Bulan Tlah Mati


Bulan tlah mati
melenggang tenang, mendulang arang
patahkan batas, meniti hati
lepas satu dua langkah
menuju mimpi

kau rengkuh bulan mati
pada genggaman semu
tatkala sepi merapat
kau gapai bintang
tatkala galau hati merajuk sayang

selempai merah, bertabur manik ini
kukubur bersama bulan
yang tak lagi bersua mimpi

Surabaya, 21 Agustus 2010

2 Komentar (+add yours?)

  1. andrias puguh
    Okt 19, 2010 @ 04:11:35

    nice:)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: