Tegak 17


Merdeka,
Masih kau dengar pekik itu?
Walau bertalu menusuk tulang
Merenda semangat yang makin menghadang
Menghitung waktu yang kadang makin hilang
Smentara himpitan menjepit meradang

Merdeka,
Masihkah kau dengar itu?
Lalai sudah sejarah tinggal desah
Terburai gundah keluh resah
Kerna hidup tak lagi nikmati
Perjuangan pahlawan yang tinggal kenangan
Di pojok2 buku yang tak lagi terbaca

Merdeka,
Masihkah kau dengar pekik itu
Tatkala bendera lusuh berkibar menghiasi pelataran
Yang berkibar bersemangat dengan wajah merona
Seperti ingin terbang bebas lepas dari tangan-tangan buas
Yang tega merajut benang baru beraroma keserakahan

Merdeka,
Hanya tinggal veteran pejuang
Yang rela mendongak hormat, tak peduli panas menyengat
Hanya semangat yang tinggal sisa-sisa
Menghiasi hidup yang tinggal sejengkal

Merdeka,
Untuk kita semua,
Smoga…

Surabaya, 17 Agustus 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: