angsa 1  : Eh…teman-teman! Lihat disana ada teman baru Kita, kelihatannya Dia sedang bersedih. Kita hibur Yuk…!

Angsa 1, 2, 3  : Yuk….!

( Angsa-angsa menari sambil bernyanyi menghibur Wulan )

Angsa 1 : Hai…Aku Minthi, ini temanku Cemplok dan Dia Upik

Wulan Angsa  : Hai…Minthi, hai….Cemplok, hai…Upik, Aku Wulan

Angsa 2  : Aku tidak pernah melihat Kamu disini. Dari mana asalMu?

Wulan Angsa  : Sebenarnya Aku adalah manusia. Aku diubah menjadi angsa oleh seorang penyihir suruhan Ibu tiriKu, Sudah beberapa hari Aku seperti ini

Angsa 3  : Tapi kenapa?

Wulan Angsa  : Ibu dan saudara tiriKu iri kepadaKu karena Aku di pilih oleh seorang pemuda untuk menjadi IstriNya

Angsa 1, 2, 3  : Oooo…….!

Angsa 1  : Tapi….apakah selamanya Kamu tetap menjadi Angsa?

Wulan Angsa  : Tidak, kalau ada Seseorang yang bisa mencabut bulu hitam di kepalaKu ini, Aku bisa menjadi manusia lagi

( Dimas datang dengan wajah lesu dan bingung )

Dimas  : Kemana ya…Wulan! Kok sudah 5 hari ini Dia belum pulang juga. Ya Allah….berilah Aku PetunjukMu, dimana Dia sekarang!

Tiba-tiba datanglah Seorang Peri menghampiri Dimas.

Peri  : Hai…Dimas, Aku tahu dimana gadis yang sedang Kau cari itu!

Dimas  : Dimana ? Tapi…..kenapa Kamu kok bisa tahu?

Peri  : Aku adalah seorang Peri yang di kirim untuk membantuMu. Dan gadis yang Kau cari itu adalah Dia, Si Angsa berbulu hitam di kepala itu ( sambil menunjuk )

Dimas  : Hai …Angsa!?!? masa calon istriKu seekor Angsa? Kamu gak salah?

Peri  : Kamu akan mengetahuinya setelah Kau mencabut bulu hitam di kepalaNya itu

Dimas  : Baiklah Aku akan mencobanya ( mendekat ke arah Angsa )

Angsa 2  : Hey…hey…laki-laki itu mendekatiMu, Dia akan mencabut bulu hitam dikepalaMu itu

Angsa Wulan  : Semoga Dia bisa melakukannya

 

( Dimas mencabut bulu hitam di kepala Si Angsa dan Si Angsa berubah menjadi gadis yang cantik.)

 

Dimas  : Wulan!!!! ( Kaget )

Wulan  : Iya…Dimas…Aku adalah Wulan

Dimas  : Terima kasih Peri…Kau telah menolongKu, Terimah kasih Ya..Allah..! Wulan..,kenapa Kamu bisa jadi seperti ini?

Wulan  : Ini semua adalah ulah dari Ibu dan saudara tiriKu, Mereka iri pada Saya karena Kamu memilihKu untuk jadi calon IstriMu

Dimas  : Benarkah! Sekarang Aku akan panggil Mereka. Paman …Bibi…Lia…Aku sudah menemukan Wulan!!!

Ayah  : Apa…Wulan sudah pulang ! Wulan!!

Wulan  : Ayah…( sambil bersalaman )

Ayah  : Kemana saja Kamu Nak?

Wulan  : Aku….

Dimas  : ( menyela ) ini semua gara-gara mereka berdua Paman. Mereka menyuruh seorang penyihir untuk mengubah Wulan menjadi Angsa, karena mereka iri pada Wulan. Tidak itu saja Paman, Mereka selalu berperilaku kejam kepada Wulan saat Dia masih di rumah dulu.

Ayah  : Oooo…, jadi begitu !!!!

Lia  : Aduuh…Bu, kenapa badan saya jadi gatal-gatal seperti ini?iii….h

Ibu tiri  : Ibu juga tidak tahu, badan Ibu juga terasa gatal semua. Apa mungkin ini adalah pembalasan dari perbuatan Kita selama ini pada Wulan

Lia  : Ini semua gara-gara Ibu, Rencana Ibu tidak sempurna

Ibu  : Kamu jugakan yang salah !

Ayah  : Aaah…sudah, Aku tidak mau melihat Kalian berdua lagi. Cepat pergi dari sini….cepat…!!

( Ibu dan Lia pergi ketakutan )

 

3 Komentar (+add yours?)

  1. kholif nax sdn karangtawang
    Jan 28, 2012 @ 03:18:43

    wow,,,,,,,,,, tertrik juga,,…!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: