‘Jejak Hitam Bidadari Biru’


JOleh: Heru Subrata
PARA PEMERAN

Arum : tokoh utama
Si mbok : pemeran pembantu
Bapak : pemeran pembantu
Mbak Sinta : pemeran pembantu
Mas Hikam : pemeran pembantu
Johan : pemeran pembantu
Kan Kristin : pemetan pembantu
Juragan : tokoh antagonis
Tante Narie : tokoh antagonis
Bang Dosor : tokoh antagonis

Narator : Arum gadis belia yang penuh bakti dan semangatnya memberikan pengabdian kepada kedua orang tuanya, anak sulung dari tiga bersaudara keluarga miskin ini terpaksa menghentikan sekolahnya hanya di bangku SMP, ia merantau ke Kota seberang untuk mencari nafkah dan melunasi hutang-hutang orang tuanya

BABAK KE I

BRAK…..BRAK….. … SUARA GADUH DI RUANG TAMU

Si mbok : jangan tuan, ampun juragan kami jangan diusir, kami akan melunasi hutang-hutang kami secepat mungkin.. (MENANGIS DAN BERLUTUT MEMOHON JURAGAN MENGASIHANINYA)

Juragan : aaaah……….. alasan sampai kapan kamu akan menunda untuk melunasi hutang-hutangmu? Sampai kapan? BRAK… BRAK… MASIH SAJA MEMBANTING MEJA DAN KURSI SI MBOkK BERLALU PERGI MENINGGALKAN RUMAH SIMBOK DENGAN WAJAH MARAH DAN MEMERAH

Arum : mbok…… arum kepengen kerjo (MEMOTONG DAUN SINGKONG DI BALE-BELE BELAKANG RUMAHNYA)

Si mbok : mau kerjo opo nduk? Mau kerja kemana? (MENOLEH SEBENTAR KEMUDIAN MELANJUTKAN MENUMBUK PADI DI LESUNG YANG SUDAH USANG ITU)

Arum : Rum gak mau seperti ini buk, rum gak mau hidup kita dikejar-kejar juragan sialan itu, rum benci buk! (MATANYA MENETESKAN AIR MATA). Rum…rum.. hanya pengen ibu, bapak, adek bahagia (AIR MATA TAK KAUASA IA BENDUNG LAGI, MATANYA MEMERAH HATINYA SAKIT MELIHAT JURAGAN ITU MEMPORAK-PORANDAKAN RUMAHNYA)

Si Mbok : lha iya mau kerja kemana? (BERUSAHA AGAR AIR MATANYA TAK JATUH MEMBASAHI BUTIR-BUTIR PADI YANG IA TUMBUK)

Bapak : mau kerja kemana nduk? ( MENYELA PEMBICARAAN MEREKA).

ARUM : Rum kepingin ikut tante Narie ke mbatam bersama temen-temen rum yang lain, katanya disana kami dijanjikan akan dipekerjakan di sebuah restoran pak! (MENGUSAP AIR MATANYA)

Si Mbok :karepmu piye tonduk? (MENJELASKAN DENGAN KEBINGUNGANNYA)
TanteNarie : permisi…!!!! (MENGETUK PINTU RUMAH ARUM)

Arum : e…… tante narie monggo-monggo pinarak (MEMBENAHI KURSI-KURSI YANG BERSERAKAN)

Tante Narie : jadi kamu ikut saya rum? Besok kita berangkat ke batam, disana banyak anak-anak dari desa sini kokjangan kuwatir. (MEYAKINKAN ARUM)

Arum : iya tante si mbok dan bapak sudah megijinkan, tapi…. Apa benar arum kerja di restoran? (MENEGASKAN)

Tante Narie : ya… iya banyak kok (GUGUP SEPERTI MENYEMBUNYIKAN SESUATU)

Si Mbok : ati-ati nduk? Disana kota asing ojo neko-neko yo? (KUWATIR)

Arum : mbok, pak , rum pamit (MEMBAWA TAS DAN KARDUS) ARUM DAN TEMAN-TEMAN BERANGKAT MELALUI PELABUHAN PAGI-PAGI DENGAN BEKAL SEADANYA.

BABAK KE II

Arum : tante ini tempat apa? (MEMANDANG SEKELILINGNYA YANG TAMPAK ASING, BANYAK GADIS-GADIS BERDANDAN MENOR DAN MUSIK-MUSIK YANG MEMBUAT HATI MAKIN MEMBUAT PERASAANNYA TAK TENANG)

Tante Narie : sudah lah nurut saja pada tante kamu pasti banya uang, Kris bawa gadis ini dan bantu dia untuk berhias (MENYALAKAN API ROKOK SAMBIL DUDUK DI KURSI)
Kak Kristin : ayo ku antarkan kamu ke kamarmu. Perkenalkan saya kristin teman sekamarmu. (METEKA BERJALAN MENUJU KAMAR)

Arum : kita kerjanya apa kak kok harus dandan seperti ini ( MERASA RISIH DENGAN BAJU SEKSI YANG DIKENAKANNYA)

Kak Kristin : kamu pastitausendiri nanti (TERSENYUM)

Tante Narie : wah…wah… gadis cantik ini kamu akan menjaditambang emas disini. Bagus.. bagus.. sekarang kamu lihat bule di pojok kursi depan dan kamu tunggu dia dikamar nomor lima, layani dia, kamu pasti punya banyak uang (MENEGUK MINUMAN KERAS)

Bule : namamu siapa gadis cantik? (MEMEGANG DAGU LANCIP ARUM, WAJAHNYA BENGIS PENUH NAFSU) jangan takut gadis cantik duduk sini dekat aku.

Arum : A…A….rrum tuan! (KETAKUTAN MENCOBA DUDUK DI DEKAT LAKI-LAKI BULE KETURUNAN SINGAPURA ITU)

Bule : ayo sayaang… ayolah jangan takut…. (MENAMPAKKAN SIFAT ASLINYA)

Arum : tidak…jangan tuan… (MERINTIH MERATAPI NASIPNYA, SETELAH LAKI-LAKI BENGIS ITU MENCAMPAKKANYA DAN MENINGGALKAN SEGEBOK UANG UNTUK ARUM)

Kak Kristin : sudahlah rum, jangn menangis terus… lama-lama pastikamuakan terbiasa dengan keadaan ini, usap air matamu, minum ini mau rokok? (MENENANGKAN ARUM)

ARUM : Tt…tapi rum gak mau begini kak, tante kristin membohongiku..

Kak Kristin : yang penting sekarang kita bisa kirim uang untuk keluarga kita, aku juga duluseperti itu ( MERANGKUL ARUM YANG SEDANG MENANGIS)

Tante Narie : lho masih bengong disini? Ayo para pelanggan sudah menunggu antri aaah… (MENGHARDIK)

Arum : Rum gak kuat mbak.. rum pengen pulang rum gak tahan dengan keadaan ini batin rum tersiksa mbak… (AIR MATANYA HABIS DIMAKAN WAKTU0

Kak Kristin : tenang (SERAYA BERFIKIR) oh aku punya ide ini adatiket pesawat terbang jam 5 sore nanti akan menuju ke Jakarta. Pergilah sebelum bang dosor si bodiguart it bangun dan mencarimu

Arum : terima kasih, tapi kaaak kristin?

Kak kristin :tenanglah jangan kuatirkan aku, cepat waktunya mrndesak.

BABAK III

Johan : mau kemana mbak?? Kelihatanyya kok gelisah? (MEMPERHATIKAN TINGKAH ANEH ARUM YANG MONDAR – MANDIR TAMPAK GELISAH)

Arum : ke Jakarta mas… mas… tolong orang itu jahat.. (ARUM MELIHAT BANG DOSOR MENGHAMPIRINYA)

Johan : ada apa mbak (BINGUNG

Bang Dosor : mamu kemana kau dasar perempuan jalang, tidak tau di untung ayo… tante mencarimu… (MENGGELANDANG ARUM)

Arum : tidak….. kalian jahat, tolong…tolong saya…

Johan : ada apa ini? Siapa anda? Kenapa anda kasar pada perempuan?

Bang Dosor : dia adik saya perempuan ini tidak tau untung, dasar pelacur.. (MENAMPAR ARUM)

Arum : tidaaak.. aku bukan pelacur aku dipaksa dan dijebak, aku dipekerjakan oleh orang ini di tempat yang tek pernah aku inginkan. (MENUMPAHKAN SEMUA AMARAHNYA)

Johan : Ooooo… begitu ya? (MEMUKUL DOSORDENGAN SEKAT TENAGA DAN MERINGKUSNYA SERTA MEMBAWANYA KE KANTOR POLISI)

BABAK IV

KARENA BERITA ITU NAMA ARUM TERCEMAR DI DESANYA IA PERGI MENENANGKAN DIRI KERUMAHPAMANNYA DI JAKARTA. DISANA DIA BERUSAHA MEMPERBAIKI DIRINYA, BERIBADAH, SERING IKUT PENGAJIAN DANKEGIATAN-KEGIATAN YANG BERBAU RELIGI

Arum : mbok! Arum gak tahan dengan ejekan orang mbok, semakin hari semakin menyebar gosip ini…
Mbok : sabar nduk cah ayu… ilingo karo send nduwe urip. (MENASEHATI)
Arum : Rum berangkat pengajian mbok..
Shinta : dek Rum! Sendirian nich? Mana teman-temannya?
Arum : mbak sinta, iya sendirian mbak. Mbak sendiri gak di antarmas catur?
Sinta : tidak, mas catur sedang keluar kota tugas perusahaan. Oh ya sekarang kerja di mana?
Arum : di toko kelontong bantu paman mbak.
Sinta : mau kerja sama saya? Kebetulantoko busana muslim mbak membutuhkan karyawan.
Arum : O… dengan senang hati mbak.
Shinta : yah… nanti setelah pengajian kita langsung ke toko, bisa kan kalau hari ini kamu mulaibekerja?
Arum : iya mbak.
Hikam : Assalamualaikum…..
Arum : wa’alaikum salamada yang bisa saya bantu? (SAMBIL MENATA GAUN-GAUN DI ETALASE)
Shinta : aduh mas hikam kemana aja kok gak pernah mampir ke tokombak?
Hikam : iya mbak lagi sibuk membuat skripsi, jadi gak ada waktu untuk jalan-jalan. Oh ya mbak! Karyawan baru ni?
Shinta : iya kenalkan namanya Arum.
Hikam : saya Hikam pelanggan disini. (MATANYA MENATAP ARUM PENUH MAKNA)
Arum : (TERSENYUM) saya Arum.. ada yang perlu dibantu?
Shinta : ini rum bungkuskan kado ini (MEMERINTAH ARUM)
Hikam : eeeeh… terimakasih pelayanannya mbak, saya pulang dulu.
Shinta : TILILILILILIT hallo Assalamualaikum dengan butik syifa, ada yang bisa ku dibantu?
Hikam : wa’alaikumsalam.. saya hikam mbak.. mbah adawaktu hari ini?kalau ada kita kemu besok di butik mbak, saya mau bicara tentang mbak Arum.
Shinta : ya sampaiketemu besok di butik. Wa’alaikumsalam.
Shinta : lho pagi-pagi udah sampai disini? Ada apa sich kelihatannya penting sekali?
Hikam : mbak ini tentang arum… kurasakan diawanita istimewa dihati saya. Saya menemukan gadis idamanku yang selama ini kucari, dia sibidadari biru hatiku mbak, saya hendak meminangnya. Tolong tanyakan pada arum apakah dia sudah punya calon?
Shinta : Insya Allah dek.
Hikam : kalau begitu hikam pulang dulu ya mbak
Shinta : iya dek nanti saya sampaikan ke dek Arum yach, hati-hati di jalan sampaikan salamku ke ibu dek hikam
Hikam : iya mbak. Terima kasih sebelumnya
Shinta : lho kapan datang? (KAGET MELIHAT ARUM SUDAH LAMA DIGUDANG BELAKANG). Oh ya tadi Hikam kemari diamebicarakan dirimu, bagaimana rum? Dia ingin kamu jadi pendamping hidupmu? Jangan dijawab sekarang dipikirkan dulu..
Arum : mbak… (NADANYA LIRIH) arum punya rahasia boleh saya cerita pada mbak? Tapi saya harap mbak bisa menyimpan rahasia ini.
Shinta : iya… InsyaAllah
Arum : arum sudah gak sucilagimbak (MATANYA BERKACA-KACA) Arum pernah dipaksa untuk melayani laki-laki hidung belang di kota Batam. Arum dutipu mbak, arumdi jebak oleh orang yang membawa rum ke Batam.. (TANGISNYA TERSEDU HINGGA TAK MAMPU MELANJUTKAN CERITANYA)
Shinta : Masya Allah ……. Saya tak pernahmenduga cobaanmubegitu berat, maafkan mbak rum mbak gak pernah tahu semuanya.
Arum : E…em soalmas hikam bagaimana mbak? Arum merasa takpantas buat mas Hikam… keJEJAK HITAM BIDADARI BIRU
OLEH:
HURRIYATURROSYIDAH
(061644252)

PARA PEMERAN

Arum : tokoh utama
Si mbok : pemeran pembantu
Bapak : pemeran pembantu
Mbak Sinta : pemeran pembantu
Mas Hikam : pemeran pembantu
Johan : pemeran pembantu
Kan Kristin : pemetan pembantu
Juragan : tokoh antagonis
Tante Narie : tokoh antagonis
Bang Dosor : tokoh antagonis

Narator : Arum gadis belia yang penuh bakti dan semangatnya memberikan pengabdian kepada kedua orang tuanya, anak sulung dari tiga bersaudara keluarga miskin ini terpaksa menghentikan sekolahnya hanya di bangku SMP, ia merantau ke Kota seberang untuk mencari nafkah dan melunasi hutang-hutang orang tuanya

BABAK KE I

BRAK…..BRAK….. … SUARA GADUH DI RUANG TAMU

Si mbok : jangan tuan, ampun juragan kami jangan diusir, kami akan melunasi hutang-hutang kami secepat mungkin.. (MENANGIS DAN BERLUTUT MEMOHON JURAGAN MENGASIHANINYA)

Juragan : aaaah……….. alasan sampai kapan kamu akan menunda untuk melunasi hutang-hutangmu? Sampai kapan? BRAK… BRAK… MASIH SAJA MEMBANTING MEJA DAN KURSI SI MBOkK BERLALU PERGI MENINGGALKAN RUMAH SIMBOK DENGAN WAJAH MARAH DAN MEMERAH

Arum : mbok…… arum kepengen kerjo (MEMOTONG DAUN SINGKONG DI BALE-BELE BELAKANG RUMAHNYA)

Si mbok : mau kerjo opo nduk? Mau kerja kemana? (MENOLEH SEBENTAR KEMUDIAN MELANJUTKAN MENUMBUK PADI DI LESUNG YANG SUDAH USANG ITU)

Arum : Rum gak mau seperti ini buk, rum gak mau hidup kita dikejar-kejar juragan sialan itu, rum benci buk! (MATANYA MENETESKAN AIR MATA). Rum…rum.. hanya pengen ibu, bapak, adek bahagia (AIR MATA TAK KAUASA IA BENDUNG LAGI, MATANYA MEMERAH HATINYA SAKIT MELIHAT JURAGAN ITU MEMPORAK-PORANDAKAN RUMAHNYA)

Si Mbok : lha iya mau kerja kemana? (BERUSAHA AGAR AIR MATANYA TAK JATUH MEMBASAHI BUTIR-BUTIR PADI YANG IA TUMBUK)

Bapak : mau kerja kemana nduk? ( MENYELA PEMBICARAAN MEREKA).

ARUM : Rum kepingin ikut tante Narie ke mbatam bersama temen-temen rum yang lain, katanya disana kami dijanjikan akan dipekerjakan di sebuah restoran pak! (MENGUSAP AIR MATANYA)

Si Mbok :karepmu piye tonduk? (MENJELASKAN DENGAN KEBINGUNGANNYA)
TanteNarie : permisi…!!!! (MENGETUK PINTU RUMAH ARUM)

Arum : e…… tante narie monggo-monggo pinarak (MEMBENAHI KURSI-KURSI YANG BERSERAKAN)

Tante Narie : jadi kamu ikut saya rum? Besok kita berangkat ke batam, disana banyak anak-anak dari desa sini kokjangan kuwatir. (MEYAKINKAN ARUM)

Arum : iya tante si mbok dan bapak sudah megijinkan, tapi…. Apa benar arum kerja di restoran? (MENEGASKAN)

Tante Narie : ya… iya banyak kok (GUGUP SEPERTI MENYEMBUNYIKAN SESUATU)

Si Mbok : ati-ati nduk? Disana kota asing ojo neko-neko yo? (KUWATIR)

Arum : mbok, pak , rum pamit (MEMBAWA TAS DAN KARDUS) ARUM DAN TEMAN-TEMAN BERANGKAT MELALUI PELABUHAN PAGI-PAGI DENGAN BEKAL SEADANYA.

BABAK KE II

Arum : tante ini tempat apa? (MEMANDANG SEKELILINGNYA YANG TAMPAK ASING, BANYAK GADIS-GADIS BERDANDAN MENOR DAN MUSIK-MUSIK YANG MEMBUAT HATI MAKIN MEMBUAT PERASAANNYA TAK TENANG)

Tante Narie : sudah lah nurut saja pada tante kamu pasti banya uang, Kris bawa gadis ini dan bantu dia untuk berhias (MENYALAKAN API ROKOK SAMBIL DUDUK DI KURSI)
Kak Kristin : ayo ku antarkan kamu ke kamarmu. Perkenalkan saya kristin teman sekamarmu. (METEKA BERJALAN MENUJU KAMAR)

Arum : kita kerjanya apa kak kok harus dandan seperti ini ( MERASA RISIH DENGAN BAJU SEKSI YANG DIKENAKANNYA)

Kak Kristin : kamu pastitausendiri nanti (TERSENYUM)

Tante Narie : wah…wah… gadis cantik ini kamu akan menjaditambang emas disini. Bagus.. bagus.. sekarang kamu lihat bule di pojok kursi depan dan kamu tunggu dia dikamar nomor lima, layani dia, kamu pasti punya banyak uang (MENEGUK MINUMAN KERAS)

Bule : namamu siapa gadis cantik? (MEMEGANG DAGU LANCIP ARUM, WAJAHNYA BENGIS PENUH NAFSU) jangan takut gadis cantik duduk sini dekat aku.

Arum : A…A….rrum tuan! (KETAKUTAN MENCOBA DUDUK DI DEKAT LAKI-LAKI BULE KETURUNAN SINGAPURA ITU)

Bule : ayo sayaang… ayolah jangan takut…. (MENAMPAKKAN SIFAT ASLINYA)

Arum : tidak…jangan tuan… (MERINTIH MERATAPI NASIPNYA, SETELAH LAKI-LAKI BENGIS ITU MENCAMPAKKANYA DAN MENINGGALKAN SEGEBOK UANG UNTUK ARUM)

Kak Kristin : sudahlah rum, jangn menangis terus… lama-lama pastikamuakan terbiasa dengan keadaan ini, usap air matamu, minum ini mau rokok? (MENENANGKAN ARUM)

ARUM : Tt…tapi rum gak mau begini kak, tante kristin membohongiku..

Kak Kristin : yang penting sekarang kita bisa kirim uang untuk keluarga kita, aku juga duluseperti itu ( MERANGKUL ARUM YANG SEDANG MENANGIS)

Tante Narie : lho masih bengong disini? Ayo para pelanggan sudah menunggu antri aaah… (MENGHARDIK)

Arum : Rum gak kuat mbak.. rum pengen pulang rum gak tahan dengan keadaan ini batin rum tersiksa mbak… (AIR MATANYA HABIS DIMAKAN WAKTU0

Kak Kristin : tenang (SERAYA BERFIKIR) oh aku punya ide ini adatiket pesawat terbang jam 5 sore nanti akan menuju ke Jakarta. Pergilah sebelum bang dosor si bodiguart it bangun dan mencarimu

Arum : terima kasih, tapi kaaak kristin?

Kak kristin :tenanglah jangan kuatirkan aku, cepat waktunya mrndesak.

BABAK III

Johan : mau kemana mbak?? Kelihatanyya kok gelisah? (MEMPERHATIKAN TINGKAH ANEH ARUM YANG MONDAR – MANDIR TAMPAK GELISAH)

Arum : ke Jakarta mas… mas… tolong orang itu jahat.. (ARUM MELIHAT BANG DOSOR MENGHAMPIRINYA)

Johan : ada apa mbak (BINGUNG

Bang Dosor : mamu kemana kau dasar perempuan jalang, tidak tau di untung ayo… tante mencarimu… (MENGGELANDANG ARUM)

Arum : tidak….. kalian jahat, tolong…tolong saya…

Johan : ada apa ini? Siapa anda? Kenapa anda kasar pada perempuan?

Bang Dosor : dia adik saya perempuan ini tidak tau untung, dasar pelacur.. (MENAMPAR ARUM)

Arum : tidaaak.. aku bukan pelacur aku dipaksa dan dijebak, aku dipekerjakan oleh orang ini di tempat yang tek pernah aku inginkan. (MENUMPAHKAN SEMUA AMARAHNYA)

Johan : Ooooo… begitu ya? (MEMUKUL DOSORDENGAN SEKAT TENAGA DAN MERINGKUSNYA SERTA MEMBAWANYA KE KANTOR POLISI)

BABAK IV

KARENA BERITA ITU NAMA ARUM TERCEMAR DI DESANYA IA PERGI MENENANGKAN DIRI KERUMAHPAMANNYA DI JAKARTA. DISANA DIA BERUSAHA MEMPERBAIKI DIRINYA, BERIBADAH, SERING IKUT PENGAJIAN DANKEGIATAN-KEGIATAN YANG BERBAU RELIGI

Arum : mbok! Arum gak tahan dengan ejekan orang mbok, semakin hari semakin menyebar gosip ini…
Mbok : sabar nduk cah ayu… ilingo karo send nduwe urip. (MENASEHATI)
Arum : Rum berangkat pengajian mbok..
Shinta : dek Rum! Sendirian nich? Mana teman-temannya?
Arum : mbak sinta, iya sendirian mbak. Mbak sendiri gak di antarmas catur?
Sinta : tidak, mas catur sedang keluar kota tugas perusahaan. Oh ya sekarang kerja di mana?
Arum : di toko kelontong bantu paman mbak.
Sinta : mau kerja sama saya? Kebetulantoko busana muslim mbak membutuhkan karyawan.
Arum : O… dengan senang hati mbak.
Shinta : yah… nanti setelah pengajian kita langsung ke toko, bisa kan kalau hari ini kamu mulaibekerja?
Arum : iya mbak.
Hikam : Assalamualaikum…..
Arum : wa’alaikum salamada yang bisa saya bantu? (SAMBIL MENATA GAUN-GAUN DI ETALASE)
Shinta : aduh mas hikam kemana aja kok gak pernah mampir ke tokombak?
Hikam : iya mbak lagi sibuk membuat skripsi, jadi gak ada waktu untuk jalan-jalan. Oh ya mbak! Karyawan baru ni?
Shinta : iya kenalkan namanya Arum.
Hikam : saya Hikam pelanggan disini. (MATANYA MENATAP ARUM PENUH MAKNA)
Arum : (TERSENYUM) saya Arum.. ada yang perlu dibantu?
Shinta : ini rum bungkuskan kado ini (MEMERINTAH ARUM)
Hikam : eeeeh… terimakasih pelayanannya mbak, saya pulang dulu.
Shinta : TILILILILILIT hallo Assalamualaikum dengan butik syifa, ada yang bisa ku dibantu?
Hikam : wa’alaikumsalam.. saya hikam mbak.. mbah adawaktu hari ini?kalau ada kita kemu besok di butik mbak, saya mau bicara tentang mbak Arum.
Shinta : ya sampaiketemu besok di butik. Wa’alaikumsalam.
Shinta : lho pagi-pagi udah sampai disini? Ada apa sich kelihatannya penting sekali?
Hikam : mbak ini tentang arum… kurasakan diawanita istimewa dihati saya. Saya menemukan gadis idamanku yang selama ini kucari, dia sibidadari biru hatiku mbak, saya hendak meminangnya. Tolong tanyakan pada arum apakah dia sudah punya calon?
Shinta : Insya Allah dek.
Hikam : kalau begitu hikam pulang dulu ya mbak
Shinta : iya dek nanti saya sampaikan ke dek Arum yach, hati-hati di jalan sampaikan salamku ke ibu dek hikam
Hikam : iya mbak. Terima kasih sebelumnya
Shinta : lho kapan datang? (KAGET MELIHAT ARUM SUDAH LAMA DIGUDANG BELAKANG). Oh ya tadi Hikam kemari diamebicarakan dirimu, bagaimana rum? Dia ingin kamu jadi pendamping hidupmu? Jangan dijawab sekarang dipikirkan dulu..
Arum : mbak… (NADANYA LIRIH) arum punya rahasia boleh saya cerita pada mbak? Tapi saya harap mbak bisa menyimpan rahasia ini.
Shinta : iya… InsyaAllah
Arum : arum sudah gak sucilagimbak (MATANYA BERKACA-KACA) Arum pernah dipaksa untuk melayani laki-laki hidung belang di kota Batam. Arum dutipu mbak, arumdi jebak oleh orang yang membawa rum ke Batam.. (TANGISNYA TERSEDU HINGGA TAK MAMPU MELANJUTKAN CERITANYA)
Shinta : Masya Allah ……. Saya tak pernahmenduga cobaanmubegitu berat, maafkan mbak rum mbak gak pernah tahu semuanya.
Arum : E…em soalmas hikam bagaimana mbak? Arum merasa takpantas buat mas Hikam… keadaan arum sepertiini mbak, arum takut suatusaatnantibisa menimbulkan fitnah..
Shinta : justru dengan keadaanmu yangsekaran kamu harus segera menikah.
Arum : Tapi mbak?
Shinta : cobalah bicarakan baik-baik Insya Allah Hikam mau menerima… kamu yang tegar yanch… (MEREKA MENUTUP KORDEN DAN JENDELA TOKO KARNA WAKTUSUDAH MULAI GELAP)

adaan arum sepertiini mbak, arum takut suatusaatnantibisa menimbulkan fitnah..
Shinta : justru dengan keadaanmu yangsekaran kamu harus segera menikah.
Arum : Tapi mbak?
Shinta : cobalah bicarakan baik-baik Insya Allah Hikam mau menerima… kamu yang tegar yanch… (MEREKA MENUTUP KORDEN DAN JENDELA TOKO KARNA WAKTUSUDAH MULAI GELAP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: