“Tangga Tunggal Gedheg” (Special Ludruk)


Penulis naskah    : Yuni Herawati

Jumlah babak      : 9 ( Sembilan )

Durasi      : 60 menit

Genre       : drama komedi tragedi

 

Nama kelompok :

Yuni herawati

Rifka Kusuma Jaya

Marita

Siska Dian

Johan Aditya Graha

 

Konsep cerita :

Konsep cerita dalam naskah ini adalah kisah kehidupan sehari-hari yang bnyak terjadi dalam kehidupan yang mengandung banyak pesan moral. Dalam drama ini tidak hanya menyuguhkan hiburan semata, namun juga sebagai pelajaran hidup dan media untuk merefleksi diri kita masing-masing. Cerita ini kami ambil dari kisah sehari-hari yaitu persaingan antar masyarakat dan poligami yang telah kami rangkai sedemikian rupa sehingga bisa kami pentaskan dengan baik dan berkesan bagi penonton.

 

Synopsis :

Suatu hari didesa Huru-Hara terdapat dua keluarga yang sangat kaya yaitu keluarga pak Suyono dan keluarga pak Marsudi. Namun dua keluarga ini saling bersaing untuk menunjukkan bahwa salah satu diantara merekalah yang paling hebat. Hal ini membuat mereka bersaing dalam berbagai hal. Bahkan dalam hal-hal biasa merekapun bersaing satu sama lain, persaingan mereka seringkali menimbulkan kekacauan di desa Huru-Hara tersebut.

Kemudian suatu hari, rumah keluarga Suyono kemalingan barang mereka banyak yang raip dicuri maling yang berjumlah tiga orang. Marsudi merasa bingung melihat rumahnya kosong dan tidak ada hiburan. Akhirnya ia meminta  pembantunya Keceng untuk menemaninya berbelanja barang-barang rumah yang hilang. Dengan sisa uang di Bank Suyono dan pembantunya Keceng berbelanja banyak barang dan keperluan rumah. Dan sebagai hadiah Keceng dibelikan handphone  keluaran terbaru.

Kesokan harinya Keceng bertemu dengan Bolot diwarung yang Mbok Nah. Melihat handphone milik Keceng, Bolot merasa iri. Ia akhirnya beranjak pulang kerumah dan menceritakan kepada majikannya yaitu keluarga pak Marsudi. Merasa tersingi keluarga pak Marsudi menjual semua barang-barangnya dan membeli barang-barang yang baru. Dengan kesombongannya pak Marsudi memamerkan barang-barangnya kepada pak Suyono.  Karena merasa terhina pak Suyono menantang pak Marsudi untuk berkelahi. Hampir saja mereka berkelahi, namun warga dan pembantu mereka melerai perkelahianpun terhindarkan.

Tak sampai disitu saja perseteruan terjadi, suatu hari bu Yayuk istri pak Suyono meminta suaminya untuk menikah lagi. Bu Yayuk ingin memiliki anak, namun tidak bisa kerena mandul. Mendengar permintaan istrinya pak Suyono yang awalnya menolak akhirnya luluh. Dengan berat hati Ia membagi cintanya dengan wanita lain. Mendengar berita pesaingnya menikah lagi pak Marsudi gelap mata, Ia meminta istrinya bu Ipah untuk siap dimadu. Bu Ipah menyalahkan keluarga pak Suyono karena telah membuat suaminya menjadi gelap mata.

Suatu hari dipagi yang cerah pak Suyono sedang berjalan pulang dari pasar bersama kedua istrinya kemudian bu Ipah menghadang mereka dan bu Ipah marah-marah kepada pak Suyono, menyalahkan pak Suyono karena telah membuat suaminya menikah lagi serta menganggap ini adalah bagian dari persaingan diantara mereka. Pak Suyono naik pitam karena pernikahan keduanya bukan karena hal tersebut. kemudian pak Marsudi datang  dengan Istri mudanya menyusul bu Ipah, perselisihan terjadi antara kedua pasangan tersebut dan akhirnya perkelahianpun tidak bisa dihindarkan antara pak Suyono dan pak Marsudi. Sampai akhirnya Pak RT datang untuk melerai mereka.

Di Rumah Pak RT ,kedua keluarga ini dpertemukan, mereka menceritakan permasalahan yang terjadi. Pada akhirnya permasalahan intinya adalah pak Suyono menikah lagi dan pak Marsudi cemburu dan merasa tersaingi, pak Marsudi pun menikah lagi. Ini menimbulkan ketidak relaan istri pertama pak Marsudi yaitu bu Ipah. Bu Ipah menuding pak Suyono sebagai penyebab pernikahan kedua pak Marsudi. Untuk melerai pertikaian diantara mereka, Pak RT pun berusaha menyadarkan mereka. Akan tetapi pertengkaran ini memang akhirnya tidak berakhir bahagia. Bu Ipah menghujamkan belati ketubuhnya dan ia rebah seketika. Penyesalan mendalam pak Marsudi yang menangisi istrinya yang meninggal karena kesalahannya.

Konsep panggung :

Panggung pertama  : jalan desa yang sunyi dimalam hari

Panggung kedua      : menggambarkan suasana rumah warga desa

Panggung ketiga      : menggambarkan suasana warung ditepian pematang sawah

Panggung keempat  : menggambarkan suasana rumah warga desa

Panggung kelima     : jalanan desa disiang hari yang cerah

Panggung keenam   : menggambarkan suasana rumah warga desa

Panggung ketujuh    : jalanan desa dipagi hari yang cerah

Panggung kedelapan          : menggambarkan suasana rumah warga desa

 

Property panggung :

Kain hitam, meja, kursi, gambar-gambar rumput dari sterofom, handphone mainan, taplak meja dan makanan.

 

Konsep busana :

Busana yang digunakan setiap pemain menggabarkan busana sehari-hari warga desa.

 

Pengorganisasian dan karakterisasi :

Pimpinan Produksi: Drs. Heru Subrata, M.Si
Sutradara: Yuni Herawati
Asisten Sutradara: Marita Agustin
Sekretaris: Rifka Kusuma j
Bendahara: Siska Dian
Kelengkapan Properti: Rifka Kusuma
Penata Panggung: Johan Aditya

Penata Rias & Busana : Marita Agustine
Penata Musik: Johan Aditya
PEMAIN :                                                                                                  

  • Suyono                       (Juragan Sapi)
  • Marsudi                     (Mandor Tebu)
  • Yayuk                          (Istri Suyono)
  • Ipah                            (Istri Marsudi)
  • Rahayu                       (Istri ke-2 Suyono)
  • Lastri                          (Istri ke-2 Marsudi)
  • Keceng                       (Pembantu Suyono)
  • Bolot                          (Pembantu Marsudi)
  • Pak RT Kadenu       (Ketua RT)
  • Marfu’ah                    (Istri Pak RT)
  • Yu Nah                       (Pemilik Warung)
  • Tohir                           (bapak lastri)
  • Maling 1
  • Maling 2
  • Maling 3
  • Penduduk 1
  • Penduduk 2
  • Penduduk 3

Skenario

BABAK 1 : Jalan Desa

Terjadi pengejaran terhadap 3 orang maling yang kepergok mencuri barang milik Suyono. Perkelahian pun terjadi antara maling dan penduduk desa yang mengejar mereka,perkelahian itu dimenangkan oleh 3 orang maling tersebut dan maling berhasil kabur dengan membawa barang curian.

BABAK 2 : Rumah Pak Suyono

Suyono sedang duduk diruang tamu dan memikirkan barang-barangnya yang dirampok oleh maling. Kemudian muncul niat Suyono untuk membeli barang yang serupa tetapi lebih bagus dan baru serta ingin memamerkannya kepada tetangganya Marsudi,setelah berunding dengan istrinya (Yayuk) dan Yayuk pun setuju,Suyono menyuruh Keceng (Pembantu Suyono) untuk membeli barang-barang tersebut.

BABAK 3 : Warung Mbok Nah

Saat Bolot (Pembantu Marsudi) sedang asyik duduk di warung Mbok Nah sambil menikmati kopi,Bolot melihat Keceng yang hendak membeli pesanan Suyono dan memanggilnya untuk mampir,setelah bertemu dan bercerita tentang tujuan Keceng,Keceng pun pergi dan Bolot kembali ke rumah.

BABAK 4 : Rumah Pak Marsudi

Bolot kembali ke rumah,dia heran serta kagum dengan apa yang diceritakan oleh Keceng. Marsudi datang dan menanyakan apa yang telah dibicarakan oleh Bolot. Bolot pun bercerita dan Marsudi tersentak kaget serta memanggil istrinya Ipah,merasa tersaingi Marsudi mempunyai ide untuk menyaingi Suyono dan pamer siapa yang paling hebatdi antara mereka,dan Marsudi memiliki ide untuk membuat Suyono kalah.

Babak 5 : Jalan Desa

Suyono dan Keceng sedang berjalan menuju kandang sapi milik Suyono,Kemudian ditengah perjalanan Suyono bertemu dengan Marsudi dan Bolot yang pulang sehabis membeli barang baru,Marsudi pun pamer kepada Suyono dan mengatakan bahwa Suyono tidak akan mampu untuk menyaingi kekayaan serta kehebatan Marsudi. Suyono pun panas dan akan membuktikan kalau dia yang lebih hebat dari Marsudi.

Babak 6 : Rumah Suyono

Suyono berdiskusi dengan istrinya Yayuk. Karena sampai saat ini mereka belum dikaruniai anak,Yayuk menyuruh Suyono untuk menikah lagi agar mereka bisa mempunyai keturunan,Suyono pun menghendaki permintaan sang istri

Babak 7 : Rumah Marsudi

Marsudi heran dengan keramaian yang terjadi di rumah Suyono,Marsudi pun memanggil Bolot untuk menanyakan apa yang terjadi. Kemudian Marsudi kaget mendengar berita dari Bolot bahwa Suyono kawin lagi dan Marsudi menganggap ini adalah persaingan diantara mereka. Marsudi memanggil Ipah dan meminta ijin untuk menikah lagi. Ipah tidak terima dan melarang Marsudi untuk menikah lagi namun Marsudi memaksa dan akhirnya mereka bertengkar mulut. Ipah menyalahkan Suyono karena telah membuat suaminya menjadi gelap mata.

Babak 8 : Jalan Desa

Suyono sedang berjalan pulang dari pasar bersama kedua istrinya kemudian Ipah menghadang mereka dan Ipah pun marah-marah kepada Suyono,menyalahkan Suyono karena telah membuat Marsudi kawin lagi serta menganggap ini adalah bagian dari persaingan diantara mereka. Suyono naik pitam karena pernikahan keduanya bukan karena hal tersebut. kemudian Marsudi datang  dengan Istri mudanya menyusul Ipah,cekcok pun terjadi antara kedua pasangan tersebut dan akhirnya perkelahian pun tak bisa dihindarkan antara Suyono dan Marsudi. Sampai akhirnya Pak RT datang untuk melerai mereka.

Babak 9 : Rumah RT Kadenu

Di Rumah Pak RT,kedua keluarga ini dikumpulkan. mereka menceritakan permasalahan yang terjadi,pada akhirnya Suyono kawin lagi dan Marsudi cemburu dan merasa tersaingi,Marsudi pun kawin lagi. Ini menimbulkan ketidak relaan istri pertama Marsudi yaitu Ipah. Ipah menuding Suyono sebagai penyebab pernikahan kedua Marsudi.Untuk melerai pertikaian diantara mereka,Pak RT pun berusaha menyadarkan mereka. Tapi naas, pertengkaran ini memang akhirnya tidak berakhir bahagia. ________________________________________________________________

BABAK 1 ( Dalan Desa )

Penduduk   : Maling ….maling,………

Maling1      : He,… yok opo iki awak dewe wis dikepung penduduk

Maling2      : Nek wis ngene iki carane yo  tawur

Maling1      : Tawur…??? Gendeng  koen awak dewe iki mek 3 lah musuh wong sak kampong

Maling3      : Lha iyo ,… yek opo carane,??? Sing onok awak dewe iki malah ajur kabeh,… asu koen iku

Maling2      : Maling kok wedi mati coy………….. nyalimu endi?

Maling1      : Nek mati temen lakyo sara lho!!!!

Maling2      : Halah, wis gk ngurusi! Ayo maju…….

Penduduk1 : Heh, maling… jo mlayu koen! Reneo tak gepuki koen!

Maling2      : renea tak enteni!

(tawuran)

Maling1     : hahaha,……. Modelmu ae kate nantang aku?!?!? Koen gak ngerti aku sopo??

Penduduk1 : aku ngerti sopo koen,…. Koen iku maling sing sering nyusahne warga kene.

Maling1      : hahaha ,.. goblok!!!  Kenalno iki, jarwo pemimpin maling sing nguasai desa iki, hahah,….

Penduduk1 : maling ae bangga,……. Sing modele kaya awakmu iku penyakite masyarakat.

Maling1      : terus..???

Penduduk1 : kudu disingkirna,..!!

Maling1      : iwak ati rasa keju, lalapane sayur bayem,…… lek wani ayo maju, gak usah kakean cangkem!!

(tawuran)

Penduduk2 : kolang kaling digawe buko tambah sego

Maling2      : artine,…????

Penduduk2 : maling ndang bongko mlebu neraka

Maling2      : cethek geni karo sapi ompong,… lek pancen wani gak usah kakean omong

Penduduk2 : jangkrik,….. tampanana iki,… (tawuran)

Penduduk3 : he maling,… sek wanimu mbobol omah-omah nang desa iki

Maling3      : iku urusanku,….lapo koen melu-melu??

Penduduk3 : iku saiki dadi urusanku, soale gara-gara awakmu kabeh , wes akeh penduduk kene resah

Maling3      : terus,… ape lapo koen marang aku???

Penduduk3 : sayur bacem segone sak pethi

Maling3      : artine???

Penduduk3  : gak usah kakean cangkem, koen bakal mati

Maling3      : hahaha,….. nang Jakarta lewat yogya, numpak bis sumber kencono

Penduduk3 : artine ???

Maling3      : kadohen, larang goblok,…. Majuo, iki patimu!! (tawuran)

___________________________________________________________________________________________________

BABAK 2 ( Rumah Pak Suyono )

Suyono       : apes temen dina iki, bengi-bengi omah kemalingan,…Ganggu wong kelon ae.

Yayuk         : opo seh pak,… wes talah sing ikhlas, sing ilang kan isa dituku maneh

Suyono : lha yo bu, aku lho bingung maling saiki padha pinter marang sing digoleki, ,.. yek opo maling jaman biyen iku sing

diincer gelang, kalung, jam, mas-mas’an, tv. Lha sak iki HP, lapotop, iku ae kudu sing model anyar,… lek lawas

gak usah digowo.

Yayuk     : ya wes, timbang bingung-bingung tuku maneh ae, duwit yo nggangur, timbang njamur kan luwih apik dihambur

Suyono        :  bener bu,… endi keceng iki?, wes mari tah ngumbah mobil’e mau?,… ceng…..keceeeng!!!

Keceng        :  nggeh den,…..

Suyono        :  waduh, mlaku klemar-klemer koyok putri solo ae

Keceng        :  lha pripun toh den, kula kan rajane,..

Suyono        :  dapuranmu ngunu ae koyok raja solo, pantese iku raja kaya.

Keceng        :  nggeh sekarep den mawon,… niki wau wonten napa toh den? Kok nimbali kula?

Suyono :  tolong awakmu saiki budhal nang toko, ibu tukok’e HP model anyar karo laptop sing canggih,  gantine sing

kemalingan mau bengi, nyoh 20 juta, lek kurang ngomongo ojo lali njaluk bon

Keceng        :  kok bon seh den? ,…. Kwitansi toh?

Suyono        :  sembarang sing penting tanda bukti, ben gak mbok tilap susuk’e

Keceng        :  walah den,…. Kok pritungan nemen,..

Suyono        :  opoooo?!?!? ,….Balenana?

Keceng        :  mboten den, lagi itung-itung

Suyono        :  ndang budhal kana!

Yayuk            :  wes pak,… ayo ndang mangan sek

Suyono        : ayo.

___________________________________________________________________________________________________

BABAK 3 ( Warung Yu Nah )

Bolot            :  nah, yu nah,… kopine sak cangkir Yu… (sambil mengambil makanan)

Yu nah        :  kopi maneh,.. kopi maneh, utangmu iku lho lek dibayar wes isa digawe tuku sepeda motor.

Bolot            :  hah? Kotang molor?

Yu nah        :  kotang-kotang,.. atek molor pisan, yo kotange makmu iku sek molor Loot..Bolot

Bolot             :  hah bathang mambu? Opo ae toh mbok kok nglantur sampeyan iku, endi kopine?

Yu nah         : yok po seehhh…. yo koen iku sing nglantur (memberikan kopi)

(keceng yang kebetulan lewat setelah membeli pesanan suyono juragannya)

Bolot             :  lho iku lak keceng ,… ceng keceng,…. Teka endi?

Keceng         :  mari belanja

Bolot             :  belanja opo ae?

Keceng         :  iki pesenane juragan Suyono tuku barang ngganti seng kemalingan mau bengi

Bolot             :  Mampir kene sek lho,.. opo ae iku?

Yu nah          : iya mas mari mborong opo ae sampean iku ngglunyur ae?

Keceng         : sek,.. sek sakdurunge aku ngomong, iki gorokan lagi garing mari teka belanja mau, mbok yo digawekne ombenan

Yu nah          : ombenan biasane tah?

Keceng         : iya mbok, ombenan ekstra jongos,.. es’e titik ae,.. lek kakean dadi jongossssss,…

Yu nah          : sampeyan iku,…aneh-aneh ae ceng..

Bolot             : he isine opo ae gawananmu iku?

Keceng       :  akeh lot,.. enek laptop canggih, enek Hp model anyar iku loh,… opo arane yo? Bebek bebek ngono.

Yu nah          :  eaalah..modern sithik po’o..iku arane black berry mas

Keceng         :  nah iku mau lho…

Yu nah          : aku yo duwe siji neng omah…

Bolot             : hah?? Blek krupuk?? Gawe opo juraganmu tuku blek krupuk barang? Ape digawe dodol krupuk ta?

Keceng         : ndasmu koyok blek krupuk,….. black berry lot,..

Bolot             : mboh opo arane iku,… juraganmu iku aneh-aneh ae sing dituku

Yu nah          : iki mas ,… monggo diunjuk disekk,,,,,

Keceng         : matur nuwun mbok ,…. (minum),…maklum juraganku wong kadung sugih lot,  sembarang yo isa dituku, gak koyok juraganmu , aku ae ambe juraganku ditukokne HP BB kok.

Bolot             : mosok???

Keceng         : iyo BB,.. tapi sing biri-biri, pokoke gak koyok juraganmu medit,…. Hahahah wes yo tak mulih sek, dienteni juraganku

Yu nah          : mas ombenane dibayar disek tah…

Keceng         : dadi siji karo bolot

Yu nah         : lot.. Ayoo lot..gek ndang di Bayar!!

Bolot             :  hah?,.. iki aku mau yo arepe utang lho (mlayu)

Yu nah         : lot,. Awas yo!!!…bolooooottttt…..

 

___________________________________________________________________________________________________

BABAK 4 ( Rumah Pak Marsudi )

Bolot             : wah hebat juragane keceng iku, tuku opo ae isa atek jjarene juragane gelem nukukne keceng HP pisan

Marsudi      : iki lapo kok ngomong dewe, aku iki ngerti arek iki sedeng ket baiyen, tapi lek gendeng baru tumon saiki, lot,….boloot, lot,…boloooott!!

Bolot             : eh nggeh gan,… wonten napa?

Marsudi      : koen iku nggremeng dewe ae,… nggremengi opo koen?

Bolot             : niku lho gan,.. keceng mau dikengken juragane belanja, mborong pisan

Marsudi      : belanja opo ae suyono iku?

Bolot             : katah gan, wonten laptop, wonten HP, lan liyane, lha keceng niku mawon ditumbasaken HP pisan lho gan,……nggeh kulo kepengen

Marsudi      : iyo sesuk tak tukoke

Bolot             : saestu gan?

Marsudi      : yo, tapi mene koen gak tak bayar setahun

Bolot             : oalah gan,…

Marsudi      : gendeng suyono iku, sek sombonge dikira aku gak isa tuku be’e,… sawangen lek suyono isa, aku ya isa luwih malahan, lek meh belanja ngono tok kecil,…..

Ipah               : ya loh pak, mosok ape kalah, dikira sing duwe duit mek de’e thok, saiki mending sampeyan karo bolot budhal tuku belanja pisan, kudu luwih apik, sek suyono iku gak sombong

Marsudi      : ngono yo bu?

Ipah               : iya pak, ojo mek tuku iku thok, sing akeh pisan, lek perlu kabeh barang neng omah iki dianyari pisan

Marsudi      : yo wes,… ayo lot budhal borong belanja

Bolot             : hah? Sundel bolong belanja??

Marsudi      : ayo budhal (menjewer kuping bolot)

Bolot             : aduh-aduh,… nggeh gan

 

___________________________________________________________________________________________________

BABAK 5 ( Dalan Desa )

Suyono        : ceng,… sapi sing sek tas manak iku kate tak dol, kate tak ijolne sapi brahman

Keceng       : byoh-byoh, sapi ae enek jenenge barang seh ndara?

Suyono        : yo iyo, sapi brahman iku teko luar negeri, regane yo larang banget sek larang kuwi timbang awakmu

Keceng        : mosok seh ndara?

Suyono        : diomongi kok ngeyel ae

Keceng        :  berarti kula niki mboten wonten regane

Suyono        : sapa apene ngregani koen iku? Wes jarang adus, wajah pas-pasan, kemproh pisan, nyawang ae gak doyan

Keceng        : lha ndara kok taseh purun ndadeke kula babu?

Suyono        : kepeksan ceng,….

(marsudi dan bolot datang dengan membawa belanja’an mereka)

Marsudi      : pencene repot dadi wong sugih, nek belanja mesti kudu akeh, lot  awak dewe mau belanja opo ae?

Bolot             : nggeh gan,… wau tumbas sawi, wortel, brambang, Lombok, empon-empon…..

Marsudi      : goblok,.. iku kan belanjane ibumu mau isuk, belanja sing iki mau lho,..

Bolot             : oalah gan,…. Wau tumbas mas-mas’an ½ kilo, wonten HP 10juta’an, laptop sing isa digawe tivi

Marsudi      : iku sing cilik-cilik, lha sing engko sore  diterne gawe mobil iku opo ae?

Bolot             : wonten kulkas, AC, DVD, motor,.. barang gres langsung saking tokone

Suyono        : halah wong yo ngono ae kok dipamer-pamerna

Marsudi      :  gak masalah, lha wong duwitku akeh, dipangan pitung turunan gak entek

Suyono        : koyok gak enek sega ae mangan duwit

Marsudi      : ayo lot mulih, ngomong karo wong gak duwe duwit panceng angel!! Gak level, ambek ngenteni mobile mau lho wediku nyasar neng omahe suyono

Bolot             : nggeh mangga gan,….

_________________________________________________________________________________________________

BABAK 6 ( Rumah Pak Suyono )

Yayuk            : (ngudarasa) eyalah,. Yo,..yo,.. urip wes enak, sandhang pangan wis kecukupan, omah yo wis magrong-magrong, nanging kok enek sing kurang ya, sampe saiki aku kok durung isa ngekek’i anak ning mas suyono

Suyono        : ono opo sih dek? Disawang-sawang kok koyok susah, mobok yo crito neng mas

Yayuk            : gak kok mas,..

Suyono        : temen?

Yayuk            : iya

Suyono        : dek,… aku wes sandhingan karo sampeyan ampir 10 tahun lho, dadi lek sampeyan lek enek apa-apa mas iki yo hapal,…. Jujur nang mas, enek opo toh sampeyan? Opo aku ono kurange nang sampeyan?

Yayuk            : gak mas,.. sampeyan gak kurang opo-opo

Suyono        : lha terus?

Yayuk            : ngene loh mas, awak dewe iki wes urip bareng hamper 10 tahun, opo-opo wes keturutan, tapi sampe saiki kok durung duwe keturunan

Suyono        : yo sing sabar dik, awak dewe iki y owes berusaha, tapi yek opo maneh, wong Gusti Allah durung maringi

Yayuk            : tapi aku gak enak karo sampeyan, aku gak pantes dadi bojone sampeyan (nangis)

Suyono        : aku gak opo-opo kok dik, aku wes seneng urip karo sampeyan, aku janji bakal gawe sampeyan bahagia

Yayuk            : temen mas,….sampeyan janji?

Suyono        : iya dek mas janji

Yayuk            : lek ngunu sampeyan kudu rabi maneh

Suyono        : opo?!?!

Yayuk            : iya,.. sampeyan kudu rabi maneh

Suyono        : gak dek,… aku mesakne sampeyan,….aku moh ngemadu sampeyan

Yayuk            : tapi aku gak opo-opo mas,…. Sampeyan wes janji bakal gawe aku bahagia

Suyono        : tapi gak ngene carane dek

Yayuk            : gak opo-opo mas,… kanggo aku

Suyono        : ,……… yo wis, demi sampeyan aku rabi maneh, tapi janji karo mas lek sampeyan kudu lilo

Yayuk            : iya mas,….aku seneng banget

Suyono        : padha,.. mas tak berusaha adil

___________________________________________________________________________________________________

BABAK 7 ( Rumah Pak Marsudi )

Marsudi      : aduh ,…. Nek opo seh rame-rame neng omahe suyono iki? Mbrebegki kupingku ae, penasaran aku enek gawe opo wong iku? Endi bolot ape tak takoni sopo ae ngerti, lot,… bolot,…. Loot,.. bolooooot!!!

Bolot             : nggeh gan,… wonten napa?

Marsudi      : ancen susah lek duwe gedibal kopok koyok koen iki

Bolot             : napa gan??? Bantal kapuk?

Marsudi      : kopok lot,.. bolooot

Bolot             : kula niki sakjane mboten kopok lho gan,…

Marsudi      : lha terus??

Bolot             : Cuma gangguan sakedhik

Marsudi      : padha ae iku,….gak usah ngomong aneh-aneh, iku neng omahe suyono ono opo kok rame-rame?

Bolot             : lek krungu-krungu, suyono iku ape rabi maneh gan,..

Marsudi      : opo rabi maneh?? Sing temen koen iku

Bolot             : juragan dikandhani kok ngeyel,.. nggeh saestu, dados duyono sakniki nggadah bojo 2 gan,.

Marsudi      : jangkrik wong iku,… ngene carane ngejak saingan, dudu’ marsudi lek nyerah ngono ae,… aku kudu rabi maneh

Bolot             : mantap gan,….

Marsudi      : pah,..ipaaah, endi seh arek iku?

Ipah               : ya mas,… sabar po’o, lagi masak kok, ono opo bengak-bengok

Marsudi      : pah,.. aku pengen rabi maneh

Ipah               : opo mas?!?!?,… coba balenana

Marsudi      : aku apene rabi maneh

Ipah               : gak isa mas,… moh ,… aku moh dimadu mas,… lapo sampeyan rabi maneh?!?

Marsudi      : yo pokok’e kudu rabi maneh

Ipah               : opo iki gara-gara saingan iku mas?? Lek ngene carane mas mending gak usah,  aku gak rela

Marsudi      : gak isa dek,…. Engko aku kalah karo suyono, gelem tah aku diguyu suyono

Ipah               : mending ngono mas,… timbang aku lara ati

Marsudi      : wes dek,.. rela’na aku,.. ayo lot budhal!

Ipah               : mas,… maaaaaass!!!

 

BABAK 9 ( RUMAH LASTRI)

Marsudi      :  kulo nuwun,…

Bolot             :  gan,.. niki griyane sinten toh?

Marsudi      :  wes talah ,…menengo ae

Bolot             :  nggeh kula penasaran gan

Marsudi      : iki iku,…. Omahe lastri

Bolot             : napa gan? Daleme tukang patri?? Lah enten napa panjenengan maradayoh dating griyane tukang patri?? Badhe matri napa?

Marsudi      : patri gundulmu,….. lastri

Bolot             :  ooo,…..lastri sinten toh gan?

Marsudi      :  lastri iku bocah wadon sing wes suwi tak senengi, sak durunge karo ipah,…. Lha kabare iku de’e dadi rondo ditinggal mati karo bojone,…

Bolot             : lha  terus pripun?

Marsudi      : lha lastri iki kate tak dadekne bojoku sing nomer loro

Bolot             : oalah ngono tah,…

Tohir             : nggeh waalaikum salam,….. ooo pak marsudi, kok kadingaren mrene, ana apa??,… mangga pinarak rumiyin,…

Marsudi      : ngeten pak tohir,….krungu-krungu lastri anak’e panjenengan niku ditinggal mati bojone,….inggih napa mboten?

Tohir             : iya di,… lastri iku wes kurang luwih setahun ditinggal mati bojone amarga kapale kelelep nang segara,..

Bolot             : hah?? Keleleken semangka??

Marsudi      :  hus,…. Kelelep nang segara lot,……heheh nuwun sewu lho pak tohir, niki gadhah gedibal setunggal kupinge radi kopok’en,…

Tohir             :  ooo,… ngono tah,..

Marsudi      : nggih,,,kekarep kula sowan mriki badhe nembung lastri dados garwa kula,,pripun?.napa panjenengan maringi pangestu???..

Tohir             : yen mengkono kekarepmu aku tak takok lastri dhisek,,,las,,,,,lastri renea jare ki ana tamu.

Lastri            : dalem pak??wonten napa,

Tohir          : yo..nduk lunguh disik, iki lo…ana dek Marsudi  duwe kekarepan kate dhadekno awakmu dadi bojo nomor loro…yok apa nduk???

Lastri            : Inggih pak, kula purun didadekake bojo sing nomor loro mas marsudi, namung sedaya kula wangsulaken dhateng bapak mawon…

Tohir             : yo wis…lek ngono…kowe oleh rabi anakku nanging syarate, awakmu kudu lunasi utang-utangku nang wong-wong, karo bayar listrik lan banyu sing wis nunggak setahun…

Bolot             : Gendheng…wong iki…utang pating telecek…nang ndi enggon kok enek..

Marsudi      : Huuusssssss……cangke’em jagaen lottt….iki calon maratuwaku, inggih pak kula sanggup…gampang niku…

Tohir             : yo..wis saiki tak titipna anaku nang koen…

___________________________________________________________________________________________________

BABAK 8 ( Dalan Desa )

Marsudi      : dek,…. Mene ladang tebu sing 20 hektar iko, bakal dadi nggone sampeyan

Lastri            : sing temen mas,…

Marsudi      : iyo,.. gelem ta gak,..

Lastri            : yo gelem mas,….tapi engko mbak ipah yek opo?

Marsudi      : halah ipah ae mbok pikir, gampang,….iku urusanku

Lastri            : yo gak ngono mas, awak dewe iki kan wes rabi, meski aku dadi bojo nomer 2 wes suwe koyok ngene kok durung isa kepethuk mbak ipah.

Marsudi      : wes gak usah,… engko aku tak ngomong dewe nang de’e,..

(ipah datang)

Ipah               : lho,.. mas,.. mas marsudi??

Marsudi      : lho lapo koen nang kene?

Ipah               : aku,. Aku wes seminggu golek’I sampeyan mas,..,.. ayo mas mulih

Marsudi      : gak,.. aku moh mulih

Ipah               : lapo mas,…??? Aku wes kangen,…. Lho iki sapa karo sampeyan mas??

Lastri            : aku lastri mbak,..bojone mas marsudi

Ipah               : bojo?!?!,.. bojone mas marsudi iku mek aku tok,.. ipah!!

Marsudi      : iyo,.. iki bojoku nomer loro

Ipah               : dadi awakmu sing gawe bojoku gak mulih??

Lastri            : maksudte?

Ipah               : iya, mek wedok kegatelen sing wani-wani nggroyok bojone wong liya

Lastri            : heh,… sampeyan ojo ngawur lek ngomong, mas marsudi ancene sing pengen ngrabi aku kok

Ipah               : halah,.. alasan!!

Lastri            : pantes ae mas marsudi gak betah nang omah,.. lha nang omah ono demit’e

Ipah               : opo maksudmu?!?!

Lastri            : iya,… demit cerewet, bener ae mas marsudi luwih milih aku,…ancen aku sik ayu, seksi,enom,.. timbang awakmu!!

Marsudi      : he…. Wes, Ojo tukaran ae!!,..pah,… minggira aku ambe lastri apenen neng ladang tebu

Ipah               : moh mas,.. ayo mulih saiki!

Lastri            : pah,.. minggiro, gak krungu ta omongane mas marsudi?

Ipah               : ojo kakean omong koen las,..

Marsudi      : wes,… pah saiki awakmu minggiro!!

Ipah               : maass,.. massssss!!!

(marsudi & lastri pergi)

Ipah               : ngene iki gara-gara suyono, mas marsudi rabi maneh, gara-gara suyono keluargaku morat-marit,…. Pokok’e gara-gara suyono,…. Titenana suyono iku,….biasane yamene iki suyono mlaku-mlaku karo bojo-bojone,.. endi wong iku??,.. lha iku,…suyono!, suyonoo!!

Suyono        : opo toh pah,… nyeluk wong kok koyok ngunu,… aku iki gak budeg

Ipah               : gak usah kakean omong!! Kabeh gara-gara awakmu!

Suyono        : gara-gara aku?

Ipah               : iyo!

Yayuk            : he! Ono opo dasarmu nyalahne bojoku!

Ipah               : iyo yuk, gara-gara bojomu rabi maneh, mas marsudi melu rabi maneh, saiki aku dijarno aku gak diiurus maneh

Yayuk            : jogoen omonganmu pah! Bojoku rabi maneh pancen aku sing ngongkon, aku ikhlas, mas suyono isa adil, iku urusanmu yek marsudi rabi maneh, gak ono hubungane karo keluargaku, ancene marsudi sing kegatelen paling. Lek ora percaya takokno de Rahayu…

Rahayu                   : Iyo….mbak Ipah. Aku rabi karo mas marsudi jalaran di kongkon karo mbak yayuk..

Ipah               : nanging gara-gara iku mas marsudi rabi maneh, soale pengen saingan karo mas marsudi, sapa sing luwih hebat

Rahayu                  : yok..iku urusane bojomu mbak..

Suyono        : lah lek jarene bojomu ngono pah,… berarti de’e sing keliru,.. aku rabi maneh jalaran saka panjaluke  bojoku yayuk, lek bojoku gak gelem aku rabi maneh, aku gak ngarah rabi pah,……gak koyok bojomu sing ngawur iku

Ipah               : (nangis)

(marsudi datang dengan istri keduanya)

Marsudi      : ngomong opo koen yon!!,… wani-wanimu ngarani aku ngawur, koyok koen bener ae

Yayuk            : marsudi!! Ancene awakmu sing gak bener, sawangen ipah saiki mbok jarno, gak mbok urus!, ipah iku lara ati amarga awakmu rabi maneh! Yek opo koen iku?!? Lek apene rabi maneh mikir sing bener!

Marsudi      : ojo kakean cangkem koen yuk!!

Suyono        : wanimu ngomong model ngunu nang bojoku!!

Marsudi      : opo terusan?!? ,… nanas banyune amber,… lek awakmu panas, ayo geger!!

Suyono        : bothok teri rasane legi,…. Lek iku karepmu di!,.. tampanono iki (tawur)

Pak RT          : hee,.. onok opo iku kok padha gelut?,.. eling wes padha tuwa

Suyono        : iku marsudi sing nggarai…!!!!!!

Marsudi      : ngawur!! Yo koen iku!!

Suyono        : cangkemmu rusak!!

Pak RT          : wes-wes ,…… saiki padha nang omahku kabeh, bareng-bareng dirembug ben kelar,…… ayo

_________________________________________________________________________________________________

BABAK 10 ( Rumah Pak RT )

Pak RT          : mangga-mangga mlebet,… pinarak rumiyin, bu,..buu iki onok tamu

Bu RT             : lho alah,.. keluargane pak suyono karo pak marsudi tah..

Pak RT          : bu tolong gawekne ngombe

Bu RT             : iyo pak,…..tak tinggal dhisik pak,.. bu

Kedua keluarga : inggih bu,….

Pak RT          : sakjane antawis keluarga pak suyono kaliyan pak marsudi niki wonten napa toh??

Suyono        : ngeten lho pak, niki wau kulo kalean bojo-bojo kula ndugi peken, terus pas manthuk wau kok teng dalan dicegat kale Ipah niki

Pak RT          : bener ngunu pah??

Ipah               : inggih pak,..kula niki emosi

Suyono        : lha terus, ipah niku muring-muring teng kula, dikirane kula niki, dadi penyebab marsudi niku rabi maleh

Pak RT          : pah,… bener jarene suyono iku ??

Ipah               : nggeh pak,.. kula boten trima nek bojo kula niku rabi maleh

Pak RT          : lah opo hubungane karo suyono lek bojomu rabi maneh??

Ipah               : soale mas marsudi niki iri kaleh suyono, nek suyono iku saged rabi maleh, terus mas marsudi nekad rabi maneh, nggeh kula boten setuju, kula nyalahne suyono sing dadi penyebabe, soale antawis suyono kaliyan mas marsudi niki saingan.

Suyono        : alah ancene bojomu ae iri pah

Marsudi      : ngomong opo koen!!

Suyono        : ancene nyatane ngunu,… aku rabi pancen bojoku sing ngongkon kok

Yayuk            : bener di,.. aku sing ngongkon mas suyono rabi maneh

Rahayu        : inggih,… kula angsal ijin saking mbak yayuk dadi bojone mas suyono nomer 2, mbak yayuk piyambak sing nyuwun kula purun rabi kaliyan mas suyono

Marsudi      : pancene awakmu diperalat wong iku kanggo nyaingi aku!

Rahayu        : mboten …. saestu

Suyono        : rungokna dewe di!!

Marsudi      : alah iki ancen akal-akalanmu yon!!

Suyono        : jangkrik koen iku!!

Pak RT          : wes-wes,.. ojo geger maneh,…iki manga diunjuk rumiyin

Bu RT             : inggih bapak-bapak ibu-ibu,…. Mangga diunjuk,…

(minum)

Bu RT             : bu,.. pak pancen bener, lek enek masalah iku kudu dirembug bareng-bareng, musyawarah kanggo goleki dalan metu sing apik, lan adil,.. engko ben gak dadi koyok ngene iki, keluargane pak suyono karo pak marsudi dadi gegeran,..gak apik dirungakna tonggo-tonggo, apamaneh omah’e pak suyono karo pak marsudi kan tonggo tunggal gedhek,…

Pak RT          : wis timbang geger amarga saingan,….. mendhing di rembug apik-apikan disik aja kesusu emosi..

Ipah               : inggih boten saged pak, kula boten trima lek mas marsudi rabi maneh…ora lilo…Atiku Lara pak…(nangis)

Yayuk            : di, rungokno omongane bojomu…

Marsudi      : gak nguruss…gak sah melu-melu koen yuk…

Suyono        : cangkemu…ngomong karo wong wedhok sing penak di

Pak RT          : wiss..gak usah tukaran…saiki jalukmu yo’ po…pah

Ipah               : aku jaluk, saiki Mas Marsudi kudu megat Lastri…

Marsudi      : gak iso…!!!!! aku gak bakal megat lastri…

Ipah               : (ambil pisau) lek ngono…aku tak mati ae…

Semua         : pah..aja pah…pikiren maneh pah…

Bu RT             : iyo,,,nduk aja cekak pikirmu, dalan sek dawa…pikiren disek apa sing kate kok lakoni…

Marsudi      : aja pah…ak yo tresno marang sliramu..nanging aku yo tresno karo Lastri…

Ipah               : Saiki sampeyan kudu milih, aku apa Lastri….????

Marsudi      : gak iso pah,gak iso lek aku kon milih salah sijine…tresnaku wis kanggo awakmu karo lastri..

Ipah               : lek ngono jalukmu mas…aku ae sing ngalah… lilakno aku mati (sambil menusukan pisau ke perut)

Semua         : IPAHHHHHHHHH………………

 

 

THE END

2 Komentar (+add yours?)

  1. Tsabitah Imyu
    Feb 15, 2015 @ 11:39:18

    gimana kalo pake bahasa indonesia…….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: