Kelopak Terakhir


masih kulihat bulan separo
yang tanggal, kala gerimis menyapu embun malam
tak hilang senyum, walau resah tlah lukai rasa-rasa

kusambut rindu membatu pada buaian sunyi
pada takbir pertama melenggang sampai fajar
masih kuingat genggam erat menepis khilaf
yang tak tersiangi selama dua musim

kusimpan bunga terakhir
yang mulai tanggal kelopak satu persatu

Surabaya, 13 September 2010

3 Komentar (+add yours?)

  1. Armando WIS
    Jan 16, 2011 @ 07:10:03

    puisi bapakbagus-bagus semua. saya menyukainya. terima kasih

    Balas

  2. erlhy
    Feb 01, 2011 @ 08:59:33

    wah nyentuh bangets

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: