Lembayung Senja


menghitung denyut nadi bulan
tak terhitung sampai berapa
walau jemari tak lagi mampu mengeja
keinginan sirna tenggelam

menghitung detak jantung matahari
pada hamparan sawah kulukis wajah
yang tlah kehilangan rona
karena nyanyi tak lagi bisa iringi

menghitung langkah kaki lelah
pada pematang yang tak lagi tersiangi
kaki-kaki yang tlah mulai terkikis usia
berlari tertatih menemput senja

pada awan lembayung
masihkah bisa kudengar?
dendang sunyiMU?

Surabaya, 3 September 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: