“Kau Telah Pergi Guruku”


[in memoriam Gus Dur]

Kau telah pergi guruku

Tatkala kami semua haus akan siraman rohanimu

Tatkala kami semua rindu nyanyian kehidupan penghibur lara

Untunglah..

Tlah kau pancangkan oase-oase putih

Di padang gersang tandus di bumi yang penuh kebohongan ini

Kau telah  pergi guruku

Tak ada yang mampu ajarkan kami menyayangi perbedaan

Tak ada lagi yang dapat ajarkan kami menepis kesombongan

Untunglah..

Tlah kau tinggalkan pada kami

Sebait nada kalam ilahi penyejuk hati

Kau telah  pergi guruku

Torehan kolbumu tlah mampu membasahi dahaga

Ibu pertiwi

Surabaya, 1 Januari 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: