“PUTRI BEBEK”


 

(Naskah Telah Dipentaskan)

 

Para Pemain:

  1. Ardila Hadi S
  2. Siti Maimanah
  3. Nur Isfahani
  4. Riski Sugiarto
  5. Rusinta F.U
  6. Yuli Rahmayanti
  7. Ninit Yulianita
  8. Nur Solekha
  9. Tri Siwi
  10. Nurul Agustin
  11. Fitriyah L
  12. Ratih Wulandari
  13. Kiki  Ari A
  14. Sundari
  15. Nur Lailatul K
  16. Nurita Putriantini
  17. Happy Mayasari
  18. Evi Nur F
  19. Margaretha E.D
  20. Lisa Agustina
  21. Susi  Vita E
  22. Erna Titik M

 

SUSUNAN KRU DAN PARA PEMAIN

OPERET PUTERI BEBEK

  1. Pimpinan Produksi  : Drs. Heru Subrata, M.Si.
  2. Sutradara                 : Siti Maimanah
  3. Asisten Sutradaraf   : Nur Isfahani
  4. Pencatat Skrip           : Riski Sugiarto
  5. Bendahara                   : Rusinta Fitrianing U
  6. Sekretaris                    : Yuli Rahmayanti
  7. Penata                           :
    1. Busana dan Rias     : Ninit Yulianita
    2. Panggung                  : Nur Solekha,  Tri Siwi, Nurul Agustin
    3. Musik                          : Nur Solekha
    4. Lampu                        : Tri Siwi
    5. Tari                              : Siti Maimanah
    6. Pemain                       :
      1. Puteri Ragil Ayu                               : Fitriyah Lutfiyanah
      2. Pangeran Wijaya Kusuma            : Ardila Hadi S
      3. Ibu Bebek                                            : Nur Lailatul K
      4. Bebek Cruwet                                     : Ratih Wulandari
      5. Bebek Sablah                                      : Kiki Ari A
      6. Bebek Endelia                                     : Ninit Yulianita
      7. Bebek Kemayuningsih                         : Sundari
      8. Pengawal 1                                          : Nurita Putriantini
      9. Pengawal 2                                          : Happy Mayasari
      10. Pengawal 3                                          : Evi Nur Fadhilatin
      11. Pengawal 4                                          : Yuli Rahmayanti
      12. Pohon Toge                                         : Rusinta Fitrianing U
      13. Pohon Elaelo                                       : Margaretha E. D
      14. Pohon Lesus                                       : Lisa Agustina
      15. Pohon Sosis                                        : Susi Vita E
      16. Pohon Megah                                      : Erna Titik Megawati
      17. Pohon Honey                                      : Nur Isfahani

KONSEP PENYUTRADARAAN

  1. A. Konsep Cerita

Konsep cerita dalam operet Puteri Bebek adalah sejenis operet yang pasti di dalamnya terdapat rangkaian cerita yang berpadu dengan alunan lagu dan nyanyian. Kami sengaja memilih jenis pertunjukan drama berupa operet ini karena manurut kami drama operet memberikan suguhan yang lebih menarik dan indah kepada para penikmat drama. Iringan lagu dan nyanyian yang terdapat dalam operet ini membuat kami yakin bahwa kami akan memberikan tontonan yang lebih segar dan tentunya lebih indah.

Cerita ini merupakan ide dari salah satu anggota kelompok kami yang inspirasinya berasal dari tari Bebek. Penulis cerita berkeinginan membuat cerita yang ringan sesuai dengan anak SD karena kami adalah calon Guru SD, namun tetap indah dan menarik. Akhirnya, terciptalah drama operet Puteri Bebek ini. Anggota kelompok yang lain telah memberikan kontribusi yang begitu besar dalam pengeditan jalan cerita dan dialog dalam cerita ini agar tercipta rangkaian cerita yang lebih baik dan lebih menarik bagi penonton.

B. Sinopsis Cerita

Kisah kecemburuan dan kejahatan empat ekor bebek yaitu Bebek Sablah, Cruwet, Endelia, Kemayuningsih terhadap saudara mereka sendiri yaitu Puteri Ragil Ayu. Mereka cemburu akan perlakuan dan perhatian Ibu mereka yaitu Ibu Bebek yang lebih menyayangi Puteri Ragil Ayu daripada mereka yang juga anaknya. Mereka juga merasa tidak senang karena Puteri Ragil Ayu akan bertemu kembali dengan sahabatnya yang lama terpisah yaitu Pangeran Wijaya Kusuma.

Bebek Sablah, Cruwet,. Endelia, dan Kemayuningsih memerintahkan Puteri Ragil Ayu untuk mengantarkan sebuah barang pada Bebek Hitam di kampung sebelah pada saat cuaca sedang mendung. Tujuan mereka adalah supaya Puteri Ragil Ayu terjebak hujan di hutan ketika dia mengantarkan barang itu sehingga Puteri Ragil Ayu tidak dapat bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma.

Hal itupun akhirnya terjadi, Puteri Ragil Ayu kehujanan ketika di hutan, dia kedinginan dan ketakutan karena hujan dan suara petir yang menyambar-nyambar. Beruntung disitu ada pohon-pohon yang baik dan bersedia melindungi Puteri Ragil Ayu dari hujan dan petir.

Sementara itu Pangeran Wijaya Kusuma yang telah di rumah bebek merasa khawatir karena dia tidak menemukan Puteri Ragil Ayu disana. Diapun marah kepada keempat saudara Puteri Ragil Ayu, karena dia yakin bahwa kepergian Puteri Ragil Ayu karena ulah keempat saudaranya itu. Diapun akirnya memutuskan untuk mencari Puteri Ragil Ayu bersama para pengawal dan Ibu Bebek.

Puteri Ragil Ayu akhirnya ditemukan. Pangeran dan Ibu Bebek merasa senang karena dapat bertemu kembali dengan Puteri Ragil Ayu. Keempat saudara Puteri Ragil Ayupun sadar bahwa bagaimanapun Puteri Ragil Ayu adalah saudara mereka sendiri yang seharusnya tidak mereka sakiti. Mereka meminta maaf pada Puteri Ragil Ayu dan Puteri Ragil Ayupun memafkan mereka. Pada akhirnya, mereka hidup bahagia dan saling menyayangi.

Tokoh Dalam Babak I:

  1. Ibu Bebek
  2. Puteri Ragil Ayu
  3. Bebek Cruwet
  4. Bebek Sablah
  5. Bebek Endelia
  6. Bebek Kemayuningsih
  7. Pangeran Wijaya Kusuma
  8. Pengawal Pangeran Wijaya Kusuma

Tokoh Dalam Babak II:

  1. Puteri Ragil Ayu
  2. Pohon Lesus
  3. Pohon Megah
  4. Pohon Sosis
  5. Pohon Elaelo
  6. Pohon Toge
  7. Pohon Honey
  8. Pangeran Wijaya Kusuma
  9. Pengawal Pangeran Wijaya Kusuma
  10. Ibu Bebek
  11. Bebek Cruwet
  12. Bebek Sablah
  13. Bebek Endelia
  14. Bebek Kemayuningsih

Struktur Alur:

Eksposisi (perkenalan):

Cerita awal yang mengisahkan Ibu Bebek dan kelima ekor putrinya

Komplikasi dan Konflik:

Mulai muncul intrik-intrik awal yang berkembang menjadi konflik, yaitu ketidak senangan (rasa iri hati) 4 putri bebek yang tidak ingin melihat Putri Ragil Ayu bertemu Pangeran Wijaya Kusuma dan akhirnya 4 putri bebek punya niat jahat untuk menjebak Putri Ragil Ayu tidak bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma

Klimaks (Puncak Konflik):

Pangeran Wijaya Kusuma mengetahui Puteri Ragil Ayu tidak ada dan Pangeran punya dugaan semuan ini telah direncanakan. Akhirnya Pangeran mengutus pengawal untuk mencari Puteri Ragil Ayu.

Relevasi:

Terbukanya semua kejahatan yang dilakukan 4 putri bebek dengan ditemukannya Puteri Ragil Ayu.

Denouement (Penyelesaian):

Pangeran bahagia bersama Puteri Ragil Ayu dan Puteri Ragil Ayu memaafkan 4 putri bebek saudaranya.

 

  1. D. Konsep Panggung

Cerita ini terdiri dari dua babak, babak pertama terjadi di rumah bebek dan babak kedua di hutan. Konsep panggung sengaja kami buat sesederhana mungkin dengan memperbanyak sentuhan-sentuhan properti alami agar terlihat sesuai dengan kenyataan. Adapun propertiy yang pakai sebagai berikut:

  1. Daun hijau dan kering.

Digunakan sebagai hiasan lantai rumah bebek dan hutan karena selayaknya rumah bebek dan hutan harus terlihat kotor dengan daun-daun hijau dan kering

  1. Satu buah matras

Digunakan sebagai tempat tidur Puteri Ragil Ayu

  1. Jerami,

Disamping menggunakan matras, tempat tidur Puteri Ragil Ayu juga ditambah dengan jerami di atas matras, agar terlihat seperti tempat tidur bebek sesungguhnya yang biasanya tidur di jerami.

  1. Satu buah kaca

Kami membutuhkan kaca karena dalam aktingnya nanti Puteri RAgil Ayu akan berkaca

  1. Satu buah kotak benda

Digunakan sebagai barang yang nantinya akan dibawa oleh Puteri Ragil Ayu dalam aktingnya

  1. Sterofoam

Sterofoam akan digambar/dibentuk menjadi rumput-rumput tinggi untuk dijadikan pagar rumah dan sebagai hiasan

  1. Gedebok Pisang

Disamping menggunakan gambar rumput, gedebok pisang digunakan untuk menancapkan ranting-ranting pohon

  1. Ranting-tanting Pohon

Digunakan sebagai tumbuhan, pohon-pohon di sekeliling rumah bebek

 

  1. E. Konsep Rias dan Busana

Dalam cerita ini, kami mengibaratkan semua pemain adalah bebek, kecuali pohon. Jadi, semua pemain akan didandani layaknya bebek dan memakai kostum bebek.

Konsep rias antara lain:

Puteri Ragil Ayu

Memakai riasan yang lembut (tidak menor) dengan rambut digerai agar tampak seperti Puteri yang lemah lembut dan baik hati

Bebek Sablah, Cruweet, Endelia, Kemayuningsih

Dirias agak tebal (menor) dengan rambut yang juga digerai unuk menampakkan watak mereka yang jahat

Ibu Bebek

Dirias tipis dengan rambut yang disanggul, diberi efek kerut-kerut di wajahnya agar terlihat tua sesuai dengan perannya

Pangeran Wijaya Kusuma

Dirias sedemikian rupa, diberi kumis dan jambang agar mencerminkan sikap bijaksana layaknya seorang Pangeran

Pengawal Pangeran

Walaupun para pemerannya perempuan, akan dirias sedemikian rupa agar menyerupai pengawal laki-laki dengan ditambahkan kumis.

Pohon

Dirias dengan warna coklat di seluruh tubuh agar terlihat seperti batang pohon

 

Konsep Busanan antara lain:

Puteri Ragil Ayu

Memakai kostum bebek lengkap dengan sayap berwarna putih untuk menggambarkan karakternya yang baik dan lembut.

Bebek Sablah, Cruwet, Endelia, Kemayuningsih

Mengenakan kostum bebek lengkap juga namun sayapnya saja yang berwarna kuning agar berbeda dengan sayap Puteri Ragil Ayu

Ibu Bebek

Mengenakan kostum bebek lengkap juga namun sayapnya dibuat berbeda warnanya dengan sayap Puteri Ragil Ayu dan keempat saudaranya.

Pangeran Wijaya Kusuma

Mengenakan kostum dan sayap yang sama dengan yang dikenakan oleh Puteri Ragil Ayu untuk menggambarkan bahwasannya Pangeran Wijaya Kusuma adalah sahabat/pasangan Puteri ragil Ayu

Pengawal Pangeran

Memakai kostum bebek lengkap dengan sayap yang berbeda warna dengan sayap yang dikenakan Puteri Ragil Ayu, keempat saudaranya, Ibu Bebek, dan Pangeran.

Pohon

Memakai pakaian atas-bawah berwarna coklat agar terlihat seperti batang pohon dengan dililiti dedaunan dan ranting pohon

F. Konsep Musik

Karena cerita ini berbentuk operet, maka akan terdapat banyak sekali lagu di dalamnya. Lagu-lagu yang terdapat dalam cerita ini telah diganti liriknya. Konsep musik sebagai berikut:

  1. Sound effect saat pembacaan narasi
  2. Iringan musikc “nina bobo” menggunakan piano cocok digunakan Ibu Bebek menyanyikan lagu nina bobo untuk Puteri Ragil Ayu
  3. Iringan Musik “jagoan” menggunakan piano digunakan saat Bebek Sablah, Cruwet, Endelia, Kemayuningsih tidak rela bila  Puteri Ragil Ayu dikatakan paling cantik dan indah.
  4. Sound effect suara ayam berkokok untuk memberi tanda waktu pagi ketika Puteri Ragil Ayu bangun tidur.
  5. Iringan musik “Karena Cinta” dipilih karena cocok digunakan ketika Puteri Ragil Ayu bernyanyi dimana isi liriknya bercerita bahwa Puteri Ragil Ayu merasa tegar dan menunggu kedatangan Pangeran Wijaya Kusuma, semua itu didasari perasaan cinta pada Pangeran Wijaya Kusuma.
  6. Iringan musik “EB Comix” cocok digunakan ketika Pangeran datang bersama para pengawalnya.
  7. Sound efek suara angin berhembus digunakan untuk menggambarkan keadaan pohon-pohon di hutan yang diterpa angin.
  8. Sound effect suara hujan dan petir yang menyambar-nyambar untuk menggambarkan keadaan/suasana ketika Puteri Ragil Ayu tiba di hutan waktu hujan.
  9. Iringan lagu “Ambilka Bulan Bu” digunakan ketika Puteri bernyanyi yang isi liriknya menceritakan tentang ketakutannya karena sendirian waktu di hutan.
  10. Iringan lagu “Heli” digunakan ketika pohon-pohon menyanyikan lagu untuk Puteri Ragil Ayu yang isi lriknya menceritakan bahwa mereka akan melindungi Puteri Ragil Ayu dari derasnya hujan.
  11. Iringan lagu “Puteri (Jikustik)” menggunakan gitar digunakan ketika Pangeran Wijaya Kusuma meminta Puteri Ragil Ayu untuk tidak menangis lagi dan mengungkapkan perasaannya bahwa dia sangat merindukan Puteri Ragil Ayu
  12. Iringan lagu “Terima Kasih Cinta (Afgan)” menggunakan gitar ketika Puteri Ragil Ayu membalas nyanyian Pangeran Wijaya Kusuma lagu ini sangat cocok karena menggambarkan perasaan Ragil Ayu yang merasa sangat senang dan berterimakasih pada Pangeran Wijaya Kusuma karena dia kembali datang menemui Puteri Ragil Ayu
  13. Iringan lagu “Du di du di dam” menggunakan piano saat semua pemain bernyanyi untuk mengakhiri pementasan, lagu ini sangat cocok karena riang dan menggambarkan kebahagiaan para pemain.

G. Konsep Lampu

Dalam cerita ini terdapat dua setting tempat seperti yang telah dijelaskan pada uraian di atas. Disamping itu terdapat dua seting waktu, yaitu waktu malam dan pagi, juga terdapat setting suasana hujan deras disertai petir. Konsep lampu sebagai berikut:

  1. Ketika malam saat di rumah bebek, lampu akan dibuat sedikit redup untuk memberi kesan bahwa kejadian itu berlangsung pada malam hari
  2. Ketika pagi saat di rumah bebek, lampu akan dibuat terang untuk memberi kesan bahwa kejadian itu berlangsung pada pagi hari
  3. Ketika hujan di hutan, lampu akan dibuat redup untuk memberi kesan mendung namun beberapa lampu akan dibuat terang sesekali saat terjadi petir menyambar.

(DI SEBUAH KAMPUNG, HIDUPLAH SEEKOR IBU BEBEK BERSAMA KELIMA EKOR PUTERI BEBEKNYA. SATU DIANTARA KELIMA PUTERI BEBEKNYA ITU MEMILIKI PERBEDAAN DENGAN KEEMPAT PUTERI BEBEK YANG LAIN. PUTERI BEBEK YANG SATU INI LEBIH CANTIK DAN INDAH DIBANDING YANG LAIN. NAMANYA “PUTERI RAGIL AYU”. SEDANGKAN YANG LAIN BERNAMA BEBEK CRUWET, BEBEK SABLAH, BEBEK ENDELIA, DAN BEBEK KEMAYUNINGSIH. MEREKA MERASA IRI AKAN KECANTIKAN DAN KEINDAHAN PUTERI RAGIL AYU. APALAGI IBU BEBEK LEBIH SAYANG PADA PUTERI RAGIL AYU)

BABAK I

(SEBELUM PUTERI RAGIL AYU TIDUR, IBU BEBEK MENIDURKANNYA DENGAN MENYANYIKAN LAGU NINA BOBO. KEEMPAT SAUDARA YANG MELIHATNYA MERASA IRI DAN BENCI KEPADA PUTERI RAGIL AYU)

  1. 01. IBU BEBEK : (BERNYANYI) “Nina bobo, oo.. nina bobok, kalo tidak bobok digigit nyamuk”. “Tidurlah sayang, ibu sangat menyayangimu” (SAMBIL MENGECUP KENING PUTERI RAGIL AYU)
  2. 02. P.RAGIL AYU : “Ibu…” (MEMEGANG TANGAN IBU BEBEK), aku ingin sekali besok bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma, sudah lama aku tak bertemu sahabatku itu”.
  3. 03. IBU BEBEK : “Makanya, sekarang kamu harus cepat-cepat tidur biar besok tidak kesiangan dan kamu bisa bertemu dengannya”
  4. 04. P.RAGIL AYU : “Baik, Bu” (MENGANGGUKKAN KEPALA)
  5. 05. BEBEK CRUWET : (SEBAL) “Heh, lihatlah! Ibu lebih menyayangi Puteri Ragil Ayu dari pada kita. Apa kalian tidak cemburu?”
  6. 06. BEBEK SABLAH, ENDELIA, KEMAYUNINGSIH : “Tentu, kita cemburu”
  7. 07. BEBEK SABLAH : “Kita tidak boleh membiarkan dia bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma”
  8. 08. BEBEK ENDELIA : “Ya, hanya kita yang boleh bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma”
  9. 09. KEEMPAT BEBEK : (BERNYANYI) “Dia pikir… dia yang paling hebat. Merasa paling cantik dan paling indah. Tidak mungkin! Kitalah yang paling sempurna” (TERTAWA)
  10. 10. IBU BEBEK : (KELUAR KARENA MENDENGAR SUARA RIBUT DARI LUAR KAMAR)
  11. 11. KEEMPAT BEBEK : (SEMBUNYI)
  12. 12. BEBEK SABLAH : “Ayo kita pergi dari sini”

(KEESOKKAN HARINYA, PUTERI RAGIL AYU BANGUN DENGAN HATI YANG PENUH SUKA CITA. SOUND EFEK, SUARA AYAM BERKOKOK)

  1. 13. P.RAGIL AYU : (BANGUN DARI TIDURNYA, MELIHAT-LIHAT SEKELILINGNYA KEMUDIAN MENGAMBIL CERMIN SAMBIL BERNYANYI) “Hari ini… adalah hari yang kutunggu. Kubahagia… karena kau kan segera datang. Tak pernah… kuragu aakan setia. Inilah… diriku dengan melodi untukmu. Dan bila… aku berdiri. Tegar… sampai hari ini. Bukan karna kau atau hebatku. Semua… karena cinta. Semua… karena cinta. Tak mampu diriku, dapat berdiri tegar. Trimakasih… cinta… ”

(KAGET MELIHAT KEEMPAT KAKAKNYA YANG TIBA-TIBA DATANG) “Kakak-kakak, ada apa?”

  1. 14. BEBEK KEMAYUNINGSIH: (Dengan nada tinggi) “Kami ingin minta tolong padamu”
  2. 15. P.RAGIL AYU : “Minta tolong apa, kak?”
  3. 16. BEBEK CRUWET : “Kamu antarkan barang ini pada bebek hitam di kampung sebelah. Sekarang!!” (MENYERAHKAN BARAG PADA PUTERI RAGIL AYU)
  4. 17. P.RAGIL AYU : “Apa harus sekarang, kak? Cuaca kan sedang mendung. Bagaimana kalau nanti saja, pasti saya antarkan”
  5. 18. BEBEK SABLAH : (MEMBENTAK) “Sudah, kamu antar saja barang ini sekarang! Jangan banyak omong!”
  6. 19. BEBEK ENDELIA : “Iya, jangan banyak cocot. Pergi sana!”
  7. 20. P.RAGIL AYU : “Baik, kak”
  8. 21. KEEMPAT BEBEK : (BERSORAK-SORAI) “Berhasil. Berhasil. Berhasil. Horrrayyy.” (TERTAWA)

(TIDAK LAMA SETELAH PUTERI RAGIL AYU PERGI MELAKSANAKAN PERINTAH KAKAKNYA, PANGERAN WIJAYA KUSUMA DATANG BERSAMA KEEMPAT PENGAWALNYA)

  1. 22. PANGERAN WIJAYA KUSUMA : (BERNYANYI) ”Aku tlah datang, aku tlah datang. Halo. Halo. Haloo..”.
  2. 23. KEEMPAT BEBEK : (CENTIL) “Halo juga Pangeran”
  3. 24. PENGERAN W.KUSUMA : (KEBINGUNGAN) “Dimana Puteri Ragil Ayu? Kenapa dia tidak kelihatan?”
  4. 25. IBU BEBEK : (MENCARI-CARI) “Oia, dimana Puteri Ragil Ayu?”
  5. 26. BEBEK ENDELIA : “Dia tadi bilang pada kita, katanya dia tidak ingin bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma. Dia benci pada Pangeran karena dulu Pangeran telah meninggalkannya”
  6. 27. IBU BEBEK : (TIDAK PERCAYA) “Tidak mungkin, semalam dia bilang pada Ibu kalau ingin sekali bertemu dengan Pangeran Wijaya Kusuma hari ini”
  7. 28. BEBEK KEMAYUNINGSIH : “Itukan semalam, Bu. Kenyataannya sekarang kan beda”
  8. 29. PANGERAN W.KUSUMA : (MARAH) “Ini pasti ulah kalian. Kalian sengaja tidak mempertemukan aku dengan Puteri Ragil Ayu”
  9. 30. BEBEK ENDELIA : “Tidak Pangeran”
  10. 31. PANGERAN W.KUSUMA : “Diam kamu! Aku sama sekali tidak percaya denganmu. Kita harus segera mencari Puteri Ragil Ayu. Aku khawatir dengan keadaannya. Pengawal! Ayo kita berangkat”
  11. 32. KEEMPAT PENGAWAL : “Baik Pangeran, laksanakan!”
  12. 33. IBU BEBEK : “Ibu ikut denganmu Pangeran”
  13. 34. PANGERAN W.KUSUMA : “Baik, Bu. Ayo kita berangkat”

(PANGERAN, IBU, DAN KEEMPAT PENGAWALLANGSUNG BERGEGAS MENCARI PUTERI RAGIL AYU. SEMENTARA ITU KEEMPAT KAKAKNYA TIBA-TIBA MERASA KHAWATIR DENGAN KEADAAH ADIKNYA)

  1. 35. BEBEK KEMAYUNINGSIH : “Saudara-saudaraku, kasihan juga ya Puteri Ragil Ayu. Sekarang sedang hujan deras. Dia pasti kehujanan dan kedinginan”
  2. 36. BEBEK SABLAH : “iya, bagaimanapun juga dia saudara kita”
  3. 37. BEBEK CRUWET : “ayo kita ikut mencari Puteri Ragil Ayu”
  4. 38. BEBEK ENDELIA : “Iya-iya. Yuk yak yuuuuuukk”

BABAK II

(SOUND EFEK, SUARA ANGIN BERHEMBUS)

  1. 39. POHON LESUS : “Haduh, capek juga ya jadi pohon. Tiap hari goyang-goyang terus”
  2. 40. POHON MEGAH : “Uda kepanasan, kehujanan lagi. Capek deh kita ”
  3. 41. POHON SOSIS : “udah gitu nanti ditebang, terus dibakar lagi. Huuhhh!!”
  4. 42. POHON HONEY : “Iya nih, sekali-kali kita jadi puteri, kek. Biar ga jadi pohon terus”
  5. 43. POHON ELAELO : “Sabar teman-teman. Ini memang sudah nasib kita jadi pohon”
  6. 44. POHON TOGE : “Aduuuh, kalian ini nyadar dong. Bodi aja kayak pohon bonsai, malah minta jadi puteri. Ngiiiimpiiiiiii ”
  7. 45. POHON LESUS : “Eh teman-teman, ada yang datang tuh!”

(SOUND EFEK, SUARA HUJAN DAN PETIR YANG MENYAMBAR-NYAMBAR)

  1. 46. P.RAGIL AYU : (BERJALAN SAMBIL KEDINGINAN DAN MENANGIS. KEMUDIAN DIA DUDUK DI ANTARA POHON DAN BERNYANYI) “Ibuku tersayang. Ibuku tercinta. Kutakut sendiri… di sini. Di sini hujannya deras. Petirnya kian menyambar. Ibuku tersayang. Ibuku tercinta. Datanglah kemari temani aku”
  2. 47. POHON MEGAH : “Kau begitu cantik wahai bebek, siapa namamu? Kenapa kamu sendirian di sini?”
  3. 48. POHON HONEY : “Iya, kenapa kamu keluar rumah? Padahal sejak tadi cuaca sudah mendung”
  4. 49. P.RAGIL AYU : “Namaku Puteri Ragil Ayu. Aku diperintahkan oleh keempat kakakku untuk mengantarkan barang ini pada bebek hitam di kampung sebelah”
  5. 50. POHON TOGE : “Sungguh jahat mereka, kenapa kamu bersedia Puteri? Kasihan sekali kamu”
  6. 51. POHON ELAELO : “Kita harus menolong Puteri cantik ini, teman!”
  7. 52. SEMUA POHON : “Iya”
  8. 53. SEMUA POHON : (MELINGKARKAN TUBUH MEREKA UNTUK MELINDUNGI PUTERI. DAN BERNYANYILAH MEREKA) “Kami akan melindungimu, dari derasnya hujan. Janganlah Puteri cantik takut. Kami ada di sini. Puteri tenanglah, Puteri sabarlah. Kami bersamamu. Puteri tenanglah, Puteri sabarlah. Kami bersamamu.”
  9. 54. P.RAGIL AYU : (BERDIRI DAN MENCARI POHON UNTU BERTEDUH) “Pohon, bolehkah aku berlindung di bawahmu, pohon?”
  10. 55. POHON MEGAH : “Iya, silakan Puteri”

(TIBA-TIBA TERDENGARLAH SUARA PANGERAN DAN KEEMPAT PENGAWALNYA, MASUK KE DALAM HUTAN)

  1. 56. PANGERAN W.KUSUMA : “Pengawal, kalian mencari di sebelah sana dan saya akan mencari di sana”
  2. 57. KEEMPAT PENGAWAL : “Baik Pangeran”

(PANGERAN WIJAYA KUSUMA DAN KEEMPAT PENGAWAL BERPENCAR MENCARI PUTERI RAGIL AYU)

  1. 58. KEEMPAT PENGAWAL : “Puteri…. Puuu…. tri….. dimana kamu?” (SAMBIL TERUS MENCARI)
  2. 59. PENGAWAL 1 : (KAGET) “Ternyata kamu di sini, Puteri. Teman-teman.. Puteri Ragil Ayu sudah ditemukan” (MEMBAWA PUTERI KE TEMAN-TEMANNYA)
  3. 60. P.RAGIL AYU : “Siapa kalian?”
  4. 61. PENGAWAL 2 : “Kami adalah pengawal Pangeran Wijaya Kusuma. Kami semua mencarimu kemana-mana”
  5. 62. PENGAWAL 3 : “Kami berdua akan memberi tahu Pangeran kalau puteri sudah ditemukan”
  6. 63. PENGAWAL 4 : “Ya kami juga akan memberi tahu Ibu dan Saudara-saudaramu. Jagalah sampai kami kembali bersama Pangeran”

(PENGAWAL 3 DAN 4 PERGI MEMBERI TAHU PANGERAN, IBU, DAN KEEMPAT SAUDARANYA)

  1. 64. PANGERAN W.KUSUMA : (DATANG SAMBIL BERNYANYI) “Puteri… jangan menangis. Hapus air mata, di wajah cantikmu. Putri… seandainya saja, ku bisa menghentikan waktu, ku hentikan waktu. Kini ku tlah datang dihadapmu. Aku yang tlah lama menanti kamu. Aku merindukanmu”
  2. 65. P.Ragil Ayu : (MEMBALAS NYANYIANNYA) “Terima kasih teman… Engkau  telah datang, kembali di sini, bersamaku lagi. Tak akan kubiarkanmu. Tinggalkanku. Tetaplah engkau temaniku teman”
  3. 66. IBU BEBEK : (BERPELUKAN DENGAN PUTERI RAGIL AYU) “Anakku, kau baik-baik saja kan? Ibu mengkhawatirkanmu”
  4. 67. P.RAGIL AYU : “Iya bu. Aku baik-baik saja. Aku kangen ibu”
  5. 68. KEEMPAT BEBEK : (BERLARI MENUJU PUTERI RAGIL AYU)“Puteri Ragil Ayu…”
  6. 69. PANGERAN W.KUSUMA : “Kalian kenapa ke sini? Mau berbuat jahat lagi dengan Puteri?”
  7. 70. KEEMPAT BEBEK : “Tidak Pangeran”
  8. 71. BEBEK SABLAH : “Maafkan kami Puteri. Kami tidak akan mengulangi perbuatan kami lagi”
  9. 72. BEBEK CRUWET, ENDELIA, KEMAYUNINGSIH : “Iya, maafkan kami”
  10. 73. P.RAGIL AYU : “Iya kak, kalian kumaafkan”
  11. 74. IBU BEBEK : “Sudahlah. Sesama saudara memang harus saling menyayangi dan saling tolong -menolong. Ibu juga sangat menyayangi kalian semua”
  12. 75. P.RAGIL AYU : (TERINGAT SESUATU) “oh, pohon. Aku harus berterima kasih dengan mereka” (MENGHAMPIRI POHON) “Para pohon… terima kasih ya atas pertolongannya”
  13. 76. SEMUA POHON : “Sama-sama Puteri. Kami senang akhirnya Puteri bahagia”
  14. 77. P.RAGIL AYU : “Ayo pohon dan pangeran… kita bernyanyi bersama-sama”
  15. 78. SEMUA PEMAIN : (MENYANYI DAN MENARI)

“Du di du di dam dam, du di du di dam. Du di du di dam dam, du di du di dam. Kami sangat bahagia, ok. Kami saling mencinta, ok. Tidak ada iri, tidak ada dengki. Semuanya bersama, ok, ok, ok. Jangan pernah membenci, karena itu tak baik. Mari sama-sama kita bergandengan dan berjabat tangan”


4 Komentar (+add yours?)

  1. qiqiL
    Feb 05, 2011 @ 03:32:29

    wah ternyata naskahnya diposting ke blognya pak heru y..
    makasih pak… jadi terheru (ups terharu) hehehe..
    oia pak, katanya kami semua dapat CD tari dan drama tp sampai sekarang kok blm dpt, pak??????

    Balas

  2. puput
    Apr 10, 2012 @ 06:29:01

    boleh minta sound musiknya gak? soalnya di google gada

    Balas

  3. puput
    Apr 10, 2012 @ 06:37:19

    EB Comix yang mana sih?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: