SOBRAT


[ANALISIS NASKAH DRAMA]

Judul: SOBRAT [Karya Arthur S. Nalan]

Tema: Kemanusiaan, rasa setia kawan

Tokoh utama

  1. Sobrat, sebagai kuli di bukit kemilau.
  2. Mandor burik, sebagai mandor di bukit kemilau.
  3. Doyong, sebagai kuli di bukit kemilau.
  4. Mandor bokop, sebagai mandor di bukit kemilau.
  5. Para kuli lainnya.

Watak tokoh utama

  1. Sobrat, Seorang kuli yang mempunyai keberanian dan rasa setia kawan yang tinggi.
  2. Mandor Burik, Seorang yang mempunyai sifat dan sikap yang sangat kejam, mudah marah dan semena-mena terhadap orang lain ( kepada kuli ).
  3. Doyong, seorang kuli yang sedang sakit, suka menggerutu.
  4. Mandor bokop, seorang mandor  yang malas, suka memerintah,egois, suka berjudi.
  5. Para kuli, pekerja keras

Latar atau tempat: Di sebuah pertambangan di bukit kemilau

Latar atau waktu: Pagi, sewaktu akan mulai bekerja

Latar atau suasana: Sedih, terharu, marah

Alur: Maju

Amanat atau pesan

Manusia adalah mahluk tuhan yang diberi akal dan perasaan, juga sebagai mahluk social sudah sewajarnya manusia itu tolong menolong dengan sesama. Dalam hal apapun, jika kita melihat tindak kesewenang-wenangan di sekitar kita bahkan sekalipun itu dilakukan oleh atasan, kita, tidak boleh membiarkan kesewenang-wenangan itu terjadi terus-menerus. Harus dihentikan walaupun kita menanggung resiko dari perbuatan kita.sebaliknya apabila kita berada di posisi “atas”, kita tidak boleh berlaku sewenang-wenang terhadap orang lain meskipun itu bawahan kita.manusia di mata tuhan kedudukannya sama,sederajat.

Ringkasan cerita

Di sebuah pertambangan emas, ketika para pekerja ( kuli ) akan memulai aktivitas seperti biasa, seorang kuli yang bernama Doyong yang memang kondisinya sedang sakit, merasa tidak kuat bekerja dan ingin istirahat. Tetapi tidak diperbolehkan karena kesombongan si mandor Burik. Sobrat yang mempunjyai rasa setia kawan yang tinggi membela temannya itu tetapi tetap tidak bisa merubah keputusan mandor Burik. Akhirnya Sobrat melawan kesewenang-wenangan yang dilakukan mandor Burik terhadap Doyong dengan cara berkelahi, mandor Burik berjaya selama dia memegang  cambuk, tetapi setelah cambuk ada di tangan Sobrat, Mandor Burik tidak berkutik. Kalah. Sampai terdengar suatu tembakan.

NASKAH DRAMA :

Sobrat

Di bukit kemilau. Terdengar suara kentungan dibunyikan sebagai tanda para kuli penambang emas mulai bekerja. Tampak masuk para kuli penuh semangat. Mereka bertelanjang dada.

Mandor Bokop            : (TERIAK) Kalian antre yang tertib! Sudah ambil duit, ambil blincong dari bakul! (kepada Mandor Burik) Panggil satu-satu!

Mandor Burik              : (MEMANGGIL) Samolo! Sentono! Kartijo! Kardun! Marjun! Duweng! Kamran! Sobrat! Doyong! Sadang! Epeng! Damirin! (memanggil terus) Semua kuli telah memegang blincong dan bakul

Mandor Bokop            : (TERIAK) Dengarkan semua! Aku Mandor Bokop, penjaga    BukitKemilau. Bukit Kemilau ini milik Tuan Balar. Kalian beruntung menjadi pekerjanya. Nanti kalian masuk kawasan Bukit Kemilau! Tetapi, jangan terlalu jauh sebab ke selatan masih ada Hutan Burun yang masih perawan. Banyak binatang buas, babi hutan, dan harimau! Juga, banyak rawa berlintah! Lintahnya sebesar ibu jari! Ngerti?

Para Kuli                     : (SERENTAK) Ngerti!

Mandor Bokop         : (KEPADA MANDOR BURIK) Kamu jaga mereka. Aku mau tidur! (BERBISIK) Tadi malam aku berjudi sampai pagi!

Mandor Burik           : (TERIAK) Jangan berhenti sebelum kentungan bunyi! PARA KULI MENYANYIKAN SEMBOYAN MEREKA.

Para Kuli                     : (SEREMPAK) Sekali kerja, tetap kerja. Biji emas di mana-mana!

NAMUN, DOYONG TAMPAK MERINGIS-RINGIS. IA MENEPI, IA DIBENTAK MANDOR BURIK.

Mandor Burik           : (MEMBENTAK) Hei! Kembali ke tempatmu! Kuli! Apa kamu   tuli? Kembali ke tempatmu!

Doyong                       : Sebentar, istirahat!

Mandor Burik           : Apa? Istirahat? Enak saja kamu, apa kamu sudah lupa perintah Mandor Bokop, heh? Jangan berhenti sebelum kentungan bunyi!

Doyong                       : Sebentar saja, Mandor!

Mandor Burik           : (MENENDANG DOYONG) Enak saja sebentar-sebentar! Cepat   kerja, kuli!

SOBRAT MELIHAT KELAKUAN KASAR MANDOR BURIK TERHADAP KAWAN SEKAMPUNGNYA. IA MEMBURU MENDEKAT.

Sobrat                          : Mandor, jangan ditendang-tendang begitu! Dia kawanku, Mandor! (MENDEKATI DOYONG) Kamu tidak apa-apa, Yong?

Doyong                       : Agak mulas, mana aku agak mencret. Mandor sialan!

Mandor Burik           : Apa kamu bilang?

Doyong                       : Dia dengar, Brat!

Mandor Burik           : Ayo, kembali kerja! Orang lain juga kerja!

Sobrat                          : Dia sakit perut, Mandor. Dia agak mencret

Mandor Burik           : Alah, alasan saja! Dasar pemalas!

Doyong                       : Saya sakit perut, Mandor!

Mandor burik            : Kembali kerja, atau kulecut dengan cambuk ini!

(MENGELUARKAN CAMBUK DAN HENDAK MENGAYUNKANNYA)

Sobrat                          : Jangan, Mandor! Biarkan saja dulu, Mandor.  Apa Mandor  tidak pernah sakit perut?

Mandor Burik             : Apa kamu bilang? (MELECUT) Jangan bilang begitu! Di kampungmu kamu bisa bilang apa saja, tetapi di sini lain…. Ini tanah Bukit Kemilau dan aku penjaganya! Kembali ke tempatmu, kuli!

Sobrat                          : Tidak mau!

Mandor Burik             : (MARAH) Itu bukan kata yang pantas, kuli kontrak. Mampus kamu! (melecut)

SOBRAT MENCOBA MELAWAN

Sobrat                          : Kita bertarung secara jantan, Mandor!

Mandor Burik           : Apa kamu bilang?

Sobrat                          : Kita bertarung secara jantan, Mandor!

Mandor Burik           : Boleh saja… apa maumu?

Sobrat                          : Beri aku cambuk!

Mandor Burik           : Enak saja! rasakan! (MELECUTKAN CAMBUK)

Doyong                       : (BERTERIAK) Sobrat sama Mandor berkelahi!!! MANDOR BURIK DAN SOBRAT BERKELAHI. KULI-KULI BERKUMPUL, MELINGKAR, SAMBIL MENYANYIKAN SEMBOYAN. AWALNYA, MANDOR BURIK BERJAYA DENGAN CAMBUKNYA. NAMUN, CAMBUKNYA BERHASIL DIREBUT SOBRAT. DENGAN SATU KALI AYUNAN DAN PITINGAN, MANDOR BURIK TAK BERKUTIK. TIBA-TIBA TERDENGAR SUARA TEMBAKAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: