Lailatul Qadar


kala hening menyeruak
masih adakah buliran bening menetes
pada wudhumu terakhir?
di sepertiga dari seribu bulan
yang mengiris lebam luka
menganga kian tipis hingga menutup malam
semoga aku masih bertemu
di penghujung rindu

Selasa Kliwon, 20 Ramadhan 1431H

1 Komentar (+add yours?)

  1. agung p
    Okt 20, 2010 @ 22:05:53

    Puisi yang sederhana namun berkesan karena mengingatkan saya pada bulan ramadhan yang lalu dimana setiap umat muslim di dunia pasti menantikan malam lailatul qadar untuk menambah keberkahan dan menghapus semua dosa mereka di dunia.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: