”ROMANSA DI TEBING PELANGI”


Oleh:
Koidah  Fitriyah
Penyelaras: Drs. Heru Subrata, M.Si

Analisis unsur – unsur cerita

a. Tema

Tema adalah inti atau persoalan yang mendasari isi cerita. Pada cerpen ” Romansa di Tebing Pelangi ” temanya asdalah tentang percintaan.

b. Tokoh dan Penokohan

Tokoh adalah pelaku yang mendukung peristiwa sehingga mampu menjalin suatu cerita. Penokohan adalah sifat atau karakter yang dimiliki oleh para tokoh cerita. Dalam cerpen ”  Romansa di Tebing Pelangi ” tokoh serta penokohannya adalah sbb :

Tokoh                                                 Penokohan ( watak )

1.   Meira                                             Cantik, mudah percaya, keras kepala.

2.   Elgar                                              Baik, penyayang, suka menolong, tidak pendendam

3.   Gery                                              Sombong, sok ganteng,, mabuk popularitas,playboy

4.   Ibu                                                 Baik, penyayang, sabar.

5.   Ayah                                             Baik, penyayang, sabar.

c. Latar / Setting

Sebuah cerita pada hakekatnya adalah lukisan peristiwa atau kejadian yang menimpa atau di lakukan oleh satu atau beberapa orang tokoh pada suatu waktu tertentu dan tempat tertentu. Atas dasar hal tersebut dapat dikatakan bahwa penempatan waktu dan tempat beserta lingkungannya dalam prosa fiksi tersebut disebut latar cerita atau setting.

Latar dalam cerpen cerpen ”  Romansa di Tebing Pelangi ” ini adalah di Tebing Pelangi, di Retro, rumah Meira, rumah sakit, dan pantai Bidadari. Settingnya pada siang hari, malam hari, dan sore hari.

d. Point of View

Point of view atau sudut pandang dalam cerpen ”  Romansa di Tebing Pelangi ” ini adalah sudut pandang orang pertama, di mana penulis sebagai pencerita.

e. Amanat

Amanat yang dapat dipetik dari cerpen ”  Romansa di Tebing Pelangi ” ini adalah kita jangan mudah percaya dengan rayuan lelaki. Orang yang paling dekat dengan kita adalah orang yang paling mengerti kita. Jangan terlarut dalam urusan cinta, apalagi sampai lupa akan tugas dari pekerjaan atau profesi kita, karena itu dapat menimbulkan penyesalan.

f. Alur

Alur cerita dalam cerpen ”  Romansa di Tebing Pelangi ” ini adalah alur maju. Di mulai dari pertemuan, kemudian terjadi konflik, penyesalan, dan akhirnya berakhir bahagia.

Alur dalam cerita ”  Romansa di Tebing Pelangi ”   :

  • Pengenalan

Meira meluncur menuruni Tebing Pelangi yang terjal. Kadang ia meliuk dengan anggunnya menghindari bebatuan. Rambutnya yang dicat brunet riap-riap disela-sela helm penutup kepalanya. Sepeda gunungnya menari dengan indah hingga kedua rodanya mendarat dengan sempurna di atas lembutnya pasir Pantai Bidadari.

Beberapa anak singkong heboh menyalaminya. ”Hai ! Hallo, teman-teman ! ” Meira menyapa segerombolan cowok-cowok yang sengaja datang dari kota naik jeeps. ” Sorry, Ra ! aku nggak bilang-bilang mau lihat kamu latihan, ujar salah satu seorang dari mereka yang bernama Gery, ia sepontan memelik Meira, diciumnya kedua belah pipinya.

  • Komplikasi I

”  Tahu nggak omongan Kak Elgar di telinga Meira seperti omongan emak-emak yang kurang kerjaan. Meira tahu, dia atlet debutan. Tidak seperti Kak Elgar yang sudah memenangkan berpuluh-puluh kejuaraan, dari dalam maupun luar negeri. Tapi tak bisakah Mera menikmati sedikit waktu luangnyauntuk bersenang-senang ?”

  • Komplikasi II

” Kejuaraan Australi tinggal sebulan lagi, dengan persiapan minim seperti ini, aku pesimis kamu bisa memenangkan kejuaraan itu, ” Elgar kembali memperingatkan, ” Kami semua berlatih keras. Kamu hampir tiap hari dugem. Atlet macam apa kamu ?”

” Kak Elgar dengar ! Meira masih muda. Kadang Meira bosan dengan jadwal latihan yang seolah tiada habisnya, Meira masih 17 tahun. Meira ingin menikmati indahnya masa remaja. Tak bisakah Kak Elgar bahagia dengan kebahagiaan Meira ?”

” Bagaimana aku bahagi, kalau Meira yang dulu aku kenal telah berubah. Ingat Meira, kamu atlet berbakat! Please, jangan hancurin karirmu hanya karena masalah beginian.”

” Masalah ? Masalah apa ? Siapa yang hancurin karirku ?

” Tapi Gery….”

” Kenapa Gery ?”……….

  • Komplikasi III

Meira ternganga, ”Jadi, kamu menganggap aku ini apa?” Gery menjawab pertanyaan Meira lewat tabloid hiburan, ”Aku sama Meira tuh deket tapi nggak pacaran. Aku emang deket sama semua orang. Tapi bukan berarti pacaran, kan ?”

Meira merobek-robek tabloid itu hingga menjadi serpihan kecil. Jadi selama ini ? Meira malu. Malu dengan kege-erannya. Apalagi berkali-kali wartawan gosip suka mengejar-ngejarnya, mengorek-ngorek luka hatinya. Gery dengan wajah tak berdosanya memamerkan cewek barunya di layar kaca. Cewek cantik sesama pemain sinetron itu. Meira meluncur deras menuruni Tebing Pelangi. Gery sialan! Kutuknya. Sebuah batu yang tidak begitu besar namun sanggup membuat spedanya terjungkal. Meira tergulling di lereng yang curam. Lama-lama sunset keemasan tertangkap retina matanya, sebelum gelap menyelimuti.

  • Klimaks

Meira menebarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Ada bunga dan sebuah kartu ucapan.

” Bunga ini dari Elgar. Ia yang menghubungi kami waktu kamu jatuh di Tebing Pelangi. Kata Ito, Elgar juga pertama kali menolongmu,” Bapak menceritakan apa yang telah dialami Meira.

” Selama kamu tak sadar, Elgar hampir tiap hari menunggui kamu. Wajahnya kelihatan sedih sekali, ”tutur ibu.

Di mana sekarang Elgar, Bu?” Meira tergagap.

” Elgar sekarang sedang bertanding di Australi,” Meira terdiam. Perlahan bulir-bulir air matanya mengalir tanpa sanggup ia hentikan. Penyesalan dan kesedian menggumpal di dadanya. Sesal ia gagal bertanding di kancah internasional, sedih karena orang yang semestinya mendapat terima kasih darinya terpisah jarak ribuan mil darinya.

  • Penyelesaian

Elgar memutar pedal sepeda gunungnya kuat-kuat. Sesekali ia berteriak sat dapat melewati medan yang sulit. Ia merasa bersemangat. Latihan kali ini tak terasa melelahkan. Terngiang di telinganya suara merdu Meira menemani malam-malam sepinya di Australi lewat kabel telpon jarak jauh. ”………………………………………………………………………

” ……………………… Mereka bersitatap dalam diam. Lengkung pelangi yang memayungi mereka senja terasa begitu indah.

NASKAH DRAMA

” ROMANSA DI TEBING PELANGI ”

BABAK I

Meira meluncur menuruni Tebing Pelangi yang terjal. Kadang ia meliuk dengan anggunnya menghindari bebatuan. Rambutnya yang dicat brunet riap-riap disela-sela helm penutup kepalanya. Sepeda gunungnya menari dengan indah hingga kedua rodanya mendarat dengan sempurna di atas lembutnya pasir Pantai Bidadari. Beberapa anak singkong heboh menyalaminya.

COWOK-COWOK    : ” Hai Meira !” ( DENGAN SERENTAK )

MEIRA                       : ” Hai ! Hallo, teman-teman !” (MEIRA BALAS MENYAPA COWOK- COWOK YANG SENGAJA DATANG DARI KOTA NAIK JEEPS )

Kemudian salah satu seorang dari mereka yang bernama Gery, menghampiri Meira.

GERY                         : Sorry, Ra ! Aku nggak bilang -bilang mau lihat kamu latihan. ( IA SPONTAN MEMELUK MEIRA, DICIUMNYA KEDUA BELAH PIPI GADIS ITU )

Meira                           : ” Thanks ya !” kamu udah mau datang . ( DENGAN NADA MANJA SESEKALI BIBIR MUNGILNYA BERBISIK DI TELINGA GERY SERAYA TERTAWA GELI ).

GERY                         : ”Sama-sama  , aku juga senang bisa ketemu kamu !” ( DENGAN NADA MERAYU )

MEIRA                       : ” Ini toh teman-teman kamu. Udah pada makan belom ?” ( MEIRA BERBASA-BASI )

GERY                         : Sebenarnya kita lapar. Tapi kita harus balik setengah jam lagi.

TEMAN GERY          : Biasa syuting ! ” ( SAHUT SALAH SEORANG TEMAN GERY )

GERY                         : ” Mei, kamu mau pulang bareng kami atau gimana ?”

DARI KEJAUHAN SEBUAH SUARA SEOLAH MENJAWAB PERTANYAAN GERY.

ELGAR                      : ” Meira ! Mas ito bilang kamu harus ngulang latihan dua kali lagi !” ( DENGAN NADA BERTERIAK ).

MEIRA                       : ” Aku tahu kok ! Nggak usah dibilangin!” ( DENGAN NADA SEDIKIT KESAL KARENA SENIORNYA ITU MENGACAU LAGI ).

GERY                         : ” Jadi gimana ni , Mei ?”

MEIRA                       : ” Sorry Ger, teman-teman. Aku masih latihan. Sorean aku baru balik.” ( DENGAN NADA KECEWA ).

GERY                         : ” Kalau gitu, ntar malam aku jemput di tempat biasa yaa?” ( SAMBIL MENGERDIPKAN SEBELAH MATANYA )

MEIRA                       : ” Okey, akan ku usahakan. Daag ! ” ( SAMBIL MELAMBAIKAN TANGAN KE ARAH GERY )

COWOK-COWOK ITU PUN MELOMPAT KE DALAM JEEPS YANG SEDARI TADI MENUNGGU MEREKA. ASAP TEBALNYA MENGOTORI UDARA PANTAI YANG MASIH BERSIH. KEMUDIAN MEIRA MENGANGKAT SEPEDA GUNUNGNYA KE BAHUNYA. TERGESA IA BERJALAN MENDAHULUI ELGAR, MENAIKI TEBING PELANGI. IA TAHU ELGAR MENYUSULNYA DENGAN KATA-KATANYA YANG SUDAH BASI.

ELGAR                      : ” Kamu harus fokus Ra. Kejuaraan Australi sudah sangat dekat. Kamu emang       juara nasional tapi di Australi sana, kamu bukan siapa-siapa.” ( ELGAR MENGINGATKAN )

MEIRA                       : ( MEIRA MENGHENTIKAN LANGKAHNYA. IA BERBALIK DENGAN       TATAPAN TAJAM ).  ” Tahu nggak, omongan Kak Elgar di telinga terdengar            Meira seperti omongan emak-emak yang kurang kerjaan.”( SAHUT DENGAN

NADA PENUH EMOSI ).

ELGAR                      : ” Apa maksudmu bilang seperti itu, Ra ?” ( SERYA TIDAK PERCAYA DENGAN APA YANG DIUCAPKAN MEIRA ).

MEIRA                       : ” Meira tahu, Mei atlet debutan. Tidak seperti Kak Elgar yang sudah memenangkan berpuluh-puluh kejuaraan, dalam maupun luar negeri. Tapi tak bisakah Meira menikmati sedikit waktu luangnya untuk bersenang-senang?”

ELGAR                      : ” Tapi Ra, bukan itu maksudku. ( DENGAN NADA TERGAGAP ).

MEIRA                       : ” Kak Elgar telah mempermalukan Meira di depan Gery dan teman-temannya. Sadar nggak apa yang telah Kakak lakukan ?” ( MEIRA KESAL ).

ELGAR                      : ” Aku hanya mengingatkan, Ra.” ( JAWAB ELGAR DENGAN NADA HALUS)

MEIRA                       : ” Sutralah ! Aku mau latihan. Aku malas ngomong sama Kak Elgar lagi !” ( SERAYA MEMALINGKAN MUKA DAN PERGI DARI ELGAR ).

  • BABAK II

PERLAHAN MEIRA MENGHIRUP FRUIT PUNCHNYA. MALAM KIAN LARUT DAN DINGIN. RASA CAPEKNYA HILANG SEKETIKA SAAT IA BERSAMA GERY. IA TERTAWA LAGI. APALAGI KERIANGAN RETRO MENULARI SETIAP PENGUNJUNGNYA. MEIRA MENGENAKAN JINS HIPSTER DIPADANKAN BLUS HALTER WARNA PINK DENGAN FRILIS YANG MANIS MENGHIASI PINGGANGNYA. APALAGI MALAM ITU MEIRA TAK SEGAN BEREKSPERIMEN DENGAN LIPSTIK DAN BLUSH ON YANG BARU DIBELINYA. SIAPAPUN YANG MELIHATNYA MALAM ITU, SADAR ATAU TIDAK DIBUATNYA KAGUM AKAN KECANTIKANNYA.

GERY                         : ” Mei, tahu nggak kamu tuch malam ini tampil cantik sekali, beda dengan saat kamu lagi latihan sepeda balap.” ( DENGAN NADA MERAYU ).

MEIRA                       : ” Ah, kamu Ger bisa az. ’( MEIRA TERSAPU MALU )

GERY                         : ” Tahu nggak, cowok-cowok di sini pada noleh ke  kamu semua.”

MEIRA                       : ” Udah dech Ger, bisa-bisa kalau kamu terusin aku jadi ke-geraan nich.”

GERY                         : ” Dari pada keduluan mendingan aku yang bilang, aku sayang kamu, Meira.” ( GERY MENGENGGAM TANGANNYA DAN MENATAP MEIRA DENGAN MATA INDAHNYA YANG DALAM )

MEIRA                       : ( meira menutup mulutnya, matanya terbelalak tak percaya ). ” Bener nih, ini bukan teks naskah sinetron yang bakal kamu peranin ? ” ( GODA MEIRA ).

GERY                         : ” Hm…..nasib jadi pemain sinetron. Aku serius, di bilang acting !”( SUNGUT GERY ).

MEIRA                       : ” Bener kamu sayang aku ?”

GERY TAK MENYAHUT, IA MENYORONGKAN WAJAHNYA, IA INGIN MENCIUM MEIRA. SAAT ITU JUGA BEBERAPA LAMPU KAMERA WARTAWAN INFOTAIMENT MENYOROT WAJAH MEREKA. MEIRA JENGAH, GERY LANGSUNG JAGA IMEJ. BEBERAPA PERTANYAAN LANGSUNG MELUNCUR DARI MULUT WARTAWAN ITU.

WARTAWAN            : ” Pacar baru nih, Ger ? Kenalin ke kita dong ?”

GERY                         : ” Maaf ya kami mau pergi !” ( SAMBIL BERUSAHA MENGHINDAR DARI WARTAWAN, TAPI WARTAWAN TERUS SAJA MEMBERONDONGINYA DENGAN PERTANYAAN ).

WARTAWAN            : ” Kenalnya di mana ?”

WARTAWAN            : “ Rasa-rasanya aku kenal pacar barumu. ” Atlet ya ? Atlet sepeda gunung khan ?”

WARTAWAN            : ” Dia Meira khan, Ger ?”

GERY MENARIK TANGAN MEIRA MENJAUH DARI KERUMUNAN ITU. GERY BERUSAHA MELINDUNGI MAIRA DARI BERONDONGAN PERTANYAAN. TAPI IA TAK BERDAYA

GERY                         : ” Maafin aku ya, Mei ! Beginilah kehidupanku. Mau tak mau kamu jadi keikut juga. Kamu mau khan maafin aku atas ketidaknyaman ini?”( GERY MEMOHON KEPADA MEIRA DENGAN WAJAH PENUH PENYESALAN ).

MEIRA                       : ” I…iya , Ger. Nggak apa-apa kok.”( MEIRA MENGANGGUK PASRAH, WALAUPUN HATINYA AGAK JENGKEL).

GERY                         : ” Terima kasih ya Mei, kamu emang cewek yang pengertian.” ( sambil memegang tangan meira ). ” Karena ini sudah larut malam, aku akan langsung antar kamu pulang.”

DIDALAM BENAK MEIRA, IA BERPIKIR BAHWA BESOK, PUBLIK AKAN TAHU, DIALAH CEWEK YANG DEKAT DENGAN GERY, PEMAIN SINETRON GANTENG YANG DIGILAI CEWEK-CEWEK SELURUH INDONESIA.

  • BABAK III

ELGAR MENDAPATI TABLOID INFOTAIMENT YANG DIDALAM NYA ADA FOTO GERY DAN MEIRA. ELGAR MENJADI GERAM DAN KEMUDIAN MENGHAMPIRI MEIRA DI ASRAMA

ELGAR                      : ” Mabuk popularitas !” ( GUMAN ELGAR ). ” Nich, kamu lihat. Semua tabloid infotaiment memuat foto kamu dan Gery.” ( SUARA ELGAR TERDENGAR KETUS ).

MEIRA                       : ” Mana….mana tabloidnya , aku mau lihat.” ( SAMBIL BERUSAHA MEREBUT TABLOID DARI TANGAN ELGAR ).

ELGAR                      : ” Grrrr………………… !” eh…… ni anak ! ( kesal karena meira merebut tabloid darinya ).

MEIRA                       : ” Apa salahnya dengan pemberitaan ini, toh Mei bukan seorang koruptor atau perebut pacar orang. ” Pasangan yang serasi, bukan?” ( MEIRA TERSENYUM SIMPUL, SERAYA MENDELIK PADA ELGAR DI SEBELAHNYA ).

ELGAR                      : ” Huh..!” ( elgar membuang muka, ia tak sanggup menatap foto-foto mesra itu ).

MEIRA                       : ” Kenapa Kak Elgar jadi sinis gitu ngomongnya ?”

ELGAR                      : ” Kejuaraan Australi tinggal sebulan lagi, dengan persiapan minim seperti ini, aku pesimis kamu bisa memenangkan kejuaraan itu.” ( ELGAR KEMBALI MENGINGATKAN ), ” Kami semua berlatih keras. Kamu hampir tiap malam dugem. Atlet macam apa kamu ?” ( DENGAN NADA KESAL ).

MEIRA                       : ” Kak Elgar dengar ! Meira masih muda. Kadang Meira bosan dengan jadwal latihan yang tiada habisnya. Meira masih 17 tahun. Meira ingin menikmati indahnya masa remaja. Tak bisakah Kak Elgar bahagia dengan kebahagiaan Meira ?”

ELGAR                      : ” Bagaimana aku bahagia, kalau Meira yang dulu aku kenal telah berubah. Ingat Meira, kamu atlet berbakat ! Please, jangan hancurin karirmu hanya karena masalah beginian.”

MEIRA                       : ” Masalah ? Masalah apa ? Siapa yang hancurin karirku ?

ELGAR                      : ” Tapi Gery….,”

MEIRA                       : ” Kenapa Gery ?”( BENTAK MEIRA DENGAN NADA SANGAT KESAL )

HP MEIRA BERDERING, SUARA MEIRA BERUBAH RIAG SAAT DENGAR SUARA ORANG YANG MENELPONNYA.

MEIRA                       : ” Gery !” ( MUKA MEIRA MENJADI BERSERI-SERI DAN KELIHATAN SENANG SEKALI ).

ELGAR                      : ” Mei..!” (RAHANG ELGAR MENGERAS, MERASAKAN NYERI, MARAH DAN KUATIR MENJADI SATU DAN DIAPUN MENINGGALKAN MEI YANG SEDANG ASYIK TELPON ).

DI TENGAH KESENDIRIANNYA DI PUNCAK TEBING PELANGI. ELGAR MENATAP NANAR SEPASANG MANUSIA YANG BERMESRAAN DI PANTAI BIDADARI. LENGKUNG INDAH PELANGI DI ATASNYA, TAK DAPAT IA RESAPI KEINDAHANNYA. SEPI DAN GETIR MENYELIMUTI TUBUHNYA YANG MENGGIGIL OLEH DERASNYA ANGIN LAUTAN.

  • BABAK IV

WAJAH MEIRA SUMRINGAH. SETELAH BERBULAN-BULAN DI ASRAMA PEMUSATAN LATIHAN, IA DAPAT PULANG KE RUMAH DUA HARI. ORANGTUANYA MENYAMBUTNYA DENGAN HANGAT.

MEIRA                       : ” Ibu…….!” (TERIAK MEIRA MEMANGGIL IBUNYA YANG SUDAH MENUNGGUNYA DI DEPAN PINTU )

IBU                             : ” Meira anakku, ibu kangen sama kamu nak.” ( DIKECUPNYA PIPI KIRI DAN KANAN MEIRA DENGAN PENUH KASIH DAN KERINDUAN )”

AYAH                        : ” Bagaimana kabar kamu Mei ? terus bagaimana dengan latihan kamu?” ( DENGAN WAJAH PENUH TANYA ).

IBU                             : ” Ah…, ayah ini gimana sich. Bukannya menyuruh Mei masuk dulu, malah di tanya-tanya mulu !”

AYAH                        : ” Iya…iya, maaf bu . Habis ayah penasaran.Ya sudah kita masuk dulu, ibumu sudah memasak makanan kesukaan kamu. Kamu pasti lapar ?” ( SAMBIL MEMEGANG PUNDAK MEIRA )

MEIRA                       : ” Wah… kayaknya enak nich, kebetulan yah bu, Meira laper banget. ( MEIRA PUN SEGERA MASUK RUMAH, DIA TAK SABAR MENYANTAP MAKANAN YANG SUDAH ADA DI ATAS MEJA MAKAN ).

SELESAI MAKAN MEIRA MANDI DAN BERISTIRAHAT DI KAMARNYA. MEIRA AGAK SEDIIKIT LEGA. IA TERBEBAS DARI ELGAR UNTUK DUA HARI. WALAU ADA YANG SEDIKIT MENGANJAL DI HATINYA IA JAUH DARI GERY. IA RINDU COWOK ITU. MEIRA TAK PERNAH LEPAS DARI HP. SETIAP SAAT, SETIAP WAKTU, IA INGIN BEBBICARA DENGAN COWOK ITU. NAMUN KERINDUANNYA TERNODA SAAT IA MEMBUKA TV SORE HARI, SEBUAH BERITA INFOTAIMENT MENGEJUTKANNYA.

MEIRA                                : ” Hah… Gery terlibat Cinlok dengan pemain sinetron pendatang baru.??” ( DENGAN NADA TIDAK PERCAYA ).

MEIRA                                : ” Tidak mungkin ?” ( MEIRA PUN GERAM DIA MELIHAT GERY TERTAWA DAN BERGAYA MESRA DI DEPAN KAMERA BERSAMA DENGAN CEWEK )

MALAMNYA MEIRA TIDAK BISA TIDUR. IA PULANG KE ASRAMA LEBIH CEPAT. DI KONTAKNYA GERY UNTUK KETEMUAN.

MEIRA                                : ” Hallo…., Gery.” ( UCAP MEIRA DENGAN NADA KESAL ).

GERY                                  : ” Hallo Mei.., ada apa ya ? tumben kamu telpon aku malam-malam gini ? kangen ya ?”( JAWAB GERY DENGAN NADA HALUS ).

MEIRA                                : ” Ada apa kamu bilang. Pokoknya siang ini aku tunggu kamu di tempat  biasa.” ( meira pun langsung menutup telponya dengan nada kesal ).

GERY                                  : ” Hallo..hallo Mei.” ( GERY PUN MENUTUP TELPONNYA DAN BERSIAP-SIAP bersiap-siap tidur ).

KEESOKAN HARINYA MEIRA LANGSUNG KEMBALI KE ASRAMA, SETIBA DI ASRAMA  DIA PUN BERSIAP – SIAP UNTUK MENEMUI GERY.

ELGAR                               : ” Mei, kamu mau ke mana kamu khan baru tiba ?” ( SAPA ELGAR DENGAN PENUH TANYA ).

MEIRA                                : ” Bukan, urusan Kak Elgar ”  ( JAWAB MEIRA DENGAN BERLARI KE LUAR ASRAMA )

ELGAR                               : ” Mei, tunggu !”( TERIAK ELGAR, TAPI MEIRA TERUS BERLARI HINGGA MENGHILANG DARI PANDANGAN ELGAR )

SETIBANYA DI TEMPAT MEIRA DAN GERY BERTEMU, TERLIHAT GERY DUDUK MENUNGGU KEDATANGAN MEIRA, KEMUDIAN MEIRAPUN MENGAMPIRINYA.

GERY                                  : ” Hai Mei, ….. ! ( SAPA GERY DENGAN LEMBUT )

MEIRA                                : “ Hai juga !” ( JAWAB MEIRA DENGAN NADA SINIS )

GERY                                  : ” Kok galak banget jawabya? Kamu ngajak aku ketemuan karena kamu kangen ya sama aku ?” ( SAMBIL MENCOLEK DAGU MEIRA ).

MEIRA                                : ” Udahlah Ger…, nggak usah basa-basi. Emang bener berita itu, Ger ?” ( UCAP MEIRA BERUSAHA MENCARI KONFIRMASI )

GERY                                  : ” Berita apa, Mei ?” ( JAWAB GERY PURA-PURA TIDAK TAHU )

MEIRA                                : ” Ya berita kedekatan kamu dengan pemain sinetron baru itu ?”

GERY                                  : ” Oh….. ( GERY TERTAWA SAMBIL MENGENDIKAN BAHU ). Kalau benar kenapa ? kalau nggak kenapa ?” ( KATANYA SANTAI )

MEIRA                                : ( MEIRA TERNGANGA ).” Jadi, kamu menganggap aku ini apa ?”

GERY                                  : ” Udahlah Mei, aku harus kembali syuting. Aku tidak mau terlambat ( GERY PUN BERDIRI DAN MENINGGALKAN MEIRA BEGITU SAJA )

MEIRA                                : ” Ger… tunggu, jawab dulu pertanyaanku !” ( TERIAK MEIRA, TAPI GERY TERUS BERJALAN MENINGGALKANNYA ).

KEESOKAN HARINYA MEIRA MEMBACA TABLOID INFOTAIMENT YANG TELAH DIBERIKAN ELGAR KEPADANYA.

ELGAR                               : ” Mei, lihat dan baca tabloid itu ! benar khan apa yang aku bilang, Gery itu tidak baik untuk kamu.”

MEIRA                                : ( TERNYATA GERY MENJAWAB PERTANYAANNYA LEWAT TABOID ) ini tidak mungkin, ternyata selama ini dia membohongiku.” ( MEIRA KESAL DAN MEROBEK-ROBEK TABLOID ITU HINGGA MENJADI SERPIHAN KECIL ).

ELGAR                               : ” Mei, apa-apaan kamu ini. Tenang Mei, dunia ini tidak akan hancur kalau kamu cuma kehilangan  seorang Gery. Kamu tidak pantas untuknya, kamu bisa mendapatkan yang lebih baik darinya. Masih ada aku, Ito dan yang lainnya. Lebih baik kamu fokus ke kejuaraan Austrli !” ( SERAYA ELGAR MENENANGKAN ).

MEIRA MERASA MALU, MALU AKAN KEGE-ERANNYA. APALAGI BERKALI-KALI WARTAWAN GOSIP SUKA MENGEJAR-NGEJARNYA, MENGOREK-NGOREK LUKA HATINYA. GERY DENGAN WAJAH TIDAK BERDOSANYA MEMAMERKAN CEWEK BARUNYA DI LAYAR KACA. CEWEK CANTIK SESAMA PEMAIN SINETRON ITU. MEIRA MENGENGGAM STANG SEPEDANYA ERAT-ERAT. DIA SADAR TELAH MEMBUANG WAKTUNYA YANG BERHARGA UNTUK SEBUAH HUBUNGAN YANG TIDAK JELAS. MEIRA

MELUNCUR DERAS MENURUNI TEBING SAMBIL BERTERIAK MENCACI MAKI GERY. SEBUAH BATU KECIL NAMUN SANGGUP MEMBUAT SEPEDANYA TERJUNGKAL. MEIRAPUN TERGULING DI LERENG YANG CURAM. LAMA-LAMA SUNSET KEEMASAN TERTANGKAP RETINA MATANYA, SEBELUM GELAP MENYERGAPNYA.

  • BABAK V

MEIRA TERBANGUN DI SEBUAH KAMAR RUMAH SAKIT. KEPALANYA PENING, SEKUJUR TUBUHNYA SAKIT, TERASA SULIT DIGERAKKAN. APALAGI TANGAN KIRINYA.

MEIRA                                : ” Arrrgh….!” ( TERIAK MEIRA KESAKITAN ).

IBU                                      : ” Meira, kamu sudah bangun! ( UCAP IBU DENGAN NADA GEMBIRA ) jangan banyak bergerak, tangan kirimu patah. Asal Meira patuh sama nasehat dokter. Nggak lama pulih kok.” ( HIBUR IBU)

AYAH                                 : ” Lima hari kamu tidak sadar. Geger otak ringan. Syukurlah kondisimu mulai membaik.” (TAMBAH BAPAK MENJELASKAN )

MEIRA                                : ” Benarkah ?” ( MEIRA MENEBARKAN PANDANGAN KE SEKELILING RUANGAN , ADA BUNGA DAN SEBUAH KARTU UCAPAN )

IBU                                      : ” Bunga ini dari Elgar. Ia yang menghubungi kami waktu kamu jatuh tebing pelang.” ( UCAP IBU MEYAKINKAN )

AYAH                                 : ” Kata Ito, Elgar juga pertama kali menolongmu.” ( AYAH MENCERITAKANN APA YANG TELAH DIALAMI MEIRA )

IBU                                      : ” Selama kamu tidak sadar, Elgar hampir tiap hari menungguhi kamu. Wajahnya kelihatan sedih sekali. ” ( TUTUR IBU ).

MEIRA                                : ” Di mana Elgar sekarang bu ? ( MEIRA TERGAGAP )

IBU                                      : ” Elgar sekarang sedang bertanding di Australi.”

MEIRA TERDIAM. PERLAHAN BULIR-BULIR AIR MATANYA MENGALIR TANPA SANGGUP IA HENTIKAN. PENYESALAN DAN KESEDIAN MENGGUMPAL  DI DADANYA. SESAL IA GAGAL  BERTANDING DI KANCAH INTERNASIONAL, SEDIH KARENA ORANG YANG SEMESTINYA MENDAPAT TERIMA KASIH DARINYA TERPISAH JARAK RIBUAN MIL DARINYA.

  • BABAK VI

ELGAR MEMUTAR PEDALNYA KUAT-KUAT. SESEKALI IA BERTERIAK SAAT DAPAT MELEWATI MEDAN YANG SULIT. IA MERASA BERSEMANGAT. LATIHAN KALI INI TAK TERASA MELELAHKAN. TERNGIANG DI TELINGANYA SUARA MERDU MEIRA MENEMANI MALAM-MALAM SEPINYA DI AUSTRALI LEWAT KABEL TELPON JARAK JAUH.

MEIRA                                : ” Sorry ya Kak, aku susul balik !”  ( UCAP MEIRA MENGEJUTKAN ELGAR ).

ELGAR                               : ” Meira, awas kamu ya, aku susul balik ! ” ( NADA ELGAR MENANTANG )

MEIRA MELUNCUR LEBIH CEPAT. TUBUH MUNGILNYA TERGUNCANG-GUNCANG. DI SEBUAH TIKUNGAN ELGAR KEMBALI DAPAT MENGEJARNYA.

ELGAR                               : ” Ayo….Ayo….. kayuh yang cepat, lelet !” ( EJEK ELGAR MENJADI YANG TERDEPAN ).

MEIRA                                : ” Enak aja, ngatain aku lelet. Aku pasti bisa mengejar Kak Elgar. ” ( meira menantang balik elgar )

BEBERAPA METER LAGI DARI PANTAI BIDADARI, MEIRA BERHASIL MENYUSUL ELGAR. STANG SEPEDA MEREKA BERBENTURAN. MEIRA SAMPAI DENGAN MULUS DI PANTAI BIDADARI. MALANG BAGI ELGAR, TAK DISANGKA IA TAK BISA MENGUASAI KESEIMBANGAN. IA AMBRUK BERSAMA SEPEDANYA.

MEIRA                                : ” Kak Elgar !” (JERIT MEIRA MEMBAHANA, TAPI ELGAR TAK BERGERAK). ” Ya Tuhan ! Kak Elgar bangun !” (MEIRA MENGGOYANG-GOYANGKAN TUBUH ELGAR YANG DIAM TAK BERGERAK). ” Kak Elgar bangun kak !” ( MEIRA HAMPIR MENANGIS)

ELGAR                               : ” Kena ! Wekkk!” ( KEJUT ELGAR BANGKIT DENGAN TAWA LEBAR )

MEIRA                                : ” Sialan ! Kak Elgar Jelek ! jahat. Ih…… ( MEIRA MEMUKUL DADA ELGAR SEBAL )

ELGAR                               : ” Iya.. iya dech, aku minta maaf. ” ( ELGAR MERAYU MEIRA )

MEIRA                                : ” Lain kali jangan di ulangi lagi ya..!”

TIBA-TIBA ELGAR MENANGKAP TANGAN MEIRA, MEIRA PUN TERKEJUT. MEREKA BERSITATAP DALAM DIAM. LENGKUNG PELANGI YANG MEMAYUNGI MEREKA SENJA TERASA BEGITU INDAH.

4 Komentar (+add yours?)

  1. classically
    Jul 06, 2009 @ 12:16:09

    wahh, syukurlah Meira tdk gelap mata lagi..
    dia itu tdk jahat, hanya cintanya saja yg menggelapkannya..
    prolognya sangat bagus, Pak..
    saya suka sekali karya” Bpk..^^

    salam kreatif,
    classically

    Balas

    • mbahbrata
      Jul 06, 2009 @ 12:19:50

      Makasih, mg2 ceritanya dpt memberikan pemikiran baru tuk yg membaca, tetapi yg terpenting dari membaca sastra adalah bagaimana sastra dpt membangkitkan imajinasi kita dg mengacu pada logical imajinatifnya. Salam bersastra, jgn lupa puisinya ya…

      Balas

  2. Agatha
    Nov 27, 2011 @ 10:32:09

    Izin copas buat tugas sekolah y mbah..
    Karya nya bagus skali…

    Balas

  3. Sri Rahmat
    Nov 30, 2013 @ 09:17:51

    izin copas bwt tugas skolah ya. makasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: