“KIKAN TIDAK BISA TIDUR”


[Drama Anak]
Oleh: Ari Sri Utami

Di sebuah pohon besar, hiduplah satu keluarga kumbang.

1. Ibu : “Sudah malam, tidurlah Kikan…”
2. Kikan : ( SAMBIL MENGUAP KIKAN MENJAWAB ) “Iya Bu……”
3. Ayah : “Iya Kikan kamu harus tidur, ini sudah larut….”
4. Kikan : “Tapi ayah aku takut, di luar sana banyak sekali suara – suara aneh.” ( SAMBIL MENUTUP TELINGANYA )

Sementara itu, kodok di luar bernyanyi saling bersahutan membuat Kikan semakin ketakutan.

5. Kikan : “Ibuuu….peluk aku yang erat, aku takut dimakan monster mengerikan itu.”
6. Ibu : “Iya….tapi kamu harus tidur ya….” ( BUJUK IBU )

Sedikit demi sedikit, akhirnya Kikan pun bisa tertidur dalam pelukan ibunya, dengan erat Kikan memeluk ibunya walaupun sudah tertidur lelap.Matahari pun terbit tatkala Kikan membuka matanya dan tanpa disadarinya ibunya sudah lepas dari pelukannya. Dan sudah tidak ada.

7. Kikan : “Ibu……ibu dimana?Kikan takut.”
8. Ibu : ( IBU LARI MENGHAMPIRI KIKAN ) ”Ada apa Kikan?”
9. Kikan : “Ibu kok pergi, aku kan takut….!”
10. Ibu : “Kamu itu penakut….kan sudah pagi…..!”
11. Kikan : “Oooh…Sudah pagi ya….Asyik, aku bisa terbang dan bermain lagi…..”
12. Ibu : “Tapi mandi dulu sebelum bermain.”

Kikan terbang ke danau untuk mandi bersama kakaknya dengan riangnya. Tertawa terbang kesana dan kemari.

13. Kakak : “Kan, ayo pulang, aku sudah lapar nih….”
14. Kikan : “Ayo….Ibu punya makanan apa ya Kak?”
15. Kakak : “Pasti persediaan makanan ibu enak.”

Mereka pun tidak sabar ingin pulang karena perut mereka sudah protes. Sesampai di rumnah, mereka pun lamgsung makan dengan lahapnya. Setelah makan, kakak beradik itu istirahat di dahan sambil menikmati udara yang sejuk. Saat itu ibu mendatangi mereka dan berkata…

16. Ibu : “Kikan, Ibu nanti sore mau pergi ke hutan seberang karena ada acara. Kamu di rumah saja ya sama kakakmu . Ibu menginap , besok pagi baru pulang.”
17. Kikan : “Lho Bu, aku kok tidak diajak?”
18. Ibu : “Tidak Kikan, itu acara serangga dewasa. Jadi kamu tidak bpleh ikut.” ( BUJUK IBU )
19. Kakak : “Iya, Kan. Di rumah sama aku saja.”
20. Kikan : “Tidak, aku takut, nanti malam aku tidur sama siapa?” ( RENGEK KIKAN )
21. Ibu : “Kan ada kakakmu, Kikan…!”
22. Ayah : “Kamu harus terbiasa tidur sendiri Kikan. Sampai kapan kamu akan tidur dengan ayah dan ibu nak….”
23. Kikan : “Iya deh……Tidak apa-apa, tapi benar ya hanya malan ini !”
24. Ibu : “Iya sayang…..malam ini saja. Kmu pasti bisa tidur…..”

Sore itu ibu dan ayah Kikan pergi ke hutan seberang . Tinggallah Kikan dan kakaknya berdua di rumah. Malam pun tiba dan perasaan ketakutan merasuk dalam diri Kikan. Di sudut sana sudah terlihat kakaknya tertidur dengan lelapnya.

25. Kikan : “Gerrr……( SAMBIL BERSENDEKAP ) Kakak sudah tidur, lalu aku bagaimana….?”

Terdengar suara angin huf…huf…huf…

26. Kikan : “Suara apa itu? Itu pasti binatang raksasa yang mencari mangsa, aku takut….”

Krik….krik….krik….krik….Suara jangkrik yang terdengar merdu.

27. Kikan : “Itu suara apa lagi….menyeramkan. Jangan-jangan itu adalah hantu rawa yang akan memakanku. ( SAMBIL MENUTUP MUKA DAN TELINGA DENGAN SAYAPNYA )
Kemudian disusul lagi suara kodok yang saling bersahutan.

Wok….wok….wok….membuat Kikan semakin ketakutan untuk menutup mata.

28. Kikan : “Aduh, Bagaimana ini, banyak sekali monsternya.”

Sampai matahari terbit dari timur, Si Kikan tidak dapat tertidur karena ketakutan akan suara-suara yang aneh. Kakaknya pun terbangun dari lelapnya.

29. Kakak : “Lho, Kan, kamu sudah bangun?”
30. Kikan : “Bangun…..!Aku tuh tidak tidur semalam Kak.
Belum sempat kakaknya bertanya, ibu sudah berdiri di depan kikan dan kakaknya.
31. Ibu : “Selamat pagi anak-anakku….Bagaimana tudurnya, nyenyak?”
32. Kakak : “Iya Bu…”
33. Ibu : “Lho Kikan, kenapa matamu sembab dan merah?”
34. Kakak : “Kikan tidak dapat tidur Bu….”
35. Ibu : “Lho kenapa…saying?”
36. Kikan : “Aku takut banyak suara monster tadi malam. Aku takut Bu…(SAMBIL MENGUSAP MATAMYA)
37. Ibu : “Baiklah, sekarang kamu tidur saja, Ibu temani.”
38. Kikan : “He..em..”

Kikan pun tertidur pulas karena capek dan kurang tidur. Malam pun tiba kembali. Ibu Kikan mengajak Kikan keliling rawa dan hutan untuk menjelaskan asal suara yang ditakuti oleh Kikan.

39. Kikan : “Ibu, kita mau kemana?Aku takut..
40. Ibu : “Jangan takut….Lihat, itu adalah Pak Angin, bukan raksasa.”
41. Kikan : “Jadi itu bukan binaatang raksasa ya Bu…?
Terdengar lagi suara Krik….krik….krik….
42. Kikan : “ Itu lagi Bu…Itu pasti benar- benar hantu rawa. Tadi malam aku tidak bias tidur gara-gara suara itu Bu.”
43. Ibu : “Kita lihat dari dekat ya…”
44. Kikan : “Tidak…..aku takut!!”
45. Ibu : “Tidak apa-apa. Lihatlah itu Pak Jangkrik yang bermain-main dengan keluarganya.”
46. Kikan : “Oooooh….lucu ya…!
47. Ibu : (SAMBIL MENUNJUK PAK KODOK) Nah, kalau itu Pak Kodok dengan teman-teman yang sedang bernyanyi.”
48. Kikan : “Wah….ternyata suara- suara itu dari hewan kecil yang lucu-lucu ya Bu…”
49. Ibu : “Makanya, kamu jangan takut. Nah, mulai hari ini kamu tidur sendiri ya!” ( BUJUK IBU )
50. Kikan : “Iya deh, aku tidak akan takut lagi.”

Ibu dan Kikan pulang ke rumah dan malam ini pun Kikan tidur sendiri tanpa ditemani ayah dan ibunya. Malam ini Kikan tidur nyenyak sekali dan keesokan harinya….

51. Ayah : ( SAMBIL MEMBANGUNKAN KIKAN ) Bangun Kikan…
52. Kikan : “Oh Ayah…pagi Ayah!”
53. Ayah : “Bagaimana tidurmu semalam?”
54. Kikan : “Nyenyak sekali, Yah!!

Ibu datang sambil membawa madu.

55. Ibu : “Yah jelas nyenyak, Kikan ditemani suara – suara merdu sich!!!” nah sekarang kita makan madu ini ya…!!
56. Ibu : “Nah untuk selanjutnya kamu tidur sendiri ya….”
57. Kikan : “OK…deh!!”

THE END

2 Komentar (+add yours?)

  1. nabilla
    Okt 23, 2010 @ 01:12:17

    😉 🙂😀

    Balas

  2. Mbahbrata
    Okt 29, 2010 @ 14:51:46

    ^_^ juga…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: