“MENITI HARAP”


ketika tak lagi mampu terucap sepatahpun
kata kias berbalut kasih
ketika tak lagi ada sentuhan lembut
menyapu rona rindu harap yang smakin menipis
ketika tak lagi mampu kubasuh luka hati
yang tertoreh samar pada bingkai kalbumu
akupun masih menunggu, kapan embun pagi menetes
di buaian ayunan kasih

ingin aku basuh kain jingga
yang selalu kau lilitkan di leherku
ingin aku anyam temali warna warni
yang berserak lusuh terhampar di sela-sela kaki
ingin aku menuai bersama
kemuning yang pernah kita tanam
di taman sanubari kita

Surabaya, 1 Juni 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DASAR

Sastra Mampu Membuka Mata Hati dan Mata Pikiran Kita, Karena Sastra Adalah Refleksi Kehidupan Kita

Sobo sak paran-paran

Ini blog-blogan ...

Garis Edar-ku

Blog tentang seputar aktivitas kerjaku

@ReeMekarsari

Buat Saya, "Bahagia itu Sederhana" -Ree-

@MaureenMoz

live is an adventure. enjoy the ride.

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Enrichissez-vous!

enrich yourselves

Joglo Drama - Mbah Brata

Seni memanusiakan manusia, menjadikan manusia lebih manusiawi

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d blogger menyukai ini: