“Kubisikkan Rindu, Masih Ingatkah Kau”


Masih ingatkah engkau

Malam itu, ketika kubisikkan gurindam

Ketika kita bersama menengadah

Menanti setetes embun yang kau pinta

Masih ingatkah engkau

Ketika genggaman rapat tanganmu mulai menuai resah

Bersama semilirnya angin malam di pantai bisu

Kala itu

Masih ingatkah engkau

Ketika kau pinta sekuntum mawar, sambil berbisik

‘ambilkan bunga itu’ dan kau tersipu

Sambil kau rapikan kerudung biru berenda rindu

Masih ingatkah engkau

Ketika kita lalui malam

Lalu kita tiup kedua tangan kita yang menyatu

Sambil berucap ‘kita tak boleh memiliki..’

Malam semakin temaram

Dan kita pulang, mendawai mimpi

Surabaya, 15 Nopember 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: